Senin, 08 Agustus 2016

Apakah Bagian Ahli Waris Yang Meninggal Lebih Dulu Bisa DIturunkan ?

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Banyak orang beranggapan bahwa warisan orang tua itu otomatis menjadi hak anak-anaknya, baik itu anaknya masih hidup atau pun sudah meninggal dunia dan kalau sudah meninggal dunia maka bagiannya diberikan kepada keturunannya. Benarkah ? demikian beberapa pertanyaan dari pengunjung blog jadipintar.com. Dan tanya-jawab berikut ini merupakan jawabannya.
selamat menyimak......

Kasus 1. Apakah Cucu Dari Anak Perempuan Termasuk Ahli Waris ?
Pertanyaan:      
Assalamualaikum warohmatullah, ustad saya hendak konsultasi Kakek mempuyai 2 anak perempuan. Anak perempuan pertama sudah meninggal lebih dulu dari orang tuanya, dan mempunyai 2 anak, anak pertama laki-laki dan adiknya perempuan. Anak laki-laki (Cucu laki-laki dari anak perempuan yang sudah meninggal) ingin mendapatkan warisan dari kakek yang banyak, karena ia merasa sebagai cucu laki-laki. pertanyaannya; Apakah cucu kakek dari anak perempuan yang sudah meninggal lebih dahulu dari orang tuanya (Kakek) ini mendapatkan warisan? (Faisha Ulil Abshar AshShafa).

Jawaban:
'Alaikum Salam Wr.Wb.
Menurut hukum waris Islam, cucu dari anak perempuan bukanlah ahli waris, berbeda dengan cucu dari anak laki-laki, ia adalah ahli waris yang berhak mendapatkan bagian selama tidak mahjub (terhalang) oleh yang derajatnya lebih tinggi.

Kasus 2 . Apakah Anak Yang Telah Meninggal Juga Berhak Atas Warisan Orang Tuanya ?
Assalamualaikum wrbt Yg redaksi.. Ayah kami meninggalkan 1 org istri dan 5 org anak (3 laki dan 2 perempuan, dmana 1 perempuan meninggal lebih dahulu sblm Ayah kami, namun almarhumah mempunyai anak/cucu 1 laki dan 1 perempuan). Saat ini mempunyai warisan dgn nilai 950juta (ini memang sisa harta Ayah), bgm cara membagi warisnya, menurut hukum islam. Trimksh Wass : Roni.

Jawaban:
Alaikum salam  Wr.Wb.
1. Ahli Waris Dan Bagiannya:
Isteri: 1/8 atau Rp. 118,750,000.00
3 Anak laki-laki, masing-masing mendapat: 1/4 atau Rp. 237.500,000.00
1 Anak perempuan mendapat: 1/8 atau Rp. 118,750,000.00
2. Ahli waris yang meninggal dunia lebih dahulu dari pewaris, dia tidak mendapatkan bagian dan tidak pula digantikan oleh anaknya. Namun demikian Islam menganjurkan agar anak-anak tersebut diberikan sekedar uang kerohiman untuk tetap mempererat silaturahim (Q.S. Annisa: 8).


Kasus 3. Bagian Saudara Yang Meninggal, Apakah Untuk Anak-Aanaknya ?
Pertanyaan:
asalamualikum pa ustaz, mohon penjelasan : ayah sy meninggal, dan kami sekarang ada ibu dan 7 org sudara perempuan akan tetapi 1 orang sudara perempuan sudah meninggal tapi memiliki anak 1 laki laki dan 3 orang perempuan, dan laki lakinya saya dan adik saya . pertanyaan: 1. jika kami ingin membagi harta warisan berapa bagian masing masing? 2. apakah kaka perempuan saya yg sdh meninggal juga berhak dapat? 3. jika kami bersepakat membagi harta warisan setelah ibu kami sdh tiada lalu berapa bagian masing masing dengan susunan keluarga seperti diatas, demikian mohon penjelasan terimakasih, wasssalam. Purcah.93

Jawaban:
'Alaikum Salam Wr.Wb.
1. Ahli waris dan bagiannya:
- Isteri: 1/8 atau 12,5%
- 6 Anak perempuan masing-masing: 8,75%
- 2 Anak laki, masingmasing:17.5%
2. Tidak dapat.
3. 2 Anak laki-laki masing-masing mendapat 1/5, sedangkan  6anak perempuan masing-masing mendapat 1/10.

Kasus 4. Membagi Warisan Nenek
Pertanyaan:
Assalamualaikum pak Ustd, Mau tanya perhitungan Waris jika ahli waris meninggalkan 1 anak laki2/pakde 2 anak perempuan/ibu saya meninggal th 2015(mempunyai 1 anak laki2 & 2 anak perempuan) 3 anak perempuan/tante meninggal th 2014(mempunyai 1 anak laki & 1 anak perempuan) 4 anak perempuan/tante 5 anak laki2/om Terimakasih sebelumnya atas bantuan Bpk Wassalamualaikum wr wb. Yuli.
Jawaban:
'Alaikum salam Wr.Wb.
Jika pewaris meninggal dunia terlebih dahulu, maka kelima anaknya berhak menjadi pewaris dengan pembagian: 2 orang anak laki-laki masing-masing mendapat 2/7; sementara 3 anak perempuan masing-masing mendapat 1/7.
Adapun bagian ahli waris yang sudah menyusul meninggal, diberikan kepada para ahli warisnya lagi.

Butuh solusi pembagian waris keluarga online dan cepat ? klik Konsultasi
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                                ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                      

 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Minggu, 07 Agustus 2016

Sahkah Hibah Yang Surat-Suratnya Masih Atas Nama Pemberi Yang Sudah Meninggal Dunia ?

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Pertanyaan:
assalamu'alaikum wr.wb 
Pak ustadz saya ingin tahu penjelasannya, dari pertanyaan saya masalah waris/hibah. saya mewakili dari keluarga istri saya yang mempunyai seorang paman dan tidak mempunyai anak beliau telah meninggal dunia dan sebelum meninggal beliau pernah berkata kepada keponakan yang di anggap anaknya sendiri bahwa telah menghibahkan tanah kepada 4 orang keponakannya yang sudah dianggap anak sendiri, beliaupun waktu masih hidup pernah berkata bahwa segera di urus nama sertifikat masing-masing yg mendapat hibah dan sampai akhirnya meninggal sampai sekarang sertifikat masih atas nama almarhum, selain itu almarhum mempunyai saudara kandung dengan bertempat tinggal jauh bagaimana penjelasan pa ustadz mengenai permasalahan ini. terima kasih wassalamu'alaikum wr.wb.(Suhadi Hadi).

Jawaban:
'Alaikum salam Wr.Wb.
Permasalahan hibah:

1. Rukun Hibah

  1. Hibah itu sah melalui ijab dan kabul, bagaimana pun bentuk ijab kabul yang ditunjukkan oleh pemberian harta tanpa imbalan. Misalnya penghibah berkata: "Aku hibahkan kepadamu; Aku hadiahkan kepadamu; Aku berikan kepadamu" atau yang serupa dengan itu, sedangkan pihak yang lain menjawab (kabul) dengan berkata: "Ya, aku terima."(Pendapat Malik dan Asy-Syafi'i).
  2. Bahwa ijab itu saja sudah cukup, dan itulah yang paling shahih.(Orang-orang Hanafi). 
  3. Hibah itu sah dengan pemberian yang menunjukkan kepadanya, karena Nabi saw. diberi dan memberikan hadiah. Begitu pula dilakukan oleh para sahabat. Serta tidak dinukil dari mereka bahwa mereka mensyaratkan ijab kabul, dan yang serupa itu.(Pendapat orang-orang Hambali).

2. Syarat-Syarat Hibah

Hibah itu menghendaki adanya penghibah, orang yang diberi hibah, dan sesuatu yang dihibahkan.
2.A. Syarat-Syarat Penghibah:
1. Memiliki apa yang dihibahkan.
2. Penghibah bukan orang yang dibatasi haknya karena suatu alasan.
3. Penghibah orang dewasa, sebab anak-anak kurang kemampuannya.
4. Penghibah tidak dipaksa, sebab hibah itu akad yang mempersyaratkan keridhaan dalam keabsahannya.
2.B. Syarat-Syarat Penerima Hibah:
1. Benar-benar ada di waktu diberi hibah. Bila tidak benar-benar ada, atau diiperkirakan adanya, misalnya dalam bentuk janin, maka hibah tidak sah.
2. Apabila penerima hibah itu ada di waktu pemberian hibah, akan tetapi dia masih kecil atau gila, maka hibah itu diambil oleh walinya, pemeliharanya, atau orang yang mendidiknya, sekalipun dia orang asing.
2.C. Syarat-Syarat Objek Hibah:
1. Benar-benar ada.
2. Harta yang bernilai.
3. Dapat dimiliki zatnya, yakni bahwa yang dihibahkan itu adalah apa yang biasanya dimiliki, diterima peredarannya, dan pemilikannya dapat berpindah tangan; maka tidak sah menghibahkan air di sungai, ikan di laut, burung di udaara, masjid-masjid atau pesantren.
4. Tidak berhubungan dengan tempat milik si pemberi, seperti menghibahkan tanaman, pohon atau bangunan tanpa tanahnya. Akan tetapi yang dihibahkan itu wajib dipisahkan dan diserahkan kepada si penerima, sehingga menjadi milik baginya.
5. Dikhususkan; Yakni tidak untuk umum, sebab pemegangan dengan tangan itu tidak sah kecuali bila ditentukan (untuk siapa) seperti halnya jaminan. (Malik, Asy-Syafi'i Ahmad dan Abu Tsur berpendapat tidak disyaratkannya sarat ini, kata  mereka hibah untuk umum yang tidak dibagi-bagi itu tetap sah.)
Allahu a'lam.

3. Kesimpulan

Dari pertanyaan bapak, dapat disimpulkan bahwa:
1. Jika memenuhi syarat di atas, maka hibah untuk para keponakan itu sah, dan objek hibah sudah menjadi milik penerima.
2. Barang yang sudah dihibahkan terpisah dari harta warisan.
3. Adapun warisan almarhum, diberikan kepada para ahli warisnya seperti saudara-saudaranya, keponakannya, dll. Dan jika memang jauh atau tidak ada kabarnya, mesti dicari dulu sampai ada tanda-tanda masih hidup.
Semoga bermanfaat.
Butuh solusi pembagian waris keluarga online dan cepat ? klik Konsultasi
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                                ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                      
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Grup Hafalan Al-Qur'an Online Untuk Orang Sibuk Kerja, Awam Dan Pemula

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
jadipintar.com (Depok). Bisa menghafalkan Al-Qur'an adalah damba'an banyak kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. Semua sudah menyadari betapa besar manfaat dan balasannya, baik di dunia maupun di akhirat. Tetapi menghafal Al-Qur'an yang berbahasa Arab, yang begitu tebal, yang membacanya harus sesuai kaidah ilmu Tajwid, bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi orang yang tidak memiliki basic pendidikan sekolah Agama sebelumnya. Tetapi Allah sudah berjanji akan memberi kemudahan orang untuk mempelajari Al-Qur'an, dan janji Allah pasti benar adanya. Kami telah membuat grup di Whatsapp yang mewadahi kaum muslimin yang hendak merintis menghafal dari pemula, bahkan sistim dan metodenya sudah dirancang sedemikian simpel agar bisa diikuti dengan kontinyu bahkan oleh orang-orang yang sempit waktu karena kesibukan kerja, kuliah, bepergian atau pun melakukan aktifitas yang membuat tidak punya kesempatan mengikuti program hafalan di pesantren, lembaga tahfidz, ma'hadz, majelis ta'lim dan sebagainya. Grup tersebut dinamakan 'Al-Mushaaf."

1. Kelebihan Grup Hafalan Kami

1. simpel.
Untuk menyetorkan hafalan, anggota cukup melapor dengan menulis surat dan ayat yang telah dihafal. Misal: Ahmad.alkafirun.2  . Tidak perlu harus setor rekaman setiap melapor, disamping makan waktu juga menghabiskan paketan.

2. Jadwal Ringan.
Agenda kegiatan per-pekannya telah disesuaikan dengan aktifitas para pekerja yang sibuk tapi membutuhkan waktu libur untuk keluarga, yakni:
- 4 X Menyetor hafalan; Senin - Kamis.
- 1 X Muroja'ah Mitra: Jum'at.
- 2 X Libur: Sabtu dan Minggu.
Waktu setoran 24 jam.

3. Reward
Untuk memotivasi dan menjaga semangat, kami memberikan reward kepada anggota berupa:
- Hadiah pulsa bagi beberapa orang anggota ter-aktif setor setiap bulan.
- Hadiah Al-Qur'an dan Sertifikat kelulusan bagi yang telah lulus menghafal 5 juz.


2. Cara Pendaftaran:

Untuk pendaftaran pada semua grup, silakan ketik:
Gabung.nama.umur.alamat
Kirim ke Whatsapp bukan SMS.
Grup Hafalan yang kami bina (Silakan pilih sesuai jenis kelamin dan umur) :
1. Annisa (Akhawat, di bawah 24 tahun). kirim ke 0856 9090 750
2. Mushafah 1 (Akhawat dewasa, juz 30-28).kirim ke 0856 9090 750
3. Mushafah 2 (Akhawat juz 1-13).Khusus lulusan Annisaa dan Mushafah 1 saja.
4. Ar-Rijaal (Ikhwan, di bawah 24 tahun). kirim ke 0821 2539 9367
5. Al-Mushaaf (Ikhwan dewasa). kirim ke 0856 9090 750.

3. Metode Hafalan

A. Rute Hafalan
  Mulai dari juz 30, 29, 28, 1, 2..... 27. Juz 30-28 dimulai dari belakang sementara mulai juz 1 -juz 27 dimulai dari depan 
B. Muroja'ah Mitra (MM)
Adalah aktifitas saling setor hafalan seminggu terakhir antar anggota secara bergantian (penyetor & korektor) Setiap hari Jum'at atau Minggu (tergantung grup) via telepon atau wa call atau rekaman atau VN. Lalu dilaporkan ke grup.
C. Ujian Kenaikan Juz (UKJ)
Adalah ujian bagi para anggota setiap selesai menyetor hafalan 1 juz. Anggota akan diuji bacaan Al-Qur'an dan penguasaan hafalannya oleh pembimbing menggunakan telepon atau whatsapp call. Materi yang diujikan adalah juz berjalan dan juz-juz yang telah dihafalkan sebelumnya. (diuji ulang agar tetap terjaga hafalannya).
Tehnis Ujian:
- Menghafal beberapa surat atau ayat yang diminta pembimbing.
- Melanjutkan ayat yang dibaca pembimbing secara acak (pertanyaan acak ayat).

Mari niatkan dengan ikhlas dan penuh kesungguhan untuk siap menjadi penjaga ayat-ayat Allah dengan segala suka-dukanya.
Pendaftarannya kami tunggu....

Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi ?
Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi ?


            ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”