Sabtu, 06 Februari 2016

Pengertian Al-A'la: Asal Kata, Pokok Isi Dan Asbaabun Nuzulnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
jadipintar.com (Depok)- Al-A'la adalah surah urutan ke-87 dalam mushaf Al-Qur'an, terdiri dari 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makiyyah, dan diturunkan sesudah surah At-Takwir. Nama Al-A'la diambil dari kata "Al A'laa" yang terdapat pada ayat pertama yang berarti "Yang Paling Tinggi". Kumpulan surah-surah ini dikenal dengan nama Al-A'la, ada juga yang menamainya surah Sabbihisma Rabbikal A'la atau mempersingkat dengan menamakannya surat Sabbih atau Sabbihisma. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al-Jumu'ah, dan diriwayatkan pula oleh Ash-habus Sunan, dari Nu'man ibnu Basyir bahwa Rasulullah saw. pada shalat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dan shalat Jum'at membaca suara Al A'la pada rakaat pertama dan surat Al-Ghasiyah pada raka'at kedua. Dalam riwayat lain dikatakan, surat ini merupakan surat yang paling disukai (paling sering dibaca) oleh Nabi saw. dalam rakaat pertama shalat Jum'at, shalat Ied, shalat Witir, dan sesekali beliau membacanya dalam rakaat pertama shalat Magrib.


1. Asal Kata

Kata (سَبِحْ) sabbih adalah bentuk perintah dari kata (ٍسَبَحَ) sabbaha yang terambil dari kata (سَبَحَ) sabaha yang berarti menjauh. Seorang yang berenang dilukiskan dengan kata tersebut karena pada hakekatnya dengan berenang ia menjauh dari posisinya semula.
"Bertasbih" dalam pengertian agama berarti "Menjauhkan Allah dari segala sifat kekurangan, kejelekan, bahkan dari segala sifat kesempurnaan yang terbayang dalam benak." Dengan mengucapkan Subhana Allah, si pengucap mengakui bahwa tidak ada sirat atau perbuatan Allah yang kurang sempurna atau tercela, tidak ada ketetapanNya yang tidak adil, baik terhadap orang/makhluk lain maupun terhadap si pengucap.
Kata (اِسْمُ) ism/nama dipahami oleh sementara ulama sebagai sisipan yang berfungsi menguatkan perintah bertasbih, dan dengan demikian ia tidak harus diterjemahkan, cukup dipahami bahwa ia menekankan pentingnya perintah bertasbih.


2. Redaksi Surat Dan Terjemahannya

Terjemahan
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, (1) yang menciptakan dan menyempurnakan [penciptaan-Nya], (2) dan yang menentukan kadar [masing-masing] dan memberi petunjuk, (3) dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, (4) lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman. (5) Kami akan membacakan [Al Qur’an] kepadamu [Muhammad] maka kamu tidak akan lupa, (6) kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. (7) Dan Kami akan memberi kamu taufiq kepada jalan yang mudah [2], (8) oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfa’at, (9) orang yang takut [kepada Allah] akan mendapat pelajaran, (10) orang-orang yang celaka [kafir] akan menjauhinya. (11) [Yaitu] orang yang akan memasuki api yang besar [neraka]. (12) Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak [pula] hidup. (13) Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri [dengan beriman], (14) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. (15) Tetapi kamu [orang-orang kafir] memilih kehidupan duniawi. (16) Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (17) Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (18) [yaitu] Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (19)
Surat Al-A'la
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

سَبِّحِ ٱسۡمَ رَبِّكَ ٱلۡأَعۡلَى (١) ٱلَّذِى خَلَقَ فَسَوَّىٰ (٢) وَٱلَّذِى قَدَّرَ فَهَدَىٰ (٣) وَٱلَّذِىٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ (٤) فَجَعَلَهُ ۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ (٥) سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ (٦) إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ‌ۚ إِنَّهُ ۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ (٧) وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ (٨) فَذَكِّرۡ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ (٩) سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ (١٠) وَيَتَجَنَّبُہَا ٱلۡأَشۡقَى (١١) ٱلَّذِى يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ (١٢) ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيہَا وَلَا يَحۡيَىٰ (١٣) قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ (١٤) وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ (١٥) بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (١٦) وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ (١٧) إِنَّ هَـٰذَا لَفِى ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ (١٨) صُحُفِ إِبۡرَٲهِيمَ وَمُوسَىٰ (١٩)


3. Asbaabun Nuzul (Sebab-Sebab Turunnya)

Imam Thabrani telah mengetengahkan sebuah hadits melalui Ibnu Abbas r.a. yang telah menceritakan bahwa Nabi SAW. apabila kedatangan Malaikat Jibril membawa wahyu, maka sebelum Malaikat Jibril selesai memyampaikan wahyuNya Nabi saw. telah mulai membacanya dari awal karena khawatir lupa, maka Allah menurunkan firmanNya:
"Kami akan membacakan [Al Qur’an] kepadamu [Muhammad] maka kamu tidak akan lupa," (Q.S. Al-A'la: 6).Di dalam sanad hadits ini terdapat Juwaibir yang dikenal sebagai perawi yang amat dhaif atau lemah.


4. Pokok-Pokok Isinya

1.Perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama-Nya.
2.Nabi Muhammad saw. sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.
3.Jalan-jalan yang menjadikan orang sukses hidup di dunia dan akhirat.
4.Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaan-Nya menentukan kadar-kadar, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga tercapai tujuannya.
Penutup
Surat Al A'la mengemukakan sifat-sifat Allah swt. dan salah satu sifat Nabi Muhammad saw. dan orang-orang yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat.
Hubungan Surat Ini Dengan Surat Al-Ghasiyah
Pada surat Al A'la diterangkan secara umum tentang orang yang beriman, orang yang kafir, surga dan neraka. Kemudian dalam surat All-Ghasiyyah dikemukakan kembali dengan cara yang lebih luas.
               ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber:
Tafsir Jalalain 2, hal. 1313, Penerbit: Sinar Baru Algensido
Tafsir sepersepuluh dari Al-Qur'anil Karim hal.55

Tidak ada komentar:

Posting Komentar