Minggu, 14 Februari 2016

Macam Dan Contoh Bacaan Dzikir Setelah Shalat Yang Dilakukan Nabi saw.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Dzikir dan berdoa ini merupakan sebuah sarana dalam berhubungan dengan-Nya, baik dikala kita sedih atau butuh sesuatu sebagai tanda kekurangan kita, atau dikala kita bahagia sebagai tanda syukur kepada-Nya. 
Adapun untuk membaca bacaan dzikir setelah shalat wajib, kita bebas membaca apa saja sesuai dengan kemampuan dan apa yang kita hafal. Mau baca istighfar, tasbih, tahlil, hamdallah, shalawat, ayat-ayat Al Quran dan lain sebagainya. Namun agar bacaan kita lebih terarah, berikut ini Saya tuliskan beberapa bacaan dzikir setelah shalat wajib yang diambil dari hadits Nabi yang shahih. 
Telah diterima dari Nabi saw. sejumlah dzikir dan do'a sesudah memberi salam, sebagai berikut:


Beberapa Macam Dzikir & Do'a

1. Diterima dari Tsauban r.a., katanya:
"Bila Rasulullah saw. berpaling dari shalat, maka ia membaca 
 أَسْتَغْفِرُ اللهَ (ثَلاَثاً) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَـا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
istighfar 3x dan membaca: Allaahumma antas salam, wa minkas salam, tabarakta ya dzal jalali wal ikram." (Ya Allah, Engkaulah salam, dan dari pada-Mu kesejahteraan, serta Mahabesar kebaikan-Mu, ya Allah yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan)." [1]. 

2. Dari Mu'adz bin Jabal
"Bahwa Nabi saw, pada suatu hari memegang tangannya lalu sabdanya:'Hai Muadz saya sungguh sayang padamu.! Ujar Mu'adz: 'Demi ibu-bapakku yang mendjadi tebusan Anda, wahai Rasulullah, saya juga amat sayang pada Anda'!
Sabda Nabi Pula: 'Hai Mu'adz! Saya amanatkan kepadamu agar setiap selesai shalat, jangan sekali-kali ketinggalan membaca:
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allaahumma a'inni 'ala dzikrika, wasyukrika wa husni 'ibadatika.'
(Ya Allah, berilah daku bantuan dalam mengingat-Mu, bersyukur dan menyempurnakan ibadah pada-Mu)."[2].



3.Dari Abdullah bin Zubair, katanya:
"Bila Rasulullah saw. telah selesai mengucapkan salam di setiap akhir shalat, ia membaca:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
"La ilaah illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahulhamdu wahuwa ala kulli say'in qadir. Laahaula wala quwwata illa billah, wala na'budu illa iyyah, ahlan ni'mati wal fadhli wats tsanail hasan.
La ilaha illaallahu mukhlishina lahud dina walau karihal kafirun.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujaan yang baik. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir membencinya “.[3]

4. Dari Mughirah bin Syu'bah:
"Bahwa setiap selesai shalat fardhu, Rasulullah saw. biasa mengucapkan:
 لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، لاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ 

Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir' 
Allahuma la mani'a lima a'thoita,  wala mu'tia lima mana'ta, wala yanfa'u dzal jaddi minkal jadd
(Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya Kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau cegah. Nasib baik seseorang tiada berguna untuk menyelamatkan ancaman dari-Mu).[4].

5. Diterima dari uqbah bin 'Amir, katanya:
"Saya dititah oleh Rasulullah saw. agar membaca dua mu'awwidzah setiap selesai shalat." sedang kalimat Ahmad dan Abu Daud berbunyi: "agar membaca muawwidzat.").[5]

6. Dari Abu Umamah, bahwa Nabi saw. bersabda:
"Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat, maka tak ada yang akan menghalanginya buat masuk surga keccuali mati!" [6]Dari Ali r.a. bahwa Nabi saw. bersabda:
"siapa-siapa membaca ayat kursi setiap akhir shalat fardhu, maka ia berada dalam lindungan Allah sampai datangnya shalat lain."[7] .

7. Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi saw. bersabda:
"Barang siapa membaca
سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ (ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ) لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Tasbih sebanyak 33 kali setiap akhir shalat, lalu membaca tahmid 33 kali pula dan takbir 33 kali, himgga jumlahnya 99 kali, kemudian untuk mencukupkan sertaus dibacanya la ilah illallahu la syarika lah, lahul mulku wa laannyahul hamdu, wahuwa 'ala kulli syai'in qadir, maka diampunilah kesalah-kesalahannya,[8] walau sebanyak buih di laut sekalipun."[9]

8. Dari Ka'ab bin Ujrah, bahwa Nabi saw. bersabda:
"Bacaan sampiran yang tidak akan mengecewakan pembaca atau pembuatnya setiap selesai shalat fardhu, ialah 33 kali tasbih, 33 kali tahmid ditambah dengan 34 kali takbir." [10].

9. Juga diterima berita yang sah, agar membaca 
tasbih 25 kali, tahmid 25 kali, dan takbir sebanyak itu pula, lalu mengucapkan: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"la ilah illallahu la syarika lah, lahul mulku wa laannyahul hamdu, wahuwa 'ala kulli syai'in qadir' juga sebanyak itu."

10. Diterima dari Ali r.a.: ia sendiri datang bersama Fathimah r.a. -bahwa mereka datang untuk mencari khadam yang akan membantu mereka dalam pekerjaan. nabi saw. keberatan akan hal itu. Lalu bersabda pada mereka:
"Maukah kalian saya tunjukkan hal yang lebih baik dari apa yang kalian minta itu "? Ujar mereka: "Mau!"
Maka sabda Nabi saw.: 'Yaitu beberapa kalimat yang telah diajarkan kepada Jibril a.s.: Kalian baca tasbih setiap selesai shalat 10 kali, tahmid 10 kali, takbir 10 kali pula. Kemudian bila kalian masuk tidur, tasbihlah pula 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali!" Demi Allah!" kata 'Ali. "tak pernah saya meninggalkannya semenjak diajarkan oleh Nabi saw itu."

11. Dari 'Abdurrahman bin Ghanam, bahwa Nabi saw. bersabda:
"Siapa yang membaca sebelum ia bersila dan berpaling dari shalat Maghrib dan Shubuh: 
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بٍىَدٍهٍ الْخَىْىرُىُحْىْى وَ ىٌمٍلىْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu  biyadihil khairu yuhyi wa yumit, wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir'
Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji, di tangan-Nya kebaikan, Yang menghidupkan dan mematikan, dan bagi-Nya Kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [11].

12. Dll.
               ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
Sumber:
Fikih Sunnah 1 hal.433-448, Sayyid Saabiq, Penerbit: PT.Al-Ma'arif, Bandung
---------------------------------------------------------------------
[1]. (H.R. Jama'ah kecuali Bukhari, sedang pada riwayat Muslim ada tambahan:"Berkata Walid: Saya tanyakan kepada Auzai:'Bagaimana caranya istighfar itu'? Ujarnya: Dengan mengucapkan Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah'. (Saya mohon ampun kepada Allah) 3x.
[2]. H.R. Ahmad, Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Hakim yang menyatakannya sah atas syarat Bukhari dan Muslim.
[3]. H.R. Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Nasa'i.
[4]. H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim.
[5]. (H.R. Ahmad, Bukhari dan MUslim).
[6] (H.R. Nasa'i dan Thabrani).
[7] (H.R. Thabrani dengan sanad hasan).
[8]. Maksudnya dosa-dosa kecil.
[9]. (H.R. Ahmad, Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
[10] (H.R.Muslim).
[11].H.R. Ahmad, sementara Turmudzi meriwayatkan yang hampir bersamaan dengan itu tanpa menyebutkan "biyadihil khair."

2 komentar:

  1. Subhanallah..terima kasih bang atas share yang sangat berharga bagi saya pribadi.

    BalasHapus
  2. Terima kasih kembali, akhy Syahran Syah, Insyaallah bermanfaat.

    BalasHapus