Selasa, 02 Februari 2016

Arti Ath-Thariq; Asal Katanya, Redaksi Surat Dan Terjemahannya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
jadipintar.com (Depok)- Ath-Thariq adalah surah urutan ke-85 dalam mushaf Al-Qur'an, terdiri atas 17 ayat, termasuk golongan surat-surat Makiyyah, diturunkan sesudah surah Al-Balad. Dinamai Ath-Thariq (Yang datang di Malam hari) diambil dari perkataan "Ath-Thariq" yang terdapat pada ayat 1 surat ini.
Kata (السماء) as-samaa terambil dari akar kata (السمو) as-sumuuw yang berarti tinggi. Kata ini pada mulanya berarti segala sesuatu yang berada di atas seseorang, namun secara umum ia dipahami dalam arti langit yang memang selalu berada di atas seseorang. Dahulu ulama-ulama tafsir memahami pengertian kata as-samaa dalam surah ini sebagai ketujuh planet yang mengitari tata surya, karena itu, pengetahuan mereka tentang planet-planet yang berada di langit terbatas pada tujuh planet, Tetapi kini, pengertian tersebut tidak lagi mendapat dukungan, apalagi setelah terbukti bahwa planet yang mengitari tata surya tidak terbatas pada tujuh planet. Kata At-thariq lebih banyak dikaitkan maknanya dengan malam, maka amat wajar bila kata tersebut diterjemahkan secara umum dengan yang datang di waktu malam, baik itu yang datang itu manusia, kecemasan maupun lainnya.


1. Redaksi Surah Dan Terjemahannya

Terjemahan
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Demi langit dan yang datang pada malam hari, (1) tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?, (2) [yaitu] bintang yang cahayanya menembus, (3) tidak ada suatu jiwapun [diri] melainkan ada penjaganya. (4) Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? (5) Dia diciptakan dari air yang terpancar, (6) yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. (7) Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya [hidup sesudah mati]. (8) Pada hari dinampakkan segala rahasia, (9) maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak [pula] seorang penolong. (10) Demi langit yang mengandung hujan [1], (11) dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, (12) sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil, (13) dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau. (14) Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. (15) Dan Akupun membuat rencana [pula] dengan sebenar-benarnya. (16) Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (17)
Surah Ath-Thariq
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ (١) وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا ٱلطَّارِقُ (٢) ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ (٣) إِن كُلُّ نَفۡسٍ۬ لَّمَّا عَلَيۡہَا حَافِظٌ۬ (٤) فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَـٰنُ مِمَّ خُلِقَ (٥) خُلِقَ مِن مَّآءٍ۬ دَافِقٍ۬ (٦) يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآٮِٕبِ (٧) إِنَّهُ ۥ عَلَىٰ رَجۡعِهِۦ لَقَادِرٌ۬ (٨) يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآٮِٕرُ (٩) فَمَا لَهُ ۥ مِن قُوَّةٍ۬ وَلَا نَاصِرٍ۬ (١٠) وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ (١١) وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ (١٢) إِنَّهُ ۥ لَقَوۡلٌ۬ فَصۡلٌ۬ (١٣) وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ (١٤) إِنَّہُمۡ يَكِيدُونَ كَيۡدً۬ا (١٥) وَأَكِيدُ كَيۡدً۬ا (١٦) فَمَهِّلِ ٱلۡكَـٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا (١٧)


2. Pokok-Pokok Isinya

1.Tiap-tiap jiwa selalu dipelihari dan diawasi Allah.
2.Merenungkan asal kejadian diri sendiri yaitu dari air mani akan menghilangkan sifat sombong dan takabur.
3.Allah kuasa menghidupkan manusia kembali pada hari kiamat, pada waktu itu tidak ada kekuatan yang dapat menolong selain Allah.
4.Al-Qur'an adalah pemisah antara yang hak dan yang bathil.


3. Asbaabun Nuzul (Sebab-Sebab Turunnya)

Imam Ibnu Abi Hatim telah mengetengahkan sebuah hadits melalui Ikrimah sehubungan dengan firmanNya:
"Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" (Q.S. Ath-Thariq: 5)
Ikrimah telah menceritakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sepak terjang Abul Asyadd. Pada suatu hari ia berdiri pada hamparan yang terbuat dari kulit yang disamak, lalu ia berkata: "Hai semua orang-orang Quraisy, siapakah diantara kalian yang mampu menggeserku dari tempatku ini, maka aku akan berikan kepadanya hadiah." lalu ia melanjutkan perkataannya: "Sesungguhnya Muhammad menduga bahwa penjaga neraka Jahannam itu ada sembilan belas Malaikat, sepuluh diantara mereka aku sanggup melayaninya sebagai wakil dari kalian, dan kalian harus membantuku untuk melawan sembilan malaikat lainnya."


4. Penutup

Surat Ath-Thariq menerangkan bahwa tiap-tiap diri tidak luput dari pengawasan Allah. Sebagaimana Allah menciptakan manusia maka Allah dapat pula menghidupkan kembali bila ia telah mati.
Keteragan tentang al-Qur'an.
Bujukan kepada Nabi Muhammad saw. terhadap tipu daya orang-orang kafir.
Hubungan Surah Ini Dengan Al-A'la
Pada Ath-Thariq diterangkan tentang penciptaan manusia dan diisyaratkan pula penciptaan tumbuh-tumbuhan, sedang pada surat al-A'la diterangkan bahwa Allah menciptakan Islam dengan sempurna dan dengan ukuran-ukuran tertentu.
               ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber:
Tafsir Jalalain 2, hal. 1308, Penerbit Sinar Baru Algensindo
Tafsir sepersepuluh dari Al-Qur'anil Karim hal.54-55

Tidak ada komentar:

Posting Komentar