Kamis, 28 Januari 2016

Makna Al-Buruj; Urutannya Dalam Al-Qur'an Dan Dalam Penurunannya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
jadipintar.com (Depok)-Al-Buruj adalah surah urutan ke-85 dalam mushaf Al-Qur'an, terdiri atas 22 ayat termasuk golongan surat-surat Makiyyah dan diturukan sesudah surat Asy-Syam. Dinamakan "Al-Buruj" (Gugusan bintang) diambil dari perkataan "Al-Buruj" yang terdapat pada awal surat ini.
Kata (البروج) al-buruj adalah bentuk jamak dari kata (البرج) al-burj yang pada mulanya berarti sesuatu yang nampak. Kata ini sering digunakan dalam arti bangunan besar atau istana yang tinggi, karena kebesaran dan ketinggiannya menjadikan ia nampak dengan jelas. Benteng juga dinamai buruuj karena ia biasanya merupakan bangunan pertama yang nampak sebelum memasuki kota. Apapun maknanya yang jelas ayat ini bermaksud menggambarkan yang sangat agung dan dahsyat. Banyak ulama memahami kata al-buruj di sini dalam arti gugusan bintang yakni letak bintang yang tampak di langit dalam bentuk yang beragam dan terbagi dua belas macam yang masing-masing disebut rasi. Bumi dan benda-benda langit lain akan melewati gugusan-gugusan bintang itu setiap kali berputar mengelilingi matahari. Secara berurutan, nama-nama gugusan bintang yang berjumlah 12 itu adalah: Aries, Taurus, Gemini, Kanser, Leo, Virgo, Libra, Skorpio, Kaprikornus, Akuarius dan Pisces.


1. Redaksi Surat Dan Terjemahannya

Tejemahan
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, (1) dan hari yang dijanjikan, (2) dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. (3) Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit [1]. (4) yang berapi [dinyalakan dengan] kayu bakar, (5) ketika mereka duduk di sekitarnya, (6) sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. (7) Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, (8) Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (9) Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan [2] kepada orang-orang yang mu’min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab [neraka] yang membakar. (10) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. (11) Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras. (12) Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan [makhluk] dari permulaan dan menghidupkannya [kembali]. (13) Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, (14) yang mempunyai ’Arsy lagi Maha Mulia, (15) Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (16) Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang, (17) [yaitu kaum] Fir’aun dan [kaum] Tsamud? (18) Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan, (19) padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka [3]. (20) Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia, (21) yang [tersimpan] dalam Lauh Mahfuzh. (22)
Surat Al-Buruj
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلۡبُرُوجِ (١) وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡمَوۡعُودِ (٢) وَشَاهِدٍ۬ وَمَشۡہُودٍ۬ (٣) قُتِلَ أَصۡحَـٰبُ ٱلۡأُخۡدُودِ (٤) ٱلنَّارِ ذَاتِ ٱلۡوَقُودِ (٥) إِذۡ هُمۡ عَلَيۡہَا قُعُودٌ۬ (٦) وَهُمۡ عَلَىٰ مَا يَفۡعَلُونَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ شُہُودٌ۬ (٧) وَمَا نَقَمُواْ مِنۡہُمۡ إِلَّآ أَن يُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ (٨) ٱلَّذِى لَهُ ۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ شَہِيدٌ (٩) إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُواْ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِ ثُمَّ لَمۡ يَتُوبُواْ فَلَهُمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمۡ عَذَابُ ٱلۡحَرِيقِ (١٠) إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمۡ جَنَّـٰتٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡہَـٰرُ‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡكَبِيرُ (١١) إِنَّ بَطۡشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ (١٢) إِنَّهُ ۥ هُوَ يُبۡدِئُ وَيُعِيدُ (١٣) وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلۡوَدُودُ (١٤) ذُو ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡمَجِيدُ (١٥) فَعَّالٌ۬ لِّمَا يُرِيدُ (١٦) هَلۡ أَتَٮٰكَ حَدِيثُ ٱلۡجُنُودِ (١٧) فِرۡعَوۡنَ وَثَمُودَ (١٨) بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى تَكۡذِيبٍ۬ (١٩) وَٱللَّهُ مِن وَرَآٮِٕہِم مُّحِيطُۢ (٢٠) بَلۡ هُوَ قُرۡءَانٌ۬ مَّجِيدٌ۬ (٢١) فِى لَوۡحٍ۬ مَّحۡفُوظِۭ (٢٢)

2. Pokok-Pokok Isinya:

1.Sikap dan tindakan-tindakan orang-orang kafir terhadap orang-orang yang mengikuti seruan para Rasul.
2.Bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah.
3.Isyarat dari Allah bahwa orang-orang kafir Makkah akan ditimpa azab sebaaimana kaum Fir'aun dan Tsamud telah ditimpa azab.
4.Jaminan dari Allah terhadap kemurnian Al-Qur'an.


3. Penutup:

Surat Al-Buruj mengutarakan sikap dan tindakan yang biasa dilakukan oleh orang-orang kafir sejak dahulu kepada orang -orang yang mengikuti semua rasul dengan mengemukakan beberapa contoh yang telah dilakukan oleh orang-orang yang dahulu. Kemudian Allah mengisyaratkan kemenangan orang-orang yang beriman dan akan mengazab orang-orang kafir sebagai bujukan kepada Nabi Muhammad saw. dan pengikut-pengikutnya dalam menghadapi tindakan-tindakan orang-orang musyrik pada periode Makkah.
Hubungan Surat Ini Dengan Surat Ath-Thariq
1.Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan bersumpahnya Allah dengan menyebut langit.
2.Pada surat Al-Buruj, disebutkan bahwa Al-Qur'an itu dijaga dan dipelihara Allah dari segala yang dapat merusaknya, sedang surat Ah-Thariq menerangkan bahwa Al-Qur'an adalah pemisah antara yang hak dan yang bathil.
               ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber:
Tafsir sepersepuluh dari Al-Qur'anil Karim hal.53-54

Tidak ada komentar:

Posting Komentar