Senin, 08 Agustus 2016

Apakah Bagian Ahli Waris Yang Meninggal Lebih Dulu Bisa DIturunkan ?

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Banyak orang beranggapan bahwa warisan orang tua itu otomatis menjadi hak anak-anaknya, baik itu anaknya masih hidup atau pun sudah meninggal dunia dan kalau sudah meninggal dunia maka bagiannya diberikan kepada keturunannya. Benarkah ? demikian beberapa pertanyaan dari pengunjung blog jadipintar.com. Dan tanya-jawab berikut ini merupakan jawabannya.
selamat menyimak......

Kasus 1. Apakah Cucu Dari Anak Perempuan Termasuk Ahli Waris ?
Pertanyaan:      
Assalamualaikum warohmatullah, ustad saya hendak konsultasi Kakek mempuyai 2 anak perempuan. Anak perempuan pertama sudah meninggal lebih dulu dari orang tuanya, dan mempunyai 2 anak, anak pertama laki-laki dan adiknya perempuan. Anak laki-laki (Cucu laki-laki dari anak perempuan yang sudah meninggal) ingin mendapatkan warisan dari kakek yang banyak, karena ia merasa sebagai cucu laki-laki. pertanyaannya; Apakah cucu kakek dari anak perempuan yang sudah meninggal lebih dahulu dari orang tuanya (Kakek) ini mendapatkan warisan? (Faisha Ulil Abshar AshShafa).

Jawaban:
'Alaikum Salam Wr.Wb.
Menurut hukum waris Islam, cucu dari anak perempuan bukanlah ahli waris, berbeda dengan cucu dari anak laki-laki, ia adalah ahli waris yang berhak mendapatkan bagian selama tidak mahjub (terhalang) oleh yang derajatnya lebih tinggi.

Kasus 2 . Apakah Anak Yang Telah Meninggal Juga Berhak Atas Warisan Orang Tuanya ?
Assalamualaikum wrbt Yg redaksi.. Ayah kami meninggalkan 1 org istri dan 5 org anak (3 laki dan 2 perempuan, dmana 1 perempuan meninggal lebih dahulu sblm Ayah kami, namun almarhumah mempunyai anak/cucu 1 laki dan 1 perempuan). Saat ini mempunyai warisan dgn nilai 950juta (ini memang sisa harta Ayah), bgm cara membagi warisnya, menurut hukum islam. Trimksh Wass : Roni.

Jawaban:
Alaikum salam  Wr.Wb.
1. Ahli Waris Dan Bagiannya:
Isteri: 1/8 atau Rp. 118,750,000.00
3 Anak laki-laki, masing-masing mendapat: 1/4 atau Rp. 237.500,000.00
1 Anak perempuan mendapat: 1/8 atau Rp. 118,750,000.00
2. Ahli waris yang meninggal dunia lebih dahulu dari pewaris, dia tidak mendapatkan bagian dan tidak pula digantikan oleh anaknya. Namun demikian Islam menganjurkan agar anak-anak tersebut diberikan sekedar uang kerohiman untuk tetap mempererat silaturahim (Q.S. Annisa: 8).


Kasus 3. Bagian Saudara Yang Meninggal, Apakah Untuk Anak-Aanaknya ?
Pertanyaan:
asalamualikum pa ustaz, mohon penjelasan : ayah sy meninggal, dan kami sekarang ada ibu dan 7 org sudara perempuan akan tetapi 1 orang sudara perempuan sudah meninggal tapi memiliki anak 1 laki laki dan 3 orang perempuan, dan laki lakinya saya dan adik saya . pertanyaan: 1. jika kami ingin membagi harta warisan berapa bagian masing masing? 2. apakah kaka perempuan saya yg sdh meninggal juga berhak dapat? 3. jika kami bersepakat membagi harta warisan setelah ibu kami sdh tiada lalu berapa bagian masing masing dengan susunan keluarga seperti diatas, demikian mohon penjelasan terimakasih, wasssalam. Purcah.93

Jawaban:
'Alaikum Salam Wr.Wb.
1. Ahli waris dan bagiannya:
- Isteri: 1/8 atau 12,5%
- 6 Anak perempuan masing-masing: 8,75%
- 2 Anak laki, masingmasing:17.5%
2. Tidak dapat.
3. 2 Anak laki-laki masing-masing mendapat 1/5, sedangkan  6anak perempuan masing-masing mendapat 1/10.

Kasus 4. Membagi Warisan Nenek
Pertanyaan:
Assalamualaikum pak Ustd, Mau tanya perhitungan Waris jika ahli waris meninggalkan 1 anak laki2/pakde 2 anak perempuan/ibu saya meninggal th 2015(mempunyai 1 anak laki2 & 2 anak perempuan) 3 anak perempuan/tante meninggal th 2014(mempunyai 1 anak laki & 1 anak perempuan) 4 anak perempuan/tante 5 anak laki2/om Terimakasih sebelumnya atas bantuan Bpk Wassalamualaikum wr wb. Yuli.
Jawaban:
'Alaikum salam Wr.Wb.
Jika pewaris meninggal dunia terlebih dahulu, maka kelima anaknya berhak menjadi pewaris dengan pembagian: 2 orang anak laki-laki masing-masing mendapat 2/7; sementara 3 anak perempuan masing-masing mendapat 1/7.
Adapun bagian ahli waris yang sudah menyusul meninggal, diberikan kepada para ahli warisnya lagi.

Butuh solusi pembagian waris keluarga online dan cepat ? klik Konsultasi
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                                ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                      

 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Minggu, 07 Agustus 2016

Sahkah Hibah Yang Surat-Suratnya Masih Atas Nama Pemberi Yang Sudah Meninggal Dunia ?

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Pertanyaan:
assalamu'alaikum wr.wb 
Pak ustadz saya ingin tahu penjelasannya, dari pertanyaan saya masalah waris/hibah. saya mewakili dari keluarga istri saya yang mempunyai seorang paman dan tidak mempunyai anak beliau telah meninggal dunia dan sebelum meninggal beliau pernah berkata kepada keponakan yang di anggap anaknya sendiri bahwa telah menghibahkan tanah kepada 4 orang keponakannya yang sudah dianggap anak sendiri, beliaupun waktu masih hidup pernah berkata bahwa segera di urus nama sertifikat masing-masing yg mendapat hibah dan sampai akhirnya meninggal sampai sekarang sertifikat masih atas nama almarhum, selain itu almarhum mempunyai saudara kandung dengan bertempat tinggal jauh bagaimana penjelasan pa ustadz mengenai permasalahan ini. terima kasih wassalamu'alaikum wr.wb.(Suhadi Hadi).

Jawaban:
'Alaikum salam Wr.Wb.
Permasalahan hibah:

1. Rukun Hibah

  1. Hibah itu sah melalui ijab dan kabul, bagaimana pun bentuk ijab kabul yang ditunjukkan oleh pemberian harta tanpa imbalan. Misalnya penghibah berkata: "Aku hibahkan kepadamu; Aku hadiahkan kepadamu; Aku berikan kepadamu" atau yang serupa dengan itu, sedangkan pihak yang lain menjawab (kabul) dengan berkata: "Ya, aku terima."(Pendapat Malik dan Asy-Syafi'i).
  2. Bahwa ijab itu saja sudah cukup, dan itulah yang paling shahih.(Orang-orang Hanafi). 
  3. Hibah itu sah dengan pemberian yang menunjukkan kepadanya, karena Nabi saw. diberi dan memberikan hadiah. Begitu pula dilakukan oleh para sahabat. Serta tidak dinukil dari mereka bahwa mereka mensyaratkan ijab kabul, dan yang serupa itu.(Pendapat orang-orang Hambali).

2. Syarat-Syarat Hibah

Hibah itu menghendaki adanya penghibah, orang yang diberi hibah, dan sesuatu yang dihibahkan.
2.A. Syarat-Syarat Penghibah:
1. Memiliki apa yang dihibahkan.
2. Penghibah bukan orang yang dibatasi haknya karena suatu alasan.
3. Penghibah orang dewasa, sebab anak-anak kurang kemampuannya.
4. Penghibah tidak dipaksa, sebab hibah itu akad yang mempersyaratkan keridhaan dalam keabsahannya.
2.B. Syarat-Syarat Penerima Hibah:
1. Benar-benar ada di waktu diberi hibah. Bila tidak benar-benar ada, atau diiperkirakan adanya, misalnya dalam bentuk janin, maka hibah tidak sah.
2. Apabila penerima hibah itu ada di waktu pemberian hibah, akan tetapi dia masih kecil atau gila, maka hibah itu diambil oleh walinya, pemeliharanya, atau orang yang mendidiknya, sekalipun dia orang asing.
2.C. Syarat-Syarat Objek Hibah:
1. Benar-benar ada.
2. Harta yang bernilai.
3. Dapat dimiliki zatnya, yakni bahwa yang dihibahkan itu adalah apa yang biasanya dimiliki, diterima peredarannya, dan pemilikannya dapat berpindah tangan; maka tidak sah menghibahkan air di sungai, ikan di laut, burung di udaara, masjid-masjid atau pesantren.
4. Tidak berhubungan dengan tempat milik si pemberi, seperti menghibahkan tanaman, pohon atau bangunan tanpa tanahnya. Akan tetapi yang dihibahkan itu wajib dipisahkan dan diserahkan kepada si penerima, sehingga menjadi milik baginya.
5. Dikhususkan; Yakni tidak untuk umum, sebab pemegangan dengan tangan itu tidak sah kecuali bila ditentukan (untuk siapa) seperti halnya jaminan. (Malik, Asy-Syafi'i Ahmad dan Abu Tsur berpendapat tidak disyaratkannya sarat ini, kata  mereka hibah untuk umum yang tidak dibagi-bagi itu tetap sah.)
Allahu a'lam.

3. Kesimpulan

Dari pertanyaan bapak, dapat disimpulkan bahwa:
1. Jika memenuhi syarat di atas, maka hibah untuk para keponakan itu sah, dan objek hibah sudah menjadi milik penerima.
2. Barang yang sudah dihibahkan terpisah dari harta warisan.
3. Adapun warisan almarhum, diberikan kepada para ahli warisnya seperti saudara-saudaranya, keponakannya, dll. Dan jika memang jauh atau tidak ada kabarnya, mesti dicari dulu sampai ada tanda-tanda masih hidup.
Semoga bermanfaat.
Butuh solusi pembagian waris keluarga online dan cepat ? klik Konsultasi
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                                ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                      
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Grup Hafalan Al-Qur'an Online Untuk Orang Sibuk Kerja, Awam Dan Pemula

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
jadipintar.com (Depok). Bisa menghafalkan Al-Qur'an adalah damba'an banyak kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. Semua sudah menyadari betapa besar manfaat dan balasannya, baik di dunia maupun di akhirat. Tetapi menghafal Al-Qur'an yang berbahasa Arab, yang begitu tebal, yang membacanya harus sesuai kaidah ilmu Tajwid, bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi orang yang tidak memiliki basic pendidikan sekolah Agama sebelumnya. Tetapi Allah sudah berjanji akan memberi kemudahan orang untuk mempelajari Al-Qur'an, dan janji Allah pasti benar adanya. Kami telah membuat grup di Whatsapp yang mewadahi kaum muslimin yang hendak merintis menghafal dari pemula, bahkan sistim dan metodenya sudah dirancang sedemikian simpel agar bisa diikuti dengan kontinyu bahkan oleh orang-orang yang sempit waktu karena kesibukan kerja, kuliah, bepergian atau pun melakukan aktifitas yang membuat tidak punya kesempatan mengikuti program hafalan di pesantren, lembaga tahfidz, ma'hadz, majelis ta'lim dan sebagainya. Grup tersebut dinamakan 'Al-Mushaaf."

1. Kelebihan Grup Hafalan Kami

1. simpel.
Untuk menyetorkan hafalan, anggota cukup melapor dengan menulis surat dan ayat yang telah dihafal. Misal: Ahmad.alkafirun.2  . Tidak perlu harus setor rekaman setiap melapor, disamping makan waktu juga menghabiskan paketan.

2. Jadwal Ringan.
Agenda kegiatan per-pekannya telah disesuaikan dengan aktifitas para pekerja yang sibuk tapi membutuhkan waktu libur untuk keluarga, yakni:
- 4 X Menyetor hafalan; Senin - Kamis.
- 1 X Muroja'ah Mitra: Jum'at.
- 2 X Libur: Sabtu dan Minggu.
Waktu setoran 24 jam.

3. Reward
Untuk memotivasi dan menjaga semangat, kami memberikan reward kepada anggota berupa:
- Hadiah pulsa bagi beberapa orang anggota ter-aktif setor setiap bulan.
- Hadiah Al-Qur'an dan Sertifikat kelulusan bagi yang telah lulus menghafal 5 juz.


2. Cara Pendaftaran:

Untuk pendaftaran pada semua grup, silakan ketik:
Gabung.nama.umur.alamat
Kirim ke Whatsapp bukan SMS.
Grup Hafalan yang kami bina (Silakan pilih sesuai jenis kelamin dan umur) :
1. Annisa (Akhawat, di bawah 24 tahun). kirim ke 0856 9090 750
2. Mushafah 1 (Akhawat dewasa, juz 30-28).kirim ke 0856 9090 750
3. Mushafah 2 (Akhawat juz 1-13).Khusus lulusan Annisaa dan Mushafah 1 saja.
4. Ar-Rijaal (Ikhwan, di bawah 24 tahun). kirim ke 0821 2539 9367
5. Al-Mushaaf (Ikhwan dewasa). kirim ke 0856 9090 750.

3. Metode Hafalan

A. Rute Hafalan
  Mulai dari juz 30, 29, 28, 1, 2..... 27. Juz 30-28 dimulai dari belakang sementara mulai juz 1 -juz 27 dimulai dari depan 
B. Muroja'ah Mitra (MM)
Adalah aktifitas saling setor hafalan seminggu terakhir antar anggota secara bergantian (penyetor & korektor) Setiap hari Jum'at atau Minggu (tergantung grup) via telepon atau wa call atau rekaman atau VN. Lalu dilaporkan ke grup.
C. Ujian Kenaikan Juz (UKJ)
Adalah ujian bagi para anggota setiap selesai menyetor hafalan 1 juz. Anggota akan diuji bacaan Al-Qur'an dan penguasaan hafalannya oleh pembimbing menggunakan telepon atau whatsapp call. Materi yang diujikan adalah juz berjalan dan juz-juz yang telah dihafalkan sebelumnya. (diuji ulang agar tetap terjaga hafalannya).
Tehnis Ujian:
- Menghafal beberapa surat atau ayat yang diminta pembimbing.
- Melanjutkan ayat yang dibaca pembimbing secara acak (pertanyaan acak ayat).

Mari niatkan dengan ikhlas dan penuh kesungguhan untuk siap menjadi penjaga ayat-ayat Allah dengan segala suka-dukanya.
Pendaftarannya kami tunggu....

Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi ?
Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi ?


            ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Selasa, 14 Juni 2016

Cara Membagi Warisan Untuk Anak-Anak Dari Dua Isteri

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Pertanyaan:
rinda sari mengatakan...
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Salam pak ustad,,
ada yang mau sy tanyakan mengenai hak waris
saya mempunyai anak 2 laki-laki semua,,, 1 anak disaat sy masih sm mantan istri sy dan 1 lagi anak sy bersama istri sy saat ini,,,
saat sy bercerai dengan mantan istri sy / ibu dari anak sy,,,mantan istri sy tdk menuntut harta gono gini asalkan semua harta yg dihasilkan disaat kami berdua dulu hidup bersama menjadi milik anak sy dari mantan istri sy seutuhnya,,,
sementara saat ini sy sdh menikah dan punya anak lagi 1 anak laki-laki dari istri sy yg skrg,,,
yang mau sy tanyakan bgmn cara pembagian harta warisan tsb apabila sy ingin membaginya menurut ajaran agama islam dan al sunnah dan hadist,,, wassalam
11 Mei 2016 14.39  

Jawaban:
'Alaikum salam Wr.Wb.
Sdr. Rinda Sari yang dirahmati Allah, ada dua tahap yang mesti dilakukan untuk menyelesaikan masalah harta sdr. yakni:
Terhadap permintaan mantan isteri, anda punya opsi untuk menyetujui, menyetujui sebagian atau menolaknya, karena tidak ada ketentuan syari'i seperti yang diminta si mantan tersebut, kecuali anda diharuskan memberikan semacam uang penghibur (mut'ah) sebagiamana diwajibkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 241:
وَلِلۡمُطَلَّقَـٰتِ مَتَـٰعُۢ بِٱلۡمَعۡرُوفِ‌ۖ حَقًّا عَلَى ٱلۡمُتَّقِينَ
Kepada wanita-wanita yang diceraikan [hendaklah diberikan oleh suaminya] mut`ah menurut yang ma’ruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa. (Q.S. Al-Baqarah: 241).
Dalam keadaan ini, maka:
1.A. Setuju Menyerahkan semua harta.
Jika anda sudah menyetujui permintaan atau syarat dari mantan isteri tentang perpindahan harta anda, silakan lakukan. Dan jika itu sudah sah dipindahkan, maka itu sudah bukan menjadi milik anda lagi, dan tidak diperhitungkan sebagai harta warisan jika anda meninggal dunia kelak.
1.B. Setuju Menyerahkan sebagian Harta.
Jika anda hendak memberikan sebagian saja darinya, maka yang sudah diberikan itu sudah menjadi hak penerima, dan yang lainnya adalah milik anda yang akan menjadi warisan jika anda meninggal dunia kelak.
2. Pembagian Waris.
Pembagian waris terjadi jika anda telah meninggal dunia. Yang dibagikan adalah semua harta yang sah menjadi milik anda saja. Maka ahli waris dan pembagiannya adalah sebagai berikut:
1. Isteri (kedua): 1/8 atau 2/16 atau 12,5%.
2. 2 Anak laki-laki, masing-masing:7/16 atau 43,75%.
Keterangan:
Pembagian di atas dengan asumsi anda sudah tidak mempunyai orang tua lagi, jika saat anda meninggal masih memiliki orang tua, baik ayah, ibu atau keduanya, maka perolehan warisnya menjadi berbeda.
Semoga bermanfaat.
Ingin konsultasi waris pribadi ? klik di sini.
                           ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                           
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”      

Selasa, 24 Mei 2016

Komunitas Penghafal Al-Qur'an Untuk Remaja Ikhwan Via Whatsapp; Gratis Dan Mudah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Assalaamu'alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillaahi rabbil 'alamin, Setelah sekian lama kami membina beberapa grup hafalan Al-Qur'an online via Whatsapp, terpikir juga untuk membuat grup yang khusus mewadahi kalangan remaja (ikhwan) berusia di bawah 24 tahun. Merekalah para penerus dan penegak da'wah Islam, dari merekalah kita berharap hadirnya generasi penerus bangsa yang Islami dan cinta Al-Qur'an, maka kepada mereka perlu diberi tempat untuk berkembang, belajar bersosialisasi dengan teman seumuran dan menebarkan terus ukhuwah Islamiyah. Sebelumnya, kami yang bernaung di bawah bendera MUSHAF GRUP telah membuat dan mengoperasikan grup MUSHAF 1 (untuk ikhwan, segala umur) dan grup MUSHAFAH 1 (untuk akhwat; segala umur), ANNISA (khusus remaja puteri) dan sekarang dengan mengucap bismillaahirrahmaanirrahiim, dibuka grup baru khusus ikhwan berusia di bawah 24 tahun bernama grup ARRIJAAL.

Pilihlah Grup Yang Sesuai Jenis Kelamin & Umur Anda 
A. Ikwan (Laki-Laki):
    1. Dewasa (24 Tahun ke atas) klik MUSHAF
    2. Remaja & Anak-Anak (23 Tahun ke bawah) klik ARRIJAAL.
B. Akhawat (Perempuan):
    1. Dewasa (24 Tahun ke atas) klik MUSHAFAH

    2. Remaja & Anak-Anak (23 Tahun ke bawah) klik ANNISAA.

1. Yang Khas Dari Grup ARRIJAAL

1. Umur anggota relatif seragam, usia remaja.
2. Bagi yang rajin, setiap bulan akan mendapat hadiah pulsa.
3. Sabtu dan Minggu grup difungsikan sebagai MEDSOS untuk ramah-tamah, saling berkirim artikel, gambar, video, tukar pengalaman, saling memotivasi, dll.

2. Metode Hafalan

A. Rute Hafalan
    - Mulai dari juz 30, 29, 28, 1, 2..... 27.
    - Juz 30-28 dimulai dari belakang (An-nas, alfalaq dst., sementara mulai juz 1 -juz 27 dimulai dari depan (Al-Fatihah dst.).

B. Cara Setor Hafalan
Dengan tulisan, bukan rekaman (VN), karena lebih praktis. 
Caranya tulis nama surat dan ayat yang sudah dihafal ke grup dengan format:
Nama.surat.ayat
Misal:
sugiarto.annas
sugiarto.annas.3
sugiarto.annas-alqariah
Pasti akan ada yang bertanya, lho berarti hafalan kita tidak bisa didengarkan dong? Jawabannya: Tidak ! kenapa ? karena setiap hari Minggu, bacaan kita akan dibacakan (dimuroja'ah) bersama teman melalui telepon atau whatsapp call.

C. Muroja'ah Mitra (MM)
Adalah aktifitas saling setor hafalan seminggu terakhir antar anggota secara berganitan (penyetor & korektor) Setiap hari Minggu via telepon atau wa call. Lalu korektor membuat laporan ke grup dg format:
mm.nama(penyetor).surat.ayat✔

D. Ujian Kenaikan Juz (UKJ)
Adalah ujian bagi para anggota setiap selesai menyetor hafalan 1 juz. Anggota akan diuji bacaan Al-Qur'an dan penguasaan hafalannya oleh pembimbing menggunakan telepon atau whatsapp call. Materi yang diujikan adalah juz berjalan dan juz-juz yang telah dihafalkan sebelumnya. (diuji ulang agar tetap terjaga hafalannya).
Tehnis Ujian:
- Menghafal beberapa surat atau ayat yang diminta pembimbing.
- Melanjutkan ayat yang dibaca pembimbing secara acak (pertanyaan acak ayat).


3. Pendaftaran

Silakan kirim pesan ke whatsapp bernomor 0821 2539 9367, bukan SMS, ketik:
arrijaal.nama.umur.alamat

Mari niatkan dengan ikhlas dan penuh kesungguhan untuk siap menjadi penjaga ayat-ayat Allah dengan segala suka-dukanya.
Pendaftaran antum kami tunggu....
Semoga bermanfaat.
 ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ        
      “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 

Grup Hafalan Al-Qur'an Khusus Remaja Muslimah Online Di Whatsapp

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Assalaamu'alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillaahi rabbil 'alamin, Setelah sekian lama kami membina beberapa grup hafalan Al-Qur'an online via Whatsapp, terpikir juga untuk membuat grup yang khusus mewadahi kalangan remaja berusia di bawah 24 tahun. Merekalah para penerus dan penegak da'wah Islam, dari merekalah kita berharap hadirnya generasi penerus bangsa yang Islami dan cinta Al-Qur'an, maka kepada mereka perlu diberi tempat untuk berkembang, belajar bersosialisasi dengan teman seumuran dan menebarkan terus ukhuwah Islamiyah. Sebelumnya, kami yang bernaung di bawah bendera MUSHAF GRUP telah membuat dan mengoperasikan grup MUSHAF 1 (untuk ikhwan) dan grup MUSHAFAH 1 (untuk akhwat), dan sekarang dengan mengucap bismillaahirrahmaanirrahiim, dibuka grup baru khusus akhwat berusia di bawah 24 tahun bernama grup ANNISA.

Pilihlah Grup Yang Sesuai Jenis Kelamin & Umur Anda 
A. Ikwan (Laki-Laki):
    1. Dewasa (24 Tahun ke atas) klik MUSHAF
    2. Remaja & Anak-Anak (23 Tahun ke bawah) klik ARRIJAAL.
B. Akhawat (Perempuan):
    1. Dewasa (24 Tahun ke atas) klik MUSHAFAH


    2. Remaja & Anak-Anak (23 Tahun ke bawah) klik ANNISAA.

1. Yang Khas Dari Grup ANNISA

1. Umur anggota relatif seragam, usia remaja.
2. Bagi yang rajin, setiap bulan akan mendapat hadiah pulsa.

2. Metode Hafalan

A. Rute Hafalan
    - Mulai dari juz 30, 29, 28, 1, 2..... 27.
    - Juz 30-28 dimulai dari belakang (An-nas, alfalaq dst., sementara mulai juz 1 -juz 27 dimulai dari depan (Al-Fatihah dst.).

B. Cara Setor Hafalan
Dengan tulisan, bukan rekaman (VN), karena lebih praktis. 
Caranya tulis nama surat dan ayat yang sudah dihafal ke grup dengan format:
Nama.surat.ayat
Misal:
Dewi.annas
Dewi.annas.3
Dewi.annas-alqariah
Pasti akan ada yang bertanya, lho berarti hafalan kita tidak bisa didengarkan dong? Jawabannya: Tidak ! kenapa ? karena setiap hari Minggu, bacaan kita akan dibacakan (dimuroja'ah) bersama teman melalui telepon atau whatsapp call.

C. Muroja'ah Mitra (MM)
Adalah aktifitas saling setor hafalan seminggu terakhir antar anggota secara berganitan (penyetor & korektor) Setiap hari Minggu via telepon atau wa call. Lalu korektor membuat laporan ke grup dg format:
mm.nama(penyetor).surat.ayat✔

D. Ujian Kenaikan Juz (UKJ)
Adalah ujian bagi para anggota setiap selesai menyetor hafalan 1 juz. Anggota akan diuji bacaan Al-Qur'an dan penguasaan hafalannya oleh pembimbing menggunakan telepon atau whatsapp call. Materi yang diujikan adalah juz berjalan dan juz-juz yang telah dihafalkan sebelumnya. (diuji ulang agar tetap terjaga hafalannya).
Tehnis Ujian:
- Menghafal beberapa surat atau ayat yang diminta pembimbing.
- Melanjutkan ayat yang dibaca pembimbing secara acak (pertanyaan acak ayat).


3. Pendaftaran

Silakan kirim pesan ke whatsapp (bukan SMS) bernomor 0856 9090 750, ketik:
annisa.nama.umur.alamat

Mari niatkan dengan ikhlas dan penuh kesungguhan untuk siap menjadi penjaga ayat-ayat Allah dengan segala suka-dukanya.
Pendaftaran anty kami tunggu....
Semoga bermanfaat.
 ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ        
      “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 

Senin, 16 Mei 2016

Cara Membagi Waris Peninggalan Ayah Untuk Keluarga Besar

Konsultasi Waris Keluarga.
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Pertanyaan:
trafalgar law mengatakan...
Assalamualaikum wr wb... 
pak ustad saya ingin menanyakam seputar presentase pembagian waris dengan fakta sbg berikut.. ayah saya sudah meninggal, ayah adalah anak tunggal dan orang tua dari ayah(kakek&nenek) sudah meninggal juga.. ayah meninggalkan isrti, 6 anak laki2 dan 10 anak perempuan..yang ingin saya tanyakan berapa presentase setiap keluarga saya,
Terimakasih pak ustad jika berkenan memberi tahu..
Semoga pak ustad selalu diberkahi dan diridhoi serta dipanjangkan umurnya..
Wasalamualaikum wrwb
3 Mei 2016 01.08  

jawaban:
Alaikum salam Wr. Wb.
Menurut hukum waris Islam, kasus dalam keluarga anda ini ada rujukannya dalam surah An-Nisa ayat 11 dan 12 yang  berbunyi sebagai berikut:

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوۡلَـٰدِڪُمۡ‌ۖ لِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ‌ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءً۬ فَوۡقَ ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ‌ۖ وَإِن كَانَتۡ وَٲحِدَةً۬ فَلَهَا ٱلنِّصۡفُ‌ۚ وَلِأَبَوَيۡهِ لِكُلِّ وَٲحِدٍ۬ مِّنۡہُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ ۥ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن لَّمۡ يَكُن لَّهُ ۥ وَلَدٌ۬ وَوَرِثَهُ ۥۤ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ‌ۚ فَإِن كَانَ لَهُ ۥۤ إِخۡوَةٌ۬ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ‌ۚ
Allah mensyari’atkan bagimu tentang [pembagian pusaka untuk] anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya [saja], maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam....(Q.S. An-Nisa: 11).

 وَلَڪُمۡ نِصۡفُ مَا تَرَكَ أَزۡوَٲجُڪُمۡ إِن لَّمۡ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن ڪَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ۬ فَلَڪُمُ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَڪۡنَ‌ۚ مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٍ۬ يُوصِينَ بِهَآ أَوۡ دَيۡنٍ۬‌ۚ وَلَهُنَّ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكۡتُمۡ إِن لَّمۡ يَڪُن لَّكُمۡ وَلَدٌ۬‌ۚ فَإِن ڪَانَ لَڪُمۡ وَلَدٌ۬ فَلَهُنَّ ٱلثُّمُنُ مِمَّا تَرَڪۡتُم‌ۚ مِّنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٍ۬ تُوصُونَ بِهَآ أَوۡ دَيۡنٍ۬‌ۗ
Dan bagimu [suami-suami] seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau [dan] sesudah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau [dan] sesudah dibayar hutang-hutangmu.... (Q.S. An-Nisa: 12).

Intisari  ayat;
1. Bagian anak laki-laki adalah dua kali bagian anak perempuan.
2. Bagian suami dan isteri;
Suami: 1/4. jika almarhum punya anak, dan 1/2 jika almarhum isteri tidak punya anak.
isteri;   1/8 jika suami punya anak dan 1/4 jika suami tidak punya anak.

Maka dari pertanyaan antum, maka jawabannya kalau dibuat dalam sebuah tabel adalah sebagai berikut:

Amin, terima kasih do'anya, semoga juga bagi antum.
Semoga bermanfaat.
 ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ        
      “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 

Minggu, 01 Mei 2016

Cara Membagi Warisan Orang Tua Dengan Para Saudara

Konsultasi Waris Islam
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


eddisuryo mengatakan...
Assalamualaikum Wr Wb
Salam pak ustad..
saya mau menanyakan tentang pembagian warisan dari orangtua,
Kedua orangtua saya Bapak dan Ibu sudah Meninggal, yang meninggal terakhir adalah Almarhum Bapak, Beliau meninggalkan beberapa Warisan yang berupa Bangunan rumah dan beberapa tanah ladang. saya mempunyai 3 saudara kandung, saya sendiri anak laki-laki nomor dua, kemudian kakak saya perempuan dan adik saya perempuan. masing-masing sudah berkeluarga.
Adapun yang saya tanyakan adalah bagaimana pembagian warisan peninggalan orangtua kami, berapa masing-masing dapat bagiannya. mohon pak ustad untuk penecerahannya. Terimakasih.
Wasalamualaikum Wr.Wb.
30 April 2016 18.00  

Jawaban:
'Alaikum salam  wr. wb.
Saudara Edi Suryo yang  dirahmati Allah, sebelum pembagian harta warisan orang tua anda, hendaklah diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Inventarisir semua harta peninggalan orang tua anda, agar lebih mudah, kurskan nilainya dalam bentuk taksiran rupiah.
2. Bereskan dulu semua tanggungan orang tua anda dengan uang warisan itu, dalam hal:
   - Hutang, jika ada
   - Wasiat, jika ada.
Jika semua sudah beres, maka sisanya adalah merupakan harta warisan yang siap dibagikan.

Ahli Waris Dan Bagiannya
Sayang sekali anda tidak menginformasikan apakah orang tua anda masih punya orang tua (kakek dan nenek) atau tidak, karena mereka juga termasuk ahli waris, sekiranya masih ada yang hidup.
Tabel berikut ini adalah bagian waris jika ahli waris hanya 4 orang anak saja, tidak ada ahli waris yang lain.

Semoga bermanfaat.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ        
      “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Kamis, 28 April 2016

Perbedaan Dan Konsekuensi Hukum Antara Warisan Dan Wasiat

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Konsultasi Waris Syari'ah

Pertanyaan:
noor mengatakan...
assalamu'alaikum wr wb,,,,
mohon minta saran..
kelurga saya sedang memiliki masalah tentang pembagian warisan
masalahmya seperti ini, sebelum meninggal ayah saya memiliki wasiat untuk membagi rata tanah peninggalannyan kepda ke 8 anaknya, tetapi anak yang satu ini adalah anak dari pernikahan ayah yang terdahulu. masalahnya salam sertifkat tersebut atas nama ayah cs saudara tiri saya. terus sekarang saudara tiri saya itu menuntut untuk meminta separoh dari warisan tadi, sedangkan saudara saya yang lain bersikeras untuk memegang wasiat dari almarhum. kami sudah melakukan beberapa kali musyawarah keluarga tetapi belum juga ada kesepakatan. bagaimana solusi dari saudara???
19 April 2016 15.23  

Jawaban:
Bapak Noor yang dirahmati Allah, tanpa mengurangi rasa hormat kepada orang tua almarhum, agama kita telah memberikan garis tentang permasalahan wasiat. 
1. Syarat Wasiat. Bahwa wasiat itu boleh dilaksanakan manakala memenuhi beberapa syarat, diantaranya:
Penerima bukan ahli waris dari si pemberi wasiat. إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَلاَ وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ “Sesungguhnya Allah telah memberikan hak kepada pemiliknya, maka tidak ada wasiat bagi ahli waris.” [1].
Maka dari itu, tanah peninggalan orang tua anda tidaklah diperkenankan dibagi berdasarkan apa yang telah diwasiatkan alamarhum, tetapi dibagi menurut hukum waris, karena pembagiaannnya setelah pemilik meninggal dunia.
2. Ahli Waris. Sebagai harta warisan, maka tanah itu dibagi kepada semua ahli waris sesuai dengan besaran yang ditentukan Islam. Periksa siapa saja ahli warisnya selain para anak, adakah isteri dan orang tua almarhum ?  terus ke-8  anak itu apa saja jenis kelaminnya ? ini penting karena akan berpengaruh terhadap besaran perolehan bagian masing-masing ahli waris.
3. Menyelisihi Wasiat Orang Tua. Wasiat itu ada dua, yakni materi dan non materi. Yang non materi seperti informasi, permintaan, nasihat, tugas dll, itu wajib dilaksanakan sekiranya mampu. Adapun wasiat dalam arti harta peninggalan, tata aturannya sudah digariskan Allah dan Rasul-Nya sehingga setiap hamba-Nya wajib mengikuti tata aturan itu kendati bertentangan dengan apa yang telah dipesankan oleh pemiliknya, karena pada dasarnya semua yang di dunia ini, bahkan diri kita adalah milik Allah SWT.
Perhatikanlah firman Allah SWT dalam surah An-Nisa:
تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِ‌ۚ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ يُدۡخِلۡهُ جَنَّـٰتٍ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۚ وَذَٲلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ (١٣) وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ ۥ يُدۡخِلۡهُ نَارًا خَـٰلِدً۬ا فِيهَا وَلَهُ ۥ عَذَابٌ۬ مُّهِينٌ۬ (١٤
[Hukum-hukum tersebut] itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (13) Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (14).
Kesimpulan:
Dari kasus yang ada di keluarga anda, maka tanah warisan itu mutlak harus dibagi sebagai warisan, bagi yang meminta bagian sekian dan sekian sesuai kehendak sendiri, itu tidak ada dasarnya. Solusinya, keluarga bisa meminta mediasi ulama setempat atau tokoh yang disegani untuk membantu memberi penyadaran kepada saudara yang mau menang sendiri tersebut.

Semoga bermanfaat.
                           ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ        
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
***
[1]. Abu Daud, 2870. Timizi, 2120. An-Nasa’i, 4641. Ibnu Majah, 2713 dari Abu Umamah Dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud. 

Rabu, 27 April 2016

Cara Membagi Waris Kedua Orang Tua Untuk Anak-Anaknya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Konsultasi Waris syari'ah.

Blogger dalia zahra zahra berkata...
Dari fairus 
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum pak ustad...
sy mau bertanya tentang hak waris.
mayit meninggalkan ahli waris 3 perempuan, 6 laki2. tirkah yang dibagikan diperkirakan 300 jt. mhn pemecahannya pak ustad. makasih.
assalamu'alaikum,..
12 April 2016 07.48 

Jawaban:
Alaikum salam Wr.Wb.
Saudara Fairus yang dirahmati Allah, sebenarnya informasi yang antum berikan kurang lengkap, tidak menceritakan apakah kedua orang tua antum masih mempunyai orang tua (kakek dan nenek antum) atau tidak. Namun demikian saya akan menjawab dengan asumsi seperti input antum, yakni :
- Sudah tidak ada kakek dan nenek 
- Ahli waris hanyalah 9 orang anak saja. 
- Semua anak masih hidup ketika kedua orang tua meninggal dunia.
Maka jika begitu, ahli waris dan bagiannya adalah sebagai berikut.


Semoga bermanfaat.
                           ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ        
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Kamis, 14 April 2016

Tafsir Jalalain, Kitab Ringkas, Lengkap Dengan Prioritas Nahwu Dan Sharaf

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Tafsir Jalalain ini ditulis oleh dua orang Imam besar, yaitu imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti, begitulah, disebut Jalalain artinya ditulis oleh dua orang bernama depan JalaluddinTafsir Jalalain adalah salah satu dari sekian banyak kitab tafsir hasil karya tulis ulama terdahulu yang masih populer hingga sekarang. Kitab tafsir ini tergolong ke dalam kitab tafsir yang pembahasannya menjurus kepada penganalisaan segi susunan kalimat, asal-usul kata-katanya, dan segi bacaannya. Atau dengan kata lain ia merupakan kitab tafsir yang menonjolkan segi pembahasan ilmu Nahwu, sharaf, dan qira'ahnya. Hal ini karena al-Qur'an diturunkan dengan memakai bahasa Arab sehingga untuk memahaminya dengan pemahaman yang benar, orang dituntut terlebih dahulu untuk memahami faktor-faktor di atas sebagai modal dasarnya. Oleh karena itu Kitab Tafsir Jalalain ini sangat cocok untuk para pemula yang ingin mendalami tafsir al-Qur'an.
Kitab tafsir ini terdiri atas 2 jilid, masing-masing ditulis oleh seorang ulama. 
Dalam versi terjemahan Bahasa Indonesia, oleh penerbit dibuatkan dua model, ada model 4 jilid dan 2 jilid, tetapi materinya sama persis.


1. Biografi Penulis Dan Metode Karyanya

1. Jalaluddin Al-Mahalli.
Nama aslinya ialah Muhammad ibnu Ahmad ibnu Muhammad ibnu Ibrahim Al-Mahalli Asy-Syafi'i, dilahirkan di Mesir pada tahun 791 Hijriah, dan wafat pada permulaan tahun 864 Hijriah. Ayat-Ayat yang ditafsirkannya dimulai dari surat An-Naas, kemudian ia menafsirkan surat Al-Fatihah. Seusai menafsirkan Al-Fatihah, kematian merenggutnya. Dengan demikian tafsirnya belum lengkap, belum seluruh surat. Kitab yang ditulisnya menjadi pusat perhatian banyak orang, dan dijadikan sebagai pegangan mereka dalam belajar. Kelebihannya ialah gaya bahasanya sangat ringkas, data-datanya lengkap dan terseleksi, ungkapannya fasih, uraiannya dan penyelesaiannya sangat jelas. Diantar karya tulisnya ialah Syarah Jam'ul Jawami' Fil Usul, Syarah Al-Minjah (Tentang fiqh Syafi'i) dan Syarah Al-Waraqat (Tentang Usl Fiqh) dan karya lainnya ialah tafsir ini.
2. Jalaluddin As-Suyuti.
Nama aslinya Abul Fadl alias Abdur Rahman ibnu Abu Bakar ibnu Muhammad As-Suyuti, lahir pada bulan Rajab tahun 848 Hijriyah, wafat malam Jum'at, tanggal 19 Jumaidl Ula, tahun 911 Hijriah. Ia seorang hafidz hadits, musnid, muhaqiq dan telah hafal Al-Qur'an sewaktu berusia delapan tahun, serta telah banyak menghafal kitab karya para ulama di masanya. Beliau menafsirkan ayat-ayat atau surat-surat yang tidak sempat ditafsirkan oleh Imam Jalaluddin Al-Mahalli, yaitu mulai dari surat Al-Baqarah hingga akhir surat Al-Isra'.
Imam As-Suyuti dalam menafsirkan Tafsir Jalalain ini mengikuti metode yang telah ditempuh oleh Imam Jalaluddin Al-Mahalli, seperti dalam mengemukakan pemahaman tentang ayat-ayat, berpegang teguh kepada pendapat yang kuat, mengi'rabkan hal-hal yang diperlukan, dan mengingatkan adanya berbagai macam qiraat terkenal, semuanya itu diungkapkan dengan baik, ringkas dan padat. Disebutkan pula beberapa macam pendapat yang tidak tepat dan berbagai macam i'rab yang tempatnya hanyalaah dalam kitab kitab bahasa. Maka seseorang yang membaca tafsir ini hampir tidak dapat merasakan adanya perbedaan yang jelas diantara penyajian yang dikemukakan oleh kedua imam besar itu dalam tafsirannya ini, kecuali dalam tempat-tempat tertentu yang sedikit jumlahnya, kalau dihitung tidak sampai sepuluh masalah. 


2. Faktor yang mendorong Penulisan Tafsir Jalalain

  1. Jalaluddin as-Mahally; Motivasi beliau menulis kitab tafsir ini adalah karena adanya kemerosotan penggunaan bahasa Arab secara kaidah, akibat interaksi atau pembauran dengan bangsa-bangsa lain yang tidak berbahasa Arab seperti bangsa Persia, Turki, India dan bangsa-bangsa lain yang telah memeluk Agama Islam. Orang Arab sejak saat itu tidak memiliki dzauq yang asli, mereka yang masih berbahasa arab dengan fasih dan benar terbilang minoritas, yang mayoritas bahasanya sudah tidak sesuai kaidah yang benar. Padahal al-Qur'an ditulis dalam bahasa Arab. Beliau memuulai penulisan tafsirnya dimulai dari surat al-Kahfi hingga surat an-Naas, kemidian ia menafsirkan surat al-Fatihah,sayang sekali beliau dipanggil ke rahmatullah ketika penulisan kitab tafsirnya baru mencapai separuh al-Qur'an,  padahal kitab tafsirnya ini masih memerlukan kelanjutan demi keutuhannya.
  2. Jalaluddin as-Suyuthi. Beliau didesak oleh banyak kalangan untuk melanjutkan penulisan tafsir Imam Jalaluddin al-Mahally  tersebut. Beliau menuliskan lanjutan tafsir pendahulunya pada tahun 870 H yang konsepnya dapat diselesaikannya dalam waktu 40 hari, yaitu dari awal bulan Ramadhan tahun tersebut hingga tanggal 10 bulan Syawal, dan baru dapat diselesaikanya dengan utuh pada tahun berikutnya, yaitu tahun 871 H.

3. Materi Pendukung Tafsirannya

Dalam versi terjemahan seperti dalam bahasa Indonesia, misalnya, kitab ini juga dilengkapi dengan:
  1. Asbaabun Nuzul ayat atau latar belakang turunnya ayat yang bersangkutan. Fungsi Asbabun nuzul dalam kaitannya dengan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an adalah menuntuk kepada pemahaman makna tafsir yang benar kaarena di dalamnya diterangkan latar belakang yang menerangkan penyebab turunnya ayat-ayat suci Al-Qur'an dan mata rantai peristiwa-peristiwa yang menyangkutnya. Maka di setiap tafsir suatu surat, diiringi dengan terjemahan asbabun nuzulnya. Terjemahan itu berasal dari kitab Lubabun Nuqul karya Imam jalaluddin As-Suyuti yang ditulis dalam hasyiyah (Catatan pinggir) kitab Tafsir jalalain ini.
  2. Terjemahan kitab Nasikh wal Mansukh karya imam Ibnu Hazm. Ilmu ini merupakan salah satu sarana untuk memahami kesimpulan makna yang dikandung oleh ayat-ayat Al-Qur'an. Kedudukannya tidak kalah pentingnya dengan asbabun nuzul. Terjemahan nasikh wal mansukh ini dijadikan satu dan diletakkan pada akhir kitab tafsir ini.
Semoga bermanfaat.
                           ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                           
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
Tafsir Jalalain hal vi-ix, Penerbit: Sinar Baru Agensindo.
http://www.jadipintar.com/2015/07/biografi-jalaluddin-al-mahally-dan-jalaluddin-as-suyuthi-penulis-tafsir-jalalain.html