Sabtu, 26 Desember 2015

Pengertian Mukjizat, Karamah dan Tingkat Kelebihan yang Dianugerahkan kepada Manusia

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Hak prioritas adalah suatu peristiwa atau kejadian luar biasa pada diri manusia, salah satunya yang paling dikenal dan paling tinggi derajatnya adalah mukjizat. Mukjizat adalah kejadian (peristiwa) ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Mukjizat berasal dari bahasa Arab معجزة yang artinya melemahkan, yaitu membuat sesuatu menjadi tidak mampu. Mukjizat merupakan sesuatu yang luar biasa sehingga manusia tidak mampu mendatangkan hal yang serupa. Menurut istilah, mu’jizat berarti sesuatu yang luar biasa yang terjadi dalam diri nabi atau rasul Allah SWT. Mukjizat bertujuan untuk membuktikan kenabian atau kerasulan seorang nabi atau rasul Allah SWT yang tidak dapat ditiru oleh siapapun dan untuk melemahkan segala macam usaha dan alasan orang kafir dan menentang islam, dan menyeru kepada umat agar percaya akan keesaan Allah.

1. Terdapat 5 macam hak prioritas dan Tingkatannya yakni:

1. Irkhas      : untuk calon nabi dan Rasul. 
Contohnya, Muhammad saw. Selalu dinaungi awan sehingga kepanasan saat melakukan perjalanan dagang ke negeri Syam. Peristiwa yang terjadi pada diri Nabi Isa a.s. ketika beliau masih bayi dalam buaian ibunya, Maryam. Pada saat masih bayi, Nabi isa dapat berbicara kepada orang-orang yang melecehkan ibunya
2. Mukjizat   : untuk nabi dan Rasul. 
Misalnya:Mukjizat Nabi Ibrahim a.s. adalah tidak hangus ketika dibakar oleh Raja NamrudNabi Musa a.s. tongkatnya bisa membelah lautan dan bisa juga berubah menjadi ular. Mukjizat Nabi Muhammad saw. adalah :a) Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar, b) Celah-celah jari beliau dapat memancarkan air yang diminum para sahabatnya. c) Mi’raj ke Sidratul Muntaha dalam waktu yang singkat. Mukjizat Nabi Isa a.s. adalah: a) Membuat burung dari tanah dan benar-benar hidup atas izin Allah. b) Menyembuhkan orang yang buta sehingga dapat melihat lagi, c) Menyembuhkan orang yang sakit lepra, d) Menghidupkan orang yang sudah meninggal dengan izin Allah, dll.
3. Karamah  : untuk wali Allah.
Misalnya: Kejadian yang Dialami Maryam binti Imran dimana Nabi Zakaria a.s. menemukan makanan setiap hadir di mihrab Maryam binti Imran.
4. Ma'unah   : untuk mukmin shaleh.
Ma’unah adalah pertolongan yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang mukmin untuk mengatasi kesulitan yang menurut akal sehat melebihi kemampuannya. Ma’unah terjadi pada orang yang biasa berkat pertolongan Allah. Misalnya, orang yang terjebak dalam kobaran api yang sangat hebat, namun berkat ma’unah/pertolongan Allah, ia selamat.
5. Ihanan     : untuk orang fasiq atau kafir.
Sesuai dengan tujuannya maka kemampuan luar biasa itu disebut Istidroj (tipu daya Allah kepada orang tersebut dan untuk menguji keimanan orang-orang islam yang menghadapinya). Dan jika tidak sesuai dengan tujuannya maka hal itu disebut Ihanah (Penghinaan Allah kepada orang tersebut) seperti yang pernah terjadi pada Musailimah al kadzab :
Sesungguhnya musailimah berdoa untuk orang yang buta satu matanya, agar matanya yang buta itu menjadi sembuh bisa melihat, maka matanya yang sehat menjadi buta pula.
Dan musailimah meludah ke dalam sumur, agar supaya bertambah manis rasa airnya, maka iar sumur tersebut berubah menjadi air asin yang sangat asin hingga terasa pahit.
Dan musalimah mengusap kepala anak yatim, maka menjadi rontoklah rambut kepala anak yatim tersebut.

Hak prioritas pada diri manusia bila ditinjau dari sudut akal, maka hukumnya mumkinul wujud (bisa terjadi, bisa tidak). Namun bila ditinjau dari sudut syara', maka hukumnya tergantung pada tiga unsur, yakni subyek (siapa pelakunya), predikat (bagaimana cara pelaksanaannya), dan obyek (untuk apa tujuannya). Jika dari ketiga unsur ini tidak ada hal-hal yang bertentangan dengan Islam, maka kejadian luar biasa tersebut hukumnya halal. Namun jika salah satunya saja bertentangan, maka hukumnya haram.

2. Contoh Hak Prioritas Yang Halal dan Haram

  1. Contoh hak prioritas yang halal ialah pelakunya seorang mukmin, caranya sesuai dengan yang diajarkan Nabi saw. seperti membaca do'a, ayat-ayat al-Qur'an, hizib, tujuannya untuk kepentingan Islam atau yang tidak bertentangan dengan Islam.
  2. Adapun contoh hak prioritas yang haram adalah sbb.:a. Pelakunya orang mukmin, caranya dengan membaca do'a-do'a sesuai dengan Islam, tapi sayang tujuannya untuk berbuat dzalim. Seperti seorang kyai (mukmin muttaqin) yang membaca ayat al-Qur'an untuk mendo'akan kehancuran umat Islam. Cara ini bisa halal asal dengan syarat tujuannya diluruskanb. Cara dan tujuannya sesuai dengan Islam, tapi pelakunya seorang fasiq atau kafir. Misalnya seorang kafir mengadakan perkumpulan membaca surat Yasin pada malam jum'at dengan tujuan untuk keselamatan umat Islam. Bagaimana pun cara ini tetap haram karena dianggap mempermainkan agama. Agar menjadi halal, carikan pelakunya seorang mukmin atau si penyelenggara sudah menjadi muslim duluc. Pelaku dan tujuannya tidak bertentangan dengan Islam, tapi cara yang dilakukan bertentangan. Misalnya, seorang kyai membaca sihir untuk keselamatan seorang Muslim dari tindak kejahatan. Cara ini bisa halal hukumnya jika bacaan yang digunakan itu ayat Qur'a, shalawat Nabi, hizib atau asrar al-Asma'ul husna.

    3. Faedah dan fadhilan Asma'ul Husna

    Asma'ul Husna ialah nama-nama Allah yang baik yang isinya menunjukkan kemahabesaran-Nya. Lafadznya sangat baik untuk dihafal, sedangkan isi kandungannya sangat baik untuk dipahami atau diamalkan. Dengan menyebut asma-asma Allah ini, seorang mukmin akan mendapatkan kedamaian. Allah Ta'ala berfirman:
    وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِہَا‌ۖ وَذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِىٓ أَسۡمَـٰٓٮِٕهِۦ‌ۚ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
    Hanya milik Allah asma-ul husna , maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam [menyebut] nama-nama-Nya [3]. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Al-A'raf: 180).
    Rasulullah saw. bersabda: 
    إِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً غَيْرَ وَاحِدَةٍ مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ هُوَ اللَّهُ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ…. الْوَارِثُ الرَّشِيدُ الصَّبُورُ
    Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghafalnya ia akan masuk ke dalam sorga, Dialah Allah yang tiada ilah selain dari Dia, arrahman (Maha Pengasih), ar-rahim (Maha Penyayang)… , al-warits (yang Maha Mewarisi) ar-Rasyid (Yang Maha Menunjukkan) ash-Shabur (Yang Maha sabar) (HR at-Tirmidzi).
    Hadits di atas menunjukkan betapa hebatnya keagungan asma'ul husna. Namun sayangnya, terdapat beberapa ulama yang melampaui batas dalam mengartikannya. Mereka mengatakan bahwa asma'ul husna mempunyai khadam (berupa jin) yang melayani keperluan manusia yang selalu mendzikirkannya. Begitu gampangnya orang mengatakan bahwa seseorang bisa masuk surga dengan cukup membaca atau menghafal asma'ul husna, tanpa mengamalkan yang lain. Hadits di atas juga mengandung arti bahwa asma'ul husna merupakan sampel kemahabesaran Allah swt. secara global, sedangkan rinciannya dijabarkan dalam al-Qur'an dan sunnah. 


    4. Ikhwal Akidah Yang Diselewengkan

    Banyaknya akidah yang diselewengkan dalam lingkungan umat Islam, kemungkinan karena faktor ketidak-tahuan mereka terhadap Islam atau keterbatasn pengetahuan terhadap ajaran lain. Sebab itu  banyak ayat al-Qur'an dijadikan jimat atau wafak oleh para kyai yang seharusnya mereka menyeru masyarakat agar mengamalkan isi kandungan al-Qur'an, ini malah sebaliknya secara tidak langsung mereka menyeru masyarakat berbuat syirik dengan menjadikan al-qur'an hanya sebagai alat mistik penolak bala.
    Sebagai umat Islam, mestinya kita tidak mencampurkan ajaran mistik yang bathil dengan ajaran islam yang haq. Sebaliknya , kita dituntut untuk menjaga segala pengaruh mistisisme, animisme, ataupun dinamisme. Sebab Allah melarang keras umat manusia untuk berbuat syirik, sebagaimana firmannya:
     قُلۡ تَعَالَوۡاْ أَتۡلُ مَا حَرَّمَ رَبُّڪُمۡ عَلَيۡڪُمۡ‌ۖ أَلَّا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـًٔ۬ا‌ۖ 
    Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, (Q.S.Al-An'am: 151).
    قُلۡ هَـٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ‌ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۟ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى‌ۖ وَسُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۟ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ
    Katakanlah: "Inilah jalan [agama] ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak [kamu] kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (Q.S.Yusuf: 108).
    Kedua ayat di atas memberi makna perintah kepada manusia agar mengikuti jalan Islam. Dan Allah mengancam setiap manusia yang mengikuti ajaran-ajaran setan. Perbedaan antara jalan Allah dan jalan setan telah dijelaskan dalam Hadits Nabi saw. yang artinya sbb.:
    "Nabi saw. membuat garis (lurus) dengan tanggannya seraya bersabda, 'Ini jalan lurus (Islam).' Kemudian beliau membuat garis-garis di sebelah kanan-kirinya, seraya bersabda lagi,'Sedangkan yang ini dan yang ini adalah jalan setan yang selalu penuh dengan godaan dan rayuan."(H.R.Ahmad dan Nasa'i dari Ibnu Mas'ud).
    Yang dimaksud jalan setan adalah setiap jalan yang dapat membawa manusia ke dalam kesesatan atau menyeleweng dari akidah yang sebenarnya.  Sebab itu, umat Islam harus waspada terhadap segala pengaruh ajaran setan dengan tetap berpegang teguh pada kemurnian ajaran Allah dan Rasul.
    Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                          ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                          
    “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
    Sumber:
    Bida'ah-Bid'ah di Indonesia, hal.123-129, Des. KH.Badruddin HSubky, Penerbit: Gema Insani Pers.
    http://taqiyyuddinalawiy.com/arti-mujizat-karomah-maunah-dan-irhash.html

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar