Selasa, 29 Desember 2015

Alfatihah; Surat Penyembuh Segala Penyakit, Ruqyah Dan Penetral Racun

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Penyembuh Segala Macam Penyakit

Tanya:
Surat  apa yang dinamai Rasulullah saw. sebagai penyembuh segala macam penyakit ?
Jawab:
Surat  Al-Fatihah.
Berdasarakan hadits yang diriwayatkan Ad-Darimi, ia menceritakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
"Dalam surat Al-Fatihah terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit." Status hadits ini mursal.[1].


2. Ruqyah Yang Dibenarkan Syari'ah

Tanya:
Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa Rasulullah saw. membolehkan ruqyah dengan salah satu surat Al-Qur'an, apa nama surat Al-Qur'an tersebut ?
Jawab:
Surat Tersebut adalah Al-Fatihah.
Berdasarkan hadits Abu Sa'id, ketika ia menjampi (ruqyah) seseorang yang sakit, Rasulullah saw. bersabda:"Dari mana engkau tahu bahwa Al-Fatihah itu adalah ruqyah."
Ada hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Fadhailul-Qur'an dari Abu sa'id Al-Khudri, ia menceritakan, "Ketika berada dalam suatu perjalanan, kami singgah di suatu tempat, tiba-tiba seorang budak wanita datang dan berujar, "Sesungguhnya kepala suku kami tersengat, sementara orang-orang kami sedang tidak berada di tempat, apakah diantara  kalian ada yang bisa membaca mantera ?" Ketika itu ada seorang laki-laki yang berdiri. Kemudian orang itu membacakan mantra, maka kepala suku itu pun sembuh. Selanjutknya kepala suku itu menyuruh budaknya agar memberikan tiga puluh kambing serta memberi kami minum susu. Setelah kami pulang, kami tanyakan kepada laki-laki itu. "Apakah engkau mengangap mantra itu baik ataukah engkau menggunakan mantra?" Ia pun menjawab, "Aku tidak menggunakan mantra kecuali dengan Ummul Qur'an (Al-Fatihah)." Lalu kami berkata, "Jangan bicara apapun sehingga kita datang kepada Rasulullah saw." Sesampai di Madinah kami menceritakan hal ini kepad Nabi saw, maka beliau pun bertutur, "Apa yang menyebabkan ia tidak menganggap hali itu sebagai ruqyah? Berikan dari bagiannya kepadaku" Demikianlah hadits yang diriwayatkn Imam Muslim dan Abu Daud.[2].


3. Surat Penetral Racun

Tanya:
Rasulullah saw. memberitahu kita semua bahwa ada surat yang menjadi penawar racun. Apa nama surat tersebut ?
Jawab:
Surat itu adalah Al-Fatihah.
Sebagaimana diriwayatkan Abu Syaikh, dari Abu Sa'id Al-Khudri dan Abu Hurairah r.a., keduanya menceritakan, Rasulullah saw. bersabda:
"Fatihatul Kitab merupakan syifa' (penyembuh) segala racun."[3].
Redaksi Surat Al-Fatihah dan terjemahannya.
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (١ 
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ (٧
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (1) 
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, (4) Yang menguasai hari pembalasan (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, [yaitu] jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni‘mat kepada mereka; bukan [jalan] mereka yang dimurkai [orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya], dan bukan [pula jalan] mereka yang sesat [orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan]. (7)
               ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber:
1001 Tanya-Jawab Tentang Al-Qur'an, hal. 22-24, Qasim Asyur, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar.
[1]. Lihat buku Shahih al-Jami'ush-Shaghir wa ziyadatuh, Al-Albani, 6470-6471.
[2]. Lihat buku Mausu'atu Fadhaili Suwari wa Ayatil-Qur'an, Tharhuni, 33-34
[3]. Lihat buku Mausu'atu Fadhaili Suwari wa Ayatil-Qur'an, Tharhuni, 35.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar