Jumat, 06 November 2015

Surat Yang Dibaca Setelah Shalat Dan Fadhilan 7 Surat Pertama Mushaf

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Bacaan Setelah Shalat

Tanya:
Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk membaca tiga surat setiap selesai shalat. Apakah ketiga surat tersebut ?
Jawab:
Ketiga surat tersebut adalah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.
Sebagaiamana yang disabdakan Rasulullah saw. berikut:
اقْرَأُوا الْمُعَوِّذَاتِ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ
"Bacalah mu'awwidzaat (Surat-surat mohon perlindungan), yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat."[1].


2. Tujuh Surat Yang Menjadikan Orang Berilmu dan Shalih

Tanya:
Rasulullah saw. pernah memberitahu kita tentang tujuh surat Al-Qur'an yang barang siapa mengamalkannya, ia akan menjadi orang yang berilmu dan shalih. Surat-surat apakah yang dimaksud ?
Jawab:
Ketujuh surat itu adalah Al-Baqarah, Ali-Imran, An-Nisa, Al-Ma'idah, Al-An'am, Al-A'raf dan Yunus.
Dari 'Aisyah r.a., dari Rasulullah saw. beliau bersabda:
 مَنْ أَخَذَ السَّبْعَ اْلأُوَلَ مِنَ الْقُرْآنِ فَهُوَ حَبْرٌ 
"Barangsiapa berpegang kepada tujuh surat pertama dari Al-Qur'an, ia akan menjadi seorang yang berilmu dan shalih." [2].


3. Malaikat Mendekati Bacaan Usaid

Tanya:
Surat apakah yang dibaca Usaid bin Hudhair r.a. dalam shalat malam, sehingga Malaikat mendekat untuk mendengarkannya ?
Jawab:
Surat tersebut adalah surat Al-Baqarah.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Muhammad bin Ibrahim bin Usaid bin Hudari r.a. bercerita, bahwa pada suatu malam ia membaca surat Al-Baqarah-sementara kudanya ditambatkan di dekatnya-tiba-tiba kuda itu berputar-putar. Ketika Usaid berhenti membaca, kuda itu pun menjadi tenang. Kemudian usaid membacanya kembali, maka kuda itu kembali berputar-putar. Usaid berhenti membacanya, dan kuda itu pun terdiam. Setelah itu ia membacanya kembali, dan kuda itu pun kembali berputar-putar. Lalu ia pun berhenti membaca. Saat itu puteranya, Yahya, berada di dekat kuda tersebut, sehingga ia kasihan dan khawatir kuda itu akan menerjangnya. Ketika ia mengambil anaknya, ia menegadahkan kepalanya ke langit sampai ia tidak melihat bayangannya.
Ketika pagi hari, ia mencerirakan peristiwa itu kepada Nabi saw. maka beliau bertutur,"Wahai putera Hudhair, baca terus." Ia pun menjawab, "Ya Rasulullah, aku kasihan kepada Yahya, karena ia berada dekat kuda. Setelah itu aku menengadahkan kepalaku ke langit, dan tiba-tiba melihat sesuatu seperti bayangan yang mirip dengan beberapa lampu. Setelah itu aku keluar rumah hingga tidak melihatnya lagi. "Tahukah engkau, apa itu?" tanya Rasulullah saw. "Tidak" jawabnya. Maka beliau menuturkan, "Itulah Malaikat yang mendekati suaramu. Seandainya kamu terus membacanya, niscaya pada pagi hari esok manusia akan dapat melihat Malaikat itu tanpa terhalang."[3].
               ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber:
1001 Tanya-Jawab Tentang Al-Qur'an, hal. 14-15, 19-20, 23-24, Qasim Asyur, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar.
[1]. Lihat buku Silsilatul Ahaadits Ash-Shahihah, Al-Albani, 645.  (HR. Abu Dawud no. 1523, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1514).
[2]. Lihat buku Mausu'atu Fadhaili suwari wa Ayat Al-Qur'an, Tharhuni, 56.
[3]. Lihat buku Fathul Baari jilid IX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar