Kamis, 08 Oktober 2015

Metode, Jenis Dan Contoh Kitab Tafsir Populer Beserta Pengarangnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
jadipintar.com (Depok)- Tafsir berasal dari kata al-fusru yang mempunyai arti al-ibanah wa al-kasyf (menjelaskan dan menyingkap sesuatu). Menurut pengertian terminologi, seperti dinukil oleh Al-Hafizh As-Suyuthi dari Al-Imam Az-Zarkasyi ialah ilmu untuk memahami kitab Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, menjelaskan makna-maknanya, menyimpulkan hikmah dan hukum-hukumnya. Tafsir Al-Qur'an adalah ilmu pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan yang bersangkutan dengan Al-Qur'an dan isinya berfungsi sebagai mubayyin (pemberi penjelasan), menjelaskan tentang arti dan kandungan Al Qur’an, khususnya menyangkut ayat-ayat yang tidak di pahami dan samar artinya, dalam memahami dan menafsirkan Al-Qur'an diperlukan bukan hanya pengetahuan bahasa Arab saja tetapi juga berbagai macam ilmu pengetahuan yang menyangkut Al-Qur'an dan isinya, Ilmu untuk memahami Al-Qur'an ini disebut dengan Ushul Tafsir atau biasa dikenal dengan Ulumul Qur'an, terdapat dua bentuk penafsiran yaitu at-tafsîr bi al- ma’tsûr dan at-tafsîr bi- ar-ra’yi, dengan empat metode, yaitu ijmâli, tahlîli, muqârin dan maudhû’i. Sedangkan dari segi corak lebih beragam, ada yang bercorak sastra bahasa, fiqh, teologi, filsafat, tasawuf, ilmiyah dan corak sastra budaya kemasyarakatan.


1. Bentuk-Bentuk Tafsir

  1. Tafsir bil Ma'tsur (Riwayat). Dinamai dengan nama ini (dari kata atsar yang berarti sunnah, hadits, jejak, peninggalan) karena dalam melakukan penafsiran seorang mufassir menelusuri jejak atau peninggalan masa lalu dari generasi sebelumnya terus sampai kepada Nabi SAW. Tafsir bi al-Matsur adalah tafsir yang berdasarkan pada kutipan-kutipan yang shahih yaitu menafsirkan Al-Qur'an dengan Al-Qur'an, Al-Qur'an dengan sunnah karena ia berfungsi sebagai penjelas Kitabullah, dengan perkataan sahabat karena merekalah yang dianggap paling mengetahui Kitabullah, atau dengan perkataan tokoh-tokoh besar tabi'in karena mereka pada umumnya menerimanya dari para sahabat.
  2. Tafsir bir-Ra'yi (Akal). Tafsir biddirayah ini memperbesar peranan ijtihad dibandingkan dengan penggunaan tafsir bi al-Matsur. Dengan bantuan ilmu-ilmu bahasa Arab, ilmu qiraah, ilmu-ilmu Al-Qur'an, hadits dan ilmu hadits, ushul fikih dan ilmu-ilmu lain seorang mufassir akan menggunakan kemampuan ijtihadnya untuk menerangkan maksud ayat dan mengembangkannya dengan bantuan perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan yang ada.
  3. Tafsir Isyari (Bisikan batin). Menurut kaum sufi, setiap ayat mempunyai makna yang zahir dan batin. Yang zahir adalah yang segera mudah dipahami oleh akal pikiran sedangkan yang batin adalah yang isyarat-isyarat yang tersembunyi dibalik itu yang hanya dapat diketahui oleh ahlinya. Isyarat-isyarat kudus yang terdapat di balik ungkapan-ungkapan Al-Qur'an inilah yang akan tercurah ke dalam hati dari limpahan gaib pengetahuan yang dibawa ayat-ayat. Itulah yang biasa disebut tafsir Isyari. tafsyir berdasarkan intuisi, atau bisikan batin. Contoh bentuk penafsiran secara Isyari antara lain adalah pada ayat: '“.......Innallaha ya`murukum an tadzbahuu baqarah.....” (Surat Al Baqarah: 67). Yang mempunyai makna zhahir adalah “......Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina...” tetapi dalam tafsir Isyari diberi makna dengan “....Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih nafsu hewaniah...”. 

2. Contoh Kitab Tafsir Bil Ma'tsur Dan Pengarangnya Yang Terkenal.

1. Al-Mansuh ila Ibni Abbas, Abdullah bin Abbas.
2. Ibnu Uyainah, Sufyan bin Uyainah.
3. Ibnu Abi Hatim, Abdurrahman bin muhammad ar-Razi.
4. Abu Syaikh Ibnu Hibban.
5. Al-Muharrar Al-Wajiz fi Tafsiri al-Kitab Al-Aziz, Ibnu Athiyyah.
6. Bahrul 'Ulum, Abu Al-Laits As-Samarqandi.
7. Al-Kasyfu wa al-Bayan 'an Tafsiri al-Qur'an, Abu Ishak Ats-Tsa'labi.
8. Jami' al-Bayan 'An Ta'wili Ayati al-Qur'an, Ibnu Jarir ath-Thaban,ari.
9. Ibni Abi Abi Syaibah, Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah.
10. Ma'alima at-Tanzil, Al-Baghawi.
11. Tafsiru al-Qur'an al-'Adzim, Ibnu Katsir.
12. Al-Jawahir al-Hassan fii Tafsiri al-Qur'an, Ats-Tsa'labi.
13. Al-Durru al-Mantsur fi Tafsiri bil ma'tsur, Jalaluddin as-Suyuthi.
14. Fathu al-Qadir, Asy-Syaukani.

3. Contoh Kitab Tafsir Bir-Ra'yi Dan Pengarangnya Yang Terkenal.

1. Mafatihu al-Ghaib, Muhammad bin Umar al-Husain ar-Razi.
2. Anwaru at-Tanzil wa Asraru at-Ta'wil, Abdullah bin Umar al-Baidhawi.
3. Lubabu at-Ta'wil fi Ma'ani at-Tanzil, Abdullah bin Muhammad (al-Khazin).
4. Madariku at-Tanzil wa Haqaiqu at-Ta'wil, Abdullah bin Ahmad an-Nasafi.
5. Gharaibu al-Qur'an wa Gharaibu al-Furqan, Nidzamu ad-Din al-Hasan Muhammad an-Naisaburi.
6. Irsyadu al-'Aql as-Salim, Muhammad bin Muhammad bin Musthafa at-Thahawi.
7. Al-Bahru al-Muhith, Muhammad bin Yusuf bin Hayan al-Andalusi.
8. Ruuhu al-Ma'ani, Syihabuddin Muhammad al-Alusi.
9. As-Siraju al-Munir, Muhammad Asy-Syafbini al-Khathib.
10. Jalalain, Jalaluddin al-Mahally dan Jalaluddin As-Suyuthi.

4. Contoh Kitab Tafsir Al-'Isyari Dan Pengarangnya Yang Terkenal.

1. Al-Qur'an al-Karim, Sahal bin Abdullah at-Tasturi.
2. Haqaiqu at-Tafsir, Abu Abdurrahman Muhammad as-Silmi al-Shaufi.
3. 'Araisu al-Bayan fi Haqaiqi al-Qur'an, Abu Muhammad Asy-Syirazi.
4. Ibnu Arabi, Muhyiddin bi Arabi, Abu Bakar, Muhammad ibnu 'Ali.
5. Beberapa yang lainnya misalnya Tafsir An Naisabury, Tafsir Al Alusy, dan Tafsir At Tastary.
               ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber:
1001 Tanya-Jawab Tentang Al-Qur'an, hal. 484-485,Qasim Asyur, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar.
https://id.wikipedia.org/wiki/Tafsir_Alquran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar