Kamis, 15 Oktober 2015

Daftar Kitab Tafsir Bil Ma'tsur, Hukum, Modern Dan Pengarangnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
jadipintar.com (Depok)- Al-Quran merupakan suatu mukjizat dan karunia terbesar yang Allah berikan dalam kehidupan manusia, menjadi pembimbing dalam kondisi dan zaman apapun, dia merupakan risalah Rabbaniyah yang penuh dengan ilmu serta petunjuk untuk menjawab segala persoalan zaman sehingga hamba bisa menjalani hidup sesuai dengan keridhaan Allah dan terhindarkan dari segala macam ujian hidup yang bersifat syahwat (hawa nafsu) dan syubhat (sesuatu yang samar).
Alasan inilah yang menjadikan mempelajari Al Quran menjadi fardlu ain bagi setiap muslim yang tidak  hanya mengandung nilai pengetahuan hidup seorang muslim tapi lebih dari itu semua bahwa mempelajarinya adalah salah satu bentuk ibadah yang berdimensi urusan dunia-akherat. Tafsir adalah salah satu metode untuk mengetahui makna kandungan al-Qur'an, baik yang tersurat maupun tersirat. Jenis dan titik berat kitab tafsir sangat beragam sesuai dengan kemampuan penulisnya, dan kali ini hanya akan dibahas 3 kategori dan contoh-contoh karangannya saja.

1. Kitab-Kitab Tafsir Tentang Hukum

Adalah jenis kitab tafsir yang menitikberatkan penjabarannya pada ayat-ayat yang mengandung hukum atau Ayatul Ahkam. Setiap membicarakan suatu ayat hukum, penulis mengulas juga berbagai pendapat ulama berbagai madzhab yang berkaitan dengan perosalan tersebut termasuk asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya ayat. Dilanjutkan dengan penjelasan kosa kata yang rumit, ulasan tentang perbedaan bacaan dan kedudukan tata bahasanya, mencantumkan hadits yang mengulas masalah tersebut lengkap dengan sanad dan ulasan kualitasnya, serta menukil dan mengomentari perkataan para imam dan ulama fuqaha, serta pendapat ulama salaf lain dan pengikutnya.
Contoh Kitabnya:
1 Ahkamu al-Qur'an, Ahmad bin Ali ar-Razi al-Jashash (Madzhab Hanafi).
2 Ahkamu al-Qur'an, Ali bin Muhammad ath-Thabrani lakya al-Harani (Madzhab Syafi'i).
3. Al-Iklil fii Istinbathi at-Tanzil, Jalaluddin Sayuti (Madzhab Syafi'i)
4. Ahkamu al-Qur'an, Muhammad bin Abdullah al-Andalusi alias Ibnu Arabi (Madzhab Maliki).
5. Al-Jami' li ahkami al-Qur'an, Muhammad bin Ahmad Farah al-Qurthubi. (Madzhab Maliki).
6. Kanza al-'Irfan, Mifdad bin Abdullah As-Suri (Syi'ah).
7. Al-Ghamraat al-Yani'ah, Yusuf Ahmad As-Salutsi (Madzhab Syiah Zaidiyah).


2. Kitab-Kitab Tafsir Modern Dan Pengarangnya 


Zaman modern ini dimulai sejak gerakan modernisasi Islam di Mesir oleh Jamaluddin al-Afghani (1254H/1838M – 1314H/1896M) dan murid beliau Muhammad Abduh (1266H/1845M – 1323H/1905M), di Pakistan oleh Muhammad Iqbal (1878-1938), di India oleh Sayyid Ahmad Khan(1817-1989), di Indonesia oleh Cokroaminoto dengan Serikat Islamnya, K.H.A. Dahlan dengan Muhammadiyahnya, K.H. Hasyim Asy’ari (1367 H) dengan Nahdlatul Ulamanya di Jawa, dan Syekh Sulaiman ar-Rasuli dengan Pertinya(w.1970) di Sumatera.

Kitab-kitab tafsir yang dikarang pada zaman modern ini aktif mengambil bagian mengikuti perjuangan dan jalan pikiran umat Islam pada zaman modern ini. Para mufassir modern ini dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran lebih menjelaskan bahwa Islam tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan kemoderenan. Islam adalah agama yang universal, yang sesuai dengan seluruh bangsa pada semua masa dan setiap tempat.
Metode yang digunakan pada periode modern ini yaitu metode tahlili dan muqarin (komparatif), sama dengan pola yang dianut pada periode Mutaakhirin. Pada periode ini juga muncul pula metde baru yang disebut dengan metode Maudlu’i (tematik), yaitu menafsirkan ayat-ayat Alquran berdasarkan tema atau topik yang dipilih . Semua ayat yang berkaitan dengan topik tersebut dihimpun, kemudian dikaji secara mendalam dan tuntas dari segala aspeknya. Ruang lingkup penafsiran ini lebih banyak diarahkan pada bidang adab(sastra dan budaya) dan bidang sosial kemasyarakatan, terutama politikdan perjuangan.
Contoh kitab-kitabnya:
1. Tafsiru al-Qur'an al-Hakim (Tafsir al-Manar), Muhammad Rasyid Ridha.
2. Tafsir al-Maraghi, Ahmad Mushtafa al-Maraghi.
3. Mahasinu at-Ta'wil, Jamaluddin al-Qasimi.
4. Fii Dzilali al-Qur'an, Sayyid Quthub.
5. At-Tafsir al-Wadhih, Muhammad Mahmud al-Hijazi.
6. Tafsir al-Jawahir, Thanthawi Jauhari.
7. Tafsiru at-Tafsir, Abdul Jalil Isa.
8. Al-Muskhaf al-Mufassar, Muhammad Farid Wajdi.
9. Al-Hidayah wa al-'Irfan, Abu Zid ad-Damanhuri.
10. Shafwatu al-Bayan, Husnain Makhluf.
11. At-Tafsir al-Hadits, Muhammad Izzah Darwazah.
12. Durru al-Asrar, Mahmud Muhammad Hamzah ad-Damasyqi.
13. Fathu al-Bayan, Shiddiq Hasan Khan.
14. At-Tafsir al-Hadits lil Qur'an, Hafidz Isa Ammar.
15. Adhwaa'u al-Bayan, Syaikh Muhammad Asy-Syanqithi.


3. Kitab Tafsir Yang 100 % Bil Ma'tsur  Murni.

Tafsir bil ma’tsur adalah tafsir yang melandaskan diri pada riwayat yang shahih, yakni menafsirkan al-Qur’an dangan al-Qur’an atau dengan as-Sunah atau dengan riwayat shahabat (Atsar) sebab sahabat Nabi adalah orang yang mengetahui tentang Kitab Allah atau dengan sesuatu yang dikatakan tabi’in besar sebab mereka biasa menerima hal itu dari sahabat (Nabi).”
Kitab Al-Durru al-Manstur fi Tafsiri Bil Ma'tsur karya Jalaluddin Abu Fadhal Abdurrahman As-Suyuti merupakan kitab tafsir yang diterbitkan dalam enam jilid dan tersebar di kalangan ahli tafsir. Penulisnya menyajikan berbagai macam riwayat dari para ulama salaf tanpa memberikan kritik apapun terhadapnya, tidak menta'dil dan tidak juga mentajrih, tidak menshahihkan dan tidak juga melemahkan, ia merupakan  kitab yang meliputi seluruh yang diriwayatkan para ulama salaf. Penulisnya mengambil riwayat tersebut dari Imam Bukhari, Muslim, Nasa'i, tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Abdu Ibnu Hamid, Ibnu Abi Dunia, dan ulama-ulama terdahulu lainnya.
Kitab ini merupakan satu-satunya kitab yang hanya memfokuskan pada tafsir bil ma'tsur yang penulisnya tidak mencampurinya dengan riwayat yang ia nukil melalui jalan ra'yu (pendapat) seperti yang dilakukan penulis tafsir lainnya.
               ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber:
1001 Tanya-Jawab Tentang Al-Qur'an, Qasim Asyur, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar.
https://iermafikria.wordpress.com/2014/06/26/metodologi-tafsir-klasik-hingga-modern-kontemporer/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar