Minggu, 09 Agustus 2015

Tempat Tinggal yang Disukai Jin/Setan Di Rumah Kita dan Aktifitasnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Apakah di semua tempat itu dihuni bangsa jin ? atau jin hanya menempati tempat tertentu di luar komunitas manusia ? atau di manakah  tempat-tempat favorit para jin untuk tinggal dan beraktifitas di sekitar kita ? Pertanyaan semacam ini sudah umum menjadi misteri bagi sebagian banyak orang, bahkan kadang dicampur dengan anggapan mistik dan tahayyul.  Artikel ini membatasi hanya wilayah tinggal setan di rumah kita, dengan berdasar kepada nash yang bisa dipertanggung-jawabkan. Manusia hanya menghuni permukaan bumi yang merupakan daratan, dengan mengecualikan lalu-lalang mereka di lautan dan di udara saat mereka bepergian. Lautan dan samudera, dewasa ini merupakan bagian terbesar planet bumi, dengan perbandingan 72 % berupa lautan dan hanya 28 % saja yang terdiri daratan, yang menyebabkan para cerdik-pandai menyebut bumi kita ini dengan “Planet Air.”
Bahkan daratan yang jumlahnya seluas itu pun belum seluruhnya dihuni oleh manusia. Manusia baru menghuni dan memanfaatkan sekitar seperempatnya saja, sebagian besar darinya masih tetap kosong.

1. Tempat Tinggal Bangsa Jin

Sementara itu, jin telah menghuni dan mendirikan sebagian besar kota-kota serta pusat-pusat pemerintahan mereka di atas air. Walaupun begitu, ada pula kota-kota dan pusat-pusat pemerintahan yang terletak di bagian-bagian samudera yang dalam dan di sungai-sungai. Selain itu mereka juga menghuni padang-padang pasir luas dan tempat-tempat terpencil, gunung-gunung maupun jurang-jurangnya, termasuk gua-gua dan hutan-hutan. Bahkan ada sebagian di antara mereka yang tinggal di atap-atap dan kamar-kamar di rumah yang dihuni manusia. Yang lain lagi, menjadikan rumah-rumah kita sebagai tempat tinggalnya yang tetap, baik di kamar-kamar maupun lorong-lorong rumah kita. Banyak pula setan yang bertempat tinggal di kamar-kamar mandi, comberan, dan selokan-selokan.

2. Tempat-Tempat Kesukaan Setan Di Rumah Kita

1. Sumur Kosong, tempat najis dan Lubang kotoran
Setan-setan amat suka hidup di sumur kosong. Najis-najis dan kotoran sangat menarik mereka. Karena itu, jika mereka mendengar adzan, maka mereka pergi jauh-jauh ke tempat-tempat di dekat air. Mereka menutup telinga mereka dengan kedua tangan mereka, atau menutupkan baju mereka ke kapala mereka. Bahkan diantara mereka ada yang bersembunyi di lubang-lubang pembuangan [1]. Dan kotoran. Itu sebabnya pula, maka jika engkau masuk de kamar mandi untuk berwudhu, dahulukan kaki kirimu sambil mengucapkan do’a: A’udzu billaahil-‘azhiim minal khubutsi wal khabaa’its (Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dari gangguan setan jantan dan setan betina). [2].
Ingatkan kaum wanita agar tidak membuang air (panas) mendidih di lubang-lubang WC tanpa menyebut atsma Allah dan tidak pula memohon perlindungan kepada-Nya dari gangguan setan yang terkutuk. Kadang-kadang air tersebut dapat mematikan setan, sehhingga keluarganya mencoba melakukan balas dendam terhadap pemilik rumah. Kalau setan-setan bisa menampakkan diri (menyerupai tubuh mereka), niscaya mereka akan melakukan hal itu.


2. Di Kamar Kosong
Jin Muslimnara sumber, menagatakan, "Berhati-hatilah, jangan sampai engkau membiarkan salah satu kamar di rumahmu dalam keadaan lowong dari aktivitasmu, baik tidur maupun berdzikir kepada Allah. Sebab, kalau engkau kosongkan kamar tidurmu, maka setan akan tidur di atas tempat tidurmu, dan mengisi kamar kosong itu.
Dalam sebuah hadits shahih Muslim dikatakan bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Kamar pertama untuk laki-laki, kamar kedua untuk isterinya, kamar ketiga untuk tamu, dan kamar keempat untuk setan" [3]. Para ulama seperti Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini bermakna sesuatu yang melebihi kebutuhan, adalah kemewahan dan pamer kekayaan duniawi. Yang sejalan dengan sifat seperti itu semuanya tercela, dan setiap yang tercela selalu terkait dengan setan. Sebab, setan sangat menyukainya dan mendorong manusia untuk melakukan hal itu.

3.Tempat Tidur Kosong
Setiap tempat tidur yang ditinggalkan berarti disodorkan kepada setan untuk mereka tiduri. Bahkan tempat tidur yang sama yang selama ini engkau gunakan. Kalau tidak demikian, kenapa Nabi Muhammad saw. mengatakan, 'Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tempat tidurnya, lalu hendak tidur lagi di atasnya, hendaknya ia terlebih dulu membersihkannya dengan sarungnya [4] tiga kali. Sebab ia tidak tahu secara pasti apa yang akan terjadi di atasnya sesudah dia tinggalkan."
Intinya, kamar dan tempat tidur yang kosong, seratus persen, tidak hanya ditempati oleh satu setan saja, melainkan banyak setan, sepanjang di situ tidak pernah disebut nama Allah atau firman-Nya.

Hadits-Hadits Terkait
  • Bukhari menuliskan dalam Kitab al-Da'awaat, diterima dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Apabila salah seorang diantara berbaring di tempat tidurnya, maka hendaklah ia membersihkannya dengan menyapukan bagian dalam sarungnya, sebab dia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya. Sesudah itu hendaklah dai membaca do'a: "Dengan nama-Mu, Tuhanku, aku meletakkan punggungku, dan dengan nama-Mu pula aku meninggalkannya. Kalau Engkau mencabut nyawaku, maka sayangilah ia, dan jika Engkau mengembalikannya, maka peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara hama-hamba-Mu yang shaleh."
  • Adapun redaksi Muslim dari Abu Hurairah r.a. berbunyi sebagai berikut: Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Apabila salah seorang diantara kamu tidur di tempat tidurnya, maka gunakan bagian dalam sarungnya untuk menyapu tempat tidurnya, dan sebutlah nama Allah. Sebab, dia tidak tahu apa yang terjadi di belakangnya setelah dia meninggalkannya. Dan kalau dia bermaksud berbaring, maka hendaklah dia berbaring dengan pinggang bagian kananya, lalu berdo'a, "Maha suci Allah, Tuhanku. Dengan nama-Mu aku meletakkan punggungku dan dengan nama-Mu pula aku mengangkat pinggangku (bangun). Sekiranya Engkau cabut nyawaku, maka ampunilah ia, dan jika Engkau mengembalikannya, maka peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.
  • Imam Nawawi mengatakan, "Bagian dalam sarungnya, artinya ujung sarungnya. Maksudnya, dianjurkan bagi seseorang untuk membersihkan tempat tidurnya dengan menyapukan ujung sarung sebelum dia tidur, agar tidak terdapat ular atau kalajengking atau binatang-binatang berbahaya lainnya.



3. Karakter Jin Yang Menghuni Rumah Kita

Ternyata bangsa jin juga memiliki peradaban. Yang dimaksud dengan peradaban dalam kaitannya dengan jin adalah tempat-tempat yang dihuni manusia di kota-kota, desa-desa, dan rumah-rumah manusia. Jin berperadaban, lazimnya, jin Muslim, dengan mengecualikan mereka yang beragama lain, misalnya yang beragama Kristen, sekalipun sebagian besar mereka lebih senang tinggal di gereja-gereja. Demikian pula halnya dengan jin-jin yang beragama Yahudi yang tinggal di rumah-rumah dan kanisaah-kanisaah orang-orang Yahudi. Mereka saling memperngaruhi satu sama lain.

Perihal Jin Muslim dan aktifitasnya di Rumah Kita
1. Jika penghuni selalu durhaka/bermaksiat. 
Jin Muslim selalu mencari rumah yang penghuninya tunduk kepada Allah SWT, yang betul-betul muslim dan tidak sekedar muslim nominal. Jin-jin Muslim tersebut jika melihat penghuni Muslim di rumah tersebut tidak melaksanakan perintah Allah, maka dengan sedih mereka meninggalkan rumah itu, untuk kemudian mencari rumah lain yang penghuni-penghuninya taat kepada Allah SWT.
2. Tingkat keislaman. 
Jin Muslim adalah makhluk yang betul-betul Muslim. Mereka bisa menghafal ajaran-ajaran agamanya dengan kecakapan yang luar biasa. Kalbu mereka terisi keimanan dalam derajat yang, jika mereka mendengar Al-Qur’an dibaca, mereka “khusyu” mendengarkan, untuk kemudian menangis tersedu-sedu karena takut kepada Allah – suatu tangisan yang sanggup meluluhkan hati orang yang paling keras sekalipun.
3. Aktifitas harian di rumah. 
Jin di dalam rumah manusia sepanjang hari mereka duduk-duduk di atap rumah tanpa terganggu, ketika penghuni menyiapkan makanan, mereka turun dan ikut makan bersama penghuni. Ketika kita selesai makan dan mengangkat piring-piring, mereka mengucapkan Alhamdulillah dan pergi lagi sampai kelak datang malam hari, dan mereka shalat dan kembali bertengger sebentar di atas atap. Ketika telah lelah, mereka turun dan tidur di mana saja: di kursi, di permadani, dan di serambi. Kemudian mereka shalat Tahajjud di tengah malam. Saat mereka duduk-duduk di atas atap, bergelayutan di tiang-tiang,  dan bersandar di mana saja, mereka tidak pernah lupa berdzikir kepada Allah dan bertasbih kepada-Nya.
4. Kehadirannya pertanda baik
Adanya jin Muslim di rumah seorang Musim merupakan pertanda baik dan bukti dari kenikmatan dan ridha yang diberikan Allah SWT. Kepada penghuninya. Jin Muslim tersebut mendo'akan dan memohonkan ampunan kepada Allah bagi penghuni rumah. Bahkan ada diantara mereka yang membangunkan penghuni rumah untuk shalat fajar atau bangun tengah malam [5]. Demikian pula qarin (jin pengikut) anda, jika dia Muslim. Karena itu, jangan kita takut-takuti mereka dengan melakukan kemaksiatan dan lalai dari dzikir kepada Allah. Jika demikian, mereka pasti akan meninggalkan rumah kita seraya mereka menyimpan di dalam hatinya suatu ganjalan, seakan-akan kita telah mengusir mereka dan menggantikannya dengan setan-setan.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                        
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat
Sumber:
Buku Dialog dengan Jin Muslim hal. 68-72, 76-78 Muhammad Isa Daud, Penerbit: Pustaka Hidayah.
***
Keterangan: 
Tulisan dengan warna huruf kuning adalah pengakuan dari jin Muslim; untuk membedakannya dengan keterangan dari Al-qur'an, Sunnah atau penjelasan ulama dan yang lain-lain. Harapannya agar pengakuan itu diteliti dan ditimbang-timbang tingkat kebenarannya.
***
]1]. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. Berkata: “Apabila panggilan untuk shalat dikumandangkan, maka setan lari terbirit-birit dan menjauh hingga tidak mendengar adzan. Tetapi jika adzan sudah selesai dikumandangkan, dia kembali. Ketika iqamat dikumandangkan, dia menyingkir, tetapi begitu iqamat selesai dikumandangkan, ia datang lagi. (kemudian dia membisikkan kepdaa orang yang shalat) dengan mengatakan, ‘Ingatlah ini ingatlah itu.’ Yakni sesuatu yang tadi tidak diingat oleh orang yang shalat itu, sehingga dia tidak ingat lagi berapa rakaat dia dia telah shalat (Mutafaq ‘alaih).
[2]. Dari Zaid bin Arqam, dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau berkata, “Sesungguhnya semak-semak (yang dijadikan tempat buang hajat) ada penghuninya, jadi kalau salah seorang diantara kalian ke kamar kecil, maka bacalah, ‘Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan setan lak-laki dan setan perempuan.’
[3]. H.R.Muslim dari Jabir bin Abdullah.
[4]. Hadits shahih yang diriwayatkan oleh muttafaq 'alaih, akan tetapi lafadz shanaafaat (ujung sarung) terdapat dalam hadits yang diriwayatkan ath-Thabrani, sedangkan Malik menggunakan redaksi shanafaat tsaubih (ujung bajunya). Riwayat sebagaimana hadits di atas adalah ujung  dari hadits ath-Thabrani dari Abu Hurairah r.a.
[5]. Shalat Fajar, yakni shalat sebelum shubuh, berdasarkan sabda Rasulullah saw.yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah r.a. , dikatakan: “ Dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar