Senin, 17 Agustus 2015

Jenis-Jenis Shalat Sunnah Harian; Rawatib, Dhuha, Qabliyah Ashar, Maghrib dan isya'

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Shalat sunnah adalah semua shalat yang dikerjakan di luar shalat yang difardhukan. Shalat sunnah disebut shalat nawaafil atau shalat naafilah.
Rasulullah saw. selalu mengerjakan shalat sunnah baik di siang hari maupun di malam hari. Semua shalat sunnah yang dikerjakan itu adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan tambahan pahala yang lebih banyak. Dan juga untuk menambah ketaqwaan kepada Allah swt.
Shalat sunnah merupakan pelengkap shalat fardhu, artinya shalat sunnah pahalanya menambah/melengkapi pahala shalat fardhu. Ibarat dalam suatu bangunan, shalat fardhu sebagai rumahnya, sedangkan shalat sunnahnya sebagai perlengkapannya, seperti kursi, meja dan sebagainya. Karena itu, shalat shalat sunnah ini sangat baik dan penting dikerjakan oleh semua kaum muslimin dan muslimat.


Beberapa Jenis dan Definisi Shalat Sunnah

1. Shalat Sunnah Rawatib
Shalat Rawatib adalah salat sunah yang dilakukan sebelum atau sesudah salat lima waktu. Shalat yang dilakukan sebelumnya disebut shalat qabliyah, sedangkan yang dilakukan sesudahnya disebut shalat ba'diyah.
Shalat sunah rawatib ini terbagi dua bagian, yaitu sunah muakkad dan sunah ghairu muakkad. Salat sunah rawatib muakkad amat besar kemuliaannya dan dijanjikan ganjaran yang besar apabila menunaikannya. Shalat sunat rawatib ghairu muakkad kurang sedikit kemuliaannya berbanding dengan shalat sunat muakkad
Rasulullah saw. bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلَّا بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
"Tidaklah seorang Muslim mengerjakan shalat sunnah setiap hari 12 raka'at karena Allah, melainkan Allah pasti akan membangunkan sebuah rumah baginya di Surga atau dibangunkan baginya sebuah rumah di Surga." [1].
Rinciannya sebagai berikut:
   a. 4 Raka'at sebelum shalat Dhuhur dan 2 raka'at setelahnya.
   b. 2 Raka'at setelah shalat Maghrib.
   c. 2 Raka'at setelah shalat Isya.
   d. 2 Raka'at sebelum Shubuh.
Wahai saudaraku tercinta, tidakkah engkau mempunyai rasa rindu untuk dibangunkan rumah di Surga ? Peliharalah nasihat yang datang dari Rasulullah saw. dengan tetap mengerjakan shalat sunnah sebanyak 12 raka'at.

2. Shalat Dhuha.
Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : ” Allah berfirman :“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya (HR.Hakim dan Thabrani).
Shalat ini sebanding dengan 360 shadaqah. Hal ini bisa terwujud karena di dalam tubuh manusia ada 360 sendi (persendian) [2]. Setiap sendi tersebut membutuhkan shadaqah setiap harinya. [3]. Shadaqah bagi persendian tersebut merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah Ta'ala. Untuk mencukupi semuanya, maka dua rakaat dari shalat Dhuha sebagai sarananya.
Faedahnya:
Sebagaimana terdapat dalam shahih Muslim, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"يُصَبِّحْ عَلَى كُلِّ سُلَامِي مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ. وَكُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ. وَكُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ. وَكُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ. وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ. وَنَهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ. وَيَجْزِئُ، مِنْ ذَلِكَ، رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى"
"Setiap pagi pada tiap-tiap ruas persendian diantara kalian memiliki hak, yaitu shadaqah. Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, amar ma'ruf termasuk shadaqah, mencegah dari kemunkaran termasuk shadaqah, maka yang mencukupi demikian itu adalah shalat Dhuha dua rakaat."[4].
Juga berdasarkan riwayat Abu Hurairah r.a., bahwasanya ia berkata : 
أَوْصَانِيْ خَلِيْلِيْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ: بِصِيَامٍ ثَلَاثَةٍ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ. وَرَكْعَتِي الضُّحَى. وَأَنْ أُوْتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ
"Aku telah diberikan nasihat oleh kekasihku  (Rasulullah saw.) dengan tiga hal, yaitu berpuas tiga hari (13, 14 dan 15) pada setiap bulan (Hijriyah), dua raka'at shalat Dhuha, dan shalat witir sebelum aku tidur."[5].
Waktu shalat Dhuha adalah mulai dari 1/4 jam setelah terbitnya matahari sampai kurang dari 1/4 jam sebelum shalat Dhuhur. Waktu yang paling utama untuk menunaikannya adalah ketika terik matahari mulai menyengat. [6]
Jumlah raka'atnya minimal dua raka'at, sedangkan jumlah maksimalnya delapan raka'at. Ada pendapat lain bahwa jumlah maksimal raka'at Dhuha tidak ada batasannya.

3. Shalat sunnah sebelum 'Ashar
Para ulama terbagi dua dalam menghukumi shalat sunat sebelum ashar ini. Ada yang menyatakan sunat ghoir muakkad dan ada yang menyatakan sunat muakkad.  Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni menyatakan bahwa shalat sebelum ashar tidak termasuk sunat muakkad, sehingga tidak termasuk dalam kategori shalat sunat rawatib. Sedangkan pendapat kedua adalah pendapat Imam Ghazali yang dikutip oleh Al Munawi dalam kitab Faidhul Qadir yang menyatakan bahwa shalat sunat sebelum ashar termasuk sunat muakkad yang dianjurkan untuk selalu mengerjakannya.
Jumlah rakaatnya. 
Shalat sunat sebelum ashar bisa dikerjakan sebanyak 2 rakaat atau dikerjakan sebanyak 4 rakaat. Ulama fiqih berbeda pendapat tentang cara pelaksanaannya yang 4 rakaat. Ada yang mengerjakan 4 rakaat sekaligus dengan satu salam. Imam Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa pengerjaannya dengan 2 rakat - 2 rakaat, 2 salam.
Rasulullah saw. bersabda:
Dalam Sunan Tirmidzi : 395.
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ ضَمْرَةَ عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي قَبْلَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ
Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Ishaq dari 'Ashim bin Dlamrah dari Ali 'alaihi salam, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengerjakan shalat (sunnah) dua raka'at sebelum Ashar.(HR. Abu Daud : 1080).
Juga sabda Rasulullah saw.
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا 
"Semoga Allah memberi rahmat kepada seseorang yang shalat sunnah sebelum 'Ashar empat raka'at." [7].

4. Shalat sunnah sebelum Shalat Maghrib.
Apakah ada shalat sunnah sebelum Maghrib, selain shalat tahiyyatul masjid?
Shalat sunnah yang dilakukan sebelum Maghrib, selain shalat tahiyyatul masjid, adalah termasuk shalat sunnah mutlak yang berpahala. Namun ini tidak termasuk shalat sunnah rawatib.
Rasulullah saw. bersabda:
ﺻﻠﻮﺍ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ﺻﻠﻮﺍ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﻟﻤﻦ ﺷﺎﺀ
"Shalatlah sebelum shalat Maghrib." Pada ucapan yang ketiga beliau menambahkan: "Bagi siapa yang mau,"[8].

5. Shalat sunnah sebelum Shalat 'Isya.
Dianjurkan bagi kita untuk saolat sunnah sebelum isya, karena keumuman sabda Rasulullah
ﺑَﻴْﻦَ ﻛُﻞِّ ﺃَﺫَﺍﻧَﻴْﻦِ ﺻَﻠَﺎﺓٌ، ﺑَﻴْﻦَ ﻛُﻞِّ ﺃَﺫَﺍﻧَﻴْﻦِ ﺻَﻠَﺎﺓٌ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺜَﺔِ: ﻟِﻤَﻦْ ﺷَﺎﺀَ
"Diantara dua adzan ada shalat, diantara dua adzan ada shalat," Pada ucapan ketiga, beliau bersabda: "Bagi siapa yang mau." (Muttafaq 'alaih).[9].
Imam Nawawi berkata: "Yang dimaksud dengan dua adzan adalah adzan  dan iqamat."
Jumlah rakaatnya boleh 2 atau 4 atau lebih karena kata sholat di dalam hadist tersebut nakirah (belum jelas) sehingga mencakup semua bilangan sholat sunnah yang diniatkan baik dua rakaat, atau empat, atau lebih, sebagaimana perkataan Ibnu Hajar Al-‘Asqalany di dalam Fathul Bary (2/107).
Namun perlu diketahui bahwa sunnah qabliyyah Isya’ ini meski dianjurkan, tapi dia tidak termasuk rawatib yang tercantum dalam hadist Ummu Habibah:
ما من عبد مسلم يصلي لله كل يوم ثنتي عشرة ركعة تطوعا غير فريضة إلا بني الله له بيتا في الجنة أو إلا بني له بيت في الجنة
“Tidaklah seorang hamba muslim sholat sunnah selain fardhu 12 rakaat setiap harinya untuk Allah, kecuali Allah akan membangun baginya surga atau kecuali akan dibangun baginya rumah di dalam surga.(HR. Muslim).
Kemudian diterangkan perinciannya di dalam riwayat At-Tirmidzy:
من صلى في يوم وليلة ثنتي عشرة ركعة بني له بيت في الجنة أربعا قبل الظهر وركعتين بعدها وركعتين بعد المغرب وركعتين بعد العشاء وركعتين قبل صلاة الفجر
“Barangsiapa shalat 12 rakaat dalam sehari semalam maka akan dibangun baginya rumah di dalam surga: 4 rakaat sebelum dhuhur, 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya, dan 2 rakaat sebelum subuh.(HR. At-Tirmidzy dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                   ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                    
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
Lebih dari 1000 Amalan Sunnah dalam Sehari Semalam, hal. 34-38, Khalid al-Husainan, Pustaka Imam Syafi'i.
***
[1]. H.R. Muslim (no. 728).
[2]. Lihat Shahih Muslim (1007) dalam kitab az-Zakaab bab Bayaanu annalsmash Shadaqah  Yaqa'u 'ala kulli Nau'in minal Ma'ruuf.
[3]. Berdasarkan hadits Rasulullah saw. menyebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Manusia memiliki 360 sendi dalam tubuhnya. Hendaknya ia bersedekah untuk semua sendi tersebut." Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Kitab al-Adab bab Imaathatul Adzaa 'anith Thariq no. 5242  dan Ahmad (5/354), disahihikan oleh Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud (3/984) dan dalam Irwaaul Ghalil (2/213).
[4]. H.R. Muslim (720).
[5]. H.R. Bukhari (1981) dan Muslim (721).
[6]. Berdasarkan hadits Rasulullah saw "Shalat orang-orang khusu' beribadah adalah ketika anak-anak unta (fishal) kepanasan." (H.R. Muslim (748).
[7]. H.R.Abu Daud (1271) dan Tirmidzi (430), Dihasankan oleh Syaikh Albani.
[8]. H.R. Bukhari (1183 dan 7368).
[9]. H.R. Muslim (1163).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar