Kamis, 27 Agustus 2015

Beberapa Adab Dan Amalan Sunnah Dalam Shalat

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Di dalam ibadah shalat (fardhu dan sunnah) ada yang dimaksud dengan Rukun dan Sunah Shalat. Dan kedua-duanya harus diakukan dalam sebagai syarat dari pelaksanaan shalat. Rukun shalat ialah semua aktivitas yang kita lakukan di dalam shalat. Apabila kita tinggalkan, baik sengaja maupun tidak sengaja, dapat membatalkan shalat dan tidak bisa digantikan dengan sujud sahwi.
Adapun sunnah shalat, hukumnya tidak wajib dilakukan oleh orang yang shalat, tetapi jika ia melakukan semuanya atau sebagiannya maka ia akan mendapatkan pahala, sedangkan orang yang meninggalkan semuanya atau sebagiannya maka tidak ada dosa baginya, sebagaimana pembicaraan tentang sunnah-sunnah yang lain (selain sunnah shalat). Namun seharusnya bagi seorang mukmin untuk melakukannya sambil mengingat sabda Rasulullah saw.:Wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafaa` Ar-Raasyidiin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian.(HR. At-Tirmidziy dari Al-’Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu). 
Juga hadits Rasulullah saw.:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR.Bukhari no.6705, Ad-Darimi no.1225  dari Malik bin Al Huwairits r.a.)
Ketahuilah bahwa sunnah-sunnah shalat itu ada dua macam:1. Sunnah-sunnah perkataan2. Sunnah-sunnah perbuatan.


A. Sunnah-Sunnah Berupa ucapan:

1. Do'a Iftitah. Yaitu ucapan setelah Takbiratul Ikhram.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ
"Mahasuci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu, Mahaberkah atas Nama-Mu, Mahatinggi kebesaran-Mu, tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Engkau." [1].
Lafadz do'a Iftitah lainnya, yaitu:
َللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ
"Ya Allah, jauhkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan es, air dan embun."[2].
Pilihlah salah satu dari kedua do'a Iftitah tersebut.
2. Berta'awwudz sebelum membaca Al-Fatihah dengan mengucapkan: 
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk." [3].
3. Membaca basmalah, yaitu ucapan:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
"Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang."
4. Mengucapkan aamiin setelah selesai membaca surat Al-Fatihah. (setelah وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ).
5. Membaca surat setelah Al-Fatihah di dua raka'at yang pertama pada shalat Shubuh, Jum'at, Maghrib dan shalat wajib yang empat raka'at, serta pada shalat sunnah yang dikerjakan sendirian. Sedangkan bagi makmum pada shalat berjama'ah, maka ia membacanya ketika sedang mengerjakan shalat sirriyyah (suara dipelankan pada shalat Zhuhur dan 'Ashar). Pada shalat jahriyyah (suara dinyaringkan pada shalat Maghrib, 'Isya dan Shubuh), maka tidak membacanya (karena bacaannya sudah diwakilkan oleh bacaan imam). 
6.Membaca:
مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ اْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ. أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ. اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
"Pujian sepenuh langit dan bumi dan sepenuh yang ada diantara keduanya, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu, Wahai Rabb yang layak dipuji dan diagungkan, Yang paling berhak dikatakan oleh seorang hamb dan kami seluruhnya adalah hamba-Mu, Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, tiada berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemilknya dari (siksa-Mu.")[4].
Do'a ini dibaca setelah bangun dari ruku' yaitu setelah membaca:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
"Wahai Rabb kami, segala puji hanya milik-Mu"
7. Membaca tasbih lebih dari satu kali ketika ruku' dan sujud.[5].
8. Banyak membaca do'a ini ketika duduk diantara dua sujud:
رب اغفر لي
"Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku."[6].
9. Berdo'a ketika selesai membaca tasyahud akhir.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ  ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan fitnah (setelah) kematian, serta dari kejahatan fitnah al-Masih Dajjal." [7].
Disunnahkan untuk tidak mempersingkat bacaan tasbih ketika sujud, namun menambahkan do'a dalam sujud tersebut bila mau. Hal ini berdasaarkaan hadits Rasulullah saw.
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
"Saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud (kepada Rabbnya), maka perbanyaklah do'a dalam sujud kalian." [8].
Dan ada pula do'a-do'a lain. Bagi yang ingin mengetahui silakan lihat pada kitab Hishnul Muslim karya al-Qathani. [9].
Setiap sunnah dalam shalat yang berupa ucapan dilakukan setiap raka'at, kecuali pada do'a iftitah dan do'a setelah tasyahhud. Apabila sunnah-sunnah yang berupa ucapan dalam shalat lima waktu dikumpulkan, maka akan didapat sebanyak 136 sunnah dalam  17 raka'at diantaranya ada 8 sunnah yang pelaksanaannya berulangkali dalam setiap rakaat. 
Apabila dikumpulkan dalam shalat nafilah (sunnah) yang berjumlah 25 raka'at sebagaimana keterangan yang ada pada pembahasan shalat sunnah yang dilakukan dalam sehari semalam, maka akan didapatkan sunnah yang dapat diterapkan berjumlah 175 kali. Dan terkadang akan bertambah banyak manakala seorang muslim menambahnya dengan melakukan shalat malam dan shalat Dhuha.
Sedangkan sunnah-sunnah yang berupa ucapan yang hanya berulang satu kali yaitu:
   - Do'a istiftah.
   - Do'a setelah tasyahud akhir.
Maka, jika dua sunnah tersebut dikumpulkan dalam shalat wajib, jumlahnya adalah 10 sunnah, sedangkan bila diterapkan dalam shalat-shalat sunnah yang dilakukan sehaari semalam, maka akan berjumlah 24 sunnah. Dan terkadang akan bertambah semakin banyak manakala seorang Muslim mengerjakan shalat sunnah yang lain, seperti shalat malam, shalat Dhuha atau shalat Tahiyyatul Masjid. Dengan begitu, semakin bertambah penerapan sunnah-sunnah yang berulang sekali (dalam shalat wajib/sunnah), secara otomatis makin bertambah pula pahala dan kesungguhan untuk berpegang teguh kepada sunnah.


B. Sunnah-Sunnah Berupa Perbuatan.

  1. Mengangkat kedua tangan bersamaan dengan ucapan takbir [10].
  2. Mengangkat kedua tangan ketika ruku'. [11].
  3. Mengangkat kedua tangan ketika bangun dari ruku'. [12].
  4. Mengangkat kedua tangan ketika berdiri menuju raka'at yang ketiga dalam shalat yang mempunyai dua kali tasyahud.
  5. Ketika mengangkat kedua tangan dan menurunkannya secara bersamaan, sebagaimana pada keempat point di atas, hendaklah jari-jemari salaing merapat antara satu dengan yang lainnya.
  6. Jari jemari tersebut dibuka, dan arah telapak tangan dihadapkan ke arah kiblat.
  7. Jari-jemari tersebut diangkat hingga sejajar dengan kedua bahu atau sejajar dengan kedua telinga. [13].
  8. Ketika bersedekap, meletakkan tangan kanan (di atas) tangan kii atau tangan kanan menggenggam di atas pergelangan tangan kiri.[14].
  9. Memandang ke tempat sujud.
  10. Merenggangkan kedua kaki dengan jarak yang secukupnya (sejajar bahu).
  11. Membaca al-Qur'an dengan tartil dan merenungkan (makna) bacaan.
B.1. Sunnah-Sunnah dalam Ruku'
1. Menggenggam kedua lutut dengan kedua tangan dalam keadaan jari-jemari merenggang ketika ruku' [15].
2. Meratakan punggung ketika ruku [16].
3. Memposisikan kepala ke depan (sejajar) punggung, tidak  menunduk atau mendongak (mengangkat kepala).
4. Merenggangkan siku kedua lengan dari kedua sisi tubuhnya. [17], [18].

B.2. Sunnah-Sunnah dalam Sujud.
1. Menjauhkan kedua tangan dari kedua sisi tubuh. [19].
2. Menjauhkan perut dari kedua paha. [20].
3. Menjauhkan kedua paha dari kedua betis.
4. Memisahkan kedua lutut ketika sujud.
5. Menegakkan kedua kaki.
6. Menempelkan kedua telapak tangan di lantai.
7. Kedua kaki saling menempel ketika sujud.
8. Meletakkan kedua tangan sejajar dengan kedua bahu atau kedua telinga. [21].
9. Membentangkan kedua tangan.
10. Merapatkan jari-jemari.
11. Menghadapkan jari-jemari ke arah kiblat.

B.3.Sunnah-Sunnah dalam duduk diantara dua sujud.
Duduk diantara dua sujud memiliki dua cara, yaitu:
1). Duduk iq'a.
     Menegakkan kedua kaki dan duduk di atas tumit. [22].
2). Duduk iftirasy.
     Yaitu menegakkan telapak kaki kanan dan menghamparkan telapak kaki kiri dalam tasyahhud awal (dengan melipat/membengkokkan kaki kiri, kemudian duduk di atasnya dan menegakkan telapak kaki kanan).
Rasulullah saw. memanjangkan duduk tersebut hingga ada yang menyangka bahwa beliau telah lupa.
Duduk istirahat,  yaitu duduk sejenak yang tidak ada dzikir di dalamnya dan posisi duduk ini berlaku ketika selesai sujud yang kedua pada rakaat pertama dan kedua.

B.4. Sunnah-sunnah dalam Tasyahud akhir.
Tasyahud yang kedua mempunyai tiga cara, yaitu:
1). Menegakkan telapak kaki kanan dan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis yang kanan dan duduk menempel lantai (punggung telapak kaki kiri menempel lantai).
2). Seperti posisi yang pertama tetapi tidak menegakkan kaki kanan (mendatarkannya) menghadapnya sama dengan kaki kiri.[23].
3). Menegakkan kaki kanan dan memasukkan kaki kiri di antara betis kanan dan paha.
Adapun sunnah-sunnah yang lainnya dalam tasyahud akhir yaitu:
1. Meletakkan kedua tang di atas kedua paha, (tangan kanan di atas paha kanan dan tangan kiri di atas paha kiri, dengan meluruskan jari-jemari yang dirapatkan).
2. Mengacungkan telunjuknya ketika memulai tasyahud, dari awal sampai selesainya seraya mengarahkan pandangan ke telunjuk.
3. Menengok ke kanan, kemudian ke kiri ketika salam.
Dalam sunah-sunnah tersebut terdapat 25 sunnah yang berupa perbuatan, maka apabila dikumpulkan dalam shalat wajib akan didapatkan 425 sunnah. 
Terkadang seorang Muslim dapat melakukan sunnah lebih banyak lagi. Apabila menambah jumlah rakaat shalatnya dalam shalt Dhuha dan shalat malam, maka akan semakin banyak pula penerapan sunnah-sunnah tersebut.
Terdapat sunnah-sunnah berupa perbuatan yang dilakukan satu atau dua kali , yaitu:
1). Mengangkat tangan ketika takbiratul ikhram.
2). Mengangkat tangan ketika hendak masuk raka'at ketiga pada shalat yang mempunyai dua kali tasyahud.
3). Mengacungkan telunjuk ketika tasyahud dari awal hingga selesai, baik pada tasyahud awal maupun tasyahud akhir.
4). Menengok ke kanan, lalu ke kiri ketika salam.
5). Duduk istirahat sebanyak dua kali, pada raka'at pertama dan ketiga dalam shalat empat raka'at. Hanya berulang sekali pada shalat fardhu yang lain (Shubuh dan Maghrib) dan juga pada shalat-shalat sunnah.
6). Duduk tawarruk.
Yaitu duduk dengan menegakkan telapak kaki kanan dan memposisikan telapak kaki kiri di bawah betis kanan, dan duduk menempel tanah (lantai)(punggung telapak kaki kiri menempel di tanah).
Duduk ini dilakukan ketika tasyahud akhir paada shalat yang mempunyai dua tasyahud (awal dan akhir).

Tadzkirah !!!
Wahai saudaraku, bersungguh-sungguhlah untuk menghiasi shalatmu dengan sunnah-sunnah Rasul yang berupa perkataan maupun perbuatan hingga pahalamu semakin banyak dan semakin tinggi kedudukanmu di sisi Allah.
Ibnul Qayyim berkata: "Seorang hamba memiliki dua kedudukan di hadapan Allah. Kedudukan pertama adalah kedudukannya di hadapan Allah ketika ia shalat. Kedudukan kedua adalah kedudukannya di hadapan Allah pada hari perjumpaan. Barangsiapa menunaikan kedudukan pertama dengna benar, maka ia patut mendapatkan kedudukan kedua di akhirat. Barangsiapa yang meremehkan kedudukan tersebut dan tidak menunaikan haknya, maka ia telah mempersempit kedua kedudukan tersebut di negeri akhirat."
Seberkan !!! insyaallah bermanfaat.
                       ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                    
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
Lebih dari 1000 Amalan Sunnah Sehari Semalam hal. 44-57, Khalid l-Husainan, Pustaka Imam Syafi'i.
***
[1]. H.R. Ahmad (3/50), Tirmidzi (242), Abu Daud (775), an-Nasa'i (2/132) dan Ibnu Majah (804).
[2]. H.R. Bukhari (744), Muslim (548), Abu Daud (781) dan an-Nasa'i (2/1290 dan Ibnu Majah (805).
[3]. Lihat al-Kalimah Thayyib (130).
[4]. H.R. Muslim (471 dan 477).
[5]. H.R. Tirmidzi (I/83).
[6]. H.R. Abu Daud (847).
[7]. H.R. Bukhari (2/102) dan Muslim (588).
[8]. H.R. Muslim (482), Abu Daud (875) dan an-Nasa'i (2/226).
[9]. Atau buku Do'a dan Wirid, Mengobati guna-guna dan Sihir Menurut Al-Qur'an dan as-Sunnah, oleh Yazid bin 'Abdul Qadir Jawas.
[10]. Lihat Shifatu Shalatin Nabiyyi saw. hal 87 oleh syaikh Albani
[11]. Ibid (hal. 128).
[12]. ibid.
[13]. Ibid (hal. 87).
[14]. Ibid (hal. 88).
[15]. H.R. Abu Daud (809).
[16]. Lihat Shifatu Shalaatin Nabiyy saw. (hal. 130).
[17]. ibid.
[18].Beliau saw. menjauhkan dan membengkokkan kedua sikunya dari kedua sisi badannya (H.R. Tirmidzi dan dishahihkan oleh IBnu Khuzaimah).
[19].H.R. Abu Ya'la dalam musnadnya (no. 284/2) dengan sanad yang jayyid dan ibnu Khuzaimah (I/79) dengan sanad yang shahih.
[20].H.R. Ahmad (5/424), Abu Daud (730), Tirmidzi (260), dan Ibnu Majah (1062).
[21].Lihat Shifatu Shalaatin Nabiyy saw. (hal. 141).
[22]. Berdasarkan hadits Rasulullah saw.
[23]. Shifatu Shalaatin Nabiyyi saw. hal. 181.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar