Selasa, 04 Agustus 2015

Apakah Jin Bisa Dilihat dan Berinteraksi Dengan Manusia ?

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Manusia seringkali secara keliru meyakini tentang buruknya rupa jin, dan bahwasanya bentuknya sangat menakutkan, bertaring, mata merah, memiliki ekor seperti binatang, dst, dst. Ini sekedar gambaran yang membuat manusia menjadi takut tidak karuan. Setan memang memiliki rupa yang buruk, berbeda dengan jin Muslim yang diberi bentuk yang baik oleh Allah SWT.
Prinsipnya melihat jin itu tidak bisa dilakukan, sepanjang jin tersebut berada dalam sosoknya yang hakiki, dan tidak menyerupakan diri dalam bentuk yang lain, yakni mengambil bentuk meteriel, sekalipun hal itu sangat mungkin bisa dilakukan oleh para nabi sebagai suatu mukjizat, atau bagi orang yang dianugerai oleh Allah kemampuan untuk itu. Juga bisa saja hal itu dilakukan   oleh orang yang ditempatkan oleh Allah dalam suatu kondisi tertentu yang memungkinkan dia dapat melakukannya, atau yang menempatkan dirinya dalam posisi tertentu yang memungkinkan terjadinya hal seperi itu.

1. Secara Prinsip Jin Tidak Bisa Dilihat

Allah SWT. Berfirman: 
يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفۡتِنَنَّڪُمُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ كَمَآ أَخۡرَجَ أَبَوَيۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ يَنزِعُ عَنۡہُمَا لِبَاسَہُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوۡءَٲتِہِمَآ‌ۗ إِنَّهُ ۥ يَرَٮٰكُمۡ هُوَ وَقَبِيلُهُ ۥ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَہُ
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. (QS Al-A'raf : 27).
  1. Imam Qurthuby dalam tafsirnya mengatakan bahwa sebagian ulama berpendapat bahwa dalam ayat ini terdapat dalil bahwa jin itu tidak bisa dilihat, berdasarkan firman Allah: dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Akan tetapi sebagian lainnya mengatakan bisa. Sebab, jika Allah menghendaki memperlihatkan mereka , maka Dia mengampakkan tubuh mereka, sehingga dapat dilihat.
  2. An-Nuhaas mengatakan bahwa firman Allah tersebut menunjukkan bahwa jinn ini tidak bisa dilihat, kecuali pada masa Nabi. Sebab, hal itu merupakan bukti kenabian beliau. Yang demikian itu disebabkan karena Allah SWT. Menciptakan mereka dalam bentuk ciptaan yang memang tidak bisa dilihat. Akan tetapi ketika mereka dialihkan dari bentuknya yang asli, dan yang demikian itu hanya merupakan mukjizat pada masa para nabi, maka mereka bisa dilihat.
  3. Al-Qusyairi mengatakan: "Allah SWT. memberlakukan adat bahwa anak-cucu Adam tidak dapat melihat setan sekarang ini (di dunia),   dan dalam sebuah riwayat disebutkan, 'Setan berjalan dalam tubuh anak-cucu Adam bersamaan dengan aliran darah. "[1 ].
  4. Al-Baihaqi meriwayatkan dalam Manaaqib Asy-Syaafi'I dengan sanad dari Ar-Rabi',katanya: "Saya mendengar Ady-Syafi'I berkata," Barangsiapa mengklaim dirinya melihat jin, maka kami menganggap syahadatnya telah batal, kecuali jika ia seorang nabi ."[2].
  5. Ibnu Hazm Azh-Zhahiri ketika mengatakan, "Mereka (jin) bisa melihat kita, tetapi kita tidak bisa melihat mereka, sebab Allah SWT. Telah berfirman: Seungguhnya dia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka "( QS Al-A'raf: 27). Kalau Allah telah memberitakan pada kita bahwa kita tidak dapat melihat mereka, maka barangsiapa yang mengklaim diri terlah melihat mereka, maka dia telah berdusta, kecuali kalau dia memang seorang nabi. Sebab, bagi para nabi, melihat jin adalah suatu mukjizat, sebagaimana yang ditetapkan oleh Rasulullah saw., Bahwa beliau juga digoda setan dalam upayanya menggagalkan shalat beliau. [3].

2. Situasi dan Kondisi yang Memungkinkan Manusia Bisa Melihat Jin (?)

Jin Muslim narasumber buku "Dialog dengan Jin Muslim" dalam permasalah ini mendukung pendapat Imam Asy-Syaukani yang mengatakan bahwa: "Sebagian ulama menggunakan ayat ini (Q.S.Al-A'raf: 27) sebagai dalil bahwa melihat setan itu tidak mungkin. Padahal dalam ayat tersebut tidak ada sinyal yang menyatakan demikian. Pengertian ayat tersebut adalah bahwa Iblis melihat kita dari tempat yang kita tidak melihatnya, dan bukan berarti bahwa kita tidak bisa melihatnya untuk selamnya. Tak terlihatnya mereka oleh pandangan kita saat mereka melihat kita, sama sekali tidak mengharuskan ketidakmungkinan setan atau jin untuk dilihat. "[4].
Menurut Jin Muslim si narasumber, manusia masih mungkin dapat melihat jin pada kondisi dan situasi pengecualian sebagai berikut:
1. Jin menampakkan diri dalam bentuk yang bisa dilihat.
2. Si manusia dalam kondisi sihir atau minum air sihir.
4. Situasi dan kondisi tertentu yang merangsang jin menampakkan diri.


3. Sihir, Teluh, Pelet dan Kesurupan Pengantar Interaksi

Setelah sebelumnya dijelaskan bahwa manusia dapat melihat jin manakala si jin menghendaki, maka peluang kedua manusia dapat melihat jin adalah dengan jalan sihir. Pengaruh sihir atas diri seseorang  Mengacu pada dua unsur dasar yang mengalir dalam hidupnya, yaitu: darah dan air. Kedua unsur tersebut merupakan dua sebab yang menimbulkan aktivitas, gerak, dan diamnya. Kepada kedua unsur itulah bergantung kesehatan, kekuatan, akal, dan hal-hal lain yang ada pada dirinya. Dua unsur dalam tubuhnya itu merupakan unsur yang dapat menimbulkan perubahan, peningkatan dan penurunan dirinya. Setiap kemerosotan yang terjadi  pada kedua unsur ini, pasti akan menimbulkan keguncangan dan menyebabkan sakit. Kalau salah satu diantara keduanya mengalami ketidak-seimbangan, maka ia akan melahirkan kekacauan, yang akan berpengaruh terhadap tindakan orang tersebut. Setan dengan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya, paham betul tentang apa yang bermanfaat dan membahayakan kedua unsur tersebut. Dengan segala daya tarik yang adal dalam diri kita, maka setan atau jin dapat menggunakan daya tarik tersebut untuk mempengaruhi salah satu diantara kedua unsur tadi, atau bahkan kedua-duanya.

4. Penjelasan Dari Buku Dialog Dengan Jin

Bahwa dalam kondisi sihir atau minum air sihir, manusia bisa melihat jin dalam sosoknya yang biasa dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tetapi hendaknya manusia selalu ingat akan ucapan Nabi Muhammad saw. Yang mengatakan : "Barangsiapa melakukan sihir, maka dia telah kafir.” Ada orang yang menjual dirinya kepada setan, lalu dengan itu berusaha menguasai orang lain, menghancurkan kehidupannya atau menguasai dan mengendalikan keadaannya. Misalnya dengan membuat rugi perdagangannya, memikat isterinya, atau membuat gelisah pikirannya sehingga dia tidak bisa tenang dan tidak pula bisa  tidur. Diantara mereka, ada yang berlaku demikian jahat dengan meminumkan air yang sudah diberi mantera dengan mantra-mantra setan kepada korbannya. Ketika air itu telah memasuki tubuh korban, maka ia membentuk semacam “pusat” magnet yang menarik setan-setan masuk ke dalam tubuhnya. Kalau sudah begitu, maka si korban seakan-akan lubang tanpa penjaga yang bisa diamasuki setan kapan saja dia mau. Air tersebut sangat aneh. Ia bisa mengundang setan-setan, seakan-akan undangan untuk kenduri.”  Setan biasanya masuk lewat anus, sebagian lagi lewat mulut.

Bagaimana Proses Bisa Melihat Jin-nya ?

Manusai bisa melihat jin melalui pengaruh air sihir, yang memberikan kemampuan kepada mata manusia di atas kemampuannya yang biasa, sehingga bisa melihat jin. Pengaruh air sihir terhadap mata atau indera orang yang tersihir demikian hebat, dan pada derajat yang sulit manusia bayangkan. Kegoncangan yang demikian hebat pada susunan fisik orang yang tersihir inilah yang memberikan kekuatan kepada dirinya untuk melihat, mendengar dan memudahkan setan untuk mempengaruhinya. Tetapi tidak semua orang yang tersihir atau meminum air sihir bisa seperti itu, kecuali orang yang  diminumi air sihir yang disertai kekuasaan setan, dalam arti bahwa ia akan berubah bentuk menjadi setan laki-laki dan setan perempuan, atau lebih dari itu. Ketika setan sudah keluar dari tubuh orang yang disurupinya, lalu dia kembali sadar, maka dia bisa melihat setan atau sejumlah setan di depan matanya.
Jika sihir tidak disertai dengan penguasaan setan atas dirinya, maka orang yang tersihir itu tidak akan bisa melihat setan. Akan tetapi bila sihir itu berlalu terhadapnya, maka keadaan dirinya berubah menjadi tidak semestinya. Dia tidak akan bisa kembali kepada keadaannya semula, kecuali jika Allah memberikan pertolongan-Nya dengan menghancurkan pengaruh sihir tadi. 
Allaahu a'lam.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                     
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber: 
Buku Dialog dengan Jin Muslim, Muhammad Isa Daud, hal.29-39, Penerbit: Pustaka Hidayah.
Keterangan: Tulisan dengan warna huruf blok kuning adalah pengakuan dari jin Muslim; untuk membedakannya dengan keterangan dari Al-qur'an, Sunnah atau penjelasan ulama dan yang lain-lain. Harapannya agar pegakuan itu diteliti dan ditimbang-timbang tingkat kebenarannya.
***
[1]. Tafsir Qurthuby, hal.  2622.
[2]. Dikemukakan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fat-h al-Baryy, juz VI, hal. 396.
[3]. Muhammad ibn Hazm Azh-Zhuhri, Al-Fahdi fi Al-Milal wa An-Nihal, Juz V hal. 12.
[4]. Tafsir Fat-h Al-Qadir, Al-Bab Al-Halabi, juz II, hal. 197.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar