Kamis, 23 Juli 2015

Kisah Hafalan Al-Qur'an Seorang Anak Yang Menyadarkan Bapaknya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Kisah Hikmah

1.Jum'at Yang Berkesan

Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak shalat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru-buru turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang…
Karena terlambat saya jadi tidak tahu siapa nama Khatibnya saat itu.. sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khatib dari layar lebar yang di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khatibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan... tutur katanya lembut namun tegas… dari penampilannya yang menarik tersebut ...saya jadi penasaran..apa kira-kira isi khotbahnya
Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan... banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)... bahkan ada yang sampai tersedu sedan... Weleh2..sampai segitunya ya... lalu apa sih isi ceramahnya... koq kayaknya amazing bingitzz…

2. Kisah Seorang Anak Bernama Umar

Dengan gaya yang menarik Sang Khatib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar.. .dia anak pengusaha sukses yang kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta...tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal.., tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yang sukses mengikuti jejaknya...
Suatu hari isterinya memberitahu kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.., “Waduuuh saya sibuk ma... kamu aja deh yang datang..” begitu ucap si ayah kepada isterinya.l. bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya... sedang anak2 yang lain selalu didampingi ayahnya…
Nah karena diancam isterinya... akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah-ogahan... Father’s day adalah acara yang dikemas khusus dimana anak-anak saling unjuk kemampuan di depan ayah-ayahnya... Karena ayah si Umar ogah-ogahaan maka dia memilih duduk di barisan paling belakang... sementara para ayah yang lain (terutama yang muda-muda) berebut duduk di barisan depan agar bisa menyemangati anak-anaknya yang akan tampil di panggung…
Satu persatu anak-anak menampilkan bakat dan kebolehannya masing-masing... ada yg menyanyi..menari... membaca puisi.. pantomim.. ada pula yang pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yang gegap gempita dari ayah-ayah mereka… tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kepada gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Arief pun dipanggil ke panggung…
“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya… ”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah...” lalu si Umar mulai melantunkan Q..S An-Naba’ tanpa membaca mushhafnya (hapalan)...dengan lantunan irama yang persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…
Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yang mendayu-dayu… termasuk ayah si Umar yang duduk dibelakang… ”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna... sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umar pun membaca ayat 9… ”Stop, coba sekarang baca ayat 21... lalu ayat 33...” Setelah usai Umar membacanya…. lalu kata pak Arief: “Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”... si Umar pun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”...
“Subhanallah…. kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…. para hadirin yang muslim pun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Arief bertanya kepada Umar: ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, ....sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…
Begini pak guru… waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak... bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW:”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).


3. Sadarnya Sang Ayah

“Pak guru... saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak... sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya...” Semua orang terkesiap dan tidak bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tersebut, tiba-tiba terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…
Ternyata dia ayah si Umar..yang dengan ter-gopoh-gopoh langsung menubruk sang anak... bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yang selama ini tidak pernah memperhatikanmu... tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama... apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak… ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat -kelak… ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil menangis ter-sedu-sedu…subhanallah...
Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ah pun terpana... dan juga mulai meneteskan airmatanya... termasuk saya... diantara jama’ah pun bahkan ada yang tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru...
Entah apa yang ada dibenak jama’ah yang menangis itu... mungkin ada yang merasa berdosa karena menelantarkan anaknya... mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anak-anaknya... mungkin menyesal karena tidak mengajari anaknya mengaji... atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yang hanya tergeletak di rak bukunya... dan semua... dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!
Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat... dan lebih sibuk dengan urusan dunia... padahal saya tahu kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, senda gurau dan sangat singkat ini... seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Am ayat 32: 
وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٌ۬ وَلَهۡوٌ۬‌ۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ‌ۗ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ 
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...
Astagfirullahal 'adziim... hamba mohon ampunan kepada Allah... Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارً۬ا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡہَا مَلَـٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ۬ شِدَادٌ۬ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At-Tahrim: 6).
Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat kita sebagai ayah dan saya pribadi....
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                       ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                    
      “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Diedit dari grup WA tanpa menyebutkan sumbernya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar