Selasa, 14 Juli 2015

Biografi Jalaluddin al-Mahally dan Jalaluddin As-Suyuthi; Penulis Tafsir Jalalain

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Tafsir Jalalain adalah salah satu dari sekian banyak kitab tafsir hasil karya tulis ulama terdahulu yang masih populer hingga sekarang. Kitab tafsir ini tergolong ke dalam kitab tafsir yang pembahasannya menjurus kepada penganalisaan segi susunan kalimat, asal-usul kata-katanya, dan segi bacaannya. Atau dengan kata lain ia merupakan kitab tafsir yang menonjolkan segi pembahasan ilmu Nahwu, sharaf, dan qira'ahnya. Hal ini karena al-Qur'an diturunkan dengan memakai bahasa Arab sehingga untuk memahaminya dengan pemahaman yang benar, orang dituntut terlebih dahulu untuk memahami faktor-faktor di atas sebagai modal dasarnya. Oleh karena itu Kitab Tafsir Jalalain ini sangat cocok untuk para pemula yang ingin mendalami tafsir al-Qur'an.
Kitab tafsir ini terdiri atas 2 jilid, masing-masing ditulis oleh seorang ulama. Mulai dari surah al-Baqarah hingga akhir surat al-Isra' ditulis oleh Jalaluddin as-Suyuthi, sedangkan mulai dari surat al-Kahi hingga surat an-Naas ditulis oleh Jalaluddin al-Mahally, demikian juga surah al-Fatihah. Oleh karenanya kitab ini dinamakan Kitab Tafsir Jalalain karena ditulis oleh dua orang yang nama depannya sama-sama "Jalaluddin."

1. Faktor yang mendorong Penulisan Tafsir Jalalain

  1. Jalaluddin as-Mahally; Motivasi beliau menulis kitab tafsir ini adalah karena adanya kemerosotan penggunaan bahasa Arab secara kaidah, akibat interaksi atau pembauran dengan bangsa-bangsa lain yang tidak berbahasa Arab seperti bangsa Persia, Turki, India dan bangsa-bangsa lain yang telah memeluk Agama Islam. Orang Arab sejak saat itu tidak memiliki dzauq yang asli, mereka yang masih berbahasa arab dengan fasih dan benar terbilang minoritas, yang mayoritas bahasanya sudah tidak sesuai kaidah yang benar. Padahal al-Qur'an ditulis dalam bahasa Arab. Beliau memuulai penulisan tafsirnya dimulai dari surat al-Kahfi hingga surat an-Naas, kemidian ia menafsirkan surat al-Fatihah,sayang sekali beliau dipanggil ke rahmatullah ketika penulisan kitab tafsirnya baru mencapai separuh al-Qur'an,  padahal kitab tafsirnya ini masih memerlukan kelanjutan demi keutuhannya.
  2. Jalaluddin as-Suyuthi. Beliau didesak oleh banyak kalangan untuk melanjutkan penulisan tafsir Imam Jalaluddin al-Mahally  tersebut. Beliau menuliskan lanjutan tafsir pendahulunya pada tahun 870 H yang konsepnya dapat diselesaikannya dalam waktu 40 hari, yaitu dari awal bulan Ramadhan tahun tersebut hingga tanggal 10 bulan Syawal, dan baru dapat diselesaikanya dengan utuh pada tahun berikutnya, yaitu tahun 871 H.

    2. Biografi Jalaluddin al-Mahally

    Nama aslinya ialah Muhammad ibnu Ahmad ibnu Muhammad ibnu Ibrahim al-Mahalli Asy-Syafi'i, dilahirkan di Mesir  pada tahun 791 Hijriyah, dan wafat pada permulaan 864 Hijriyyah.
    Beliau adalah seorang yang sungguh-sungguh menekuni berbagai ilmu agama, antar lain fiqih, tauhid, uslu fiqh, nahwu, sharaf dan mantiq. Ia berguru kepada al-Badr Mahmud al-Aqsara'i, al-Burhan aal-Bajuri, Asy-Syams al-Basati, Al-A'la al-Bukhari dan lain-lainnya. Di masanya ia merupakan seorang 'alamah terkemuka, terkenal pandai dalam pemahaman masalah-masalah agama, sehingga sebagian orang menyebutnya seorang yang memiliki pemahaman yang brillian melebihi kecemerlangan berlian. Tetapi ia sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak mampu banyak menghafal, dan sesungguhnya pemahaman yang dimilikinya tidak mau menerima kekeliruan. Ia jug terkenal seorang ulama yang saleh dan wara', konsisten kepada pemahaman salaf, dan tidak pernah berhenti dari kegiatan ber-amar ma'ruf nahi munkar, meskipun mendapat cacian orang dalam membela perkara yang haq. 
    Dalam menghadapi para pembedar dan penguasa yang dzalim, dia selalu berpegang teguh kepada kebenaran. Mereka sering datang mengunjunginya, tetapi ia tidak terpengaruh oleh mereka, bahkan mereka tidak diperkenankan masuk menemuinya. Pernah ditawarkan kepadanya jabatan qadi terbesar di negerinya, tetapi ia tidak mau menerimanya. Dia lebih suka memegang majelis tadris fiqih di al-Muayyidiyah dan al-Darquqiyyah.
    Kitab yang ditulisnya menjadi pusat perhatian banyak orang dan dijadikannya sebagai pengangan mereka dalam belajar. Kelebihannya ialah gaya bahasanya sangat ringkas, data-datanya lengkap dan terseleksi, ungkapannya fasih, uraiannya dan penyelesaiannya sangat jelas. Diantara karya tulisnya ialah Syarah Jam'ul Jawami' fil Usul, Syarah al-Minjah (Tentang fiqih Syafi'i) dan Syarah al-Waraqat (tentang ushul fikih); karya lainnya ialah tafsir ini.


    3. Biografi Jalaluddin as-Suyuthi

    Nama aslinya ialah Abul Fadl alias Abdurrahman ibnu Abu Bakar ibnu Muhammad as-Suyuthi, lahir pada bulan Rajab tahun 848 Hijriyah, wafat malam Jum'at tanggal 19 bulan Jumadil Ula tahun 911 Hijriyah. Ia seorang hafidz hadits, musnid, muhaqiq, dan telah hafal al-Qur'an weaktu berusia 8 tahun, serta telah banyak menghafal kitab karya para ulama di masanya. Orang tuanya meninggal dunia semasa ia berusia 5 tahun, lalu pengasuhannya diwasiatkan kepada sejumlah ulama, antara lain al-Kamal ibnul Hammam. Ia belajr dari banyak guru; menurut perhitungan muridnya yang bernama ad-Daudhi, guru beliau ada 51 orang, hasil karyanya lebih dari 500 buah. Ia juga seorang yang piawai dalam kecepatan menurut ad-Daudi dalam satu hari pernah beliau mampu menulis sebanyak tiga fel karya tulis.
    Ketenaran hasil karyanya tidak disangsikan lagi karena telah menyebar di seluruh kawasan Timur dan Barat serta diterima oleh banyak orang. Setelah usianya menginjak 40 tahun, beliau istirahat dari kegiatan menulisnya dan mengisi sisa usianya hanya untuk beribadah kepada Allah swt. Untuk itu beliau tinggal di Raudatul Miqyas, tidak berpindah dari sana sampai meninggal dunia.
    Semoga Allah merahmati beliau berdua, amin.
    Dalam edisi terjemahan Bahasa Indonesia, Kitab tafsir ini diproduksi dalam berbagai jilid dan tata letak yang bervariasi. Misalnya model lama terdiri dari 4 juz yang juz akhirnya memuat nasikh-mansukh disertai asbaabun-nuzul, model terbaru sudah lebih simpel dengan 2 kitab tetapi isi dan tambahannya sama persis, bentuk lebih lebar dan tebal, sampulnya seperti gambar di atas.
    Sebarkan dan raih pahala dakwah.
          ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ             
    “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
    Sumber:
    Kitab Tafsir Jalalain hal..v-vii, Penerbit SINAR BARU ALGESINDO.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar