Selasa, 07 Juli 2015

Air Zamzam; Sejarah, Khasiat, Hukum Dan Do'a Waktu Meminumnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
1. Pengertian Air Zamzam

Zamzam ialah nama sebuah telaga yang terletak di tengah-tengah Masjidil Haram yang dahulunya bersebelahan dengan makam Hambali, tetapi sekarang ini makam ini tiada lagi dan tidak jauh dari bangunan Ka'bah di Makkah kira-kira tiga puluh delapan hasta letaknya dari Ka'bah Musyarrafah atau lebih tepat lagi bersetentang dengan Hajarul Aswad yang terletak di bagian tenggara Ka'bah. Telaga ini sangat dalam dan besar walaupun kelihatan kecil di permukaannya. Buktinya ialah airnya tidak pernah kering walaupun ramai dan setiap waktu orang menggunakannya. Telaga ini berdindingkan semen dan beratapkan marmer yang bertatah indah dan berwarna-warni, tingginya 1.5 meter dan luasnya kira-kira tiga meter.
Air zamzam digunakan untuk minum dan wudhu dan boleh juga dijadikan sebagai penawar (jikalau diniatkan sedemikian) dan ia boleh mencerahkan pandangan jikalau dimasukkan ke dalam mata karena airnya sangat hening dan bersih. Air zamzam dianggap air yang suci dan berkah. Penduduk di Makkah senantiasa berbuka puasa dengan air zamzam atau dengan buah kurma sebagai mengikut sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Hampir setiap orang yang menunaikan fardhu haji ke Makkah tidak lupa membawa pulang air zamzam, khususnya orang yang datang dari sebelah timur untuk disuguhkan kepada kaum keluarga.
Dinamakan air itu sebagai zamzam kerana terlalu banyak air tersebut. Sebagaimana kita maklumi air itu sudah ada pada zaman Nabi Isma‘il ‘alaihissalam hingga sekarang. Betapa besarnya kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

2. Sejarah Air Zamzam

Zamzam adalah sebuah perigi Nabi Isma‘il ‘alaihissalam. Menurut para ahli sejarah, kisah air zamzam itu bermula dari peristiwa yang dialami oleh Siti Hajar dan anaknya Isma‘il ‘alaihissalam. Mereka berdua ditinggalkan oleh suaminya Ibrahim ‘alaihissalam di suatu tempat yang sepi dan tandus. Di tempat itu tidak ada air untuk diminum, tidak ada makanan untuk dimakan dan tidak ada orang untuk meminta pertolongan. Setelah bekalan mereka habis, Isma‘il pun menangis kerana lapar dan dahaga. Melihat keadaan anaknya sedemikian, Siti Hajar pun pergi mencari air. Dia berjalan menuju ke Bukit Safa dan Marwah kira-kira lima ratus meter jarak antara kedua bukit tersebut, dengan harapan menemui kafilah pedagang yang membawa air. Setelah berulang-alik sebanyak tujuh kali antara dua bukit itu, namun Siti Hajar tidak menemui sesiapa pun. Berkata Ibnu ‘Abbas: "Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Maka itulah sa‘ie manusia (orang haji dan umrah) antara keduanya (Safa dan Marwah)." Apabila Siti Hajar naik ke Bukit Marwah, dia terdengar suatu suara lalu dia berkata di dalam hati: "Sesungguhnya aku mendengarmu, jika engkau dapat memberi pertolongan, maka tolonglah kami." Tiba-tiba dia ternampak Malaikat di samping anaknya Isma‘il. Malaikat itu pun menggali tanah dengan tumit atau sayapnya sehingga terpancutlah air iaitu air zamzam.
Setelah beberapa tahun berlalu, Nabi Ibrahim ‘alaihissalamdatang menemui mereka berdua. Pada waktu inilah, beliau mendirikan rumah suci (Ka‘bah). Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:
إِنَّ أَوَّلَ بَيۡتٍ۬ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكً۬ا وَهُدً۬ى لِّلۡعَـٰلَمِينَ (٩٦) فِيهِ ءَايَـٰتُۢ بَيِّنَـٰتٌ۬ مَّقَامُ إِبۡرَٲهِيمَ‌ۖ وَمَن دَخَلَهُ ۥ كَانَ ءَامِنً۬ا‌ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلاً۬‌ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ 
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk [tempat beribadat] manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah [Mekah] yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (96) Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, [di antaranya] maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya [Baitullah itu] menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu [bagi] orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari [kewajiban haji], maka sesungguhnya Allah Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (97). (Surah Ali ‘Imran: 96-97)
Ketika Makkah didiami oleh kaum Jurhum (kabilah daripada Syam) dengan kemajuan dan kemewahan hidup mereka sehingga tidak mengindahkan kehormatan Ka‘bah tersebut. Menurut ahli sejarah, kaum Jurhum memakan harta Ka‘bah dan melakukan perkara dosa besar sehingga perigi zamzam itu kering kerontang dan lama kelamaan ia tertimbun dan tidak diketahui lagi kedudukannya. Setelah pemerintahan daerah itu dipegang oleh Abdul Muthallib (nenek Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam). Suatu ketika beliau telah bermimpi mendapat petunjuk untuk menggali perigi zamzam itu, lalu dia mengarahkan orang lain untuk menggali perigi tersebut maka posisi perigi itu pun ditemukan.

3. Hukum Meminum Air Zamzam

Para Fuqaha bersepakat bahwa sunat bagi orang-orang yang mengerjakan ibadah Haji dan Umrah minum air zamzam, karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam minum air zamzam tersebut.
Berdasarkan nahs asy-Syafi‘iyah, bahawa air zamzam itu sunat diminum dalam keadaan apa pun. Hukum sunat itu tidak hanya khusus selepas mengerjakan thawaf, bahkan ia sunat diminum bagi setiap orang walaupun bukan pada waktu mengerjakan ibadah haji atau umrah. Disebutkan dalam hadis Jabir bin ‘Abdullah katanya:
"Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Air zamzam itu diminum untuk keperluan apa saja."(Hadis riwayat Ibnu Majah).
Dengan kata lain, jika ia meminumnya dengan maksud menghilangkan rasa haus, maka Allah akan menghilangkan rasa hausnya, jika ia meminumnya untuk menghilangkan rasa lapar, maka Allah akan mengenyangkannya, dan jika ia meminumnya untuk menyembuhkan penyakit, maka Allah akan menyembuhkan penyakitnya.

4. Khasiat Air Zamzam

Banyak kelebihan yang terdapat pada air zamzam itu, sebagaimana disebutkan di dalam hadis-hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, antara kelebihan itu:
Ada keberkatan padanya, bisa mengenyangkan seperti makanan dan sebagai penawar penyakit. 
  1. Berkah dan mengenyangkan. Disebutkan dalam hadis Abu Dzar r.a., bahawa Rasulullah saw. bersabda tentang air zamzam: "Sesungguhnya air zamzam itu penuh berkat, sesungguhnya ia makanan yang mengenyangkan." Dan Abu Daud Ath-Thayalisimenambah dalam musnadnya: "Dan penyembuh penyakit." (Hadits riwayat Muslim).
  2. Perihal air zamzam menjadi penawar penyakititu, banyak disebut mengenainya, antara lain:"Dari Abu Jamrah Adh-Dhuba‘i katanya: "Aku duduk bersama Ibnu ‘Abbas di Makkah, lalu aku terkena demam panas. Berkata Ibnu ‘Abbas: "Dinginkanlah panasmu itu dengan air zamzam, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Demam panas itu daripada bahang neraka jahannam, maka dinginkanlah ia dengan air, (atau sabda Baginda: "Dengan air zamzam" , si Hammam syak). (Hadis riwayat Al-Bukhari).
  3. Kisah seorang perempuan Maghribi yang disembuhkan Allah Subhanahu wa Ta‘ala daripada penyakit kanker dengan meminum air zamzam. Di mana dokter menyatakan, bahwa dia tidak ada harapan untuk hidup dalam masa tiga bulan. Perempuan itu pun pergi menunaikan umrah, beri‘tikaf di Masjidil Haram, minum air zamzam sepuas-puasnya dan menghabiskan masanya dengan bersembahyang, membaca al-Qur’an dan berdoa. Setelah beberapa hari bintik-bintik merah yang tumbuh di badannya sudah tiada lagi, lalu dia menemui dokter dengan menerima keputusan bahwa penyakitnya sudah sembuh.
  4. Rasulullah saw.dibersihkan dadanya dengan air zamzam untuk menguatkan Baginda melihat Malakutlangit dan bumi, syurga dan neraka. Dengan ini, ada keistimewaan dalam air zamzam itu iaitu menguatkan hati dan menghilangkan ketakutan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Dibukalah atap rumahku ketika aku berada di Makkah. Lalu turun Jibril membelah dadaku, kemudian dicucinya dengan air zamzam. Setelah itu dia (Jibril) membawa mangkuk besar dari emas yang penuh dengan hikmat dan keimanan, lalu ditumpahkannya ke dalam dadaku kemudian ditutupnya kembali dadaku. Setelah itu dia menarik tanganku lalu membawaku naik ke langit dunia (dimi‘irajkan)."


5. Adab Meminum Air Zamzam

Adab ketika minum air zamzam itu sebagaimana yang disebutkan oleh sebahagian Fuqaha adalah termasuk dalam hukum sunat, antaranya:
1. Menghadap kiblat.
2. Menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta‘alasebelum minum.
3. Bernafas sebanyak tiga kali ketika minum dan ketika bernafas itu hendaklah di luar bekas atau gelas itu (yakni tidak minum dengan sekali teguk sehingga habis, bahkan minum dengan berhenti sebanyak tiga kali).
4. Minum sampai kenyang, karena orang munafiq tidak meminumnya sehingga kenyang.
5. Mengucapkan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala setelah selesai minum. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Majah:
"Dari Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Abu Bakr katanya: "Ketika aku duduk di sisi Ibnu ‘Abbas datang seorang lelaki kepadanya, lalu berkata Ibnu ‘Abbas: "Dari mana engkau datang?"
Lelaki itu berkata: "Dari perigi zamzam."
Ibnu ‘Abbas berkata: "Apakah engkau minum dari perigi itu sebagaimana yang sepatutnya."
Lelaki itu berkata: "Bagaimana?"
Ibnu ‘Abbas berkata: "Apabila engkau minum air zamzam, maka menghadaplah ke kiblat, sebut nama Allah dan bernafaslah tiga kali (waktu minum). Minumlah air zamzam sehingga kenyang dan jika sudah selesai maka pujilah Allah ‘azza wajalla. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya tanda yang membedakan antara kita dengan orang-orang munafiq, sesungguhnya mereka tidak minum air zamzam itu sehingga kenyang.(Hadis riwayat Ibnu Majah).
6. Setiap kali mengambil nafas ketika minum air zamzam, melihat ke arah Ka'bah.
7. Sunat masuk ke tempat perigi zamzam dan melihatnya. Kemudian menggunakan timba yang ada di sana lalu meminumnya serta memercikkan air zamzam itu ke kepala, muka dan dada.
8. Memperbanyak doa ketika minum dan mengharapkan kebaikan di dunia dan akhirat. Sunat dibaca seperti di bawah ini:
اَللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ بلَغَنِي عَن نَبِيِّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمْ أَنَّهُ قَالَ : مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ، وَأَنَا أَشْرَبُهُ لِكَذَا
"Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya telah sampai kepadaku NabiMu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Air zamzam itu diminum untuk keperluan apa saja." Dan aku meminumnya supaya…………."
Sesudah membaca seperti di atas, berdoalah lagi untuk memohon kebaikan di dunia dan akhirat, kemudian membaca bismillah, lalu minum dan mengambil nafas sebanyak tiga kali. ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiallallahu ‘anhuma berdoa ketika minum air zamzam:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كلِّ دَاءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
"Ya Allah Ya Tuhanku, aku mohon padaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan sembuh daripada segala penyakit."
Untuk memohon keampunan atau kesembuhan daripenyakit, bacalah doa seperti di bawah:

أَللَّهُمَّ إِنَّهُ بلَغَنِي أَنَّ رَسُوْلُكَ (صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمْ ) قَالَ : مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أشْرَبُهُ لِتَغْفِرَ لِيْ ، اَللَّهُمَّ فَاغْفِرْ لِيْ ، اللَّهُمَّ إِنيْ أشْرَبُهُ مُسْتَشْفِيًا بِهِ مَرَضٍ ، اللَّهُمَّ فَاشْفِنِي 
"Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya telah sampai kepadaku bahawa RasulMu Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Air zamzam itu diminum untuk keperluan apa saja." Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya aku meminumnya supaya Engkau ampuni dosaku, Ya Allah ampunilah aku. Ya Allah Ya Tuhanku, sesungguhnya aku meminumnya supaya Engkau sembuhkan sakitku, Ya Allah sembuhkanlah aku."
Selain berdoa untuk kepentingan diri sendiri bagi memohon kebaikan di dunia dan akhirat, memohon juga untuk orang lain seperti anak atau sanak saudara misalnya, akan tercapai permohonan itu juga jika dia meminum air zamzam tersebut dengan niat yang betul.
Sabda Nabi Muhammad saw.:
مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ
Air Zamzam itu diminum mengikut apa yang diniatkan atau dikehendaki." (Diriwayatkan dari Jabir, lbnu Abbas, lbnu Umar dan Muawiyah).
Demikianlah beberapa penjelasan mengenai air zamzam dan kelebihannya, rahasia serta manfaat yang bisa kita peroleh. Di samping itu juga, ia adalah sebagai tanda kebesaran Allah di mana air zamzam itu masih dapat kita nikmati dan tidak kering sehingga zaman ini, Allaahu akbar !
             ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                    
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan!!! insyaaallah bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar