Senin, 22 Juni 2015

Pengertian Qiyamul Lail, Jumlah Raka'at, Bacaan dan Sunnahnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Pengertian dan Keutamaan Qiyamul-Lail

Qiyamul lail secara bahasa dapat diartikan menghidupkan malam. Qiyam (dari akar kata qama) berarti berdiri untuk shalat, karena asal pelaksanaan shalat adalah dengan berdiri. Sementara al-lail bermakna waktu malam. Qiyamul lail sendiri istilah yang dipahami  bermakna shalat di waktu malam. Qiyamul lail juga disebut dengan shalat tahajud dan shalat malam. Kata qiyamul lail diambil dari surah al-Muzammil ayat pertama, dan pada surah al-Furqan ayat 25. Para ulama berpendapat bahwa qiyamul lail adalah untuk menunjuk dua shalat, yaitu shalat witir dan shalat tahajud. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits: “Apabila fajar telah terbit, habislah waktu bagi shalatul-lail (qiyamul lail) dan shalatul-witri, maka berwitirlah sebelum terbit fajar,” (HR. Tirmidzi).
Karena itu, tidak dinilai qiyamul lail jika hanya bangun malam dan tidak melaksanakan shalat tahajud atau shalat witir. Juga baca al-Qur’an, dzikir, baca buku atau melaksanakan shalat fardhu, atau shalat sunah lain (selain tahajud dan witir) tidak dinilai qiyamul lail.
Shalat malam termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Ia termasuk ciri-ciri orang-orang yang bertaqwa. Allah berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ 
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman (Surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. [Adz-Dzaariyaat: 15-19].
Dari Abu Malik al-Asy'ari Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرْفًا يُرَى ظَاهِرُهَـا مِنْ بَاطِنِهَا وَبَاطِنِهَا مِنْ ظَاهِرِهَا، أَعَدَّهَا اللهُ تَعَالَى لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَلاَنَ الْكَلاَمَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
Sesungguhnya di dalam Surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar. Allah Ta’ala menyediakannya bagi orang yang suka memberi makan, melunakkan perkataan, senantiasa berpuasa, dan shalat malam pada saat manusia tidur." 
Hasan: [Shahiihul Jaami’ush Shaghiir (no. 2123)].


2. Sunnah-Sunnah dalam Shalat Malam

Rasulullah saw. bersabda: 
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
"Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat Lail (malam)." [1].

1. Mengerjakan 11 atau 13 raka'at dengan lama.
Berdasarkan hadits Rasulullah saw.
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يُصَلىِّ  إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
"Rasulullah saw. mengerjakan shalat malam sebanyak 11 raka'at, maka yang demikian itu adalah shalat beliau." [2].
Riwayat yang lain menyebutkan: 
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً
"Rasulullah shalat malam sebanyak 13 raka'at."[3].

2. Bersiwak dan membaca 10 ayat terakhir Surat Ali-Imran.
Disunnahkan bagi orang (yang bangun tidur tengah malam) yang (ingin) mengerjakan shalat malam, untuk bersiwak dan membaca ayat-ayat terakhir surat Ali-Imran mulai dari ayat 190-200 yang redaksinya sebagai berikut:
إِنَّ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّہَارِ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ (١٩٠) ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمً۬ا وَقُعُودً۬ا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَڪَّرُونَ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَـٰذَا بَـٰطِلاً۬ سُبۡحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ (١٩١) رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدۡخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدۡ أَخۡزَيۡتَهُ ۥ‌ۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٍ۬ (١٩٢) رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِيً۬ا يُنَادِى لِلۡإِيمَـٰنِ أَنۡ ءَامِنُواْ بِرَبِّكُمۡ فَـَٔامَنَّا‌ۚ رَبَّنَا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَڪَفِّرۡ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلۡأَبۡرَارِ (١٩٣) رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخۡزِنَا يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۗ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ (١٩٤) فَٱسۡتَجَابَ لَهُمۡ رَبُّهُمۡ أَنِّى لَآ أُضِيعُ عَمَلَ عَـٰمِلٍ۬ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ‌ۖ بَعۡضُكُم مِّنۢ بَعۡضٍ۬‌ۖ فَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخۡرِجُواْ مِن دِيَـٰرِهِمۡ وَأُوذُواْ فِى سَبِيلِى وَقَـٰتَلُواْ وَقُتِلُواْ لَأُكَفِّرَنَّ عَنۡہُمۡ سَيِّـَٔاتِہِمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّهُمۡ جَنَّـٰتٍ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ ثَوَابً۬ا مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ عِندَهُ ۥ حُسۡنُ ٱلثَّوَابِ (١٩٥) لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى ٱلۡبِلَـٰدِ (١٩٦) مَتَـٰعٌ۬ قَلِيلٌ۬ ثُمَّ مَأۡوَٮٰهُمۡ جَهَنَّمُ‌ۚ وَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ (١٩٧) لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ جَنَّـٰتٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيہَا نُزُلاً۬ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ‌ۗ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٌ۬ لِّلۡأَبۡرَارِ (١٩٨) وَإِنَّ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡڪِتَـٰبِ لَمَن يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُمۡ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡہِمۡ خَـٰشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشۡتَرُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنً۬ا قَلِيلاً‌ۗ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ (١٩٩) يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ (٢٠٠

3. Disunnahkan untuk berdo'a.
Yaitu dengan do'a yang diajarkan Nabi saw.:
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
"Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkaulah Yang menegakkan langit dan bumi serta segala isinya. Bagimu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi serta segala isinya, Bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi serta segala isinya. BagiMu segala puji,  Engkaulah Yang Mahabenar, janji-Mu itu benar adanya dan pertemuan dengan-Mu itu benar adanya. Firman-Mu itu benar, Surga itu benar, Neraka itu benar, Para Nabi itu benar, Nabi Muhammad itu benar (utusan-Mu), Kiamat ittu benar adanya. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri dan beriman. Ya Allah, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku kembali, dengan hujjah-Mu aku membantah dan membela dan kepada-Mu aku berhukum. Ampunilah dosaku di masa lalu, masa yang akan datang, yang tersembunyi serta yang tampak. Engkaulah Yang Maha mendahulukan dan Yang Maha Mengakhirkan, dan tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau." [4].

4. Memulai dengan dua raka'at yang ringan.
Hal itu dilakukan hingga datangnya semangat untuk memanjangkan raka'at setelah dua raka'at yang ringan tersebut.
Rasulullah saw. bersabda:
"Apabila salah seorang diantara kalian mendirikan shalat malam, hendaklah memulai shalatnya dengan dua raka'at ringan (surat-surat yang dibaca pendek). [5].

5. Memulai dengan do'a yang shahih.
اللهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
"Ya Allah, Rab Jibril, Mika'il dan Israfil. Wahai pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb Yang mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata. Engkau yang menghukumi (memutuskan) hamba-hamba-Mu terhadap perkara yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah padaku kebenaran tentang apa yang diperselisihkan dengan se-izin-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan jalan yang lurus bagi orang-orang yang Engkau kehendaki." [6].

6. Memanjangkan shalat Malam.
Rasulullah saw. ditanya: "Shalat apakah yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab: "Thuulul Qunuut (yang lama berdirinya)." [7]
Yang dimaksud quntu adalah berdiri lama.

7. Berta'awwudz ketika membaca ayat tentang adzab.
Yaitu dengan ucapan:
 أَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنْ عَذَابِ  ٱللَّهِ
"Aku berlindung kepada Allah dari adzab Allah."
Dan memohon rahmat kepada Allah ketika membaca ayat tentang rahmat dengan ucapan:
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ
"Ya Allah, aku meminta kepada-Mu sebagian karunia-Mu."
Dan bertasbih ketika membaca ayat-ayat yang mengandung pujian tentang ke-Mahasucian Allah.
Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah saw.
"Rasulullah saw. membaca (ayat) dengan tartil, apabila beliau melewati satu ayat tasbih, maka beliau pun bertasbih. Apabila melewati ayat permohonan (tentang rahmat) maka beliau pun memohon. Dan apabila melewati ayat memohon perlindungan, maka beliau pun memohon perlindungan (berta'awwudz)." [8].

Sebab-Sebab Utama agar mendapatkan kemudahan untuk melaksanakan shalat malam:
   1. Berdo'a.
   2. Menghindari begadang.
   3. Tidur di siang hari.
   4. Meninggalkan kemaksiatan.
   5. Berkeinginan kuat untuk melaksanakan shalat malam.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
             ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                    
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
Lebih dari 1000 Amalan Sunnah dalam Sehari Semalam, hal. 38-44, Khalid al-Husainan, Penerbit Pustaka Imam Syafi'i.
***
[1]. H.R. Bukhari (624 dan 627) dan Muslim (838).
[2]. H.R. Bukhari (1147).
[3]. H.R. Bukhari (1138) dan Muslim (764).
[4]. H.R. Bukhari (1120, 6317, dan 7385) dan Muslim (2717), Catatan dibaca sebagai do'a Iftitah.
[5]. H.R. Muslim (768).
[6]. H.R. Muslim (770), Abu Daud (767), dan Ibnu Majah (1357). Catatan dibaca sebagai do'a iftitah.
[7]. Muslim (756).
[8]. H.R. Muslim (772), dari Hudzaifah ibnul Yaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar