Rabu, 24 Juni 2015

Jenis Persiapan, Perbekalan dan Penjagaan Kesehatan Untuk Jama'ah Haji

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Ibadah haji dan umrah merupakan dambaan setiap muslim.  Dan setiap tahunnya, jamaah asal Indonesia mengunjungi Baitullah. Bagi yang sudah pernah pergi lebih dari sekali mungkin sudah hafal dengan kondisi Mekah dan Madinah. Tetapi bagi pemula pun, sekarang tidak perlu khawatir karena banyak sekali panduan dan tata cara berhaji dan umrah yang bertebaran melalui buku dan internet. Mulai dari syarat, rukun, wajib, hukum, hingga kumpulan do’a-do’a mustajab saat berhaji dan umrah.
Namun bukan hanya persiapan ruhani saja yang dipertimbangkan, fisik pun harus prima mulai sebelum berangkat, selama di pesawat, dan saat di tanah suci.  Selama musim haji, jamaah haji reguler ( ONH Biasa ) akan menempati 3 lokasi pemondokan yang berbeda, yakni Mekah, Arafah & Madinah. Dibawah ini disarikan beberapa panduan yang mudah-mudahan bermanfaat yang diambil dari Tabolid Haji – Edisi Khusus Haji & Umroh dan sumber lainnya, dengan harapan anda bisa melaksanakan ibadah dengan tenang, khusu' dan tetap segar, insyaallah.

1. Tips Ketika Berada di Makkah

  1. Jamaah haji menempati pemondokan hasil qur’ah ( undian ) di tanah air, dipandu petugas maktab & dibantu oleh TPHI serta petugas sektor.
  2. Pemondokan di Mekkah disediakan bagi jamaah haji selama krg lebih 20 hari.
  3. Rumah-rumah yang ditempati semuanya bertingkat. Bagi yg 4 lantai biasanya tidak dilengkapi lift, untuk yg lebih dari 4 biasanya dilengkapi lift, namun kapasitasnya terbatas oleh karena itu penggunaannya harus antri. Untuk jamaah yang fisiknya kuat, dianjurkan untuk menggunakan tangga agar tidak berdesak-desakan.
  4. Setiap kloter diusahakan 1 penginapan / maktab.
  5. Kondisi kota Mekah berbukit-bukit, sehingga rumah-rumah yang disewa sebagian besar terletak di perbukitan. Keadaan bangunan berbeda-beda dan jarak ke Masjidil Haram juga berbeda-beda.
  6. Selama di Mekah jamaah diurus oleh Maktab yang meliputi : pengurusan adminstrasi, penyediaan kamar pada saat tiba, penyediaan air, penyediaan kuli untuk angkut barang , bimbingan ibadah dll.
  7. Kamar tidur juga digunakan untuk menyimpan kopor, dll disamping juga untuk tempat makan.
  8. Di pemondokan disediakan kamar mandi, yang setiap kamar mandi diperuntukan untuk 10 – 20 org, karena itu agar antri dan dijaga kebersihan & kenyamanannya.
  9. Keluar masuk kamar mandi / kamar harus menutup aurat.
  10. Gunakan air untuk mandi, mencuci, wudhu secara hemat.
  11. Menjemur pakaian di tempat yang paling atas dan jangan menjemur pakaian di lorong-lorong untuk menjaga lingkungan yang sehat.
  12. Apabila jamaah membutuhkan berbagai keperluan sehari-hari misalnya beras, gula, mie instan dll , bisa membeli di toko-toko / kios di sekitar pemondokan.
  13. Untuk mencegah kebakaran, jangan membuang puntung rokok di sembarang tempat dan jangan memasak di tempat tidur.
  14. Perhatikan rumah atau tempat pemondokan yang ditempati agar tidak tersesat, setiap rumah pemondokan di Mekah dipasang stiker dan neon box merah putih berisikan tahun dan nomor rumah.
  15. Pergi ke Masjidil Haram sebaiknya secara berombongan atau beregu agar tidak tersesat.
  16. Di sekitar Masjidil Haram disediakan kamar mandi dan wc yang lumayan banyak, yang dapat dimanfaatkan jamaah haji untuk mandi / wudhu.
  17. Waspada & hati-hati di tempat-tempat yang berdesak-desakan seperti waktu Thawaf, Sai dll, karena di tempat tsb rawan kehilangan uang. 
  18. Tanggal 8 Dzulhijjah bersiap-siap berangkat ke Arafah untuk Wukuf tgl 9 Dzulhijjah, bagi yang melaksanakan Haji Tamattu hendaklah berniat haji dari pemondokan. 
  19. Bagi jamaah yang sakit / uzur, keberangkatan ke Arafah diatur tersendiri dengan pola “ Safari Wukuf “ Sementara jamah yang dirawat di BPHI, pelaksanaan Wukuf diatur oleh Petugas Haji Indonesia.
  20. Bagi jamaah yang dirawat di RS Arab Saudi, pelaksanaan Wukuf diatur oleh petugas rumah sakit dan bagi yang dirawat di ICU dibadal hajikan oleh petugas Indonesia.
  21. Menaiki bis yang telah disipakan oleh Maktab dan diatur keberangkatan ke Arafah dengan 2 trip, jika bis yang disediakan belum ada agar bersabar menunggu bis berikutnya.

2. Tips Selama Berada di Arafah

  1. Selama di Arafah, jamaah menempati kemah yang telah disiapkan oleh Maktab berupa tenda besar tanpa alat pendingan udara yang setiap tendanya dapat menampung jamaah 1 kloter, dengan tempat tidur karpet tanpa bantal.
  2. Selama di Arafah, jamaah akan diurus oleh Maktab dengan pelayanan berupa penempatan jamaah pada saat tiba, mengurus keberangkatan ke Mina, mengurus jamaah sakit, tersesat, wafat & bimbingan haji.
  3. Fasilitas kamar mandi dan WC terbatas, sehingga perlu antri & sabar.
  4. Keluar masuk kamar mandi harus selalu memakai ihram.
  5. Selalu berdzikir, berdoa dan membaca Al Quran. Hindari berkata-kata kotor, berbantah-bantahan, berbuat fasik dll yang mengurangi pahala haji.
  6. Apabila ada masalah mengenai ibadah dan kesehatan haji, hendaklah menghubungi TPHI / TPIHI / TKHI.
  7. Agar kondisi tetap prima selama di Arafah, usahakan makan & minum yang cukup, walaupun cuaca tidak terlalu panas.
  8. Menjelang pelaksanaan Wukuf tgl 9 Dzulhijjah, dengarkan khutbah Wukuf oleh TPIHI.
  9. Setelah matahari terbenam sempurnalah pelaksanaan Wukuf dan bersiap-siaplah menaiki bis yang telah disiapkan oleh Maktab untuk diberangkatkan ke Mudzalifah dengan sistem 2 trip, jika bis belum mencukupi hendaknya bersabar.
  10. Selama di Arafah, jamaah sebaiknya tetap berada di dalam kemah.
  11. Untuk menghindari angin kencang, atap tenda hendaknya dikaitkan satu dengan lainnya dengan peniti.
  12. Jangan menggantungkan lampu / menyalakan api dalam kemah.
  13. Tidak diperkenankan untuk menyimpan barang yang mudah terbakar dalam kemah, seperti gas, bensin dll. Jauhkan barang-barang tersebut dari kemah, sekalipun sekedar kena panas matahari.
  14. Jangan membuang puntung rokok / bara api  di sela-sela perkemahan, dan jangan meletakkan kabel listrik di bawah karpet, di belakang pintu atau di atas dinding kemah.
  15. Sediakan selalu dalam kemah seember air / pasir untuk antisipasi kebakaran.
  16. Apabila terjadi kebakaran dalam kemah, segera potong tambang penghubung antara 1 kemah dg kemah lainnya.
  17. Jika mencium bau gas, jangan sekali-sekali menyalakan api, segera buka jendela kemah.
  18. Jangan berjalan di jalan khusu untuk kendaraan & dilarang tidur di trotoar jalan.

3. Tips Selama Di Madinah

  1. Pemondokan di Madinah disediakan jamaah haji untuk waktu 8 hari guna memenuhi pelaksanaan Shalat Arbain selama 40 waktu di Masjid Nabawi.
  2. Penyewaan & penempatan jamaah dilakukan melalui Majmuah ( grup ) Rumah-rumah yang ditempati semuanya bertingkat. Bagi yg 4 lantai biasanya tidak dilengkapi lift, untuk yg lebih dari 4 biasanya dilengkapi lift, namun kapasitasnya terbatas oleh karena itu penggunaannya harus antri. Untuk jamaah yang fisiknya kuat, dianjurkan untuk menggunakan tangga agar tidak berdesak-desakan.
  3. Simpanlah uang di pemondokan dalam koper terkunci, apabila ke masjid bawa uang secukupnya sekitar 50 real.
  4. Waspada dan hati-hati terhadap tempat berdesak-desakan seperti di Raudah.
  5. Setelah hari pertama datang, berziarahlah ke ke makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Shiddiq ra, Umar bin Khatab ra ke makam Baqi dengan dipimpin oleh Muzawir.
  6. Setelah hari ke 2 / 3 kedatangan berziarahlah ke Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Quba, Masjid Sa’bah yang dikoordinir Maj’muah tanpa dipungut biaya.

4. Tips Menjaga Kesehatan

1. Pencegahan Flu & Batuk :
- Flu & batuk acapkali disebabkan oleh kelelahan fisik dan jam tidur yang kurang bagi jamaah selama berada di tanah suci, atau mungkin disebabkan debu yang menyebabkan alergi.
- Jika terserang batuk, minumlah obat batuk yang biasa diminum di tanah air, salah satu obat batuk yang direkomendasikan untuk jamaah haji adalah OBAT BATUK HITAM ( OBH )
- Selain OBH, tim kesehatan juga merekomendasikan sejumlah obat berupa tablet apabila batuk tak kunjung reda.

2. PPPK dan Obat-obatan Pribadi :
- Bagi anda yang terbiasa menggunakan obat-obatan untuk maag, sakit kepala, iritasi mata, seyogyanya membawa obat-obatan tsb
- Bagi anda yang menderita penyakit kronis, konsultasikan kepada dokter pribadi obat-obat apa saja yang perlu di bawa.
- Jangan lupa mencatatkan obat-obatan yang dibawa kepada dokter kloter yang terbang satu pesawat dengan anda guna mempermudah pemeriksaan setibanya di Bandara King Abdul Azis
- Setiap jamaah seyogyanya membawa obat-obatan pribadi berupa :
Ø  Obat Merah / Betadine
Ø  Plester
Ø  Kapas
Ø  Balsem / Obat Gosok
Ø  Minyak Kayu Putih
Ø  Minyak Angin

3.  Peralatan lain Pendukung Kesehatan :
- Handuk Kecil, sangat bermanfaat untu di bawa ke masjid, melindungi dari AC sewaktu di pesawat, bus dst.
- Kaca Mata Hitam, sebagai pelindung mata dari sengatan matahari di Arab Saudi atau silau lantai marmer di lokasi-lokasi ibadah 
- Masker, sebagai penutup hidang & mulut agar terhindar dari debu
- Obat Pengatur Haid, khusu untuk wanita
- Alas Kaki, sebaiknya gunakan alas kaki berupa sandal jepit, selain enteng & praktis, anda tidak terlalu menyesal apabila sandal tsb hilang
- Sepatu, lebih bagus pilih sepatu kets khususnya jika ingin berziarah ke Gua Hira
- Semprotan Air, bermanfaat ketika di Arafah / Mina selain untuk menjaga kelembaban tubuh dengan cara di semprotkan ke tubuh / muka, juga bisa dipergunakan sebagai tempat minum.

4. Antisipasi Hawa Dingin

1.
Pakailah pakaian yang tebal & berwarna gelap untuk mengurangi rasa dingin
2.
Gunakan Lipglos untuk melindungi bibir
3.
Gunakan minyak pelembab untuk melindungi kulit & kaki
4.
Gunakan masker untuk mencegah mimisan, batuk, flu dan alergi debu
5.
Kurangi aktifitas yang tidak perlu
6.
Kerjakan ibadah sunat sesuai dengan kondisi badan, tidak perlu terlalu memaksakan diri.
7.
Segera melapor ke dokter kloter bila merasa badan tidak enak
8.
Hindari tempat-tempat yang berdesak-desakan ( misalnya : pasar )
9.
Cuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan sabun
10.
Dilarang memasak di kamar tidur
11.
Makan tiga kali sehari secara teratur, jangan sampai terlambat
12.
Makan makanan yang mengandung Karbohidrat, misalnya roti, kentang, nasi, mie dll
13.
Banyak makan sayur & buah-buahan dan perlu ditambah dengan Vitamin
14.
Pilih makanan yang bersih dan terlindung dari pencemaran
15.
Makanan dalam kemasan pilih yang kemasannya masih bagus/utuh dan selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa
16.
Minum air yang cukup, minimal 1 gelas setiap jam
17.
Pada cuaca panas hindari minum minuman dingin, lebih bagus makan buah-buahan segar


5. Tips-Tips Penting Lainnya

1.
Bila mengisi Daftar Obat-obatan, karena nomor terbatas, bisa ditambah dengan cara  di belakang nama obat yang sudah ditulis dengan memberi koma
2
Bila akan berangkat, sebaiknya potong rambut pendek saja
3
Membawa Sandal Jepit minimal 2, di Arab sandal jepit kurang bagus mutunya
4
Memakai jam tangan yang biasa saja ( sederhana ) agar lebih khusuk ibadahnya
5
Tas tempat nama / dokumen, tali diperkuat
6
Bawa Rinso sedikit unutk nyuci awal di Maktab ( ditaruh di tas tenteng )
7
Pada saat masuk Embarkasi Donohudan, sebaiknya pakai CD yang sekali pakai saja sehingga tidak membawa CD kotor ke Mekkah
8
Sebelum berangkat ke Mekkah, kaki diberi minyak kelapa agar tidak sering buang air ( di pesawat krg lbh 11 jam )
9
Mendingan bawa Uang dalam Rupiah / Dolar untuk ditukar di Mekah, jangan di tukar di embarkasi. Dan membawa uang ke Masjid secukupnya saja
10
Membawa Gelas / Tempat Plastik dari Tupper Ware, bisa untuk memasak Indomie
11
Askar-askar ada yang suka permen, sebaiknya sangu permen
12
Apabila di pesawat di beri kue-kue dana belum ingin makan saat itu, sebaiknya dibungkus saja untuk persediaan mengisi perut saat sampai di King Abdul Azis ( karena menunggu cukup lama)
13
Tempat janjian apabila terpisah saat Thawaf ancer-ancernya adalah Talang Emas yang ada di Kabah
14
Bawa Handuk kecil u/ ingus bila ke Masjid ( bisa dimasukkan di tas Paspor )
15
Membeli makanan yang baik di Hilton Lantai Bawah,, agak mahal tapi mutunya bagus
16
Apabila memungkinkan, di Maktab pilih kamar mandi di dalam
17
Saat di Mina, jangan mencantelkan barang di pintu kamar mandi ( kadang-kadang diambil orang dari luar )
18
Pada saat di King Abdul Aziz apabila kamar mandi penuh, bisa ikut di kamar mandi Malaysia, relatif lebih bersih. Dan bila perlu pertolongan, bisa minta tolong posko orang-orang Malaysia, bahasa relatif hampir sama
19
Di Mekah, bisa membeli botol / tempat minuman kemasan warna merah jambu ( namanya ….. )
Bisa untuk diisi air Zam-zam ( relatif kuat botolnya ), bila ke masjid jangan dibawa dalam keadaan kosong tetapi diisi air biasa nanti di M.Haram air di buang & diisi air Zam-zam
20
Mencari batu di Mudhalifah harus agak cepat agar tidak ketinggalan bis. Mengambil batu agak besar nanti dipecah-pecah menjadi kecil ( Membawa Palu )
21
Bis dari Mina kembali ke Mekah perlu di bantu Nego agar dapat prioritas
22
Pada saat dimanapun, bila akan pergi tas-tas dikunci agar tidak ada perselisihan paham apabila ada yang kehilangan serta membawa kunci tas maupun kunci kamar harus hati-hati
24
Sebaiknya pada saat Tawaf, Sai, Lempar Jumrah tidak memakai kaca mata, Insyaallah tidak ada kesulitan
25
Wanita agar tidak sendirian ke kamar kecil, kecuali di Maktab dan membuka pintu kamar mandi harus dibuka penuh untuk memastikan tidak ada orang di dalam serta wanita jangan terlalu ramah kepada penduduk / petugas
26
Memasak apabila memungkinkan saja, sehingga lebih banyak waktu ibadah ke Masjid ( Umumnya Makan Malam bersama di Maktab )
27
Bila kondisi tidak memungkinkan, setelah subuh sampai Ashar dipakai istirahat di Maktab
28
Apabila dimintai uang dengan memaksa, sebaiknya tidak dilayani, sampaikan bahwa pengikut Muhammad tidak demikian
29
Kunci / gembok sebaiknya di bawa sampai ke Madinah, juga tali-tali karena bisa untuk menambah tali koper saat pulang

30
Untuk Gel. II, bila ingin berbelanja sebaiknya pada saat  selesai Ibadah Haji, bisa mendapat Diskon/ Obralan. Barang-barang militer yang dijual orang Rusia bagus-bagus
31
Selalu membawa kartu alamat maktab kemanapun kita pergi ( kartu biasanya dibagikan saat di Bis atau menjelang masuk Maktab ) dan letakkan pada tas Paspor
32
Ketika melontar Jumrah, sebaiknya minggir dulu, amati dan tunggu sebentar, apabila kelihatan agak longgar baru melaksanakan Jumrah. Ingat, jangan mengambil kerikil yang jatuh, biarkan saja, oleh karena itu bawalah kerikil lebih dari yang dibutuhkan
33
Sesedikit mungkin berbicara, terutama saat Ihram, untuk menghindari kesalah pahaman, pergunakan banyak waktu untuk berdzikir / membaca Al Quran dll
34
Janji ketemu rombongan / Istri / Suami jangan sering berganti-ganti, agar mudah mengingatnya

             ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                    
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan !!1 insyaallah bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar