Minggu, 14 Juni 2015

Jenis-Jenis Shalat Sunnah Harian, Adab dan Manfaatnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Shalat sunnah adalah semua shalat yang dikerjakan di luar shalat yang difardhukan, biasa juga disebut shalat nawaafil atau shalat naafilah.
Rasulullah saw. selalu mengerjakan shalat sunnah baik di siang hari maupun di malam hari. Semua shalat sunnah yang dikerjakan itu adalah untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dan mengharapkan tambahan pahala yang lebih banyak. 
Shalat sunnah merupakan pelengkap shalat fardhu, artinya shalat sunnah pahalanya sebagai pelengkap shalat fardhu. Karena itu, shalat shalat sunnah ini sangat baik dan dianjurkan dikerjakan oleh kaum muslimin dan muslimat sebagai jalan menuju ketaqwaan.


Shalat Sunnah Sehari-Hari

1. Shalat Sunnah Rawatib.
Rawatib berasal daripada perkataan ‘raatib‘ yang bermaksud berterusan.
Shalat Rawatib adalah shalat sunah yang dilakukan sebelum atau sesudah shalat lima waktu. Shalat yang dilakukan sebelumnya disebut salat qabliyah, sedangkan yang dilakukan sesudahnya disebut salat ba'diyah.
Shalat sunah rawatib ini terbagi dua bagian, yaitu sunah muakkad dan sunah ghairu muakkad. Salat sunah rawatib muakkad amat besar kemuliaannya dan dijanjikan ganjaran yang besar apabila menunaikannya. Salat sunat rawatib ghairu muakkad kurang sedikit kemuliaannya berbanding dengan salat sunat muakkad.
Rasulullah saw. bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
"Tidaklah seorang Muslim mengerjakan shalat sunnah setiap hari 12 rakaat karena Allah, melainkan Allah pasti akan membangunkan sebuah rumah baginya di Surga atau dibangunkan baginya sebuah rumah di Surga." [1].
Rinciannya sebagai berikut:
- 4 Raka'at sebelum shalat Dhuhur.
- 2 Raka'at setelah shalat Dhuhur.
- 2 Raka'at setelah shalat Maghrib.
- 2 Raka'at setelah shalt 'Isya
- 2 Raka'at sebelum Shalat Shubuh.
Wahai saudaraku tercinta, tidakkah engkau mempunyai rasa rindu untuk dibangunkan rumah di Surga ? Peliharalah nasihat yang datang dari Rasul saw. agar tetap mengerjakan shalat sunnah sebanyak 12 raka'at.
2. Shalat Dhuha
Shalat ini sebanding dengan 360 shadaqah. Hal ini bisa terwujud karena di dalam tubuh manusia ada 360 sendi [2], setiap sendi tersebut membutuhkan shadaqah setiap harinya [3]. Shadaqah bagi persendian tersebut merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah. Untuk mencukupi semuanya, maka dua raka'at dari shalat dhuha sebagai sarananya.
Faedahnya: 
Sebagaimana terdapat dalam Shahih Muslim, bahwa Rasulullah saw. bersabda: 
يُصَبِّحْ عَلَى كُلِّ سُلَامِي مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ. وَكُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ. وَكُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ. وَكُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ. وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ. وَنَهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ. وَيَجْزِئُ، مِنْ ذَلِكَ، رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
"Setiap pagi pada tiap-tiap ruas persendian di antara kalian memiliki hak, yaitu shadaqah. Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, amar ma'ruf termasuk shadaqah , mencegah dari kemunkaran termasuk shadaqah, maka yang mencukupi demikian itu adalah shalat Dhuha dua raka'at.[4].
Juga berdasarkan riwayat Abu Hurairah r.a , bahwasanya ia berkata: 
أَوْصَانِيْ خَلِيْلِيْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ: بِصِيَامٍ ثَلَاثَةٍ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ. وَرَكْعَتِي الضُّحَى. وَأَنْ أُوْتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ
"Aku telah diberikan nasehat oleh kekasihku (Rasulullah saw.) dengan tiga hal, yaitu berpuasa tiga hari (13,14,15) pada setiap bulan (Hijriyyah), dua raka'at dhuha, dan shalt Witir sebelum aku tidur." [5].
Waktu shalat Dhuha adalah mulai dari 1/4 jam setelah terbitnya matahari sampai kurang dari 1/4 jam sebelum shalat Dhuhur. Waktu yang paling utama untuk menunaikannya adalah ketika terik matahari mulai menyengat.[6].
Jumlah raka'atnya minimal dua raka'at, sedangkan jumlah maksimalnya delapan raka'at. Ada pendapat lain bahwa jumlah maksimal shalat ini tidak ada batasannya.
3. Shalat Sunnah sebelum shalat 'Ashar
Rasulullah saw. bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
"Semoga Allah memberi rahmat kepada seseorang yang shalat sunnah sebelum 
'Ashar empat raka'aat."[7].
4. Shalat sunnah sebelum shalat Maghrib.
Rasulullah saw. bersabda:
صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ لِمَنْ شَاءَ
"Shalatlah sebelum shalat Maghrib." Pada ucapan yang ketiga beliau saw. menambahkan: "Bagi siapa yang mau."[8].
5. Shalat sunnah sebelum Shalat Isya'
Rasulullah saw. bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
"Diantara dua adzan ada shalat, di antara dua adzan ada shalat." Pada ucapan ketiga, beliau bersabda: "Bagi siapa yang mau." (Muttafaq 'alaih).[9].
Sebarkan!!! insyaallah  bermanfaat.
        ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ          
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” 
Sumber:
1000 Amalan Sunnah dalam Sehari Semalam, hal.34-38, Khalid al-Husainan, Pustaka Imam Syafi'i.
[1]. H.R. Muslim (no.728).
[2]. Lihat Shahih Muslim (1007) dalam Kitab az-Zakaah bab Bayaana annalsmash Shadaqah Yaqa'u 'ala Kulli Nau'in minal Ma'ruuf.
[3]. Berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Manusia memiliki 360 sendi dalam tubuhnya. Hendaknya ia bersedekah untuk semua sendi tersebut." (diriwayatkan oleh Abu Daud dalm kitab al-Adab bab Imaathatul Adzaa 'ianith Thaariq no. 5242 dan Ahmad (5/354) Disahihkan oleh Albani dalam Shahiih Sunan Abi Dawud (3/984) dan dalam Irwaa-ul Ghaliil (2/213).
[4]. H.R. Muslim 720.
[5]. H.R. Bukhari (1981) dan Muslim (721).
[6]. Berdasarkan hadits Rasulullah saw. "Shalat orang-orang yang khusu' beribadah adalah ketika anak-anak unta (fishal) kepanasan." [Muslim (784).].
[7]. H.R. Abu Daud (1271) Tirmidzi (430), Dihasankan oleh Syaikh Albani.
[8]. H.R. Bukhari (no. 1181 dan 7368).
[9]. H.R.Bukhari (no.624 dan 627) dan Muslim (838).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar