Jumat, 26 Juni 2015

Cara Menolong Korban Jatuh, Kebakaran dan Kecelakaan Lalu Lintas

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Musibah bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Di rumah, di lingkungan kerja, di lingkungan tinggal, di alam terbuka dan dan sangat mungkin di jalan raya. Ketika musibah datang, pertolongan darurat sangatlah diperlukan untuk meminimalisir akibat yang lebih parah; tapi manakala musibah terjadi di tempat yang jauh dari rumah sakit dan ahli medis, maka siapa saja orang yang terdekat, punya kewajiban untuk melakukan langkah-langkah pertolongan awal. Memberikan pertolongan kepada sesama adalah sifat dan tindakan mulia yang sangat dianjurkan, tetapi memberikan pertolongan tanpa dasar pengetahuan malah bisa menambah parahnya keadaan. Artikel berikut adalah pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh siapapun dalam memberikan pertongan darurat; memang bukan pengetahuan sekelas dokter, tapi minimal kita bisa mencegah kondisi korban lebih parah sambil menunggu datangnya pertolongan medis.


Langkah-langkah dasar  

  1. Jangan pindahkan atau ubah posisi orang yang terluka, terutama bila luka-lukanya terjadi karena jatuh, jatuh dari ketinggian dengan keras atau kekerasan lain. Memindahkan atau mengubah posisi penderita hanya apabila tindakan itu untuk menyelamatkan penderita dari bahaya lain seperti bahaya tertimpa reruntuhan atau tertabrak kendaraan.
  2. Bertindaklah dengan cepat untuk korban pendarahan, kesulitan pernafasan, luka bakar atau kejutan.
  3. Baringkan korban, selimuti agar tetap hangat, tetapi jangan terlalu panas.
  4. Apabila korban muntah-muntah dan anda yakin bahwa tidak ada kemungkinan patah leher, miringkan tubuhnya ke satu sisi untuk mencegah kemungkinan tersedak.
  5. Jika memungkinkan, hubungi dokter dan tanyakan langkah-langkah apa yang harus anda lakukan sebelum dokter tiba di tempat korban.
  6. Periksalah keadaan penderita dengan teliti dan hati-hati, jangan melepas pakaian dari korban luka bakar.
  7. Jangan mencuci luka bakar tahap tiga (luka bakar yang telah merusak lapisan kulit yang terdalam) segera balut luka dengan penutup steril.
  8. Jangan berikan  cairan apapun kepada korban yang pingsan atau setengah pingsan, cairan dapat memasuki saluran pernafasan dan mengakibatkan kesulitan bernafas korban.
  9. Jangan mencoba menyadarkan korban pingsan dengan menampar wajahnya, menggoncang -goncangkan tubuhnya atau bahkan berteriak.
  10. Jangan berikan alkohol pada korban yang mengalami luka parah.

(I) Menghentikan pendarahan


Hentikan pendarahan dengan menekan luka atau sekitar luka. Apabila luka terlalu lebar, mungkin anda harus menekan luka itu sendiri agar pendarahan segera terhenti, tekan terus-menerus, jangan melepas tekanan tiap sebentar hanya untuk melihat apakah pendarahan sudah berhenti. Dalam hal luka terjadi di kaki atau lengan, naikkan tangan atau kaki sehingga posisinya lebih tinggi dari kepala; lakukan hal ini bila anda yakin tidak ada bahaya lain, karena ini akan mengurangi aliran darah. Apabila setelah diberikan tekanan pendarahan masih belum berhenti, mungkin nadi atau pembuluh darah balik telah terputus, tekan nadi yang didekat luka, utnuk menghentikan aliran darah dari jantung ke tempat lain.
  • Apabila luka berada di sekitar telapak tangan dan jari-jari tangan, tekan nadi di pergelangan tangan.
  • Apabila luka terdapat di lengan, tekanlah tangan anda pada nadi di ketiak.
  • Apabila luka terdapat di kaki tekan dengan bagian belakang telapak tangan anda nadi yang terdapat di pangkal paha bagian depan agak ke bawah (selangkangan).
  • Apabila luka terdapat di wajah, tekanlah jari anda pada nadi di bawah rahang bawah.
  • Apabila luka terdapat pada kulit bagian atas kepala, tekan nadi disamping kepala tepat di depan telinga.
  • Apabila luka terdapat di leher atau kepala bagian belakang, tekan nadi di leher di bawah telinga.
Penggunaan semacam saputangan yang dikaitkan pada nadi dekat bagian yang luka antara lain untuk menghentikan pendarahan. Untuk luka di tangan, gunakan saputangan dan lipat kira-kira selebar telapak tangan untuk mengikat lengan atas sedikit di bawah ketiak. Untuk luka di kaki buat ikatan yang kuat sedikit di bawah pengikat paha. Ikatan saputangan ini hendaknya cukup kuat untuk menghentikan pendarahan, Lepas ikatan setiap 10 menit, selama 1 menit. Jika pada saat dilepas tidak terjadi lagi pendarahan, jangan ikat lagi nadi tersebut.

Mudah-mudahan bermanfaat.
Bersambung...

Dikutip dari Buku Pintar Senior, penerbit Upaya Warga Negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar