Selasa, 02 Juni 2015

Adab Sunnah dan Bacaan Ketika Pergi ke Masjid

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Wahai kaum lelaki muslimin, hendaklah shalatnya itu berjama'ah di masjid; penuhi panggilan adzan dengan bersegera menuju ke rumah Allah untuk mendapatkan pahala shalat berjama'ah aneka keutamaan pahalanya, termasuk mendapat pahala barisan terdepan. Shalat di shaf pertama mempunyai keutamaan dan keistimewaan, dimana Nabi saw. mengabarkan bahwa shaf yang terbaik bagi lelaki adalah yang paling depan sementara yang terjelek adalah shaf yang paling belakang. Karenanya beliau memperingatkan agar jangan sampai seseorang itu sengaja terlambat dan tidak mau berada di shaf terdepan, karena hal itu akan menjadi sebab Allah Ta’ala juga akan mengundurkan rahmat dan keutamaan-Nya kepada orang tersebut. Sebagaimana yang tersebut dalam hadits Abu Hurairah, hukum ini hanya berlaku bagi jamaah lelaki. Adapun bagi jamaah wanita, maka shaf yang terbaik bagi mereka adalah yang paling belakang. Karena tempat itu lebih terpisah dari laki-laki dan lebih kecil kemungkinan suara mereka terdengar oleh lelaki.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjama’ah (di masjid) lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian (di rumah)” (HR. Bukhari no. 609).

1. Sunnah-Sunnah Ketika Pergi ke Masjid

1. Bersegera menuju Masjid
Rasulullah saw. bersabda:
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
"Seandainya manusia mengetahuii keutamaan panggilan adzan dan shaf pertama, kemudian tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali dengan berundi, pastilah mereka berundi. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid, niscaya mereka akan berlomba. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan shalat 'Isya dan Shubuh (dengan berjama'ah), niscaya mereka akan datang walaupun dengan merangkak." (Muttafaq 'alaih).[1]. Imam Nawawi berkata: "At-Tahjiir adalah bersegera menuju shalat."
2. Berdo'a ketika menuju masjid.
َللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَمِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا، وَعَنْ شِمَالِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، وَمِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ نَفْسِيْ نُوْرًا
"Ya Allah, jadikanlah cahaya dalam hatiku, lidahku, pendengaranku, dan penglihatanku. Jadikanlah cahaya berada di belakangku, di hadapanku, di atasku dan di bawahku. Ya Allah, berikanlah aku cahaya." (Muttafaq 'alaih).[2].
3. Berjalan menuju masjid dengan perlahan dan tenang.
Rasulullah saw. bersabda:
..... إِذَا سَمِعْتُمْ الْإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلَاةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ
"Apabila kalian telah mendengar iqamat, maka berjalanlah ke masjid (untuk shalat) dengan tenang dan perlahan-lahan."[3].
Kata السَّكِينَةِ maksudnya perlahan dalam berjalan dan menjauhkan diri dari bersenda gurau. Sedangkan الْوَقَارِ artinya menundukkan pandangan, merendahkan suara dan tidak menoleh-noleh.
4. Menuju masjid dengan berjalan kaki.
Para ulama telah menjelaskan bahwa disunnahkan memperpendek langkah dan tidak tergesa-gesa ketika berjalan kaki ke masjid. Tujuannya agar kebaikan yang diperoleh pelakukanya semakin banyak. Hal ini berdasarkan nash-nash syar'i yang menunjukkan keutamaan memperbanyak langkah menuju masjid, diantaranya sabda Rasulullah saw.:
  .... أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ... وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ
"Maukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan yang menyebabkan Allah menghapuskan dosa dan mengangkat derajat kalian.' Mereka berkata: 'Ya, wahai Rasulullah.' Kemudian Rasulullah menyebutkan salah satunya adalah memperbanyak langkah menuju masjid." [4].
5. Berdo'a ketika masuk masjid
Do'a masuk masjid yaitu: 
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
"Ya Allah, bukalah pintu rahmat-Mu untukku."
Berdasarkan hadits Rasulullah saw.
"Apabila di antara kalian ada yang masuk masjid, maka hendaklah ia bershalawat kepada Nabi saw.,kemudian ucapkanlah do'a" اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ Ya Allah, bukalah pintu rahmat-Mu untukku."[5].
6. Mendahulukan kaki kanan ketika masuk masjid
Berdasarkan perkataan Anas bin Malik r.a.:
 من السنة إذا دخلت المسجد أن تبدأ برجلك اليمنى، وإذا خرجت أن تبدأ برجلك اليسرى
"Termasuk sunnah, apabila engkau masuk masjid, dahulukan kakimu yang kanan dan apabila engkau keluar, dahulukan kaki kirimu." [6].
7. Memperbanyak menempati shaft pertama
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا
"Seandainya manusia mengetahui keutamaan dari panggilan adzan dan shaf pertama, kemudian tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali dengan cara berundi, pastilah mereka akan berundi, Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid, niscaya mereka akan berlomba." [7].
8. Berdo'a ketika keluar masjid
Jika keluar dari masjid, hendaklah mengucapkan:
 اللّهُمَّ اِنّى اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon karunia-Mu."[8].
Dalam riwayat an-Nasa'i disebutkan agar bershalawat kepada Nabi saw. disamping membaca do'a tersebut.
9. Mendahulukan kaki kiri ketika keluar dari masjid.
Hal ini berdasarkan perkataan Anas bin Malik di atas tentang keutamaan mendahulukan kaki kanan ketika masuk masjid.
10. Shalat Tahiyyatul masjid
Sabda Nabi saw.
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ
"Apabila salah seorang diantara kalian masuk masjid, janganlah ia duduk sehingga ia shalat dua raka'at." (Muttafaq 'alaih).[9].
Imam Syafi'i berkata: "Shalat Tahiyyatul masjid disyari'atkan, meskipun pada waktu yang dilarang."[10].
Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: "Shalat Tahiyyatul masjid hukumnya adalah sunnah menurut ijma' dari ahli fatwa ulama."
Praktik sunnah-sunnah tersebut terjadi berulang kali, yang dilakukan oleh seorang Muslim ketika hendak bepergian menuju masjid untuk shalat lima waktu. Apabila dikumpulkan , maka akan didapatkan sebanyak 50 sunnah.
Sebarkan!!! insyaallah bermanfaat.
   ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                    
      “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Sumber:
1000 Amalan Sunnah dalam Sehari Semalam, hal. 22-27, Khalid Husianan, Pustaka Imam Syafi'i.
***
[1]. H.R. Bukhari (615) dan Muslim (437).
[2]. H.R. Bukhari (6316) dan Muslim (763).
[3]. H.R. Bukhari (636, 908) dan Muslim (944).
[4]. H.R. Muslim (251).
[5]. H.R. An-Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.
[6]. H.R. Hakim, ia berkata: "Shahih berdasarkan syarat Muslim." dan disepakati oleh adz-Dzahabi).
[7]. H.R. Bukhari (615) dan Muslim (437).
[8]. H.R. Muslim (713) dan Abu Daud (465).
[9]. H.R. Bukhari (444) dan Muslim (714).
[10]. Waktu yang terlarang untuk melakukan shalat sunnah ada 3. Berdasarkan hadits dari Uqbah bin 'Amir alJuhani, diriwayatkan bahwa ia berkat: "Ada tiga waktu yang dilarang Rasulullah untuk shalat pada waktu tersebut dan juga untuk menguburkan mayat; Yaitu: ketika matahari sedang terbit hingga meninggi, ketika matahari tepat di atas kepala hingga condong, dan ketika matahari mulai tenggelam sampai benar-benar tenggelam>" (H.R. Muslim dalam Kitab Shalaatul Musaafiriin, bab al-Augaatillati Nuhiya. 'anish Shalaati fiihaa no. 831).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar