Jumat, 19 Juni 2015

Adab Sunnah dalam Shalat Malam dan Do'a-Do'anya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Arti Qiyamul-Lail ialah menghidupkan malam dengan ibadah-ibadah. Namun, yang dimaksud Qiyamul-Lail di sini adalah suatu penamaan untuk semua shalat sunnah yang dikerjakan di waktu malam setelah shalat ‘isya hingga tiba waktu sholat Shubuh. Oleh karenanya, yang termasuk Qiyamul-Lail (sholat malam) adalah: Sholat Tahajjud, sholat Witir,dan sholat Tarawih
1. Shalat Tahajjud adalah sholat yg dilaksanakan oleh seseorang di malam hari setelah tidur. Akan tetapi, sholat Tahajjud juga boleh dikerjakan sebelum tidur jika ia merasa khawatir tidak bisa bangun di tengah malam kecuali setelah tiba waktu sholat Subuh.
2. Shalat Witir adalah sholat malam yang jumlah roka’atnya ganjil, seperti 1, 3, 5, 7, 9, 11 roka’at, dst. 
3. Dan Shalat Tarawih adalah sholat sunnah yang disyari’atkan hanya di bulan suci Ramadhan.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم: أي الصلاة أفضل بعد المكتوبة ؟
قال: الصلاة في جوف الليل
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya: “Sholat apakah yang paling utama setelah sholat fardhu (yang lima waktu, pent) ?” beliau  menjawab: “Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah sholat (sunnah) di tengah malam (shalat Tahajjud).”. (Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dan Muslim).

1. Sunnah-Sunnah dalam Shalat Malam

Rasulullah saw. bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
"Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat lail (malam)."[1].
1. Sebaik-baik jumlah raka'at shalat malam adalah sebelas raka'at atau tiga belas raka'at dengan pengerjaan shalat yang lama.
Berdasarkan hadits Rasulullah saw.:
كان صلي الله عليه وسلم يصلي إحدي عثرة ركعة كانت تلك صلاته
"Rasulullah saw. mengerjakan shalat malam sebanyak 11 raka'at, maka yang demikian itu adalah shalat beliau."[2].
Riwayat yang lain menyebutkan:
يُصَلِّي با للَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ ركعة
"Rasulullah shalat malam sebanyak 13 raka'at."[3].
2. Bersiwak dan membaca 10 ayat terakhir surah Ali-Imran.
Disunnahkan bagi orang (yang bangun tidur tengah malam) yang (ingin) mengerjakan shalat malam, untuk bersiwak dan membaca ayat-ayat terakhir dari surat Ali-Imran mulai dari ayat 190 hingga 200.
إِنَّ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّہَارِ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (Q.S. Ali-Imran: 190). Dibaca sampai akhir surat.
3. Disunnahkan untuk berdo'a; yaitu do'a yang diajarkan Nabi saw.:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِن
 وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ
 وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
"Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah Yang menegakkan langit dan bumi serta segala isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta segala isinya. Bagi-Mu segala puji. Engkau Raja langit dan bumi serta segala isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Yang Mahabenar, janji-Mu itu benar adanya dan pertemuan dengan-Mu itu benar adanya. Firaman-Mu itu benar, surga itu benar, Neraka itu benar, para Nabi itu benar, Nabi Muhammad itu benar (utusan-Mu), Kiamat itu benar adanya, Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri dan beriman. Ya Allah, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-mu aku kembali, dengan hujjah-Mu aku membantah dan membela, dan kepada-Mu aku berhukum. Ampunilah dosaku di masa lalu, masa yang akan datang, yang tersembunyi serta yang nampak. Engkaulah Yang Maha mendahulukan dan Yang Maha mengakhirkan, dan tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau."[4].
4. Memulai shalat dengan dua raka'at yang ringan.
Hal itu dilakukan hingga datangnya semangat untuk memanjangkan raka'at setelah dua raka'at yang pendek tersebut.
Rasulullah saw. bersabda: 
إِذَا قَامَ أحدكم مِنْ اللَّيْلِ لِيُصَلِّيَ فليفْتتح صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
"Apabila salah seorang diantara kalian mendirikan shalat malam, hendaklah memulai shalatnya dengan dua raka'at ringan (surat-surat yang dibaca pendek)."[5].
5. Memulai shalat dengan doa yang shahih dari Rasulullah saw.
اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنْ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
"Ya Allah, Rab Jibril, Mika'il dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi, Wahai Rabb Yang mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata. Engkau Yang menghukumi (memutuskan) hamba-hamba-Mu terhadap perkara yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah padaku kebenaran tentang apa yang diperselisihkan dengan se-izin-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan jalan yang lurus bagi oang-orang yang Engkau kehendaki."[6].
6. Disunnahkan untuk memanjangkan shalat malam.
 عَنْ جَابِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ طُولُ الْقُنُوتِ
Rasulullah saw. ditanya: "Shalat apakah yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab: "Thuulul Qunuut (yang lama berdirinya)." [7].
7. Berta'awwudz ketika membaca ayat tentang adzab.
Yaitu ucapan: 
أعوذ  بالله من عداب الله
"Aku berlindung kepada Allah dari  adzab Allah."
Dan memohon rahmat kepada Allah ketika membaca ayat tentang rahmat dengan ucapan:
اللهم اني أسالك من فضلك
"Ya Allah, aku meminta kepada-Mu sebagian karunia-Mu)."
Dan bertasbih ketika membaca ayat-ayat yang mengandung pujian tentang ke-Mahasucian Allah. Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah saw.:
يَقْرَأُ مُتَرَسِّلًا إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ وَإِذَا مَرَّ بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ
"Rasulullah saw.membaca (ayat) dengan tartil, apabila beliau melewati satu ayat tasbih, maka beliau pun bertasbih. Apabila melewati ayat permohonan (tentang rahmat), maka beliau pun memohon. Dan apabila melewati ayat memohon perlindungan, maka beliau pun mohon perlindungan (berta'awwudz).[8].

2. Sebab-Sebab Utama agar mendapatkan kemudahan untuk melaksanakan shalat malam:

a. Berdo'a.
b. Menjauhkan (diri) dari begadang.
c. Tidur di siang hari.
d. Meninggalkan kemaksiatan.
e. Berkeinginan kuat untuk melakukan shalat malam.
Sebarkan !!! insyaallah bermafaat.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ          
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
1000 Amalan Sunnah dalam Sehari Semalam, hal. 38-43, Khalid al-Husainan, Pustaka Imam Syafi'i.
***
[1]. H.R. Muslim (no. 1163).
[2]. H.R. Bukhari (1147).
[3]. H.R. Bukhari (1138) dan Muslim (764).
[4]. H.R. Bukhari (1120, 6317 dan 7365) dan Muslim (2717) Catatan: Dibaca sebagai do'a istiftah.
[5]. H.R. Muslim (768).
[6]. H.R. Muslim (770), Abu Daud (767), Ibnu Majah (1357). Catatan: Dibaca sebagai do'a istiftah.
[7] H.R. Muslim (756).
[8]. H.R. Muslim (772). Dari Hudzaifah Ibnul Yaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar