Minggu, 31 Mei 2015

keutamaan Menghafal Al-Qur'an Dan Balasan Bagi Muhafidz

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Al-Qur`an merupakan satu-satunya kitab suci di muka bumi ini yang terjaga, baik secara lafadz dan isinya. Rasyid Ridha pernah berkata bahwa satu-satunya kitab suci yang dinukil secara mutawatir dengan cara dihafal dan ditulis adalah Al-Qur`an. Sebagaimana ayat di atas, hal ini  merupakan janji Allah SWT yang akan selalu menjaganya sampa hari KiamatSalah satu penjagaan Allah SWT terhadap Al-Qur`an adalah dengan memuliakan para penghafalnya. Rasulullah saw bersabda, "Penghafal Al-Qur`an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al-Qur`an akan berkata: ‘Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia.' Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). Al-Qur`an kembali meminta: 'Wahai Tuhanku tambahkanlah.' Maka, orang tu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al-Qur`an memohon lagi: 'Wahai Tuhanku, ridhailah dia.' Maka Allah SWT meridha nya. Dan diperintahkan kepada orang itu: 'Bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga).' Dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.’” (HR Tirmidzi dar Abu Hurairah).  Selain sebagai penjagaan umat Islam terhadap kitab sucinya, menghafal Al-Qur`an merupakan identitas dan kebutuhan setiap muslim. Hal tersebut karena Al-Qur`an adalah jalan hidup setiap muslim. Tanpa adanya hafalan Al-Qur`an, seseorang tidak akan pernah tahu apa yang diperintahkan dan dilarang oleh agama, jiwanya tidak akan pernah terisi oleh ruh ajaran agama. Rasulullah saw bersabda, "Orang yang tidak mempunya hafalan Al-Qur`an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.(HR Tirmidzi).Menghafal Al-Qur`an baiknya tidak hanya lafadznya, namun harus diiringi dengan pemahaman dan pengamalan. Imam Malik dalam kitabnya Al- Muwatha menceritakan bahwa Ibnu Umar membutuhkan bertahun-tahun— malah ada yang mengatakan delapan tahun lamanya—hanya untuk menghafal surat Al-Baqarah. Hal ini menunjukkan bahwa para sahabat benar-benar mempelajari dan mengamalkan Al-Qur`an. Allah SWT berfirman, "Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur`an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.” (QS Al- Qiyamah [75]:16).
Berikut adalah beberapa fadhilah hafalan dan penghafal Al-Qur'an yang dirangkum dalam format tanya-jawab, semoga bermanfaat.

1. Diangkat Menjadi Pemimpin Karena Hafal Al-Qur'an

Tanya:
Rasulullah saw. pernah mengutus suatu delegasi yang terdiri dari beberapa orang, kemudian beliau meminta yang termuda dari mereka untuk memimpin delegasi tersebut karena ia hafal salah satu surat al-Qur'an. Surat apakah yang dihafal orang tersebut?

Jawab:
Surat itu adalah al-Baqarah. Beliau pernah mengutus suatu delegasi yang terdiri dari beberapa orang. Dan beliau meminta yang termuda dari mereka untuk memimpin delegasi tersebut karena ia hafal surat Al-Baqarah. Dan beliau bertutur pada orang itu, "Berangkatlah, engkau yang memimpin mereka,"[1].
Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. pernah mengutus utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian beliau memeriksa mereka. Selanjutnya beliau menguji hafalan al-Qur'an mereka satu persatu. Lalu beliau menghampiri orang yang paling muda usianya seraya bertanya, "Surat apa yang kamu hafal?" Orang itu menjawab, 'Aku sudah hafal surat ini dan surat itu serta surat al-Baqarah." Rasulullah bertanya, Apakah kamu hafal surat al-Baaqarah?" Orang itu menjawab, "Ya, aku hafal." Setelah itu beliau bertutur,"Berangkatlah, kamu yang menjadi pemimpin mereka. Kemudian orang yang terpandang diantara mereka berkata, "Ya Rasulullah, demi Allah, sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari surat Al-Baqarah melainkan karana khawatir tidak dapat menerapkannya." Maka beliau bertutur, "Pelajarilah al-Qur'an baca dan ajarilah orang lain membacanya. Sesungguhnya perumpamaan al-Qur'an bagi orang yang mempelajarinya, lalu membaca dan menerapkannya adalah seperti balon yang terpompa dan tersebar anginnya ke setiap tempat. Sedangkan perumpamaan al-Qur'an bagi orang yang mempelajarinya, lalu diam (tidak mengamalkannya) seperti balon yang terpompa, tetapi tercengkeram kuat dalam genggaman tangan," [H.R. Nasa'i, Ibnu Majah, dan Tirmidzi].

2. Hafalan Surat Al-Qur'an

Tanya: 
Ada empat surat Al-Qur'an, apabila dibaca setelah shalat Jum'at di tempat duduknya sebanyak tujuh kali, maka ia akan hafal sampai hari Jum'at berikutnya. Apa saja surat yang dimaksud ?

Jawab:
Surat tersebut adalah Al-Fatihiah, Al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlash. Ibnu Dhiris meriwayatkan hadits dari Asma' binti Abi Bakar, ia mengatakan, "Barangsiapa membaca al-Hamdu (Al-Fatihah), Mu'awwidatain (Al-Falaq dan An-Nas) dan Qul huwallaahu ahad (Al-Ikhlas)  setelah shalat Jum'at masing-masing tujuh kali, maka ia akan hafal sampai hari Jum'at berikutnya."
Waki mengatakan, "Lalu kami mencobanya, dan ternyata memang demikian adanya.[2].

Penjelasan:
Redaksi Surat Al-Fatihah, Al-Falaq, An-Nas dan Al-Ikhlash
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ (٧
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, (4) Yang menguasai hari pembalasan (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, [yaitu] jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni‘mat kepada mereka; bukan [jalan] mereka yang dimurkai [orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya], dan bukan [pula jalan] mereka yang sesat [orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan]. (7)
قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (١) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ (٢) لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ (٣) وَلَمۡ يَكُن لَّهُ ۥ ڪُفُوًا أَحَدٌ (٤
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (1) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (2) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, (3) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (4)
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ (١) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (٢) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِى ٱلۡعُقَدِ (٤) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (1) dari kejahatan makhluk-Nya, (2) dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (3) dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul [1], (4) dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki". (5)
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ (١) مَلِكِ ٱلنَّاسِ (٢) إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ (٣) مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ (٤) ٱلَّذِى يُوَسۡوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ (٥) مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ (٦
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan [yang memelihara dan menguasai] manusia. (1) Raja manusia. (2) Sembahan manusia. (3) dari kejahatan [bisikan] syaitan yang biasa bersembunyi, (4) yang membisikkan [kejahatan] ke dalam dada manusia. (5) dari [golongan] jin dan manusia. (6)
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               
 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”    
Ayo bergabung menjadi PENGHAFAL AL-QUR'AN dalam grup whatsapp. Info dan pendaftaran untuk ikhwan klik MUSHAF 1 dan untuk akhawat klik MUSHAFAH 1
Sumber:
Buku Tanya Jawab Tentang Al-Qur'an hal.3-4 dan 33, Qasim Asyur, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar.
http://qultummedia.com/22-artikel/ulumul-quran/308-keutamaan-membaca-dan-menghafal-al-quran
***
[1]. H.R. Tirmidzi, dari Abu Hurairah r.a., dan ia sendiri telah menshahihkan hadits ini.
[2]. Mausu'atu Fadha'ilil Suwari wa Ayatil Qur'an, Tharhuni, 163

Tidak ada komentar:

Posting Komentar