Selasa, 12 Mei 2015

Arti Deretan Kode Huruf Pada Label atau bungkus Kemasan Obat

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Hati-hatilah membeli obat, jangan sembarangan asal minum atau asal oles di badan tanpa mengenal karekteristik obat tersebut. Kenali kode-kode yang tercantum pada kemasannya. Kalau sampai menggunakan obat kadaluwarsa, bukan kesembuhan yang diperoleh, tapi malah sebaliknya. Marilah saya pandu cara mengartikan deretan angka-angka pada kemasan obat yang umum diperdagangkan dan sangat mungkin akan kita beli untuk mendatangkan manfaat dan kesembuhan.
Tapi bagaimana cara bisa membacanya ?
Sejak tahun 1981 Sub Ditjen POM telah mengatur nomor-nomor produksi obat secara sistimatis, terdiri atas 15 digit, yang biasanya tertera di kolom bawah sebagai nomor registrasi (No.Reg.) sbb.:

1 2 3 4 5  7 8 9 10 11 12 13 14 15    (blok warna hanyalah ilustrasi gambar)          

Kotak 1: Membedakan nama obat jadi
  • D: Menunjukkan nama dagang.
  • G: Menunjukkan nama generik.
Kotak 2 : Menunjukkan golongan obat:
  • N: Obat narkotik
  • P: Obat psikotropika
  • K: Obat keras
  • T: Obat bebas terbatas
  • B: Obat bebas
  • H: Obat hewan
Kotak 3 : Membedakan Jenis Produksi :
  • I: Obat jadi impor
  • E: Obat jadi untuk ekspor
  • L: Obat jadi lokal
  • X: Obat jadi untuk keperluan khusus.
Kotak 4 dan 5 : Membedakan Periode Pendaftaran Obat jadi yang Telah Disetujui (pendaftaran berlaku setiap 2 tahun sekali) :
  • Misalnya 72, artinya : pada periode 72 - 74
  • Misalnya 80, artinya : pada periode 80 - 82, dll.
Kotak 6, 7 dan 8; Menunjukkan Nomor Urut Pabrik.
Kotak 9, 10 dan 11: Menunjukkan Nomor Urut Obat yang jadi Disetujui untuk Masing-masing Pabrik.
Kotak 12 dan 13 : Menunjukkan Bentuk Sediaan Obat Jadi.
Kotak 14 : Menunjukkan Kekuatan Sediaan Obat jadi:
  • A : Menunjukkan kekuatan ssediaan obat jadi yang pertama disetujui.
  • B : Menunjukkan kekuatan sediaan obat jadi yang kedua yang disetujui.
  • C : Menunjukkan kekuatan sediaan obat jadi yang ketiga disetujui, dst.
Kotak 15 : Menunjukkan Kemasan Berbeda Untuk Tiap Nama, Kekuatan dan bentuk Sediaan Obat jadi, tidak lebih dari 10 kemasan:
  • 1 : Menunjukkan kemasan utama.
  • 2 : Menunjukkan beda kemasan yang pertama.
  • 3 : Menunjukkan beda kemasan yang kedua.
  • 4 : Menunjukkan beda kemasan yang ketiga, dst.


1. Contoh Cara Membaca Kode Obat

No. Reg. DBL 8630402711B1, itu artinya :
  1. D : adalah nama dagang atau nama patent dari suatu pabrik obat.
  2. B : adalah obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter.
  3. L : adalah obat jadi lokal. artinya dibuat di Indonesia.
  4. 86: Tahun pendaftaran pada periode 1986 - 1988, jadi dibuat dalam masa waktu tsb.
  5. 304: Nomor urut pabrik tersebut yang disetujui.
  6. 11 : Menunjukkan bentuk sediaan obat jadi.
  7. B  : Menunjukkan kekuatan sediaan obat jadi yang kedua yang disetujui.
  8. 1  : Kemasan utama

2. Cara Membaca Kode Lingkaran Dalam Kemasan

  • Lingkaran hijau dengan garis tepi hitam artinya obat bebas.
  • Lingkaran biru dengan garis tepi hitam artinya obat bebas terbatas, biasanya diberi pula tanda peringatn aturan pakainya, sebab mengandung obat keras dalam jumlah terbatas; biasanya berupa persegi panjang dengan huruf-huruf putih pada dasar hitam. macamnya antara lain :
  1. P1: Awas! obat keras. Bacalah aturan pakainya.
  2. P2: Awas! obat keras. Hanya untuk dikumur, jangan ditelan.
  3. P3: Awas! obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
  4. P4: Awas! obat keras. Hanya untuk dibakar.
  5. P5: Awas! obat keras! Tidak boleh ditelan.
  6. P6: Awas! obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.

3. Tips Mengidentifikasi Keaslian Obat Asli dan Palsu


Pemalsuan obat biasanya dilakukan dengan cara yang tidak baik, tidak memenuhi persyaratan baku (standar), atau dengan menggunakan bahan aktif (berkhasiat) yang tidak sesuai dengan penggunaan produk obat, penggunaan bahan aktif dibawah standar (substandard), dan dapat juga pembuatan Obat Palsu di Pasaran yang saat ini banyak beredar dipasaran tidak mengandung bahan aktif sama sekali.
Para pemalsu obat, biasanya menggunakan kemasan yang mirip dengan aslinya. Hal ini tentu saja bertujuan agar tidak diketahui kepalsuannya. Adapun Tips Mengetahui Obat Palsu di Pasaran yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Perhatikan nomor registrasi pada kemasan obat, sebagai tanda sudah mendapat ijin untuk dijual di Negara Indonesia.
  • Apabila anda membeli obat dengan resep dokter, perhatikan apakah merek obat sudah sesuai dengan resep yang dituliskan dokter apa belum.
  • Periksa kualitas kemasan dan kualitas fisik produk obat tersebut, pastikan tidak rusak dan belum terbuka.
  • Periksa nama dan alamat produsen, dan pastikan tercantum dengan jelas.
  • Baca Indikasi, Peringatan, Aturan Pakai, Efek Samping, Kontra Indikasi, Cara Penyimpanan, dan semua informasi yang tercantum pada kemasan. Dan pastikan obat yang anda beli sesuai dengan penyakit yang anda derita dan tidak Kontra Indikasi atau memicu alergi.
  • Teliti dan lihat tanggal kadaluwarsa, jangan sampai obat yang sudah kedaluarsa anda konsumsi, karena mungkin sudah terkontaminasi jamur dan bakteri.
  • Khusus obat cair yang sudah dibuka, maksimal bisa digunakan lagi hanya dalam waktu 2 bulan (dengan catatan disimpan di tempat yang sejuk atau di dalam lemari Es bukan di frezer).
  • Sedangkan untuk obat ethical, belilah obat hanya di apotik berdasarkan resep dokter.
  • Apabila ada keraguan saat akan mengkonsumsi obat karena kemungkinan palsu, silahkan hubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM (telp. 021-4263333).
Sebarkan !!! Mudah-mudahan bermanfaat.
Sumber:
Buku Pintar Senior, penerbit: Upaya Warga Negara, dan telah diedit untuk keselarasan.
http://tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com/2014/05/tips-mengetahui-obat-palsu-di-pasaran.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar