Jumat, 24 April 2015

Masuknya Jin Akibat Memiliki Jimat Serta Pengobatannya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Pengertian Jimat, Jin dan Ruqyah

Azimat atau lebih sering disebut jimat adalah barang (tulisan) yang dianggap memiliki kesaktian dan dapat melindungi pemiliknya, digunakan sebagai penangkal penyakit, dsb. Jin adalah makhluk yang diciptakan dari api. Dinamai jin karena tidak bersembunyi dari pandangan manusia. Secara terminologis, jin adalah makhluk ruhiah (gaib) yang diciptakan oleh Allah SWT dari api. Jin ini berwujud udara, sedangkan manusia memiliki pori-pori, karena itu jin bisa masuk dari bagian mana pun kedalam tubuh manusia. Allah swt. Swt berfirman sebagai berikut: Dia menciptakan jin dari nyala api,(QS.Al-Rahman [55]:15).
Dalam tafsir, Ibnu Abbas menyatakan bahwa ujung api adalah ujung gejolak api, sedangkan ujung gejolak api adalah udara panas yang keluar dari api. Ketika jin masuk dalam tubuh manusia, dia langsung menuju ke otak , dan melalui otak inilah dia bisa mempengaruhi bagian manapun anggota tubuh manusia.
Adapun Ruqyah adalah do’a untuk segala penyakit yang menimpa seseorang ,baik penyakit fisik maupun nonfisik dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur'an. Kajian dokter yang mutakhir telah membuktikan bahwa penderita kesurupan mempunyai gelombang yang sudah terdeteksi dan terdapat benda yang terasa asing bersemayam di otaknya.

2. Empat Jenis Gangguan Jin

  1. Gangguan total, yaitu jin mengganggu seluruh tubuh manusia.
  2. Gangguan sektoral, yaitu jin mengganggu sebagian anggota tubuh yang berakibat sakit.
  3. Gangguan berkepanjangan, yaitu jin selalu selalu berada dalam tubuhnya dalam jangka waktu yang lama.Gangguan sejenak, yaitu jin berada dalam tubuh yang bersangkutan hanya 
  4. Gangguan Selintas; beberapa detik saja seperti dalam kasus mimpi buruk.

3. Beberapa Karakter Setan

  1. Setan selalu menyuruh dan memotivasi manusia kepada kejahatan, melarang setiap kebaikan, dan membuat manusia takut melakukan kebaikan. Allah swt. berfirman : “Setan mengancam kemiskinan bagi kalian dan menyuruh kalian pelit, sedangkan Allah swt. menjanjikan kalian ampunan dan karunia-Nya, (QS.Al-Baqarah [2]:268).
  2. Setan mengancam kemiskinan kepada manusia dengan mengatakan “jika kalian menginfakan harta kalian maka kalian akan jatuh miskin.” 
  3. Menyesatkan manusia serta menjerumuskan kepada kekufuran dan kemaksiatan.
  4. Setan juga  menyakiti manusia baik dari fisik maupun mental. 
  5. Setan memiliki kemampuan memperlihatkan mimpi yang mengganggu seseorang dengan tujuan membuat manusia sedih dan merasa sakit.
  6. Dll.
Rasulullah saw. menjelaskan bahwa mimpi seseorang dalam tidur ada tiga macam :
1. Mimpi yang berasal dari Allah swt.
2. Mimpi yang membuat sedih, yang berasal dari setan
3. Mimpi yang berasal dari suara hati.
Jika kita bermimpi baik itu artinya datang dari Allah swt. dan boleh menceritakannya kepada orang lain. Sebaliknya bila bermimpi buruk, ketahuilah itu berasal dari syetan, oleh karenanya berlindunglah kepada Allah SWT dan dilarang untuk mengumbarnya.

4. Akibat Memiliki Jimat

Nara sumber (Ust.Yudhistira Adi Maulana) pernah punya pengalaman yang terjadi beberapa minggu ke belakang pada saat memberikan terapi ruqyah kepada seorang laki-laki. Ia mengaku didera oleh penyakit aneh. Medis modern tak bisa mendeteksinya. Ternyata pada saat di ruqyah, orang tersebut mendapat gangguan jin. Reaksi yang keluar tertawa diselingi menangis seperti yang terjadi di film horor.
Setelah beres terapi, saya bertanya “Bapak pernah berguru ilmu tertentu atau punya jimat-jimat?”
Si bapak menjawab, “Ya,” dan ia mengeluarkan keris kecil dari mobilnya. “Ini untuk jaga-jaga, dengan ini saya bisa mudah naik jabatan, dan banyak beribu manfaatnya.”
“Jika Bapak mau sehat,” sahut saya. “Bapak harus mengikhlaskan dan membuang jimat-jimat ini.”
Si bapak pun mengikhlaskannya karena ingin benar-benar sehat dan sembuh dari penyakitnya yang aneh itu.
Karena saya orangnya penasaran, saya kantongi jimat tersebut dan saya bawa tidur. Antara percaya dan tidak, jin penunggu jimat itu datang lewat mimpi dan sayapun terbangun kaget.
Memang pada dasarnya, benda-benda seperti jimat ada jin penunggunya. Dulu yang dipikirkan bila kita bermasalah dengan dunia ghaib, pasti diidentikan dengan perdukunan atau ‘orang pintar’. Ternyata Islam memberikan solusi untuk permasalahan ini. Ruqyah. Apa itu ruqyah?


5. Sejarah Ruqyah dan Jenisnya

  • Merunut sejarahnya, ruqyah merupakan salah satu metode pengobatan yang cukup tua di muka bumi ini. Dengan datangnya Islam, metode ini kemudian disesuaikan dengan nafas dan tata cara yang sesuai syariat. Dalam kamus Lisanul Arab disebutkan bahwa ruqyah adalah ‘doa yang digunakan untuk menyembuhkan seseorang yang terkena malapetaka.” Atau dengan kata lain, ruqyah adalah do’a untuk segala penyakit yang menimpa seseorang ,baik penyakit fisik maupun nonfisik. Definisi ini masih bersifat umum, sedangkan definisi ruqyah secara khusus adalah “pengobatan yang dilakukan seseorang dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Qura’an yang ditujukan kepada orang yang terkena sihir atau penyakit.”
  • Ruqyah merupakan do’a atau bacaan ayat ayat Al-quran yang diaktualisasikan oleh Rasulullah saw. untuk dibaca dan dibacakan kepada orang yang kerasukan jin atau terkena penyakit.
  • Ruqyah memilki sejumlah ketentuan yang wajib diperhatikan agar tidak terjerumus kepada perkara syiriksebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Jauhilah kepada sesuatu hal yang bisa membawa kehancuran, yaitu syirik (menyekutukan Allah swt.) dan sihir,” (H.R.al-Bazzar dan al-Mundzir).
  • Pada awalnya Rasulullah saw. melarangpengobatan dengan cara ruqyah karena pada masa jahiliyah, praktik ruqyah sering dicampurkan dengan syirik dan sihir. Namun Rasulullah saw. memperbolehkannya setelah para sahabat memperlihatkan praktik ruqyah yang dibersihkan dari syirik dan sihir ,hal ini di jelaskan oleh hadis di bawah ini:Auf bin Malik Al Asyja’i berkata; “Kami biasa melakukan ruqyah pada masa jahiliyah. Lalu kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah! bagaimana pendapatmu tentang ruqyah?’ Beliau menjawab, “Peragakanlah cara ruqyah kalian itu kepadaku. Tidak ada masalah dengan ruqyah selama tidak mengandung syirik,” (HR. Muslim no. 4079).
Berdasarkan keterangan di atas, ruqyah terbagi menjadi 3 macam
1. Ruqyah Syirkiyyah, yaitu ruqyah yang mengandung unsur kemusyrikan, misalkan membacakan mantra-mantra jampijampi yang bukan dari Al-qur’an dan Sunnah tapi diambil dari ucapan nenek moyang dan ucapan dukun. Jenis ruqyah ini haram hukumnya.
2. Ruqyah Sihiriyyah, jenis yang satu ini adalah ruqyah yang mengandung sihir, yaitu ruqyah dengan cara membacakan mantra-mantra atau jampi jampi yang bertujuan untuk memanggil jin dengan maksud agar jin yang dipanggil itu dapat mengusir jin yang ada pada tubuh seseorang yang kerasukan. Atau jin itu disuruh untuk mengeluarkan penyakit atau memindahkan penyakit pada binatang. Ruqyah seperti ini hukumnya haram.
3. Ruqyah Syariah, ruqyah yang diperbolehkan dalam Islam karena sudah steril dari perkara syirik, dan bisa kita aktualisasikan dalam keseharian. Allohu alam bi shawwab.
Semoga bermanfaat.
  ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ          
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
Yudhistira Adi Maulana, Penggagas rumah sehat Bekam Ruqyah Centre yang berasaskan pengobatan Thibbunnabawi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar