Sabtu, 04 April 2015

Beberapa Ajaran Animisme Yang Mempengaruhi Keyakinan Umat Islam Di Indonesia

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Sebelum agama Islam datang ke tanah Indonesia, masyarakat di negeri ini adalah penganut animisme, Hindu dan Budha. Pengaruh dari ketiga keyakinan tersebut sangat kuat dan diwariskan secara turun temurun. Ajaran agama yang banyak menggunakan rasio serta keyakinan-keyakinan kepada benda mati ini ternyata tidak serta merta hilang walaupun sekarang sebagian orang Indonesia telah memeluk agama Islam. Anggapan kuat yang terpelihara dalam budaya yang mendukung, telah menjadikan sebagian orang Islam memaknai agama hanya sebagai identitas dan simbol, bukan syari'at yang mesti diamalkan karena didukung akidah yang lurus. Maka hingga masa sekarang, kita masih mendengar, menyaksikan tradisi-tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam masih terus lestari, yang terkadang dimodifikasi dengan sesuatu yang berbau Islam, sehingga terkesan oleh orang awam, bahwa tradisi tersebut adalah dari ajaran Islam. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan iman; dan terus berlangsung karena sebagian orang-orang yang dianggap mengerti malah mendiamkan atau malah berperan di dalamnya, karena motif mengambil keuntungan. Na'udzubillaah...

Beberapa Tahayul dan Tradisi Yang Masih Dilestarikan

  1. Memenggal kepala manusia. Menurut ajaran animisme, manusia itu mempunyai zat ruh yang tertinggi daripada ruhh-ruh lainnya. Bila sebagian anggota manusia sakit, maka itu disebabkan kekurangan zat ruh. Sebab itu, ada diantara mereka yang selalu  berusaha untuk menambah kekuatan ruhnya dengan mengambil zat ruh orang lain. Praktik pengambilan ruh itu mereka lakukan melalui seorang dukun dengan cara memenggal kepala manusia, untuk dijadikan sajen. Bila syarat ini sulit dipenuhi, maka si dukun meminta ruh binatang atau tumbuhan, karena kedua jenis ruh ini dianggap mempunyai zat ruh yang dapat membantu zat ruh manusia. Hukum Islam memandang perbuatan semacam itu, selain tidak manusiawi juga merupakan dosa besar; dan pelakunya diancam masuk neraka. Allah Ta'ala berfirman: إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّٮٰهُمُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِہِمۡ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمۡ‌ۖ قَالُواْ كُنَّا مُسۡتَضۡعَفِينَ فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۚ قَالُوٓاْ أَلَمۡ تَكُنۡ أَرۡضُ ٱللَّهِ وَٲسِعَةً۬ فَتُہَاجِرُواْ فِيہَا‌ۚ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ مَأۡوَٮٰهُمۡ جَهَنَّمُ‌ۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, [kepada mereka] malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri [Mekah]". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, (Q.S.An-Nisa:97).
  2. Pantangan Memakan Daging Binatang . Khususnya di Jawa, ada yang beranggapan bahwa binatang rusa dan kijang tidak boleh dimakan. Bukan karena haram, tapi daging tersebut dianggap dapat membawa pengaruh buruk terhadap mental manusia. Ada juga larangan-larangan seperti: makan ikan laut, kuning telur ayam, dan masih banyak lagi. Pengaruh itu kemungkinan datang dari sebagian ajaaran Hindu penganut tatim atau dari ajaran Suci Rahayu yang melarang memakan segala jenis binatang.Kemungkinan lain berasal dari tradisi kehidupan orang Baduy di Banten, Jawa Barat, yang juga pantang makan daging binatang. Kalaupun mereka makan, dengan syarat harus habis, kalau tidak, ruhnya akan bergentayangan. قَدۡ خَسِرَ ٱلَّذِينَ قَتَلُوٓاْ أَوۡلَـٰدَهُمۡ سَفَهَۢا بِغَيۡرِ عِلۡمٍ۬ وَحَرَّمُواْ مَا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ٱفۡتِرَآءً عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ قَدۡ ضَلُّواْ وَمَا ڪَانُواْ مُهۡتَدِينَ Artinya: Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui [4], dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezkikan kepada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (Q.S. Al-An'am: 140).
  3. Darah Manusia dan Binatang. Masyarakat animisme beranggapan bahwa darah merupakan tempat bersemayamnya zat ruh. Sebab ittu, mereka seringkali menggunakan darah sebagai sajian makanan untuk para jin atau setan. Cara mereka menggunakan darah tersebut bermacam-macam, ada yang menggosokkannya ke bagian tubuh atau senjata yang dianggapnya jimat, dengan tujuan mendapatkan kekuatan, ada juga yang menjadikannya sebagai asihan (pemikat) agar seseorang menjadi tertarik kepadanya. وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعً۬ا يَـٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ قَدِ ٱسۡتَكۡثَرۡتُم مِّنَ ٱلۡإِنسِ‌ۖ وَقَالَ أَوۡلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلۡإِنسِ رَبَّنَا ٱسۡتَمۡتَعَ بَعۡضُنَا بِبَعۡضٍ۬ وَبَلَغۡنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِىٓ أَجَّلۡتَ لَنَا‌ۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثۡوَٮٰكُمۡ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ‌ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ۬ Artinya: Dan [ingatlah] hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, [dan Allah berfirman]: "Hai golongan jin [syaitan], sesungguhnya kamu telah banyak [menyesatkan] manusia", lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian [yang lain] dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki [yang lain]". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Q.S. al-An'am: 128).
  4. Polesan Air Ludah. Di sebagian masyarakat islam Indonesia, sudah lama berlaku anggapan bahwa air ludah orang tertentu - misal kiyai - mempunyai khasiat luar biasa, terutama untuk anak-anak usia balita. Seringkai air ludah tersebut dijadikan obat untuk kepintaran atau kesembuhan dari sakit. Dari Ibnu Mas'ud: Rasulullah saw. bersabda: "Binasalah orang yang mengkultus-individukan seseorang. Beliau mengatakan hal itu sampai tiga kali." (H.R.Muslim).
  5. Rambut Pemikat. Menurut pandangan animisme, rambut adalah sesuatu yang bisa membawa kekuatan, maka mereka seringkali menggunakan rambut sebagai obat, pemikat jodoh, atau pembawa ruh manusia seperti yang sering dilakukan seorang dukun. Dari Ibnu Abbas r.a.: Rasulullah saw. bersabda: "Hati-hatilah dari perbuatan yang berlebihan dalam Islam karena sesungguhnya kehancuran umat-umat di masa lampau akibat perbuatan yang berlebih-lebihan." (H.R. Ahmad).
  6. Tiupan Mujarab. Seorang dukun atau tukang sihir dalam menyembuhkan pasien selain menggunakan mantera dan sajen, juga dengan tiupan mujarab. Setelah komat-kamit mengucapkan mantera, biasanya ia meniup-niup anggota badan pasien. Dengan tujuan agar ruh jahat yang menempel pada diri si pasien segera terusir. Cara-cara seperti ini juga telah merembes dalam masyarakat Islam. Dari Abu Hurairah r.a.: "Barangsiapa yang mengikat bundelan, kemudian meniup -niupnya, maka sesungguhnya ia menyihir, dan orang yang menokohkan sihir itu adalah musyrik." (H.R. Nasa'i).
  7. Sentuhan Tangan. Yakni kepercayaan seseorang terhadap adanya zat ruh pada tangan manusia. Sebab itu ada masyarakat yang menganggap bahwa sentuhan tangan seseorang (dukun atau kyai) bisa menjadi obat bagi yang sakit. وَلِتَصۡغَىٰٓ إِلَيۡهِ أَفۡـِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأَخِرَةِ وَلِيَرۡضَوۡهُ وَلِيَقۡتَرِفُواْ مَا هُم مُّقۡتَرِفُونَ Artinya: Dan [juga] agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka [syaitan] kerjakan. (Q.S. al-An'am: 113).
  8. Bayangan Manusia. Yakni anggapan bahwa bayangan itu merupakan penjelmaan dari roh manusia. Melalui bayangan, orang bisa memanggil ruh orang lain dengan cara menyebutkan namanya. Seorang dukun sering menggunakan air (dalam sebuah tempat) sebagai alat untuk melihat bayangan orang yang diramalkannya itu. Jika bayangan itu tampak, berarti orang tersebut bakal datang, dan sebaliknya. Allah Ta'ala berfirman:هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمۡسَ ضِيَآءً۬ وَٱلۡقَمَرَ نُورً۬ا وَقَدَّرَهُ ۥ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَ‌ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٲلِكَ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ‌ۚ يُفَصِّلُ ٱلۡأَيَـٰتِ لِقَوۡمٍ۬ يَعۡلَمُونَ Artinya: Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah [tempat-tempat] bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan [waktu]. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda [kebesaran-Nya] kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Yunus: 5).
  9. Kupu-Kupu Masuk Rumah. Yakni anggapan bahwa kupu-kupu yang masuk ke rumah merupakan suatu tanda bakal datangnya tamu karena kupu-kupulah yang membawa ruh si tamu itu. إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ Artinya: ... Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta [terhadap Allah].(Q.S. al-An'am: 116).
  10. Bisa Bertemu Roh Orang Mati.  Yakni anggapan bahwa ruh orang hidup bisa keluar dari jasad untuk dapat bertemu dengan ruh orang mati. Jika keluarnya terlalu lama, ruh bisa tersesat dan mengakibatkan kematian. Segala peristiwa dalam perjalanan itu disebut mimpi. Dan mimpi, dalam masyarakat animisme, dipandang sebagai suatu yang amat penting karena merupakan rahasia hidup yang perlu diungkap kejelasannya. Sebab itu, muncullah kepercayaan terhadap tabir mimpi yang dihubungkan dengan ramalan-ramalan masa depan. Firman Allah Ta'ala: ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلۡأَنفُسَ حِينَ مَوۡتِهَا وَٱلَّتِى لَمۡ تَمُتۡ فِى مَنَامِهَا‌ۖ ; Allah memegang jiwa [orang] ketika matinya dan [memegang] jiwa [orang] yang belum mati di waktu tidurnya; (Q.S. Az-Zumar: 42).
  11. Gelang Benang. Yakni anggapan bahwa rusaknya badan atau munculnya penyakit disebabkan sering terpisahnya ruh dari badan. Untuk menangkal itu, mereka mereka seringkali menggunakan benang yang diikatkan pada pergelangan tangan atau kaki. Dari Imran, bahwa Rasulullah saw. melihat seorang laki-laki memakai benang kuningan di tangannya. Nabi bertanya: 'Apakah ini?' Orang tersebut menjawab, 'Penolak lemah (bala)' Maka Nabi bersabda, 'Lepaskan, sebab ia hanya menambah penyakit. Dan kalau kamu mati dengan (keadaan) ia masih melekat pada tubuhmu, maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya." (H.R. Ahmad).
  12. Kesurupan. Yakni anggapan bahwa seseorang yang tidak menghormati leluhurnya, ia akan kemasukan roh leluhurnya itu. Ruh leluhur itu bisa memberi petunjuk kepada hal-hal yang rahasia (ghaib). Maka di saat orang kesurupan ia akan melakukan ucapan yang menyerupai suara leluhurnya, yang berupa pentunjuk-petunjuk bagi yang hidup. Dan orang tersebut akan sembuh dari kesurupannya setelah ruh leluhur itu meninggalkannya. Firman Allah Ta'ala: وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ‌ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّى  Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku,...(Q.S. Al-Isra': 85). 
  13. Kuntilanak. Menurut pandangan masyarakat animisme, kuntilanak berasal dari ruh wanita  yang meninggal karena melahirkan. Makhluk itu sangat ditakuti oleh setiap orang, termasuk para wanita hamil atau yang akan melahirkan. Maka akhirnya wanita hamil seringkali membawa alat-alat tajam seperti pisau, gunting, dll. sebagai pengusir dan penangkal gangguan kuntilanak. Perhatikanlah salah satu do'a Rasulullah saw. seperti yang diriwayatkan oleh ibnu Umar:"Hai bumi, Tuhanmu dan Tuhanku adalah Allah. Saya berlindung kepada Allah dari bahayamu ddan bahaya yang ada di dalam isi perutmu. Dan saya berlindung dari bahaya singa, manusia, ular, kala, setan, dan dari bahaya setiap yang melahirkan."(H.R. Abu Daud).
  14. Menaburkan Abu di Jalan Bekas Si Mati Lewat. Yakni anggapan animisme bahwa ruh orang mati bisa mengajak serta orang yang dikasihi atau pasangannya, temannya, tetangga, dll. untuk menyusul mati. Untuk mencegah itu orang berusaha memutuskan hubungan dengan si mati, yaitu dengan cara menaburkan abu di sekeliling rumah si mati atau segera mandi setelah pulang dari kuburan. Dari Rafi': Bahwa Nabi saw. bersabda: "Siapa yang memandikan orang mati, lalu merahasiakan apa-apa yang terlihat padanya, Allah akan mengampunkan (dosa) baginya empat puluh kali."(H.R. Hakim).
  15. Patung. Yakni keyakinan animisme yang memandang patung atau lukisan orang-orang terhormat sebagai barang yang dikeramatkan dan disembah-sembah. Kepercayaan terhadap patung atau berhala itu sebenarnya merupakan perkembangan dari faham teori jiwa (kepercayaan ruh) yang meningkat menjadi kepercayaan terhadap dewa. Dalam al-Qur'an disebutkan bahwa kehidupan orang Arab jahiliyyah ialah membuat patung. Patung-patung tersebur dibuat dari berbagai bahan, seperti kayu, batu, pasir, tanah liat atau bahkan dari makanan. Peringatan Allah: إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٲلِكَ لِمَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمً ; Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari [syirik] itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S.An-Nisa: 48).
Semoga bermanfaat.
        ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ           
          “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
    Sumber: 
    Bida'ah-bid'ah di Indonesia hal.67-83, Drs.K.H.Badrudin HSubky, Penerbit: Gema Insani Pers.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar