Selasa, 03 Februari 2015

Hadits Keutamaan Membaca Al-Qur'an dan Fadhilah Surat-Suratnya

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 
Banyak ulama yang telah menulis keutamaan al-Qur'an. Diantaranya ada yang berdasarkan kepada hadits-hadits shahih, seperti Imam Nawawi di dalam kitabnya Riyadhush-Shalihin. Tetapi ada pula yang menyebutkan hadits-hadits palsu dan lemah dengan alasan menggalakkan orang membaca al-Qur'an. Al-Hakim mengeluarkan di dalam al-Madkhal dengan sanadnya yang bersambung kepada Abu Ammar al-Maruzi, bahwa Abu Ishmah al-Jami' pernah ditanya: "Darimana kamu dapatkan (riwayat) dari Ikrimah dari Ibnu Abbas tentang keutamaan al-Qur'an surat demi surat, padahal (riwayat) itu tidak terdapat pada deretan perawi Ikrimah?" Ia (Abu Ishmah) menjawab:"Sesungguhnya aku melihat orang-orang telah menjauhi al-Qur'an dan sibuk dengan Fiqh Abu Hanifah dan Maghazi Ibnu Ishak, maka aku buatlah hadits ini dengan niat baik."
Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam muqadimah Tarikh al-Dlu'ala' dari Ibnu Mahdawi, ia berkata: "Aku berkata kepada Samirah bin Abdi Rabbihi: "Darimana kamu datangkan hadits-hadits ini; (yaitu) barangsiapa membaca surat ini maka baginya ini? Ia menjawab: "Aku buat sendiri untuk menggemarkan orang kepadanya."

1. Contoh-Contoh Hadits Shahih Tentang Keutamaan Al-Qur'an

  1. Dari Umamah r.a. ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:  "Bacalah al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi orang-orang yang membacanya." (H.R.Muslim no.804).
  2. Dari al-Nuwwas bin Sam'an r.a., ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:يُؤْتَى يَوْمَ الْقِيامَةِ بِالْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الَّذِيْنَ كانُوا يَعْمَلُوْنَ بِهِ فِي الدُّنْيا تَقَدَّمَهُ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرانَ تَحاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا Akan didatangkan pada hari Kiamat nanti al-Qur'an dan para pembacanya yang (juga) mengamalkannya di dunia. Surat al-Baqarah dan Surah Ali-Imran berada di depannya, kedua surat itu membela para pembacanya." (H.R.Muslim no.805).
  3. Dari Utsman bin Affan r.a., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ ."Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur'an dan mengajarkannya." (H.R.Bukhari).
  4. Dari 'Aisyah r.a., ia berkata::Rasulullah saw. bersabda: الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ "Orang yang membaca al-Qur'an dengan baik maka ia bersama para utusan (Malaikat) yang mulia lagi berbakti, dan orang yang membaca al-Qur'an dengan tersendat-sendat dan susah payah maka baginya dua pahala." (H.R. Bukhari dan Muslim).
  5. Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ طَعْمُهَا حُلْوٌ وَلَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ Perumpamaan orang Mu'min yang membaca al-Qur'an seperti buah utrujah: baunya harum dan rasanya pun enak. Perumpamaan orang Mu'min yang tidak membaca al-Qur'an seperti buah Tamar: tidak berbau wangi tetapi rasanya enak. Perumpamaan orang munafiq yang membaca al-Qur'an seperti buah raihanah; baunya wangi tetapi rasanya pahit. Perumapamaan orang munafiq yang tidak membaca al-Qur'an seperti buah hanzhalah; tidak berbau wangi dan rasanya pun pahit." (H.R. Darimi no.3229).
  6. Dari Umar bin Khattab r.a. bahwa Nabi saw. pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah akan mengangkat (martabat) beberapa kaum dengan kitab ini (al-Qur'an) dan akan menjatuhkan bebeapa kaum yang lain dengan kitab ini pula." (H.R.Muslim).
  7. Dari Ibnu Umar r.a. dari Nabi saw. bersabda:  لا حسد إلا في اثنتين: رجل آتاه اللَّه القرآن؛ فهو يقوم به آناء الليل وآناء النهار، ورجل آتاه اللَّه مالاً؛ فهو ينفقه آناء الليل وآناء النهار "Tidak boleh mendengki kecuali terhadap dua hal: Seseorang yang diberi (penguasaan yang baik tentang) al-Qur'an oleh Allah kemudian ia mengamalkannya siang dan malam, dan seseorang yang diberi Allah harta kemudian ia menginfakkannya siang dan malam, dan seseorang yang diberi Allah harta kemudian ia menginfakkannya siang dan malam." (H.R.Bukhari dan Muslim).
  8. Dari al-Barra r.a., ia berkata: Pernah ada seorang lelaki sedang membaca surah al-Kahfi, ketika itu kudanya diikat dua tali, kemudian tiba-tiba ada segumpal awan melindunginya dan semakin mendekat sehingga membuat kuda itu ketakutan. Maka ketika sudah masuk waktu shubuh, orang itu datang kepada Nabi saw. lalu menceritakan hal tersebut kepadanya, kemudian Nabi saw. bersabda:"Itu adalah ketenangan yang turun kepada bacaan al-Qur'an." (H.R. Bukhari dan Muslim).
  9. Dari Ibnu Mas'ud r.a., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ "Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu (pahalanya) sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alim lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf (H.R. Turmudzi).
  10. Dari Abdullah bin Amr bin 'Ash r.a., dari Nabi saw. beliau berkata:  اقرأ وارتق، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا ؛ فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها "Akan dikatakan kepada orang yang membaca al-Qur'an: Bacalah dan sempurnakanlah, bacalah dengan tartil sebagaimana kau pernah membacakannya secara tartil di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca."(H.R.Abu Daud dan Turmudzi, ia berkata: Hadits hasan shahih).
  11. Tamim Ad Dary r.a. berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:  مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ  Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).
  12. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ  Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim).
  13. Dari ‘Umar bin Al-Khaththab r.a., bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخرِينَ Sesungguhnya Allah dengan Al-Qur`an ini mengangkat suatu kaum, dan menghinakan kaum yang lainnya.[HR. Muslim 269].
  14. Dari Abu Umamah Al-Bahili r.a.: Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : « … اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ : الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ؛ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ » Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surat Al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya.[HR. Muslim 804]
  15. Dari An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi r.a. berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : « يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا » “Akan didatangkan Al-Qur`an pada Hari Kiamat kelak dan orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 805]. 
  16. Sakinah (ketenangan) dan rahmat serta keutamaan akan diturunkan kepada orang-orang yang berkumpul untuk membaca Al-Qur`an. مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah Azza wa Jalla untuk membaca Kitabullah (Al-Qur`an) dan mereka saling mempelajarinya kecuali sakinah (ketenangan) akan turun kepada mereka, majlis mereka penuh dengan rahmat dan para malaikat akan mengelilingi (majlis) mereka serta Allah akan menyebutkan mereka (orang yang ada dalam majlis tersebut) di hadapan para malaikat yang di sisi-Nya." [HR. Muslim].
  17. Bacaan Al-Qur`an merupakan “Hilyah” (perhiasan) bagi Ahlul Iman (orang-orang yang beriman). مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ "Perumpamaan orang mu`min yang membaca Al-Qur`an laksana buah “Al-Utrujah” (semacam jeruk manis) yang rasanya lezat dan harum aromanya, dan perumpamaan orang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an ibarat buah “At-Tamr” (kurma) rasanya lezat dan manis namun tidak ada aromanya, dan perumpamaan orang munafiq yang membaca Al-Qur`an ibarat “Ar-Raihanah” (sejenis tumbuhan yang harum) semerbak aromanya (wangi) namun pahit rasanya, dan perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Al-Qur`an ibarat buah “Al-Handhalah” (nama buah) rasanya pahit dan baunya tidak sedap”. [HR. Bukhari, Muslim dari Abi Musa Al-Asy`ary Radhiyallahu ‘anhu].
  18. Rasulullah saw. telah bersabda: يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ "Orang yang paling berhak menjadi imam (dalam shalat) adalah orang yang paling pandai membaca Al-Qur`an." [HR. Muslim].
  19. Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: أَفَلَا يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمُ أَوْ يَقْرَأُ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلَاثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الْإِبِلِ "Tidakkah salah seorang di antara kamu berangkat ke masjid untuk mengetahui atau membaca dua ayat dari Kitabullah lebih baik baginya daripada dua onta, dan tiga (ayat) lebih baik baginya dari pada tiga (onta), dan empat (ayat) lebih baik baginya dari pada empat (onta), begitu seterusnya sesuai dengan jumlah (ayat lebih baik) dari onta." [HR. Muslim dari ‘Uqbah bin Amir].

    2. Hadits Tentang Fadhilah Surat dan Ayat-Ayat Al-Qur'an

    1. Surat Al-Fatihah [Q.S. 1].

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ummul Qur’an (Al-Fatihah) adl 7 ayat yangg berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim”. (HR. Al-Bukhari no. 4427, Abu Dawud no. 1457)

    Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa para sahabat menggunakan al Fatihah sebagai ruqyah yang dibacakan kepada orang yang tersengat binatang buas, dan bisa sembuh. Setelah dilaporkan kepada beliau, Rasulullah bersabda, “Darimana engkau tau bahwa Al-Fatihah itu bisa dibaca untuk meruqyah?” (HR. Bukhari)

    2. Surat Al-Baqarah dan Ali Imran [Q.S. 2 dan3]

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah surat Al’Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya (untuk dibaca dan diamalkan) adalah mengandung keberkahan dan meninggalkannya adalah penyesalan, sedangkan penyihir tak mampu melawannya.”

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an krn Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya. Bacalah Az Zahrowain (dua surat cahaya) yaitu Al-Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tsb.” (HR. Muslim no. 1910).

    3. Surat Al-Isra’ [Q.S. 17].

    Aisyah radiyallahu’anhu berkata, “Rasulullah tidak tidur sebelum membaca surat az Zumar dan Bani Israil (Al Isra’). (HR. Abu Daud dan at Tirmidzi)

    4. Surat Al-Kahfi [Q.S. 18].

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa hafal 10 ayat pertama surat Al-Kahfi, dia akan terlindungi dari Dajjal.” (HR. Muslim)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca surat al Kahfi sebagaimana diturunkan, dia akan memiliki cahaya pada hari kiamat, dari tempatnya sampai ke Makkah.” (HR. Ath Thabrani).

    haditsul ghasiyah.” (HR. Muslim)
    5. Surat As Sajdah [Q.S. 32].
    Dari Abu Hurairah berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca di hari Jum’at pd saat shalat fajar ‘alif lam. Tanzil’ dari surat as Sajdah dan ‘hal ata ‘alal insan.” (HR. Bukhari)

    6. Surat Al Fath [Q.S. 48].
    Dari Qatadah, Anas bin Malik menceritakan kepadanya ketika turun surat “inna fatahna laka fathan mubina, liyaghfira laka” sampai “fauzan azhima”. Yaitu ketika beliau pulang dari Hudaibiyah. Waktu itu mereka (sahabat) diliputi kesedihan dan kejengkelan atas kaum musyrikin, sedang denda sudah disembelih di Hudaibiyah. Lalu beliau bersabda, “Telah diturunkan kepadaku sebuah surat yang lebih aku cintai daripada dunia seisinya.” (HR. Muslim)

    7. Surat Al-Waqiah [Q.S. 56].
    Surat Al-Waqiah adalah suatu surat yang memberikan manfaat untuk memohon rejeki yang lancar dan barokah, untuk itu Nabi muhammad SAW menyatakan bahwa surat Al-Waqiah adalah surat kaya, Beberapa manfaat diantaranya ialah:
    Abdullah bin Mas’ud saat sakit menjelang wafat, ditanya oleh Utsman bin Affan, “Apa yang engkau keluhkan?” Jawab Ibnu Mas’ud, “Dosa-dosaku.” Tanya Utsman, “Apa yang engkau inginkan?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Rahmat Rabb-ku.” Utsman lalu menawarkan harta benda. Namun Ibnu Mas’ud mengatakan ia tak memerlukannya. “Bukankah pemberian itu akan berguna bagi keturunanmu jika engkau wafat?” kata UtsmanIbnu Mas’ud menjawab, “Apakah engkau khawatir anak-anak wanitaku menjadi fakir? Aku telah mengajarkan mereka untuk membaca setiap malam surat Al-Waqi’ah. Dan aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya.” (HR. Ibnu Sunni).

    8. Surat Al Mulk [Q.S. 67].

    Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada satu surat dlm Al Qur’an yang hanya 30 ayat, akan tetapi di hari kiamat dia akan membela pembacanya sampai berhasil memasukkannya ke dalam jannah. Surat itu adalah surat ‘tabarak’ (al Mulk).” (HR. Ath Thabrani)

    9. Surat Al A’la [Q.S. 87].

    Dari an Nu’man bin Basyir berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca di shalat 2 hari raya & jum’at surat “Sabihisma rabikal a’la” & “hal ataka 

    10. Surat Al Ashr [Q.S. 103].

    Dari Abu Madinah ad Darimi berkata, Ada 2 org sahabat Nabi yg jika bertemu keduanya tidak berpisah sampai salah satu dr keduanya membacakan ‘Wal’ashri innal insana lafi khusrin’ kpd yg lain, lalu salah satu dari kduanya memberi salam.” (HR. Ath Thabrani).

    11. Surat Al Kafirun [Q.S.109].
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Qul huwallahu ahad setara dg spertiga al Qur’an, Qulya ayyuhal kafirun setara sperempat al Qur’an, Rasulullah membaca 2 surat itu dlm 2 rakaat fajar..” (HR. Ath Thabrani).

    12. Surat Al Ikhlas [Q.S. 112].
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah seorang diantara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam?’ Mereka mengatakan, ‘Bagaimana kami bisa membaca spt Al Qur’an?’ Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allahul wahidus Shamad (Al Ikhlas) itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim no. 1922).

    13. Surat Mu’awidzatain [Q.S. 113 dan 114].
    Dari abu Said al Khudri berkata, “Rasulullah biasa berlindung dari jin & penyakit al ‘ain sampai turunnya surat mu’awidzatain (al Falaq & an Naas). Ketika dua surat ini turun, beliau meninggalkan bacaan selainnya.” (HR. Ath Thirmidzi)

    14. Surat surat Mufashshal [Q.S.50-114].

    Yaitu surat surat pendek (Qaf sampai an Naas). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diberi sesuatu yang menggantikan Taurat pada as Sab’u, yang menggantikan Zabur ada pada al mi’in dan yang menggantikan Injil adalah al matsani, dan aku diberi yang lebih berupa al Mufasshal.

    15. Ayat Kursi [Q.S.Al-baqarah: 255].

    Dari Ubay bin Ka’ab berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat apa di dalam kitabullah yang menurutmu paling agung?” Aku berkata, “Allah & Rasul-Nya lebih tahu.” Rasulullah berkata lagi, “Wahai Abu Mundzir, tahukah kamu ayat apa dalam kitabullah yang menurutmu paling agung?” Aku berkata, “Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum.” Lalu beliau menepuk dadaku sembari berkata, “Demi Allah semoga dadamu dipenuhi ilmu, wahai Abu Mundzir.” (HR. Muslim)

    16. Dua ayat terakhir surat Al Baqarah [Q.S. Al-Baqarah: 285-286].

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menulis sebuah kitab 2000 tahun sebelum menciptakan langit & bumi. Lalu diturunkan 2 ayat darinya yang dgunakan untuk menutup surat Al Baqarah. Apabila dua ayat itu dibaca di sebuah rumah selama tiga malam, rumah itu tidak akan didekati setan.” (HR. Ath Tirmidzi).

    17. Dll.
    Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
    ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ 
    Ayo bergabung menjadi PENGHAFAL AL-QUR'AN dalam grup whatsapp. Info dan pendaftaran untuk ikhwan klik MUSHAF 1 dan untuk akhawat klik MUSHAFAH 1
    Sumber:
    Apa Itu al-Qur'an, hal. 19-23, Imam As-Suyuthi, Penerbit: Gema Insani Pers.
    https://lindaayulistya.wordpress.com/2012/03/29/15-fadhilah-surat-al-quran/
    Al-Qur'an Online

    4 komentar:

    1. wah... postingnya mencerahkan. tentunya jika menghayati hadist2 tersebut akan membuat kita rajin baca Al-Qur'an. Terima kasih sudah sharing.

      BalasHapus
    2. sangat banyak manfaatnya ya baca alquran

      BalasHapus
    3. sangat mencerahkan, smoga bisa mengamalkan membaca Al quran setiap hari..
      syukron ustad

      BalasHapus
    4. Semoga kita tetap bersemangat dlm mmbca quran aminn

      BalasHapus