Jumat, 06 Februari 2015

Asal Nama Al-Qur'an dan Nama-Nama Lain dari Al-Qur'an

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 
Al-Qur'an adalah nama khusus bagi kalam Allah. Ia tidak diambil dari pecahan kata qira'ah, tetapi merupakan nama bagi kitab Allah sebagaimana istilah Taurat dan Injil. Sebagian ulama berpendapat, bahwa ia pecahan kata dari qara'in, sebab ayat-ayatnya antara yang satu dengan yang lainnya saling membenarkan dan memilki kesamaan (qara'in).  Al Qur'an, kitab suci agama Islam memiliki banyak nama. Nama-nama ini berasal dari ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an itu sendiri yang memakai istilah tertentu untuk merujuk kepada Al Qur'an. Menurut sejarah, Abu Bakar ash-Shidiq-lah orang yang pertama kali menghimpun kitab Allah dan menamakannya al-Mushhaf.

1. Tinjauan Arti Al-Qur'an
Wahyu Tuhan yang turun kepada Nabi Muhammad saw. selama kurun waktu kurang lebih 23 tahun lazim secara populer disebut dengan nama “Al-Qur’an”. Penting kiranya dicatat bahwa  pemakaian Al-Qur’an sebagai nama kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muh}ammad saw. merupakan sesuatu yang unik dan menyimpang dari tradisi kalam Arab, baik secara keseluruhan maupun bagian-bagiannya. Allah menamakan keseluruhan kitab-Nya dengan Qur’an, sementara bangsa Arab menamakan keseluruhannya karyanya dengan istilah Diwan.  
. Bagian dari Al-Qur’an disebut surah
. Sementara dalam kalam Arab disebut qasidah
. Bagian yang lebih kecil lagi disebut ayat, dan dalam kalam Arab disebut bait .
. Selanjutnya, bagian akhir ayat dinamai fasilah.
, sementara hal serupa dalam kalam Arab disebut qafiyah
Keunikan ini juga dikarenakan sifat hakikat bahasa yang terkandung dalam Al-Qur’an sendiri yang memiliki fungsi yang berbeda dengan fungsi bahasa lainnya dalam komunikasi antar umat manusia.
Kata Al-Qur’an menurut penelitian Taufik Adnan Amal,  baik dengan atau tanpa kata sandang “al ” muncul sekitar 70 kali di dalam Al-Qur’an dengan pengertian yang beragam. Dalam QS. Al-Qiyamah [75]:17-18, kata ini digunakan untuk menyebut wahyu-wahyu individual yang disampaikan satu-per-satu kepada Nabi saw., atau sebagai suatu istilah umum untuk wahyu Ilahi yang diturunkan bagian demi bagian. Sementara pada sebagian konteks lainnya, Al-Qur’an – terkadang tanpa partikel “al-“ – disebut sebagai versi berbahasa Arab dari al-kitab yang ada di Lauh Mahfudz. Kata ini juga merujuk pada sekumpulan wahyu Ilahi yang diperintahkan untuk dibaca. Akan tetapi, penggunaan terma Al-Qur’an yang paling mendekati pengertian yang sering dipahami dewasa ini –yakni sebagai Kitab Suci kaum muslimin- terdapat dalam QS. At-Taubah [9]:111,5  di mana kata ini secara  bergandengan dengan dua kitab suci lain, Taurat dan Injil, dalam suatu konstruksi yang memberi kesan tentang tiga kitab suci yang  paralel. Selain itu, para sarjana muslim sendiri tidak padu dalam mendefinisikan Al-Qur’an secara kebahasaan (etimologis), meski sebagian besar mereka mamandang bahwa nama tersebut secara sederhana berasal dari kata kerja “qara’a ”, bahkan di antara mereka pun masih berbeda pandangan soal arti kata “ qara’a ” yang merupakan asal kata Al-Qur’an. Sementara sebagian kalangan orientalis, semisal Norman Daniel, merujukkan Al-Qur’an pada kata Alcoranus  atau  Althoranus . Menurutnya, al  dalam bahasa Arab berfungsi the whole, dan thoran  berarti hukum, sehingga Al-Qur’an berarti Kitab Himpunan Hukum. Wallaahu a'lam.


2. Nama-Nama Lain Al-Qur'an

  1. Al-Kitab (buku)
  2. Busyra (Kabar gembira).
  3. Ilmu(n) (Ilmu pengetahuan).
  4. al-Urwatul Wutsqa ( Ikatan yang kuat).
  5. Haqq (Kebenaran)
  6. Hablullah (Tali Allah)
  7. Bayanul linnaas (Keterangan bagi manusia)
  8. Munadiy (Penyeru).
  9. Nurun Mubin (Cahaya yang terang).
  10. Muhaimin (Penyaksi).
  11. 'Adl (Keadilan).
  12. Shirathun Mustaqim (Jalan lurus).
  13. Basha-ir (Penjelasan).
  14. Kalamullah (Kalam Allah).
  15. Hakim (Yang bijaksana).
  16. Mau'izah (Nasihat).
  17. Hudan wa rahmah (Petunjuk dan Rahmat).
  18. Arabiy (Yang berbahasa Arab).
  19. Qashash (Kisah).
  20. Balagh (Penyampaian).
  21. Huda (Hidayah).
  22. Syifa' (Penawar).
  23. Qaiyyim (Yang lurus).
  24. Wahyu
  25. Dzikrun Mubarakun (Peringatan yang diberkati).
  26. Al-Furqan (Pembeda).
  27. Tanzil (Yang diturunkan).
  28. Ahsanul Hadits (Perkataan yang terbaik).
  29. Matsany (Yang diulang-ulang).
  30. Mutasyabih (Yang serupa).
  31. Al-Shidqu Kebenaran).
  32. Basyirun wa Nadzir (Kabar gembira dan ancaman).
  33. 'Azizun (Yang mulia).
  34. Kitabun Mubin (Kitab yang nyata).
  35. 'Aliyun Hakim (Yang tinggi lagi bijaksana).
  36. Hikmatun (Kebijaksanaan).
  37. Al-Qur'anul Karim (Bacaan yang mulia).
  38. Amrullah (Keputusan Allah).
  39. Tadzkirah (Peringatan).
  40. Ajabun (Yang mengherankan).
  41. Naba'un 'Adzim (Berita Agung).
  42. Shuhufun Mukarramah (Lebaran yang dimuliakan).
  43. Marfu'atun Muthahharah (Yang ditinggikan dan disucikan).
  44. Majid (Yang mulia). 
  45. Qaulun Fashlun (Perkataan yang tegak).
  46. Dll.

3. Contoh Letak Nama Sebutan Dalam Ayat

1. Al Kitaab. Al Qur’an disebut juga dengan Al Kitaab karena merupakan sinonim baginya.

ذَٲلِكَ ٱلۡڪِتَـٰبُ لَا رَيۡبَ‌ۛ فِيهِ‌ۛ هُدً۬ى لِّلۡمُتَّقِينَ 
Artinya: “Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS Al Baqarah [2] : 2)

2. Al Furqaan. Al Qur’an disebut juga Al Furqaan karena memiliki fungsi sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah.

تَبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلۡفُرۡقَانَ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦ لِيَكُونَ لِلۡعَـٰلَمِينَ نَذِيرًا

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” (QS Al Furqaan [25] : 1)

3. Adz Dzikr. Al Qur’an disebut juga Al Zikr karena memiliki funsi sebagai pemberi peringatan. 

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُ ۥ لَحَـٰفِظُونَ 

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliaranya.” (QS Al Hijr [15] : 9)

4. Al Mau’itzah. Al Qur’an disebut juga Al Mu’izah karena ia merupakan pelajaran atau nasihat.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٌ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَشِفَآءٌ۬ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدً۬ى وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ

Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya, telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Yunus [10] : 57)



5. Al Hikmah. Al Qur’an disebut juga Al Hikmah karena segala yang terkandung di dalam Al Qur’an adalah kebijaksanaan.

ذَٲلِكَ مِمَّآ أَوۡحَىٰٓ إِلَيۡكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلۡحِكۡمَةِ‌ۗ وَلَا تَجۡعَلۡ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتُلۡقَىٰ فِى جَهَنَّمَ مَلُومً۬ا مَّدۡحُورًا 

Artinya: Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS Al Israa [17] : 39).
6. Asy Syifa’. Al Qur’an disebut juga Asy Syifa’ karena mampu mengobati atau menyembuhkan penyakit baik lahir maupun batin.
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٌ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَشِفَآءٌ۬ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدً۬ى وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ
Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya, telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) daru Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS Yuunus [10] : 57)
7. Al Hudaa. Al Qur’an disebut juga Al Hudaa karena ia juga berfungsi sebagai petunjuk.
وَأَنَّا لَمَّا سَمِعۡنَا ٱلۡهُدَىٰٓ ءَامَنَّا بِهِۦ‌ۖ فَمَن يُؤۡمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخۡسً۬ا وَلَا رَهَقً۬ا 
Artinya: “Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadany. Maka barangsiapa beriman kepadaTuhan maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.” (QS Al Jin [72] : 13)
8. Al Tanziil. Al Qur’an disebut juga Al Tanziil karena ia adalah kitab suci yang diturunkan.
وَإِنَّهُ ۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Artinya: ”Dan sungguh, (Al Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam.” (QS Asy Syu’araa [26] : 192)
9. Ar Rahmah. Al Qur’an disebut juga Al Rahman karena ia berfungsi sebagai petunjuk dan karunia bagi umat manusia dan alam semesta.
وَإِنَّهُ ۥ لَهُدً۬ى وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ
Artinya: “Dan sungguh, (Al Qur’an) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS An Naml [27] : 77)
10. Ar Ruuh. Al Qur’an disebut juga Ar Ruuh karena ia mampu menghidupkan akal pikiran dan membimbing manusia kepada jalan yang lurus.
وَكَذَٲلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ رُوحً۬ا مِّنۡ أَمۡرِنَا‌ۚ مَا كُنتَ تَدۡرِى مَا ٱلۡكِتَـٰبُ وَلَا ٱلۡإِيمَـٰنُ وَلَـٰكِن جَعَلۡنَـٰهُ نُورً۬ا نَّہۡدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِنَا‌ۚ وَإِنَّكَ لَتَہۡدِىٓ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ۬
Artinya: Dan demikianlah Kami wahyulan kepadamu (Muhammad) ruh (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al Qur’an dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al Qur’an itu cahaya, dengan itu Kami member petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.” (QS Asy Syuuraa [42] : 52)

11. Dlsb.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ 
Sumber:
Apa itu Al-Qur'an hal.15-16, Imam As-Suyuthi, Penerbit: Gema Insani Pers.
http://www.academia.edu/5574262/Melacak_Asal_Usul_Kata_al-Quran
http://kr-cahelek.blogspot.com/2011/04/nama-nama-lain-al-quran.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar