Selasa, 06 Januari 2015

Kaidah Ilmu Tajwid; Cara dan Model Membaca Al-Qur'an Yang Benar dan Yang Salah

                         بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Para ulama dahulu dan sekarang menaruh perhatian terhadap tilawah (cara membaca) Al-Qur'an, sehingga pengucapan lafadz-lafadz Al-Qur'an menjadi baik dan benar. Cara membaca ini di kalangan mereka dikenal dengan tajwidul Qur'an. Ilmu tentang tajwidul Qur'an ini telah dibahas oleh segolongan ulama secara khusus dalam karya tersendiri, baik berupa nadzham maupun prosa
Tajwid sebagai suatu disiplin ilmu mempunyai kaidah-kaidah tertentu yang harus dipedomani dalam pengucapan huruf-huruf dari makhrajnya disamping harus pula diperhatikan hubungan setiap huruf dengan yang sebelum dan sesudahnya dalam cara pengucapannya. Oleh karena itu ia tidak dapat diperoleh hanya sekedar dipelajari namun juga harus melalui latihan, praktek dan menirukan orang yang baik bacaannya. Sehubungan dengan hal ini asy-Syaikh Ibnul Jazariy mengatakan: "Aku tidak mengetahui jalan yang paling efektif untuk mencapai puncak tajwid selain dari latihan lisan dan mengulang-ulang lafadz yang diterima dari mulut orang yang baik bacaaannya."

1. Kekeliruan dan Kesalahan Dalam Membaca Huruf Al-Qur'an

Para ulama menganggap  qira'at (bacaan) Al-Qur'an tanpa tajwid sebagai suatu lahn (Kerusakan atau kesalahan yang menimpa lafadz) baik secara jaliy maupun secara khofiy
I. Lahn jaliy.
Adalah kerusakan pada lafadz secara nyata sehingga dapat diketahui oleh ulama qira'at maupun lainnya. Termasuk dari Lahn Jaliy ini ialah:
1. Mengganti suatu huruf dengan huruf lain, seperti: 
   ألعمت <------------- أنعمت atau contoh lain أعتيناك <------------ أعطيناك 
 (An'amta) dibaca (Al'amta)            (A'thainaaka) dibaca (A'tainaaka)         
2. Mengganti suatu harakat dengan harakat lain.    
   أنعمت<-------------- أنعمت atau contoh lain الحمد<-------------الحمد
  (An-'amtu) dibaca (An'amta)           (Al-hamdu) dibaca (Al-hamda)                
3. Mengurangi atau menambah huruf
   أنعمته  <----------------أنعمت atau contoh lain أنمت  <----------- أنعمت
    (An-'amta) dibaca (An-'amtahu)      (An-'amta) dibaca (Anamta)

II. Lahn Khofiy 
Adalah kesalahan pada lafadz yang hanya dapat diketahui oleh ulama qira'at dan para pengajar al-Qur'an yang cara bacanya diterima langsung dari mulut ke mulut para ulama qira'at dan kemudian dihafalkannya dengan teliti berikut keterangan-keterangan tentang lafadz-lafadz yang salah itu. Termasuk dari Lahn Khofiy ini adalah:
1. Membaca dhommah dengan suara antara dhommah dan fathah, seperti membaca dhommahnya lafadz  أنتم (antum) dan عليكم ('alaikum)
2. Membaca kasrah dengan suara antara kasrah dan fathah, seperti membaca kasrahnya lafadz   عليهم ('alaihim) dan به (bihi).
3. Menghilangkan dengung lafadz yang harus dibaca berdengung, seperti membaca "nun"-nya lafadz من قبلكم (min Qablikum)  dengan tanpa dengung.
4. Memanjangkan huruf yang harus dibaca pendek atau sebaliknya, seperti membaca panjang "nun"nya lafadz أنا عابد (ana 'abidun) yang seharusnya dibaca pendek, atau membaca pendek (mad thabi'i) "lam"nya lafadz لا إكراه (laa ikraaha) yang seharusnya dibaca panjang (mad jaiz munfashil). Tetapi apabila huruf yang dipanjangkan atau dipendekkan itu sampai merubah makna, maka hukumnya adalah lahn jaliy, seperti membaca panjang"ha"nya lafadz هدى (hudaa)  menjadi  هودي (Huudaa) yang asalnya berarti "petunjuk" berubah menjadi "orang Yahudi" dan sebagainya.

2. Berlebih-lebihan Dalam Membaca Al-Qur'an

Berlebihan dalam tajwid sampai kelewat batas dan terjadi pemaksaan tidak lebih kecil bahayanya dari lahn, demikian pula sebaliknya. Karenanya al-Qur'an itu hanya boleh dibaca dengan cara-cara sebagai berikut:
  1. Tartil (Runut dan khusu'). Yaitu membaca dengan perlahan-lahan dan jelas, mengeluarkan setiap huruf dari makhrajnya dan mengetrapkan sifat-sifatnya, serta mengingat-ngingat maknanya.
  2. Hadr (Cepat). Yaitu membaca dengan cepat tetapi masih menjaga hukum-hukumnya. Cara seperti ini biasanya dipakai pada waktu sima'an (melatih hafalan).
  3. Tadwir (bacaan sedang). Yaitu membaca antara bacaan tartil dan bacaan hadr Cara seperti ini biasanya dipakai masyarakat pada umumnya. Namun diantara cara-cara tersebut di atas, yang paling utama adalah Tartil. 
  4. Tambahan selain yang 3 di atas adalah Tahqiq (mengeja). yaitu membaca seperti halnya tartil tetapi lebih tenang dan lebih perlahan-lahan. Cara seperti ini hanya boleh dipakai untuk belajar atau mengajar dan tidak boleh dipakai pada waktu shalat atau lainnya.
Yang tidak diperbolehkan dalam membaca al-Qur'an adalah cara-cara sebagai berikut:
  1. Tar'id (merintih). Yaitu qari' menggeletarkan suaranya, laksana suara yang menggeletar karena kedinginan atau kesakitan.
  2. Tarqis (Nge-gas mendadak). Yaitu qari' sengaja berhenti pada huruf mati namun kemudian dihentakannya secara tiba-tiba, seakan-akan ia sedang melompat atau berjalan cepat (menari).
  3. Tartib (Bernyanyi). Yaitu qari' mendendangkan dan melagukan al-Qur'an sehingga membaca panjang (mad) bukan pada tempatnya atau menambahkannya bila kebetulan pada tempatnya (menyanyi).
  4. Tahrif (Estafet). Yaitu dua orang Qari' atau lebih membaca ayat yang panjang secara bersama-sama dengan bergantian berhenti untuk bernafas sehingga jadilah ayat yang panjang itu bacaan yang tak terputus-putus.
Artikel ini hanyalah pengetahuan, jika ingin dapat membaca al-Qur'an dengan benar atau memperbaiki bacaan anda (tahsin) hendaklah belajar dan praktek dari seorang guru yang kompeten. 


3. Contoh Ayat-Ayat (Dalil) Tentang Al-Qur'an 

(2) Al-Baqarah 1-5,23-24 89-91,97,105-106,151, 185
1. Al-Qur'an petunjuk bagi orang yang bertaqwa
2. Tantangan membuat satu surat semisal Al-Qur'an
3. Orang kafir ingkar janji
4. Kecaman untuk pembenci Jibril
5. Rahmat dan karunia itu hak Allah
6. Tugas seorang Rasul
7. Nuzulul Qur'an

(3) Ali-Imran 3-4, 7, 23, 78, 138, 164
8. Al-Qur'an membenarkan kitab yang sebelumnya
9. Al-Qur'an berisi ayat muhkam dan mutasyabihat
10. Yahudi berpaling dari kebenaran
11. Mengatasnamakan kitab
12. Al-Qur'an itu penerang, petunjuk dan pelajaran
13. Rasul menjadi penerang di tengah kegelapan

(6) Al-An'am 7, 90-92, 114-117, 151, 155, 157
14. Orang kafir selalu mencari dalih untuk mengingkari al-Qur'an
15. Al-Qur'an itu peringatan segala umat
16. Jangan menuruti kebanyakan manusia di bumi
17. 10 Perintah Tuhan
18. Al-Qur'an membawa berkah dan rahmat
19. Allah akan balas pendusta al-Qur'an dengan siksa yang pedih.

(7) Al-A'raf 2-5, 203-204
20. Ambillah Al-Qur'an sebagai tuntunan hidup
21. Diam, dengarkan dan perhatikan manakala dibacakan Al-qur'an
22. Al-Qur'an Menambah Iman orang mukmin dan menambah kekafiran orang munafik.

(10) Yunus 1, 37-39, 57-58
23. Ayat Al-Qur'an penuh hikmah
24. Al-Qur'an bukan buatan Nabi Muhammad saw.
25. Al-Qur'an itu obat hati, karunia dan rahmat.
26. Ayat tersusun rapi dan dijelaskan terinci
27. Tantangan membuat surat yang semisal al-Qur'an

(12) Yusuf 1-2, 111
28. Al-Qur'an berbahasa Arab
29. Al-Qur'an menjaelaskan segala sesuatu

(13) Ar-Ra'd 1, 37-39
30. Mayoritas manusia tidak beriman
31. Jangan mengikuti hawa nafsu

(14) Ibrahim 1-2
32. Al-Qur'an menerangi kegelapan

(15) Al-Hijr 1, 87
33. Ayat al-Qur;an sempurna
34. Tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (Asab'u Matsani).

(16) An-Nahl 101-103
35. Orang kafir menuduh Al-Qur'an itu bikinan Nabi saw.

(17) Al-Isra' 9, 41, 45-46, 88-89, 105
36. Al-Qur'an petunjuk dan kabar gembira bagi orang mu'min
37. Al-Qur'an mengulang ayat-ayat sebagai peringatan
38. Al-Qur'an membatasi mu'min dan kafir laksana dinding tertutup
39. Tidak ada yang dapat membuat serupa al-Qur'an
40. Nabi itu pembawa peringatan dan kabar gembira

(18) Al-Kahfi 1-5, 27, 54, 106
41. Allah tidak mengambil seseorang sebagai anak
42. Tidak ada yang dapat merubah kalimah al-Qur'an
43. Al-Qur'an sering mengulang-ulang perumpamaan
44. Balasan untuk pengolok al-Qur'an dan Rasul

(19) Maryam 64, 97
45. Semua di alam semesta ini milik dan kuasa Allah
46. Alasan al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab

(20) Thaha 2-3, 113-114
47. Al-Qur'an tidak diturunkan untuk menjadikan susah Nabi

(21) Al-Anbiya 5-8, 10-15
48. Al-Qur'an adalah mu'jizat
49. Adzab dan kehancuran untuk negeri yang dhalim penduduknya

(22) Al-Hajj 16
50. Ayat-ayat al-qur'an nyata

(24) An-Nur 1, 34
51. Al-Qur'an berisai hukum, kewajiban, peringatan, penerangan dan contoh kisah orang terdahulu.

52. Orang kafir menganggap Al-Qur'an bikinan Muhammad dan isinya dongengan belaka
(25) Al-Furqan 4-6, 30-32
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَـٰذَآ إِلَّآ إِفۡكٌ ٱفۡتَرَٮٰهُ وَأَعَانَهُ ۥ عَلَيۡهِ قَوۡمٌ ءَاخَرُونَ‌ۖ فَقَدۡ جَآءُو ظُلۡمً۬ا وَزُورً۬ا (٤) وَقَالُوٓاْ أَسَـٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٱڪۡتَتَبَهَا فَهِىَ تُمۡلَىٰ عَلَيۡهِ بُڪۡرَةً۬ وَأَصِيلاً۬ (٥) قُلۡ أَنزَلَهُ ٱلَّذِى يَعۡلَمُ ٱلسِّرَّ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ ڪَانَ غَفُورً۬ا رَّحِيمً۬ا
Dan orang-orang kafir berkata: "Al Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain" [1]; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. (4) Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang." (5) Katakanlah: "Al Qur’an itu diturunkan oleh [Allah] yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (6).

53. Setiap Nabi Memiliki musuh
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَـٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِى ٱتَّخَذُواْ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورً۬ا (٣٠) وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّ۬ا مِّنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ‌ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيً۬ا وَنَصِيرً۬ا (٣١) وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلۡقُرۡءَانُ جُمۡلَةً۬ وَٲحِدَةً۬‌ۚ ڪَذَٲلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ‌ۖ وَرَتَّلۡنَـٰهُ تَرۡتِيلاً۬
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan". (30) Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (31) Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil [teratur dan benar]. (32).

54. Al-Qur'an benar-benar dari Allah
(26) Asy-Syu'ara 1-2, 192-194, 210-212, 195-199
طسٓمٓ (١) تِلۡكَ ءَايَـٰتُ ٱلۡكِتَـٰبِ ٱلۡمُبِينِ 
Thaa Siin Miim [1] (1) Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan. (2)
وَإِنَّهُ ۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (١٩٢) نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ (١٩٣) عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ
Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, (192) dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin [Jibril], (193) ke dalam hatimu [Muhammad] agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, (194).
بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ۬ مُّبِينٍ۬ (١٩٥) وَإِنَّهُ ۥ لَفِى زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ (١٩٦) أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً أَن يَعۡلَمَهُ ۥ عُلَمَـٰٓؤُاْ بَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ (١٩٧) وَلَوۡ نَزَّلۡنَـٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ (١٩٨) فَقَرَأَهُ ۥ عَلَيۡهِم مَّا ڪَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ 
dengan bahasa Arab yang jelas. (195) Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar [tersebut] dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. (196) Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? (197) Dan kalau Al Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, (198) lalu ia membacakannya kepada mereka [orang-orang kafir]; niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. (199)
وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَـٰطِينُ (٢١٠) وَمَا يَنۢبَغِى لَهُمۡ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ (٢١١) إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ
Dan Al Qur’an itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan. (210) Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Qur’an itu, dan merekapun tidak akan kuasa. (211) Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al Qur’an itu. (212).

55. Beberapa kriteria Orang yang beriman 
(27) An-Naml 1-3, 6, 76-79
طسٓ‌ۚ تِلۡكَ ءَايَـٰتُ ٱلۡقُرۡءَانِ وَڪِتَابٍ۬ مُّبِينٍ (١) هُدً۬ى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ (٢) ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّڪَوٰةَ وَهُم بِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ
Thaa Siin [1]. [Surat] ini adalah ayat-ayat Al Qur’an, dan [ayat-ayat] Kitab yang menjelaskan, (1) untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman, (2) [yaitu] orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. (3)
وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلۡقُرۡءَانَ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ عَلِيمٍ 
Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Qur’an dari sisi [Allah] Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (6)
إِنَّ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَقُصُّ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ أَڪۡثَرَ ٱلَّذِى هُمۡ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ (٧٦) وَإِنَّهُ ۥ لَهُدً۬ى وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ (٧٧) إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِى بَيۡنَہُم بِحُكۡمِهِۦ‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡعَلِيمُ (٧٨) فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۖ إِنَّكَ عَلَى ٱلۡحَقِّ ٱلۡمُبِينِ
Sesungguhnya Al Qur’an ini menjelaskan kepada Bani Israil sebahagian besar dari [perkara-perkara] yang mereka berselisih tentangnya. (76) Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (77) Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (78) Sebab itu bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata. (79).

56. Orang kafir mengingkari al-Qur'an dengan berbagai alasan.
(28) Al-Qashash 1-2, 48-51, 85-86
طسٓمٓ (١) تِلۡكَ ءَايَـٰتُ ٱلۡكِتَـٰبِ ٱلۡمُبِينِ
Thaa Siin Miim [1] (1) Ini adalah ayat-ayat Kitab [Al Qur’an] yang nyata [dari Allah]. (2)
فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ مِنۡ عِندِنَا قَالُواْ لَوۡلَآ أُوتِىَ مِثۡلَ مَآ أُوتِىَ مُوسَىٰٓ‌ۚ أَوَلَمۡ يَڪۡفُرُواْ بِمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ مِن قَبۡلُ‌ۖ قَالُواْ سِحۡرَانِ تَظَـٰهَرَا وَقَالُوٓاْ إِنَّا بِكُلٍّ۬ كَـٰفِرُونَ (٤٨) قُلۡ فَأۡتُواْ بِكِتَـٰبٍ۬ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ هُوَ أَهۡدَىٰ مِنۡہُمَآ أَتَّبِعۡهُ إِن ڪُنتُمۡ صَـٰدِقِينَ (٤٩) فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡ‌ۚ وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَٮٰهُ بِغَيۡرِ هُدً۬ى مِّنَ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَہۡدِى ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ (٥٠) ۞ وَلَقَدۡ وَصَّلۡنَا لَهُمُ ٱلۡقَوۡلَ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ
Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: "Mengapakah tidak diberikan kepadanya [Muhammad] seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?". Dan bukankah mereka itu telah ingkar [juga] kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu?; mereka dahulu telah berkata: "Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang bantu membantu". Dan mereka [juga] berkata: "Sesungguhnya Kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu." (48) Katakanlah: "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih [dapat] memberi petunjuk daripada keduanya [Taurat dan Al Qur’an] niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar". (49) Maka jika mereka tidak menjawab [tantanganmu], ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka [belaka]. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (50) Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini [Al Qur’an] kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran . (51).

56. Al-Qur'an itu rahmat yang besar
إِنَّ ٱلَّذِى فَرَضَ عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ۬‌ۚ قُل رَّبِّىٓ أَعۡلَمُ مَن جَآءَ بِٱلۡهُدَىٰ وَمَنۡ هُوَ فِى ضَلَـٰلٍ۬ مُّبِينٍ۬ (٨٥) وَمَا كُنتَ تَرۡجُوٓاْ أَن يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡكَ ٱلۡڪِتَـٰبُ إِلَّا رَحۡمَةً۬ مِّن رَّبِّكَ‌ۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرً۬ا لِّلۡكَـٰفِرِينَ 
Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu [melaksanakan hukum-hukum] Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata". (85) Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Qur’an diturunkan kepadamu, tetapi ia [diturunkan] karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir. (86)
(29) Al-Ankabut 47-51
وَكَذَٲلِكَ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡڪِتَـٰبَ‌ۚ فَٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَـٰهُمُ ٱلۡڪِتَـٰبَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ‌ۖ وَمِنۡ هَـٰٓؤُلَآءِ مَن يُؤۡمِنُ بِهِۦ‌ۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَّا ٱلۡڪَـٰفِرُونَ (٤٧) وَمَا كُنتَ تَتۡلُواْ مِن قَبۡلِهِۦ مِن كِتَـٰبٍ۬ وَلَا تَخُطُّهُ ۥ بِيَمِينِكَ‌ۖ إِذً۬ا لَّٱرۡتَابَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ (٤٨) بَلۡ هُوَ ءَايَـٰتُۢ بَيِّنَـٰتٌ۬ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ‌ۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَـٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّـٰلِمُونَ (٤٩) وَقَالُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَـٰتٌ۬ مِّن رَّبِّهِۦ‌ۖ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأَيَـٰتُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۟ نَذِيرٌ۬ مُّبِينٌ (٥٠) أَوَلَمۡ يَكۡفِهِمۡ أَنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡڪِتَـٰبَ يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَرَحۡمَةً۬ وَذِڪۡرَىٰ لِقَوۡمٍ۬ يُؤۡمِنُونَ 
Dan demikian [pulalah] Kami turunkan kepadamu Al Kitab [Al Qur’an], maka orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al Kitab [Taurat] mereka beriman kepadanya [Al Qur’an]; dan di antara mereka; [orang-orang kafir Mekah] ada yang beriman kepadanya. Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir. (47) Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya [Al Qur’an] sesuatu Kitabpun dan kamu tidak [pernah] menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andai kata [kamu pernah membaca dan menulis], benar-benar ragulah orang yang mengingkari [mu]. (48) Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. (49) Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mu’jizat-mu’jizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mu’jizat-mu’jizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata". (50) Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab [Al Qur’an] sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam [Al Qur’an] itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (51).

57. Orang-orang yang menyesatkan manusia
(31) Lukman 6-7
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشۡتَرِى لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ۬ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمۡ عَذَابٌ۬ مُّهِينٌ۬ (٦) وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَـٰتُنَا وَلَّىٰ مُسۡتَڪۡبِرً۬ا كَأَن لَّمۡ يَسۡمَعۡهَا كَأَنَّ فِىٓ أُذُنَيۡهِ وَقۡرً۬ا‌ۖ فَبَشِّرۡهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ 
Dan di antara manusia [ada] orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan [manusia] dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (6) Dan apabila dibacakan kepadanya [2] ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. (7)
(32) As-Sajadah 2
تَنزِيلُ ٱلۡڪِتَـٰبِ لَا رَيۡبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ 
Turunnya Al Qur’an yang tidak ada keraguan padanya, [adalah] dari Tuhan semesta alam. (2).

58. Perniagaan yang berbuah anugerah Allah
(35) Fathir 29-32
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ سِرًّ۬ا وَعَلَانِيَةً۬ يَرۡجُونَ تِجَـٰرَةً۬ لَّن تَبُورَ (٢٩) لِيُوَفِّيَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۚۦۤ إِنَّهُ ۥ غَفُورٌ۬ شَڪُورٌ۬ (٣٠) وَٱلَّذِىٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَـٰبِ هُوَ ٱلۡحَقُّ مُصَدِّقً۬ا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِعِبَادِهِۦ لَخَبِيرُۢ بَصِيرٌ۬ (٣١) ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَـٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٌ۬ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡہُم مُّقۡتَصِدٌ۬ وَمِنۡہُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٲتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٲلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡڪَبِيرُ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (29) agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (30) Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab [Al Qur’an] itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat [keadaan] hamba-hamba-Nya. (31) Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada [pula] yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (32).

59. Allah tidak mengajarkan sya'ir kepada Nabi
(36) Yasin 69
وَمَا عَلَّمۡنَـٰهُ ٱلشِّعۡرَ وَمَا يَنۢبَغِى لَهُ ۥۤ‌ۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٌ۬ وَقُرۡءَانٌ۬ مُّبِينٌ۬
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya [Muhammad] dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan, (69)
(37) Ash-Shaffat 167-170
وَإِن كَانُواْ لَيَقُولُونَ (١٦٧) لَوۡ أَنَّ عِندَنَا ذِكۡرً۬ا مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ (١٦٨) لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ (١٦٩) فَكَفَرُواْ بِهِۦ‌ۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ 
Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata: (167) "Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari [kitab-kitab yang diturunkan] kepada orang-orang dahulu, (168) benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan [dari dosa]". (169) Tetapi mereka mengingkarinya [Al Qur’an]: maka kelak mereka akan mengetahui [akibat keingkarannya itu]. (170).

60. Orang kafir itu sombong dan musuh yang nyata
(38) Shaad 1-14
صٓ‌ۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِى ٱلذِّكۡرِ (١) بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى عِزَّةٍ۬ وَشِقَاقٍ۬ (٢) كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٍ۬ فَنَادَواْ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ۬ (٣) وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ۬ مِّنۡہُمۡ‌ۖ وَقَالَ ٱلۡكَـٰفِرُونَ هَـٰذَا سَـٰحِرٌ۬ كَذَّابٌ 
Shaad, demi Al Qur’an yang mempunyai keagungan. (1) Sebenarnya orang-orang kafir itu [berada] dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. (2) Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal [waktu itu] bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. (3) Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan [rasul] dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta". (4)
(39) Az-Zumar 1-2, 23, 27-28, 40-41
(41) Fushshilat 2-5, 26-27, 41, 43-44, 52-54
(42) Asy-Syura 18
(43) Az-Zukhruf 2-4, 44
(44) Ad-Dukhan 2-5, 58-59
(45) Al-Jatsiyah 2, 20
(46) Al-Ahqaf 2, 4, 7-12, 29-31
(52) Ath-Thur 33-34
(53) An-Najm 2-18
(54) Al-Qamar 17
(56) Al-Waqi'ah  75
(59) Al-Hasyr 21
(68) Al-Qalam 44-52
(69) Al-Haqqah 38-52
(72) Al-Jin 1-2
(73) Al-Muzammil  1-4, 20
(74) Al-Mudatsir 54-56
(75) Al-Qiyamah 16, 18-20
(76) Al-Insan 23
(80) Abasa 11-16
(81) At-Takwir 15-29
(84) Al-Insyiqaq 21
(85) Al-Buruj 21-22
(86) Ath-Thariq 11-14
(87) Al-A'la 6-13
(97) al-Qadar 2-5
Semoga bermanfaat.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ 
Ayo bergabung menjadi PENGHAFAL AL-QUR'AN dalam grup whatsapp. Info dan pendaftaran untuk ikhwan klik MUSHAF 1 dan untuk akhawat klik MUSHAFAH 1
Sumber:
Hukum-Hukum Bacaan Al-Qur'an hal.16-22, Moh.Wahyudi, Penerbit: INDAH-Surabaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar