Sabtu, 24 Januari 2015

Hukum dan Cara Membaca Nun Mati dan Tanwin Sesuai Ilmu Tajwid

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Serial Pelajaran Tajwid.
Dalam proses membaca al-Qur'an, akan banyak ditemui bacaan yang mengandung unsur hurup Nun mati, tanwin dan mim mati ketika bertemu huruf hijaiyyah, maka barang siapa yang benar dalam mempraktekkan kaidah ini, paling tidak dia sudah benar dalam mayoritas bacaan al-Qur'annya. Artikel ini akan saya permudah penyajiannya dengan menggunakan bahasa dan istilah yang mudah dipahami, tanpa mengesampingkan substansi dan hukum-hukumnya.  Nun mati (ن) atau tanwin (an-in-un) untuk lebih mudah diingat, analogikan saja dengan konsonan "N", maka jika ditemui bunyi "N" dalam al-Qur'an, perhatikanlah dan ingatlah bahwa hukum membacanya seperti penjelasan di bawah ini:

1. Hukum Bacaan Nun mati dan Tanwin Jika Bertemu Huruf Lain

1. Idh-Har (Jelas)
Artinya, bunyi "N" dibaca jelas manakala bertemu dengan salah satu huruf dari ، ه، ح، خ، ع، غ), baik dalam satu kata atau lebih.
Contoh:
طَيۡرًا أَبَابِيلَ (Thoyron-abaabiil)--->"n" dibaca jelas karena bertemu hamzah/alif.
عَنۡهُمۡ       ('anhum) ---> "n" dibaca jelas karena bertemu huruf "Ha).
عَلِيمًا حَكِيمً۬ا ('aliiman hakiimaa) ---> "n" dibaca jelas karena bertemu huruf "ha"
مِّنۡ خَوۡفِۭ   (min khauuf) ---> "n" dibaca jelas karena bertemu huruf "kho"
أَنۡعَمۡتَ      (an'amta) ---> 'n" dibaca jelas karena bertemu huruf "'ain"
فَلَهُمۡ أَجۡرٌ غَيۡرُ  (Falahum ajrun ghairu) ---> "n" dibaca jelas karena bertemu "Ghain"

2. Idh-Gham (Memasukkan)
Artinya "n" sebagai huruf pertama dimasukkan menjadi tasydid pada huruf berikutnya.
Yaitu apabila ada "N" bertemu salah satu dari 6 huruf berikut: (ي، ر، م، ل، و، ن).
Idh-gham ini terbagi menjadi 2, yakni:
1. Bi-ghunnah (dengan dengung); yaitu jika "n" bertemu (ي ،ن, م، و ).
Contoh:
   1.  مَن يَقُولُ ---> Tulisan: man-yaquulu; dibaca: mayyaquulu.
   2.  ۥ مِن نِّعۡمَةٍ۬---> Tulisan: min-ni'mah; dibaca: minni'mah.
   3. مِمَّن مَّنَعَ  ---> Tulisan: mimman-mana'a; dibaca: mimmammana'a.
(bunyi huruf "n" dirubah/dikonversi menjadi tasydid pada huruf berikutnya).
Kecuali jika nin mati /"n" (ن) yang bertemu و dengan atau ي dalam satu kata, maka harus dibaca idh-har (jelas bunyi 'n"nya).
Contoh:
   1.  ٱلدُّنۡيَا --->Tulisan: addun-ya, dibaca: ad-dun-ya (n tetap dibaca).
   2. قنوان ---> Tulisan: qinwaan ; dibaca qinwaan (n tetap dibaca jelas).
2. Bila Ghunnah (tanpa dengung); yaitu jika "n" bertemu  ل  atau ر . 
Contoh:
   1. خَيۡرٌ۬ لَّكَ  -----> Tulisan: khoirun-laka; dibaca: khoirullaka.
   2. غَفُورً۬ا رَّحِيمً۬ا --> Tulisan: ghofuuron-rohiima; dibaca: ghofuurorrohiimaa.

3. Iqlab (Mengganti).
Artinya Mengganti bunyi "n" dengan mim mati atau "m"; yakni manakala unsur "n" bertemu dengan ب (ba)  ; baik dalam satu kata atau dengan kata berikutnya.
Contoh:
   1. مِنۢ بَعۡدِ --------> Tulisan: min-ba'di; dibaca: mimba'di.
   2. عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ ---> Tulisan: 'aliimun-bilmuttaqiin; dibaca: 'aliimumbilmuttaqiin.

4. Ikhfa' (Menyamarkan).
Artinya menyamarkan bacaan antar idh-har dan idh-ham dengan dengung pada awal kata kira-kira 2 ketukan, yakni manakala bunyi "n" bertemu dengan salah satu dari  15 huruf selain di atas (ت، ث، ج، د، ذ ،ز ،س، ش، ص، ض، ط، ظ، ف، ق،ك).
Contoh:
   1.  وَلَآ أَنتُمۡ : ت  (walaa antum) tidak bisa dicontohkan kecuali dengan praktek.
    2.   فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ : ث (fammaa man tsaqulat).
   3. مِّن سِجِّيلٍ۬ : س (min sijjiil).
   4.  مِّن جُوعٍ۬ : ج  (min juu').
   5. عَن صَلَاتِہِمۡ : ص ('an sholaatihim).
    6.  مُنفَكِّينَ : ف  (munfaqqiin).
dll.
Cara menyamarkan bunyi "n" nya ialah dengan menggigit ujung lidah. Belajar atau dengarlah dari guru (qari;) yang sudah fasih bacaannya dan benar tajwidnya.


2. Hukum Bacaan Mim Mati Jika Bertemu Huruf Hijaiyyah

1. IDGHAM MIMI 
Idgham Mimi yaitu apabila “Mim mati” bertemu dengan huruf “Mim”. Dan juga disebut “Idgham Mutamatsilain”. Dinamakan “Idgham Mutamatsilain” karena bertemu dua huruf yang sama. Cara membacanya adalah merapatkan dua bibir atas dan bawah sebelah luar serta diikuti suara berdengung dengan dengungan yang sempurna, sehingga disebut juga dengan : “Ghunnah Kamilah” . Temponya adalah 2 sampai 2,5 harakat/ketukan. 
Contoh : 
لَهُـمْ مَـا يَشَاءُ ☼ لَكُـمْ مَـا كَسَبْتُمْ ☼ يَتَوَفَّاكُـمْ مَـلَكُ الْمَـوْتِ 
2. IKHFA’ SYAFAWI 
Ikhfa’ Syafawi yaitu apabila “Mim Mati” bertemu dengan huruf “Ba”. Dinamakan Ikhfa’ Syafawi karena makhraj huruf “Mim Dan Ba” ada pada bagian bibir. Cara membacanya adalah merapatkan dua bibir atas dan bawah sebelah dalam dan diikuti dengan suara berdengung. Temponya adalah 2 sampai 2,5 harakat/ketukan. 
Contoh : 
تَرْمِيْهِـمْ بِـحِجَارَةٍ ☼ اِنَّ رَبَّهُـمْ بِـهِمْ ☼ بَلْهُـمْ بِـلِقَاءِ رَبِّـهِـم 
3. IZH-HAR SYAFAWI 
Izh-Har Syafawi yaitu apabila “Mim Mati” bertemu dengan huruf “Waw atau Fa”. Dinamakan Syafawi karena makhraj huruf “Mim, Waw dan Fa” ada pada bagian bibir. Cara membacanya adalah merapatkan dua bibir atas dan bawah dan segera membuka kembali, sehingga bunyi Mim mati ketika itu menjadi sangat jelas. Temponya adalah 1 harakat/ketukan. 
Contoh : 
وَهُـمْ فِـيْهِ ☼ ذَالِكُـمْ فِـسْقٌ ☼ اَعْمَالُهُـمْ فَـهُمْ ☼ 
عَنْهُـمْ وَرَضُوْا ☼ اُجُوْرَهُـمْ وَيَزِيْدَهُمْ ☼ مِنْ رَبِّكُـمْ وَرَحْمَةٌ ☼ 
4. IZH-HAR 
Izh-Har yaitu apabila “Mim Mati” bertemu dengan selain empat huruf tersebut di atas. Cara membacanya adalah merapatkan dua bibir atas dan bawah dan segera membuka kembali, sehingga bunyi Mim mati ketika itu menjadi sangat jelas. Temponya adalah 1 harakat/ketukan. 
Contoh : 
عَالِيَهُـمْ ثِـيَابٌ - اَلَـمْ تَـرَ - هُـمْ خَـيْرٌ - لَهُـمْ جَـنَّةٌ - عَلَيْهِـمْ حِـجَارَةٌَ - كُـمْ دِيْـنُكُـمْ - عَلَيْهِـمْ رَبُّه - َمَهِّلْهُـمْ قَـلِيْلاً - هُـمْ شَـرٌّ - هُـمْ ضَـلُّوْا - عَلَيْهِمْ ظِـلاَلُهَ وَلَهُـمْ عَـذَابٌ عَلَيهِـمْ غَـضَبٌ - وَهُـمْ نَـائِمُوْنَ - فَجَعَلَهُـمْ كَـعَصْفٍ - سَعْيُكُـمْ لَـشَتَّى - نَوْمَكُـمْ سُـبَاتًا - اِلَيْكُـمْ ذِكْرًا - عَلَيْهِـمْ طَـيْرًا- بَيْنَهُـمْ زُبُرًا - اَهْدِيْكُمْ صِرَاطًا - زِدْنَاهُـمْ هُـدًى - فَلَهُـمْ أَجْـرٌ - وَلَـمْ يُـوْلَـدْ 

Semoga bermanfaat.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ 
Ayo bergabung menjadi PENGHAFAL AL-QUR'AN dalam grup whatsapp. Info dan pendaftaran untuk ikhwan klik MUSHAF 1 dan untuk akhawat klik MUSHAFAH 1
Sumber:
Hukum-Hukum Bacaan Al-Qur'an hal. 98-102, Moh,Wahyudi, Penerbit: INDAH-Surabaya.
http://www.ulilalbab.wen.ru/menu/mimmati.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar