Jumat, 02 Januari 2015

Definisi Munafik dan Jenis-Jenisnya

Serial Tafsir Isltilah Kata
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Pengertian Nifaq

Nifaq (النفاق) merupakan mashdar dari kata نافق, dikatakan نافق - ينافق - نفاقا ومنافقة yang diambil dari kata النافقاء (naafiqaa') berarti salah satu tempat keluarnya yarbu' (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, dimana jika di dicari dari lubang yang satu, maka ia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata نفق (nafaq) yaitu lubang tempat persembunyian.
Nifaq menurut syara' (terminologi) berarti menampakkan keislaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dinamakan demikian karena di masuk pada syari'at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Allah telah menjadikan orang-orang munafiq lebih jelek daripada orang-orang kafir, sebagaimana firmannya:
إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا 
Sesungguhnya orang-orang munafik itu [ditempatkan] pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (Q.S. An-Nisa:145).
إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلاً۬
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka [2]. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya  [dengan shalat] di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali . (Q.S.An-Nisa:142).

***********************************************************************
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَمَا هُم بِمُؤۡمِنِينَ 
Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman(Q.S.Al-Baqarah:8).
***********************************************************************

2. Jenis-Jenis Nifaq

  1. Nifaq I'tiqadi (Keyakinan). Yaitu nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan pelakunya keluar dari agama dan dia berada di dalam kerak Neraka. Allah menyifati para pelaku nifaq jenis ini dengan berbagai kejahatan, seperti kekufuran, ketiadaan iman, mengolok-olok dan mencaci maki agama dan pemeluknya serta kecenderungan kepada musuh-musuh untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Nifaq jenis ini ada 4 macam, yaitu: 1.Mendustakan Rasulullah saw. atau mendustakan sebagian dari apa yang beliau bawa. 2. Membenci Rasulullah atau membenci sebagian apa yang beliau bawa. 3.Merasa gembira dengan kemunduran Islam. 4.Tidak senang dengan kemenangan Islam.
  2. Nifaq 'Amali (Perbuatan). Yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, tetapi merupakan washilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya ada dalam dirinya iman dan nifaq. Lalu jika perbuatan nifaqnya banyak, maka akan bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan sabda Nabi saw.:"Ada empat hal yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sejati, dan jika terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafikan hingga ia meninggalkannya: (1)Jika dipercaya ia berkhianat, (2)Jika berbicara ia berdusta, (3)jika berjanji ia memungkiri, dan (4) jika bertengkar ia melewati batas.[1].

3. Perbedaan Antar Nifaq Besar dan Nifaq Kecil 

  1. Nifaq besar (keyakinan) mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil (Perbuatan) tidak mengeluarkannya dari agama.
  2. Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan.
  3. Nifaq besar tidak terjadi dari seorang Mukmin, sedangkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang Mukmin.
  4. Pada umumnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan nifaq kecil, pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehingga Allah menerima taubatnya.
Allah Ta'ala berfirman:
صُمُّۢ بُكۡمٌ عُمۡىٌ۬ فَهُمۡ لَا يَرۡجِعُونَ 
Mereka tuli, bisu dan buta  maka tidaklah mereka akan kembali [ke jalan yang benar]. (Q.S. Al-Baqarah: 18).
أَوَلَا يَرَوۡنَ أَنَّهُمۡ يُفۡتَنُونَ فِى ڪُلِّ عَامٍ۬ مَّرَّةً أَوۡ مَرَّتَيۡنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمۡ يَذَّڪَّرُونَ
Dan tidakkah mereka [orang-orang munafik] memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak [juga] bertaubat dan tidak [pula] mengambil pengajaran? (Q.S.At-Taubah:126).


4. Surat dan Ayat Tentang Munafiq Dalam Al-Qur'an

  ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ   
Semoga bermanfaat.
Sumber:
Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal-Jama'ah hal.384-388, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit: Pustaka Imam Syafi'i.
***
[1]. H.R. Bukhari (no. 34, 2459, 3178), Muslim (no. 58), Ibnu Hibban (no.254-255), Abu Daud (4688), at-Tirmidzi (2632), An-Nasa'i (VIII/116) dan Ahmad (II/189), dari 'Abdullah bin 'Amr.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar