Jumat, 16 Januari 2015

Cara Memanjangkan Bacaan al-Qur'an (Mad); Jenis dan Kadarnya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Mad (المد) secara harfiah bermakna tambah, melanjutkan atau melebihkan, secara istilah mad dapat diartikan sebagai tanda bunyi panjang dalam bahasa Arab (bunyi pendek menjadi bunyi panjang). Dari segi istilah ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermakna membaca sebuah huruf dengan panjang. Dalam literatur kitab-kitab tajwid, ukuran panjang dinyatakan dengan satuan "alif" dan "harakat", dimana 1 alif=2 harakat. Demi untuk mempermudah pemahaman pembaca awam, maka dalam artikel ini akan saya ganti istilah harakat dengan ketukan, yakni suatu ukuran yang panjangnya kira-kira waktu 1 detik, jadi kalau dikatakan 1 alif, itu artinya 2 ketukan atau masa 2 detik, jika dikatakan 4 ketukan berarti panjangnya/lama membacanya kira-kira 4 detik, dll. 
Huruf mad itu ada 3 yaitu:
1. Alif (ا) mati jatuh setelah fathah, contoh قَا لَ (qof dibaca panjang)
2. Wawu (و) mati jatuh setelah dhommah; contoh: كونُوْ  (kaf dan nun dibaca panjang).
3. Ya (ي) mati jatuh sesudah kasroh; contoh: لِلۡمُتَّقِينَ (qof dibaca panjang).
Jika dikumpulkan, ketiga huruf tersebut bisa membentuk kata seperti: ﻨُوْﺤِﻴْﻬَﺎ,  أُوذِينَ, dll.

1. Dalil dan Sandaran Mad

"Ibnu Mas'ud membacakan (mengajarkan) kepada seorang laki-laki, laki-laki itu membaca: (Q.S. at-Taubah:60)  ...إِنَّمَا ٱلصَّدَقَـٰتُ لِلۡفُقَرَآءِ وَٱلۡمَسَـٰكِينِ (dengan dibaca lurus tanpa mad). Maka berkata Ibnu Mas'ud: 'Tidak begitu yang diajarkan Rasulullah saw. kepadaku,' maka laki-laki itu bertanya, 'Bagaimana aku harus membacakan kepadamu wahai Abdurrahman? Beliau berkata:' Rasulullah saw. membacakannya  ...إِنَّمَا ٱلصَّدَقَـٰتُ لِلۡفُقَرَآءِ وَٱلۡمَسَـٰكِينِ  dengan memanjangkan huruf-hurufnya yang panjang dan memendekkan huruf yang dibaca pendek." (H.R. ath-Thabrani).
Hadits ini menjadi dasar atau dalil mengenai hukum Mad.

2. Jenis-Jenis Mad

1. Mad Thabi'iy/Ashliy. Adalah mad yang dibaca 2 harakat karena tidak menghadapi sebab (sukun/hamzah). Contoh: ٱلَّذِينَ-ءَامَنُو- دَا – دِيْ – دُوْ 
Membaca kurang dari 2 harakat (2 detik) hukumnya haram syar'i, sedang membacanya lebih dari 2 harakat sebagai makruh. Oleh karenanya pada waktu membaca lafadz  قَا لَ wajib bagi qari' membaca qafnya lafadz  قَا لَ dengan 2 ketukan, bila tidak, maka jadilah lafadz  قلَ (qol).
Mad Thabi'iy ini dibagi menjadi beberapa bagian, yakni:
  1. Mad Iwadl. Jika ada fathatain pada akhir kata yang diwaqafkan (dibaca berhenti), seperti  فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجً۬ا maka tanwinnya diganti mad thabi'iy, asalnya "afwaajaan" dibaca "afwaajaa"
  2. Mad Badal. Yakni lafad yang asalnya terdiri dari 2 hamzah, kemudian hamzah kedua diganti mad. Menurut rawi Hafs hanya boleh dibaca 2 harakat, contoh:  ادَمَ (dengan alif panjang) asalnya ءَادَمَ.
  3. Mad Shilah Qashirah. Yakni jika ada Ha dhamir (kata ganti) ه، صه، yang diapit oleh harakat fathah, kasrah atau dhammah dan tidak bertemu dengan hamzah ( ء) seperti:لَا تَأۡخُذُهُ ۥ سِنَةٌ۬ وَلَا نَوۡمٌ۬‌ۚ maka Hanya dibaca 2 harakat.
  4. Mad Tamkin. Dinamakan mad Tamkin karena ia keluar dengan kuat. Yakni Ya bertasydid yang dibaca karrah yang sesudanya itu ya mati.  Contoh: ٱلنَّبِيِّـۧنَ -  حُيِّيتُم 
  5. Lima Huruf di awal surah. kelima huruf tersebut (ح- ي- ظ- ه - ر) Contoh: طه - يسٓ - الٓر‌ۚ
3 Karakter mad Thabi'iy:
1. Tetap madnya dalam keadaan bagaimanapun, seperti قال - قيل - يقول 
2. Tetap madnya ketika waqof (berhenti), seperti: موئلا - هدى - أمنا
3. Tetap madnya ketika washol (disambung), seperti: هده - به - أمه

2. Mad Far'iy. Yaitu mad yang dibaca lebih dari 2 ketukan, karena menghadapi sebab, baik berupa sukun maupun hamzah.
mad Far'iy dibagi menjadi:
A. Mad yang disebabkan hamzah
  1. Mad Wajib Muttashil. Adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata. Panjang bacaaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Contoh : والسماء - وجيء - سوء - حنفاء .
  2. Mad Jaiz Munfashil. Adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah tetapi tidak dalam satu kata. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat). Contoh :  يايها الذين - وما ادراك - انا اعطينا ك. 

B. Mad yang disebabkan sukun
  1. Mad Layyin. Adalah apabila ada salah satu huruf hijaiyyah yang berharakat fathah sebelum wawu sukun atau ya’ sukun. Contoh : لاريب - من  خذف - ليلا - اليو. 
  2. Mad ‘Aridl Lis Sukun.  Adalah jika ada bacaan mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah hidup yang dibaca mati/tanda waqaf. Panjang bacaanya yaitu : 1 alif (2 harakat) atau 2 alif (4 harakat) atau 3 alif (6 harakat). Contoh : نستعين - ينصرون - من فوش - الرحيم     
  3. Mad ‘Iwadl. Adalah apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat fathah tanwin yang dibaca waqaf diakhir kalimat. Panjang bacaanya 1 alif (2 harakat). Contoh :غفورا رحيما dibaca غفورا رحيما (Asalnya ghafuuroon-rohiimaan, dibaca ghofuuror-rohiimaa.
  4. Mad Badal. Mad badal adalah apabila ada 2 buah huruf hamzah dan huruf hamzah yang pertama berharakat sedangakan huruf hamzah yang ke-2 disukun (mati), maka hamzah yang ke-2 diganti dengan :- ا jika hamzah yang pertama berharakat fathah; و jika hamzah yang pertama berharakat kasrah; ي jika hamzah yang pertama berharakat dlommah. Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).Contoh :    ﺄﺄدم menjadi ادم, 
  5. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi. Adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bertasydid dalam satu kata. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).Contoh :     الطامة - الصاخه - ولاالضالين 
  6. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi. Adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bersukun. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Contoh :     آلان 
  7. Mad Lazim Mutsaqqal Harfi. Adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat salah satu/lebih dari huruf : ن- ق- ص-ع - ل - ي -ك - م yang bisa disingkat dengan lafal نقص عليكم. Adapun panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Mad ini juga bisa disebut dengan ( مد لازم حرفي مشبع ). Contoh : ص - ن-  ق - الم 
  8. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi. Adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat satu/lebih dari huruf :حي طهر  yaitu ح - ي - ط - ه - ر . Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat). Contoh :طه -  يس -  حم -  الر
  9. Mad shilah. 1. Mad Shilah Qashirah. Adalah apabila ada kata ganti (ha’ dlomir) yang didahului dengan huruf yang berharakat (  ̶  )/ (  ̶  ). Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).Contoh :  انه كان- له ما في السموات 2. Mad Shilah Thawilah. Adalah apabila ada mad shilah qashirah yang bertemu dengan hamzah. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).Contoh :  ماله أخلده - ,له الا بماشاء 
  10. Mad Thamkin. Adalah apabila ada huruf yang bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan sukun. Panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat) dan penempatan bacaanya pada tasydid serta mad thabi’inya. Contoh :     حييتم - عليين - من النبيين  
  11. Mad Farqi. Mad farqi adalah bacaan panjang yang membedakan antara pertanyaan atau bukan. Contoh :  قل الله اذن لكم - الذكرين حرم ام الانثيين


3. Soal Latihan Mengenal Jenis Mad dan Cara Membacanya

Berikut akan ditampilkan surat Al-Fatihah (7 ayat) dan Surah al-Baqarah (hanya 10 ayat sebagai contoh)  , bacaan mad akan diberi tanda dengan warna merah, tugas pembaca adalah mencari jawab jenis mad tiap tanda, berdasarkan definisi dan contoh di atas:
Perlu diperhatikan:
1. Nampak bahwa kata-kata dalam al-Qur'an sangat dominan dihiasi bacaan mad dengan aneka bentuknya, terbukti dari banyaknya kata berwarna merah (tiap satu kata biasanya 1 mad), ini semakin menguatkan bahwa menguasai bacaan mad menjadi kunci penting mayoritas benarnya bacaan kita.
2. Mayoritas mad dalam contoh di bawah berasal dari jenis Mad Thabi'iy atau Mad Ashly.

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (١ 

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ   (٦) صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ

الٓمٓ (١) ذَٲلِكَ ٱلۡڪِتَـٰبُ لَا رَيۡبَ‌ۛ فِيهِ‌ۛ هُدً۬ى لِّلۡمُتَّقِينَ (٢) ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ (٣) وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ (٤) أُوْلَـٰٓٮِٕكَ عَلَىٰ هُدً۬ى مِّن رَّبِّهِمۡ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ (٥) إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ (٦) خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡ‌ۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَـٰرِهِمۡ غِشَـٰوَةٌ۬‌ۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٌ۬ (٧) وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَمَا هُم بِمُؤۡمِنِينَ (٨) يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ (٩) فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ۬ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضً۬ا‌ۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ
Sebarkan !!! Semoga bermanfaat.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
Ayo bergabung menjadi PENGHAFAL AL-QUR'AN dalam grup whatsapp. Info dan pendaftaran untuk ikhwan klik MUSHAF 1 dan untuk akhawat klik MUSHAFAH 1
Sumber:
Hukum-Hukum bacaan al-Qur'an hal.131-140, Moh.Wahyudi, Penerbit: INDAH- Surabaya.
http://www.risanurisandira.blogspot.com/2013/11/macam-macam-hukum-ilmu-tajwid.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar