Sabtu, 31 Januari 2015

Ayat dan Surat Al-Qur'an Yang Pertama dan Yang Terakhir Diturunkan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Al-Qur’an mempunyai 114 surat, dengan surat terpanjang terdiri atas 286 ayat, yaitu Al-Baqarah, dan surat terpendek terdiri dari 3 ayat, yaitu Al-‘Ashr, Al-Kautsar, dan An-NashrSebagian ulama menyatakan jumlah ayat Al-Qur’an adalah 6.236, sebagian lagi menyatakan 6.666. Perbedaan jumlah ayat ini disebabkan karena perbedaan pandangan tentang kalimat Basmalah pada setiap awal surat (kecuali At-Taubah), kemudian tentang kata-kata pembuka surat yang terdiri dari susunan huruf-huruf seperti Yaa Siin, Alif Lam Miim, Ha Mim dll. Ada yang memasukkannya sebagai ayat, ada yang tidak mengikut-sertakannya sebagai ayat.
Untuk memudahkan pembacaan dan penghafalan, para ulama membagi Al-Qur’an dalam 30 juz yang sama panjang, dan dalam 60 hizb (biasanya ditulis di bagian pinggir Al-Qur’an). Masing-masing hizb dibagi lagi menjadi empat dengan tanda-tanda ar-rub’ (seperempat), an-nisf (seperdua), dan as-salasah (tiga perempat).
Selanjutnya Al-Qur’an dibagi pula dalam 554 ruku’, yaitu bagian yang terdiri atas beberapa ayat. Setiap satu ruku’ ditandai dengan huruf (ع) ‘ain di sebelah pinggirnya. Surat yang panjang berisi beberapa ruku’, sedang surat yang pendek hanya berisi satu ruku’.


1. Ayat dan Surat Pertama

Para ulama berbeda pendapat tentang bagian al-Qur'an yang pertama kali diturunkan. 
  1. Yang paling kuat: Iqra sampai ayat kelima, ini sesuai riwayat Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah r.a. (*Lihat redaksi ayat di footnote).
  2. Surat Ya ayyuhal-Mudzatsir. Pada hakikatnya surat ini merupakan surat yang pertama kali diturunkan secara sempurna. Untuk memadukan antara dua pendapat ini, para ulama mengatakan: "Yang pertama kali turun menyatakan kenabian adalah iqra' bismi rabbika dan yang pertama kali menyatakan kerasulan adalah al-mudatsir."
  3. Surat Al-Fatihah.
  4. Bismillaahirrahmaanir-rahiim.

2. Penjelasan Periwayatan

  • Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah r.a.: "Sesungguhnya surat yang pertama kali turun ialah dari kelompok mufashshal (Surat yang pendek-pendek), di dalamnya terdapat sebutan sorga dan neraka, sehingga ketika Islam telah diterima oleh banyak orang maka turunlah halal dan haram."
  • Dari Ali bin Husain: "Surat yang pertama kali turun di Makah ialah Iqra', dan surat yang terakhir turun di makkah ialah surat al-Mu'minun, dikatakan al-Ankabut. Surat yang pertama kali turun di Madinah ialah Wailul lil muthaffifiin dan surat yang terakhir turun di Madinah ialah Bara'ah (at-Taubah). Dan surat yang pertama kali diumumkan oleh Rasulullah saw. di Makkah ialah an-Najm."
  • Di dalam Syarh al-Bukhari, Ibnu Hajar mengatakan: "Mereka bersepakat bahwa surah al-Baqarah adalah surat yang pertama kali turun di Madinah."
  • Di dalam Tafsir al-Nasali dari al-Waqidi dikatakan bahwa surat yang pertama kali turun di Madinah adalah al-Qadr.

3. Bagian al-Qur'an Yang Terakhir Diturunkan

Dalam masalah ini juga terjadi perbedaan pendapat, diantaranya:
  • Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari al-Barra' bin 'Azib, ia berkata: "Ayat yang terakhir turun ialah" Yastaftuunaka... (Q.S. An-Nisa: 176) dan surat yang terakhir turun adalah surat at-Taubah.
  • Dari Ibnu 'Abbas r.a., ia berkata: "Ayat yang terakhir turun ialah ayat Riba, yaitu firman Allah: Ya ayyuhal ladzina anmanu(t) taqullaaha wa dzaru ma baqiya mina(r) riba...(Q.S. al-Baqarah:278-280).
  • Ibnu Abbas berkata: "Bagian dari al-Qur'an yang terakhir turun ialah: wattaqu yauman tarji'una fihi... (Q.S.Al-Baqarah: 281). 
  • Antara ayat-ayat ini, yakni antara "ayat riba", "wattaqu yauman" dan "ayat hutang", (Q.S.al-Baqarah: 282-283) tidak ada pertentangan, Sebab, ia turun sekaligus sebagaimana urutannya di dalam mushhaf, dan karenanya ia mengenal satu kisah maka masing-masing mengkhabarkan tentang bagian yang terakhir turun. hal ini dapat dibenarkan.(Pendapat Imam As-Suyuthi dalam al-Itqan-red).
  • Dari Ubay bin Ka'ab, ia berkata: "Ayat yang terakhir turun ialah: laqad ja'akum rasul(un) min anfusikum.... sampai akhir surat.(Q.S at-Taubah: 128-129).
  • Dari 'Aisyah r.a.:"Akhir surat yang diturunkan ialah al-Ma'idah, karena itu hendaklah kamu menghalalkan apa yang dihalalkan di dalamnya....(H.R.Turmudzi dan Hakim).
  • Al-Qadhi Abu Bakar di dalam kitabnya al-Intishar berkata: "Pendapat-pendapat ini tidak ada yang marfu' (bersambung) kepada Nabi saw. Masing-masing mengatakannya menurut ijtihadnya atau dugaan kuatnya. Berkemungkinan bahwa masing-masing dari mereka mengabarkan tentang apa yang terakhir di dengarnya dari Nabi saw. pada hari kematian Rasulullah saw. atau sebelum sakitnya. Sementara yang lain mendengar darinya setelah itu, kendati pun ia sendiri tidak mendengarnya langsung."
  • Diantara yang musykil sebagaimana persoalan di atas ialah firman Allah al yauma akmaltu lakum dinakum (Q.S.al-Maidah:3), ayat ini turun di Arafah pada haji wada' (perpisahan). Zhahir ayat ini menyatakan penyempurnaan semua faridhah (kewajiban) dan hukum-hukum sebelumnya. Hal ini diantaranya disebutkan oleh al-Suddy. Ia berkata: "Setelah ayat ini tidak diturunkan lagi (ayat) halal dan haram." Padahal di dalam riwayat lain dikatakan bahwa "ayat riba", "ayat hutang", dan "ayat kafalah" diturunkan sesudahnya. 
  • Ibnu Jarir mengakui kemusykilan masalah ini kemudian berkata: "Lebih baik dita'wilkan bahwa ia menyempurnakan agama mereka dengan menempatkan mereka (menjadikan mereka berkuasa) di tanah haram dan mengusir kaum musyrikin darinya sehingga kaum Muslimin dapat melakukan haji tanpa bercampur dengan kaum musyrikin.
* Redaksi ayat/surat:
1. Surat [96] Al-'Alaq: 1-5:

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ (١) خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِنۡ عَلَقٍ (٢) ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ (٣) ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ (٤) عَلَّمَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ 

Bacalah dengan [menyebut] nama Tuhanmu Yang menciptakan, (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (2) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, (3) Yang mengajar [manusia] dengan perantaraan kalam [3]. (4) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (5).

2. Surah [74] Al-Mudatsir:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلۡمُدَّثِّرُ (١) قُمۡ فَأَنذِرۡ (٢) وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ (٣) وَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡ (٤) وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ (٥) وَلَا تَمۡنُن تَسۡتَكۡثِرُ (٦) وَلِرَبِّكَ فَٱصۡبِرۡ (٧) فَإِذَا نُقِرَ فِى ٱلنَّاقُورِ (٨) فَذَٲلِكَ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ يَوۡمٌ عَسِيرٌ (٩) عَلَى ٱلۡكَـٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٍ۬ (١٠) ذَرۡنِى وَمَنۡ خَلَقۡتُ وَحِيدً۬ا (١١) وَجَعَلۡتُ لَهُ ۥ مَالاً۬ مَّمۡدُودً۬ا (١٢) وَبَنِينَ شُہُودً۬ا (١٣) وَمَهَّدتُّ لَهُ ۥ تَمۡهِيدً۬ا (١٤) ثُمَّ يَطۡمَعُ أَنۡ أَزِيدَ (١٥) كَلَّآ‌ۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ لِأَيَـٰتِنَا عَنِيدً۬ا (١٦) سَأُرۡهِقُهُ ۥ صَعُودًا (١٧) إِنَّهُ ۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ (١٨) فَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ (١٩) ثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ (٢٠) ثُمَّ نَظَرَ (٢١) ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ (٢٢) ثُمَّ أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَ (٢٣) فَقَالَ إِنۡ هَـٰذَآ إِلَّا سِحۡرٌ۬ يُؤۡثَرُ (٢٤) إِنۡ هَـٰذَآ إِلَّا قَوۡلُ ٱلۡبَشَرِ (٢٥) سَأُصۡلِيهِ سَقَرَ (٢٦) وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا سَقَرُ (٢٧) لَا تُبۡقِى وَلَا تَذَرُ (٢٨) لَوَّاحَةٌ۬ لِّلۡبَشَرِ (٢٩) عَلَيۡہَا تِسۡعَةَ عَشَرَ (٣٠) وَمَا جَعَلۡنَآ أَصۡحَـٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَـٰٓٮِٕكَةً۬‌ۙ وَمَا جَعَلۡنَا عِدَّتَہُمۡ إِلَّا فِتۡنَةً۬ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيَسۡتَيۡقِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ وَيَزۡدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِيمَـٰنً۬ا‌ۙ وَلَا يَرۡتَابَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ‌ۙ وَلِيَقُولَ ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِہِم مَّرَضٌ۬ وَٱلۡكَـٰفِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِہَـٰذَا مَثَلاً۬‌ۚ كَذَٲلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَا يَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ‌ۚ وَمَا هِىَ إِلَّا ذِكۡرَىٰ لِلۡبَشَرِ (٣١) كَلَّا وَٱلۡقَمَرِ (٣٢) وَٱلَّيۡلِ إِذۡ أَدۡبَرَ (٣٣) وَٱلصُّبۡحِ إِذَآ أَسۡفَرَ (٣٤) إِنَّہَا لَإِحۡدَى ٱلۡكُبَرِ (٣٥) نَذِيرً۬ا لِّلۡبَشَرِ (٣٦) لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَتَقَدَّمَ أَوۡ يَتَأَخَّرَ (٣٧) كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِينَةٌ (٣٨) إِلَّآ أَصۡحَـٰبَ ٱلۡيَمِينِ (٣٩) فِى جَنَّـٰتٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٤٠) عَنِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ (٤١) مَا سَلَڪَكُمۡ فِى سَقَرَ (٤٢) قَالُواْ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّينَ (٤٣) وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ ٱلۡمِسۡكِينَ (٤٤) وَڪُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلۡخَآٮِٕضِينَ (٤٥) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤٦) حَتَّىٰٓ أَتَٮٰنَا ٱلۡيَقِينُ (٤٧) فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَـٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ (٤٨) فَمَا لَهُمۡ عَنِ ٱلتَّذۡكِرَةِ مُعۡرِضِينَ (٤٩) كَأَنَّهُمۡ حُمُرٌ۬ مُّسۡتَنفِرَةٌ۬ (٥٠) فَرَّتۡ مِن قَسۡوَرَةِۭ (٥١) بَلۡ يُرِيدُ كُلُّ ٱمۡرِىٍٕ۬ مِّنۡہُمۡ أَن يُؤۡتَىٰ صُحُفً۬ا مُّنَشَّرَةً۬ (٥٢) كَلَّا‌ۖ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلۡأَخِرَةَ (٥٣) ڪَلَّآ إِنَّهُ ۥ تَذۡكِرَةٌ۬ (٥٤) فَمَن شَآءَ ذَڪَرَهُ ۥ (٥٥) وَمَا يَذۡكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ‌ۚ هُوَ أَهۡلُ ٱلتَّقۡوَىٰ وَأَهۡلُ ٱلۡمَغۡفِرَةِ (٥٦)
Hai orang yang berkemul [berselimut], (1) bangunlah, lalu berilah peringatan! (2) dan Tuhanmu agungkanlah, (3) dan pakaianmu bersihkanlah, (4) dan perbuatan dosa [menyembah berhala] tinggalkanlah, (5) dan janganlah kamu memberi [dengan maksud] memperoleh [balasan] yang lebih banyak. (6) Dan untuk [memenuhi perintah] Tuhanmu, bersabarlah. (7) Apabila ditiup sangkakala, (8) maka waktu itu adalah waktu [datangnya] hari yang sulit, (9) bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (10) Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. (11) Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak, (12) dan anak-anak yang selalu bersama dia, (13) dan Ku lapangkan baginya [rezki dan kekuasaan] dengan selapang-lapangnya, (14) kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. (15) Sekali-kali tidak [akan Aku tambah], karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami [Al Qur’an]. (16) Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. (17) Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan [apa yang ditetapkannya], (18) maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, (19) Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, (20) Kemudian dia memikirkan, (21) sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, (22) kemudian dia berpaling [dari kebenaran] dan menyombongkan diri, (23) lalu dia berkata: "[Al Qur’an] ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari [dari orang-orang dahulu], (24) ini tidak lain hanyalah perkataan manusia". (25) Aku akan memasukkannya ke dalam [neraka] Saqar. (26) Tahukah kamu apa [neraka] Saqar itu? (27) Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (28) [Neraka Saqar] adalah pembakar kulit manusia. (29) Di atasnya ada sembilan belas [malaikat penjaga]. (30) Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir [mengatakan]: "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia. (31) Sekali-kali tidak, demi bulan, (32) dan malam ketika telah berlalu, (33) dan subuh apabila mulai terang. (34) Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, (35) sebagai ancaman bagi manusia. (36) [yaitu] bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. (37) Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (38) kecuali golongan kanan, (39) berada di dalam surga, mereka tanya menanya, (40) tentang [keadaan] orang-orang yang berdosa, (41) "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar [neraka]?" (42) Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, (43) dan kami tidak [pula] memberi makan orang miskin, (44) dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, (45) dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, (46) hingga datang kepada kami kematian". (47) Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at. (48) Maka mengapa mereka [orang-orang kafir] berpaling dari peringatan [Allah]?", (49) seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, (50) lari daripada singa. (51) Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka. (52) Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. (53) Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Qur’an itu adalah peringatan. (54) Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya [Al Qur’an]. (55) Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali [jika] Allah menghendakinya. Dia [Allah] adalah Tuhan Yang patut [kita] bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun. (56).

3. Surah [1] Al-Fatihah:

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, (4) Yang menguasai hari pembalasan (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, [yaitu] jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni‘mat kepada mereka; bukan [jalan] mereka yang dimurkai [orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya], dan bukan [pula jalan] mereka yang sesat [orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan]. (7).

4. Basmalah (ada di setiap permulaan surah, kecuali pada [9] At-Taubah

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ 
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
  ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ 
Ayo bergabung menjadi PENGHAFAL AL-QUR'AN dalam grup whatsapp. Info dan pendaftaran untuk ikhwan klik MUSHAF 1 dan untuk akhawat klik MUSHAFAH 1
Sumber:
Apa itu Alqur'an hal.51-54, Imam As-Suyuthi, Penerbit: Gema Insani Pers.

2 komentar:

  1. Alhamdulillah dapat Ilmu pengetahuan di blog ini ,yang awalya tidak tahu surah pertama didalam Al Quran yang diturunkan menjadi tahu ,begitupun surah yang terakhir diturunkan,Terimakasih kawan untuk postingan yag satu ini,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas Dede Thea kunjungan baliknya, semoga sukses.

      Hapus