Jumat, 26 Desember 2014

Jenis dan Perbedaan Orang Mukmin, Kafir dan Munafiq

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Kalau kita meneliti dan memahami makna yang terkandung di dalam permulaan Surah Al-Baqarah (ayat 1-20) dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa secara keyakinan, manusia terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:
  1. Mukmin Sejati. Yakni mereka yang disifatkan pada 4 ayat pertama surah al-Baqarah.
  2. Kafir Sejati. Yakni mereka yang disifatkan pada dua ayat setelahnya.
  3. Orang-Orang Munafiq. Mereka terbagi 2, yaitu: 1.Orang munafiq "Tulen" merekalah yang disebutkan dalam perumpamaan api (seperti orang yang meyalakan api.....dst.). 2.Orang-orang munafik yang ragu-ragu; terkadang tampak pada meeka cahaya iman dan terkadang meredup. Merekalah yang disebutkan dalam perumpamaan air hujan (Seperti orang yang ditimpa hujan lebat... dst.) Keadaan mereka ini lebih ringan daripada yang pertama.

1. Perihal Orang Kafir

1. Salah Keyakinan. Allah telah membuat perumpamaan tentang orang-orang kafir yang mereka merasa yakin berada di atas petunjuk, padahal mereka tidak di atas petunjuk. mereka adalah orang-orang jahil murakkab (kebodohan yang sangat), yang Allah berfirman tentang mereka: 
وَٱلَّذِينَ ڪَفَرُوٓاْ أَعۡمَـٰلُهُمۡ كَسَرَابِۭ بِقِيعَةٍ۬ يَحۡسَبُهُ ٱلظَّمۡـَٔانُ مَآءً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَهُ ۥ لَمۡ يَجِدۡهُ شَيۡـًٔ۬ا وَوَجَدَ ٱللَّهَ عِندَهُ ۥ فَوَفَّٮٰهُ حِسَابَهُ ۥ‌ۗ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ
Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan di dapatinya [ketetapan] Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya . (Q.S. An-Nur: 39).
2. Bodoh. Allah membuat permisalan orang kafir yang jahil, yakni jahil basiith (sedang). Mereka adalah orang-orang yang Allah telah berfirman tentang mereka.
أَوۡ كَظُلُمَـٰتٍ۬ فِى بَحۡرٍ۬ لُّجِّىٍّ۬ يَغۡشَٮٰهُ مَوۡجٌ۬ مِّن فَوۡقِهِۦ مَوۡجٌ۬ مِّن فَوۡقِهِۦ سَحَابٌ۬‌ۚ ظُلُمَـٰتُۢ بَعۡضُہَا فَوۡقَ بَعۡضٍ إِذَآ أَخۡرَجَ يَدَهُ ۥ لَمۡ يَكَدۡ يَرَٮٰهَا‌ۗ وَمَن لَّمۡ يَجۡعَلِ ٱللَّهُ لَهُ ۥ نُورً۬ا فَمَا لَهُ ۥ مِن نُّورٍ
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak [pula], di atasnya [lagi] awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, [dan] barangsiapa yang tiada diberi cahaya [petunjuk] oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (Q.S.An-Nur: 40).
3. Jenis Orang Kafir. Orang kafir dibagi menjadi 2, yaitu orang kafir yang menyeru (kepada kekafiran) dan orang kafir yang hanya ikut-ikutan (muqallid), sebagaimana firman Allah.
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ۬ وَيَتَّبِعُ ڪُلَّ شَيۡطَـٰنٍ۬ مَّرِيدٍ۬ 
Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah [1] tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang sangat jahat, (Q.S. Al-Hajj: 3).
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ۬ وَلَا هُدً۬ى وَلَا كِتَـٰبٍ۬ مُّنِيرٍ۬
Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab [wahyu] yang bercahaya, (Q.S. Al-Hajj: 8).

2. Klasifikasi Mu'min, Kafir dan Munafiq

1. Berdasarkan keterangan pada awal dan akhir surah al-Waqi'ah dan juga pada surah al-Insaan, orang-orang beriman terbagi menjadi 2 bagian: 
   1. Orang-orang yang didekatkan kepada Allah (As-Saabiquun).
   2. Orang-orang yang berbuat kebajikan (Ash-Haabul Yamin).
2. Orang kafir juga dibagi 2, yaitu:
   1. Penyeru (kepada kekufuran).
   2. Hanya ikut-ikutan (muqallid).
3. Orang-orang munafik juga dibagi 2, yaitu:
   1. Munafik sejati
  2. Munafik yang dalam dirinya ada sebagian unsur kemunafikan, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits , kitab Ash-Shahihain (Bukhari dan Muslim) yang diriwayatkan dari 'Abdulah bin 'Amr, dari Nabi saw., beliau bersabda: 
Ada tiga perkara yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sejati, dan jika terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafikan hingga ia meninggalkannya: (1)orang yang apabila berbicara ia berdusta, (2)apabila berjanji dia ingkar,  (3)apabila diberi kepercayaan dia khianat. [1].
Hadits ini dijadikan dalam bahwa dalam diri manusia mungkin saja terdapat cabang keimanan dan juga cabang kemunafikan, baik yang bersifat 'amali (perbuatan) yakni yang disebutkan dalam hadits ini maupun i'tiqadi(keyakinan) sebagaimana yang disebutkan ayat.


3. Surat dan Ayat al-Qur'an Tentang kedustaan Orang Kafir

Semoga bermanfaat.
 ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ  
Sumber:
Shahih Tafsir Ibnu Katsir I, hal. 161-163, Syaikh Shafirrurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir.
*** 
[1]. Fathul Baari (I/111) dan Muslim (I/78), Bukhari(no.33-34, Muslim (no. 58-59 tanpa kata  "ثلاث ", lihat shahih at-Targhiib wat Tarhiib (no.2937).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar