Minggu, 16 November 2014

Mengenali Cara-Cara dan Arah Datangnya Godaan Syaithan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم-
Tafsir al-Qur'an, Al-A'raf: 17

1. Setan Menggoda Manusia Dari Segala Penjuru, Kecuali Atas.

Ketika Iblis diusir Allah dari surga, dia meminta penangguhan hingga hari dibangkitkan, maka Allah pun meluluskannya. Kemudian iblis menunjukkan rasa kecewa dan penentangannya seraya berjanji akan menggoda anak cucu Adam untuk mendurhakai Allah agar kelak bisa menjadi golongan yang sama-sama menghuni neraka. Sesumbarnya itu diabadikan Allah dalam Surah al-A'raf ayat 16 dan 17, sebagai berikut: 
قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِى لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٲطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan [menghalang-halangi] mereka dari jalan Engkau yang lurus, (Q.S. 7:16).
لَأَتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيہِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَـٰنِہِمۡ وَعَن شَمَآٮِٕلِهِمۡ‌ۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَـٰكِرِينَ 
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur [ta’at]. (Q.S. Al-A'raf:17).
  1. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., "Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka mereka," yakni aku berikan keraguan pada mereka tentang akhirat mereka, "Dan dari belakang mereka," Aku menjadikan mereka senang kehidupan dunia mereka. "Dari kanan mereka" Aku samarkan pada mereka tentang urusan agama mereka, "Dan dari kiri mereka," Aku jadikan mereka senang dengan perbuatan-perbuatan kemaksiatan [1]. Maksudnya, syaitan (mendatangi) semua jalan, baik jalan kebaikan, maupun keburukan. Adapun jalan kebaikan, ia halangi manusia darinya, sedangkan jalan keburukan, ia jadikan mereka menyenanginya.
  2. Al-Hakam bin Abban  meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a. tentang firman-Nya, "kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka" [Perhatikan], bahwa tidak dikatakan: dari atas mereka, karena rahmat turun dari atas mereka.


2. Perbuatan Manusai yang Membuat Setan Gembira dan Berpesta pora

Imam Ghazali mengajak kita untuk mengenali sejumlah keadaan yang membuat setan “bergembira ria”, karena keberhasilannya menggoda manusia. Beberapa prestasi setan akan mendapat apresiasi / reward dari pimpinannya manakala berhasil membuat manusia mengikuti ajakan mereka pada perbuatan-perbuatan dosa besar sebagai berikut: 
  1. Terjadinya perceraian rumah tangga. Iblis sebagai pimpinan para setan selalu memuji semua keberhasilan dan jerih payah anak buahnya, tetapi iblis jauh lebih senang dan berupaya akan membanggakan kelompok setan yang berhasil menceraikan suami istri.  فَيَتَعَلَّمُونَ مِنۡهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَزَوۡجِهِۦ‌ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنۡ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِ‌ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمۡ وَلَا يَنفَعُهُمۡ‌ۚ وَلَقَدۡ عَلِمُواْ لَمَنِ ٱشۡتَرَٮٰهُ مَا لَهُ ۥ فِى ٱلۡأَخِرَةِ مِنۡ خَلَـٰقٍ۬‌ۚ وَلَبِئۡسَ مَا شَرَوۡاْ بِهِۦۤ أَنفُسَهُمۡ‌ۚ لَوۡ ڪَانُواْ يَعۡلَمُونَ   ….Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat…..” (QS al-Baqarah [2]: 102).
  2. Durhaka kepada orang tua.Kelompok-kelompok setan akan selalu berupaya agar manusia tidak hormat kepada orang tuanya, bahkan berharap supaya manusia tidak mau peduli dan tidak mau memperhatikan keadaan kedua orang tuanya. Jika kemudian mendapati manusia benar-benar sudah pada titik menyakiti dan durhaka kepada orang tuanya maka bisa dipastikan setan benar-benar sedang mengibarkan panji kemenangannya. Mereka la’natullah ‘alaihim akan saling mengucap selamat dengan riang.
  3. Perkelahian sampai membunuh atau terbunuh. Pembunuh dan yang dibunuh sama-sama di neraka.[2]Jika seorang hamba yang beriman mudah dan pada akhirnya terjerembab dalam kawah panas api neraka maka saat-saat itu terkirimlah hidangan pesta bagi kelompok setan. Hal yang tentu saja penting buat kita adalah jangan mau kita diajak berkelahi apalagi sampai membunuh. وَمَن يَقۡتُلۡ مُؤۡمِنً۬ا مُّتَعَمِّدً۬ا فَجَزَآؤُهُ ۥ جَهَنَّمُ خَـٰلِدً۬ا فِيہَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ وَلَعَنَهُ ۥ وَأَعَدَّ لَهُ ۥ عَذَابًا عَظِيمً۬ا  Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (Q.S. An-Nisa: 93).
  4. Pecandu khamar dan yang sejenis seperti halnya juga narkoba. يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَـٰمُ رِجۡسٌ۬ مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَـٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS.Al-maidah:90)Orang yang banyak mengoknsumsi khamar dan narkoba, berarti sedang dalam keadaan superlalai kepada Allah. Dan, tepatlah jika disebut bahwa orang yang mencandu khamar sedang diajak dalam sebuah pesta setan yang langsung diaransemeni iblis.
  5. Tenggelam dalam dosa zina dan merasa nyaman dengan aktivitas faahisyah. وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓ‌ۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ فَـٰحِشَةً۬ وَسَآءَ سَبِيلاً۬  Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS al-Isra’ [17]: 32). Larangan Allah bukan hanya pada melakukan zina, tetapi sudah sejak tahap "mendekati zina" karena syahwat zina kalau sudah dihadapi biasanya susah untuk dihindari. Orang yang berzina takluk dengan hawa nafsu. Filter keimanannya jebol dan tidak bisa mengontrol. Karena itulah setan sangat mudah masuk dan berpesta.
  6. Makan duit haram; seperti menipu, mencuri, merampok, korupsi, dan bermain ribaٱلَّذِينَ يَأۡڪُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّ‌ۚ ذَٲلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْ‌ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰ Orang-orang yang makan [mengambil] riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran [tekanan] penyakit gila  Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata [berpendapat], sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.....  (Q.S. Al-Baqarah: 275).
  7. Attakabburru bil hasadi wal intiqoomi,” angkuh dan sangat sombong bahkan dibarengi dengan sifat dengki, pemarah, dan dendam. وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِى ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًا‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ۬ فَخُورٍ۬ Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(QS Luqman:18). Ilustrasinya sangat jelas karena semua sifat ini adalah yang melekat pada diri setan. Berarti ketika manusia juga mempraktikkan sifat setan ini, mereka bersama sedang berpesta pora.
  8. Ketika manusia ada yang ingin menjadi dukun dan mengamini apa yang diucapkan dukun.Diriwayatkan oleh al-Bazzar dari ‘Imran bin Hushain, “Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang mendatangi tukang ramal atau membenarkan ucapannya, atau siapa saja yang melakukan perbuatan sihir atau membenarkannya.”
  9. Terakhir, puncak kegembiraan setandengan tingkat pesta yang luar biasa adalah manusia mati dalam keadaan maksiat, bahkan mati dalam keadaan kafir. إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمۡ كُفَّارٌ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ عَلَيۡہِمۡ لَعۡنَةُ ٱللَّهِ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka dilaknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya. (QS. Al-Baqarah: 161).
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ
Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari nafsu maksiat dan godaan setan yang terkutuk.
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
                                 ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                              
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
Tafsir Ibnu Katsir jilid 3 hal. 531-532, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir.
Al-Qur'an Online
http://www.islampos.com/saat-setan-bersenang-senang-3100/
***
[1]. Ath-Thabari (XII/338).
[2]. (HR Mutafaq alaihi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar