Selasa, 18 November 2014

Kamus Definisi Istilah-Istilah Baku Dalam Al-Qur'an

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم-
Pengertian kata baku ialah kata yang sesuai dengan aturan kaidah bahasa. Misalnya: izin, resmi, nomor, apotek, museum dll. Al-Qur'an juga memiliki sekian banyak kata atau istilah baku yang sering muncul di beberapa tempat (ayat dan surat). Artikel ini akan melengkapi bahasan kata baku sekaligus beserta maknanya yang dihubungkan oleh sebuah link artikel yang menjelaskan makna istilah tersebut secara detail. Dan jumlahnya akan terus bertambah sejalan dengan meningkatnya jumlah artikel terkait yang dipublikasikan, insyaallah.
Sementara kata kamus itu diserap dari bahasa Arab qamus (قاموس), dengan bentuk jamaknya qawamis. Kata Arab itu sendiri berasal dari kata Yunani Ωκεανός (okeanos) yang berarti 'samudra'. Sejarah kata itu jelas memperlihatkan makna dasar yang terkandung dalam kata kamus, yaitu wadah pengetahuan, khususnya pengetahuan bahasa, yang tidak terhingga dalam dan luasnya. Dewasa ini kamus merupakan khazanah yang memuat perbendaharaan kata suatu bahasa, yang secara ideal tidak terbatas jumlahnya.

1. Istilah-Istilah Baku, Arti, dan (klik) Link-nya

  1. Abada (kekal) : selama-lamanya; tetap ada sepanjang masa; tidak berkesudahan.
  2. Ad-Din : tatanan kehidupan yang dijadikan pedoman oleh manusia dalam mengatur kehidupannya, meliputi trasdisi, undang-undang atau peraturan-peraturan lainnya.
  3. Ahlul Kitab : kaum Yahudi dan kaum Nasrani.
  4. Al-'Adl : melaksanakan kebenaran atau kewajiban sesuai syari'at Allah.
  5. Al-Baathil : semua hal yang menyalahi kebenaran mutlak, atau yang bersumber pada selain Allah, Rasul, al-Qur'an dan Syari'at Allah.
  6. Al-Haq : kebenaran mutlak yang mengikat tata kehidupan manusia, yaitu Allah, Rasul, Al-Qur'an dan syari'at Allah.
  7. Al-Ibadah : memuliakan sesuatu dan mengangungkan kedudukannya serta dengan sukarela mau tunduk kepadanya.
  8. Al-Ikhsan : melakukan kebaikan dengan sukarela karena mengharap pahala akhirat.
  9. Al-ilaah : sesembahan, kaum musyrik menolak Allah sebagai satu-satunya sesembahan.
  10. Al-Haudh (Telaga) : telaga air yang turun dari sungai surga pada hari Kiamat di Mauqif (Padang mahsyar) yang diperuntukkan bagi Nabi saw.
  11. Al-Hisab (perhitungan) : Alllah memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya tentang amal-amal mereka.
  12. Al-Khair: melaksanakan kewajiban yang diperintahkan Allah dan menjauhi yang dilarang.
  13. Al-Jannah (kebun, taman, surga ) :  konsep surga dalam ajaran agama Islam. 
  14. Al-Mizan (neraca) : sesuatu yang Allah letakkan pada hari Kiamat untuk menimbang amalan hamba-Nya.
  15. Al-mutasyaabihat : sulit dipahami karena banyaknya pengertian dari kata yang digunakan.
  16. Ash-Shiraath (Jalan) : jembatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam yang akan dilewati ummat manusia menuju surga sesuai dengan amal perbuatan mereka.
  17. At-Thaaghuut: paham, sistem, atau perbuatan yang menyalahi syari'at Allah.
  18. Al-Waali : orang yang dianggap sebagai pengayom atau kekasihnya lahir dan batin.
  19. Ar-Rabb : pencipta dan penguasa. Kaum musyrik menerima Allah sebagai satu-satunya pencipta dan penguasa.
  20. At-Taqwa : taqwa kepada Allah dan bertauhid.
  21. Dakwah : suatu proses yang berkesinambungan  untuk mengubah sasaran dakwah agar bersedia masuk ke jalan Allah, dan secara bertahap menuju perikehidupan yang Islami. 
  22. Jihad : menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. 
  23. Munafiq : berpura-pura sebagai mukmin, padahal hatinya kafir.
  24. Fasiq : mengingkari kebenaran yang telah diketahui.
  25. Kafir : mengingkari salah satu dari rukun iman atau menolak sebagian syari'at Islam.
  26. Mu'min : orang yang sepenuhnya percaya kepada ke-esaan Allah, dan percaya kepada rukun-rukun Islam yang lain.
  27. Muslim : orang yang melaksanakan rukun-rukun Islam dengan benar.
  28. Nikmat : kesenangan hidup dan kenyamanan yang sesuai dengan diri manusia.
  29. Sabiilillaah: semua cara berbuat baik yang diridhai Allah.
  30. Shalla (Shalawat) : Jika  datangnya dari Allah Swt. berarti memberi rahmat kepada makhluk. Shalawat dari malaikat berarti memberikan ampunan. Sedangkan shalawat dari orang-orang mukmin berarti suatu doa agar Allah Swt. memberi rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya.
  31. Syafa'at : Menjadi perantara bagi orang lain dengan tujuan mengambil manfaat atau menolak bahaya.
  32. Syirik : menganggap bahwa ada yang mempunyai kekuasaan menentukan nasib baik/buruk manusia, lalu dipujanya atau menganggap bahwa Tuhan lebih dari satu.
  33. Taubat : meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa yang pernah dilakukannya.
  34. Yaumul Akhir : hari yang tidak ada hari lagi setelahnya dan itulah akhir perjalanan hidup manusia.
  35. Ya'juj dan Ma'juj : sebutan kepada suatu bangsa yang muncul dalam akhir zaman, yang memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi.
  36. Yaumus-Sa'ah (Hari Kehancuran) : hari dimana bumi dan alam semesta beserta semua makhluk hidup musnah. Tidak ada makhluk hidup pun yang tersisa.
  37. Yaumul Qiyamah (Hari Kebangkitan) : Hari Kebangkitan seluruh umat manusia dari Adam hingga manusia terakhir.
  38. Zhalim : tidak mau melaksanakan kebenaran yang telah diketahui atau kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya.

2. Penjelasan

    Di dalam al-Qur'an istilah-istilah baku di atas bisa memiliki rincian makna yang berbeda-beda sesuai konteks kalimatnya.
    contoh:
    1. Kata Zhalim ada mempunyai beberapa makna, diantaranya:
       - Berbuat syirik 
          إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسۡنَۢا بَعۡدَ سُوٓءٍ۬ فَإِنِّى غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬
    tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan [Allah akan mengampuninya]; maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS.27:11); 
       - Berbuat dosa
    وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَـٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُ ۥ يَـٰبُنَىَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ‌ۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ۬ 
    Dan [ingatlah] ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan [Allah] sesungguhnya mempersekutukan [Allah] adalah benar-benar kezaliman yang besar".(QS.31: 13); 
       - Melanggar hak orang lain. 
    إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظۡلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَيَبۡغُونَ فِى ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ۬
    Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.(QS.42:42).
    2. Kata al-'adl mempunyai beberapa makna, diantaranya:
     - Melaksanakan kebenaran sesuai syari'at islam.
     قَالَ ٱخۡرُجۡ مِنۡہَا مَذۡءُومً۬ا مَّدۡحُورً۬ا‌ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنۡہُمۡ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمۡ أَجۡمَعِينَ 
    Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".(QS.7:18)
      - Sesuai fakta 
    فَإِن كَانَ ٱلَّذِى عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ سَفِيهًا أَوۡ ضَعِيفًا أَوۡ لَا يَسۡتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلۡيُمۡلِلۡ وَلِيُّهُ ۥ بِٱلۡعَدۡلِ‌ۚ 
    Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah [keadaannya] atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur... (QS.2:282). dll.
    Semoga bermanfaat.
                             ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                             “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
    Sumber:
    1. Al-Qur'anul Karim Tarjamah Tafsiriyah hal.vii-viii, al-Ustadz Muhammad Thalib, Penerbit: Yayasan Islam Ahlu Shuffah & Pusat Studi Islam An-Nabawi- Yogyakarta.
    2. Sumber-sumber lain yang telah diedit.

      1 komentar:

      1. syukron sdh sngat bermanfaat, semoga menjadi amal yang soleh..

        BalasHapus