Kamis, 21 Agustus 2014

Pengertian Shiratal Mustaqim Menurut Tafsir Al-Qur'an

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Tafsir makna "Shirathal Mustaqim"
ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ 
 Tunjukilah kami jalan yang lurus (Q.S. Al-Fatihah: 6).

1. Arti Kata:

Kata ( ٱلصِّرَٲطَ) Ash-Shiraath terambil dari kata saratha سرط dan karena huruf (س) dalam kata ini bergandengan dengan huruf (ر) ra, maka huruf (س) sin terucapkan (ص) shad. ( ٱلصِّرَٲطَ) Asal katanya sendiri bermakna "menelan". Jalan yang lebar dinamai shiraath karena sedemikian lebarnya sehingga ia bagaikan menelan di pejalan.
  • Kata shiraath ditemukan dalam al-Qur'an sebanyak 45 kali semuanya berbentuk tunggal, selebihnya dirangkaikan dengan berbagai kata seperti as-sawiy, mustaqim, dan al-jahim.
  • Bila shiraath dinisbatkan kepada sesuatu, maka penisbahannya adalah kepada Allah swt. seperti shiraathaka (jalan-Mu) atau shiraathi (jalan-Ku) dll. atau kepada orang-orang mukmin yang mendapat anugerah nikmat ilahi seperti dalam ayat al-fatihah ayat 7.
  • Shiraath berbeda dengan sabiil yang juga sering diterjemahkan dengan "jalan." Kata sabil ada yang berbentuk jamak seperti subulus salaam (jalan-jalan kedamaian), ada pula yang tunggal, dan ini ada yang dinisbahkan kepada Allah seperti sabiilillaah atau kepada orang yang bertaqwa seperti sabiil al-muttaqiin, dan ada juga yang dinisbahkan kepada orang orang yang berdosa seperti sabiil at-thaaghuut. 
  • Makna ash-Shiraath hanya satu dan selalu bersifat benar dan hak, berbeda dengan sabiil yang bisa benar bisa salah, bisa merupakan jalan orang-orang yang bertaqwa, bisa juga jalan orang-orang yang durhaka.
Kata (مستقيم) mustaqiim terambil dari kata (قام - يقوم) qaama-yaquumu yang arti asalnya adalah "mengandalkan kekuatan betis" dan "memegangnya secara teguh sampai yang bersangkutan dapat berdiri." Kerena itu kata قام dapat diterjemahkan " berdiri" atau " tegak lurus". Dalam surah al-Fatihah ini mustaqiim diartikan "lurus." Dengan demikian, shiraathal Mustaqiim dapat diartikan jalan luas, lebar dan terdekat menuju tujuan, jalan luas lagi lurus itu adalah segala jalan yang dapat mengantar kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.[1].


2. Tafsir Ibnu Katsir

  • Ibnu Jarir Ath-Thabary mengatakan: "Seluruh ahli tafsir sepakat bahwa maksud ash-Shiraathal mustaqiim adalah jalan yang terang dan lurus, tidak ada kebengkokan padanya. Demikian juga yand dikenal dalam bahasa seluruh bangsa Arab. Kemudian orang Arab menggunakan kata shirath untuk makna-makna lain, diantaranya adalah untuk setiap ucapan, perbuatan atau sifat yang lurus atau bengkok. Disifatkan mustaqim karena kelurusannya dan disebut mu'awwij karena kebengkokannya. Yang dimaksud di sini adalah Islam.
  • Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya dari an-Nawwas bin Sam'an, dari Rasulullah saw. beliau bersabda: "Allah telah membuat sebuah perumpamaan shiraathal mustaqiim (jalan yang lurus), di dua sisi shirath (jalan) terdapat dua pagar. Di pagar tersebut terdapat pintu-pintu yang terbuka. Dan di pintu-pintu itu terdapat tirai-tirai yang terurai. Di depan shirath terdapat seseorang yang berseru:'Wahai manusia, masuklah kalian semua ke dalam shirath ini dan janganlah berbelok.' Dan di atas shirath terdapat penyeru yang akan berseru, apabila ada seorang manusia yang ingin membuka pintu-pintu tersebut, penyeru di atas shirath berkat:'Celaka (hati-hatilah) kamu, janganlah engkau membukanya. Jika engkau membukanya, niscaya engkau akan terperosok masuk ke dalamnya.' Shirath itu adalah Islam. Pagar-pagar itu adalah batasan-batasan Allah. Pintu-pintu-pintu yang terbuka itu adalah perkara-perkara yang diharamkan Allah. Penyeru di depan shirath adalah kitabullah. Dan penyeru di atas shirath adalah pemberi peringatan dari Allah yang ada di dalam hati setiap muslim"(A). [2].

3. Kesimpulan:

Yang dimaksud dengan  ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ dalam surah al-Fatihah ini adalah: AGAMA ISLAM ! Karena Islam-lah satu-satunya agama yang direkomendasikan oleh Allah, tempat dimana kita selalu mohon dibimbing untuk selalu berjalan di atas kebenaran yang mengantarkan pada tujuan  kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagaimana beberapa firman-Nya sebagai berikut: 
 إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَـٰمُ‌ۗ
Sesungguhnya agama [yang diridhai] di sisi Allah hanyalah Islam (Q.S. Ali-Imran: 18).
وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٲطِى مُسۡتَقِيمً۬ا فَٱتَّبِعُوهُ‌ۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۚ ذَٲلِكُمۡ وَصَّٮٰكُم بِهِۦ لَعَلَّڪُمۡ تَتَّقُونَ
dan bahwa [yang Kami perintahkan] ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan [yang lain]  karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa. (Q.S. Al-An'am: 153).
dll.
Semoga bermanfaat.
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Referensi:
[2]. Tafsir Ibnu Katsir jilid I hal. 89-90, Syeh Sahafiyyurrahman al-Mubarrakfuri, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir
(A). H.R. Ahmad (IV/182),

Tidak ada komentar:

Posting Komentar