Kamis, 26 Juni 2014

Pengertian dan sejarah Timbulnya Aliran Kepercayaan di Indonesia

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Aliran kebatinan atau sering disebut "kejawen" jauh telah ada sebelum negeri ini merdeka. Aliran kebatinan adalah aliran kepercayaan hidup yang yang mendasari pemikiran bangsa indonesia pada masa dahulu Dewasa ini, sebagian orang mungkin sering mengaitkan kata “klenik“ jika membahas masalah kebatinan. Padahal kata klenik bermakna peyorative (mencemooh). Walaupun sebetulnya hal itu bersifat timbal balik karena dalam kitab – kitab yang di jadikan pegangan oleh orang – orang kebatinan selalu menganggap rendah terhadap orang – orang yang melaksanakan Syariat Islam. Agama asli Nusantara adalah agama-agama tradisional yang telah ada sebelum agama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, Konghucu masuk ke Nusantara (Indonesia).
Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama "resmi" (agama yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini Konghucu, masuk ke Nusantara atau Indonesia, di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti:
Sunda Wiwitan yang dipeluk oleh masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten
Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikenal sebagai agama Cigugur (dan ada beberapa penamaan lain) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat
Buhun di Jawa Barat
Kejawen di Jawa Tengah dan Jawa Timur
Parmalim, agama asli Batak
Kaharingan di Kalimantan
Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara
Tolottang di Sulawesi Selatan
Aluk Todolo agama asli orang Toraja (Tana Toraja, Toraja Utara, dan Mamasa)
Wetu Telu di Lombok
Naurus di Pulau Seram, Provinsi Maluku
Negara Republik Indonesia mendegradasi agama-agama asli tersebut sebagai ajaran animisme atau hanya sebagai aliran kepercayaan.
Hingga kini, tak satu pun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui di Republik Indonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan di KTP, Akta Kelahiran, pencatatan perkawinan di Kantor Catatan Sipil ,dsb. Seiring dengan berjalannya waktu dan zaman, Agama Asli Nusantara semakin punah dan menghilang, kalaupun ada yang menganutnya, biasanya berada didaerah pedalaman seperti contohnya pedalaman Sumatera dan pedalaman Irian Jaya.
Di Indonesia, aliran kepercayaan yang paling banyak penganutnya adalah Agama Buhun. Data yang terekam oleh peneliti Abdul Rozak, penulis Teologi Kebatinan Sunda, menunjukkan jumlah pemeluk agama ini 100 ribu orang. Jika angka ini benar, Agama Buhun jelas salah satu aliran kepercayaan terbesar di Indonesia, yaitu 25 persen dari seluruh penghayat aliran kepercayaan. Data Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2003 mengungkapkan, dari 245 aliran kepercayaan yang terdaftar, sementara keseluruhan penghayat mencapai 400 ribu jiwa lebih.


1. Definisi Kebatinan

Tidak ada definisi baku dalam aliran kebatinan. Setiap aliran kebatinan memilki definisi tersendiri dalam mendefinisikan apa itu “kebatinan”. Namun atas desakan berbagai hal, Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) telah sepakat memutuskan bahwa “Kebatinan adalah sumber dan azas sila keTuhanan Yang Maha Esa untuk mencapai budi luhur guna kesempurnaan hidup”. Kita sebagai umat muslim mungkin menilai definisi ini kurang tepat, karena “Kebatinan di anggap sebagai sumber azas dan sila keTuhanan Yang Maha Esa”. Seharusnya kebatinanlah yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Namun definisi yang pertama tadi yang di sepakati oleh aliran kebatinan. Sehingga kita harus bersikap objektif dalam menyikapi hal tersebut.
Aliran kebatinan yang sudah mendarah daging dalam sosio-kultural bangsa ini banyak di warnai oleh agama – agama Pra Islam yang muncul di nusantara. 


2. Corak yang Mempengaruhi Lahirnya Aliran Kebatinan.

Setidaknya ada 4 corak yang mewarnai aliran kebatinan di Indonesia. Dan” corak – corak inilah yang mempengaruhi tujuan penganutnya” . Menurut Prof. Muhammad Muhsin Djayadiguna S.H. ada 4 corak yang mewarnainya yaitu :
  • Science Occulties :Yaitu golongan yang hendak menggunakan kekuatan gaib untuk melayani berbagai kebutuhan manusia.
  • Mysticisme :Yaitu golongan yang berusaha menyatukan jiwa manusia dengan Tuhan selama manusia hidup agar dapat merasakan dan mengetahui hidup yang baqa sebelum mati.
  • Metaphysic Yaitu golongan yang berniat mengenal tuhan dan menembus alam Rahasia “Paransangkaning Dumadi “ yaitu dari mana manusia ini dan kemana hidup itu akhirnya pergi.
  • Morale Religius Yaitu golongan yang berhasrat untuk menempuh budi luhur di dunia ini serta berusaha menciptakan masyarakat yang berdasarkan cinta kasih serta mengindahkan perintah Tuhan.

3. Agama – Agama pra Islam yang mewarnai Aliran Kebatinan

  • HinduismeMokshartam jagaditha ya ca iti Dharma” inilah yang di jadikan tujuan dari Agama Hindu bahwa , Extase adalah yang di jadikan tujuan utama dalam rangka sebagai upaya pembebasan jiwa manusia dari penderitaan. 
  • “ Panekung atau Union Mystique “atau Manunggaling kawulo Gusti yang di ajarkan oleh Rn.g Ronggowarsito dan terdapat dalam kitab karangan beliau yaitu kitab Hidayat Jati hal 18 Pasal 14 adalah pada dasarnya sama Dengan Tekhnik YogaSehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa “ tujuan yang di ajarkan dalam Panekung & Yoga adalah sama yaitu “sama – sama menitikberatkan pada usaha untuk mendapat kesempatan bersatu dengan Tuhan . Dengan berlatih Tehnik Yoga & Panekung seseorang akan menjalani kehidupan yang suci , bebas dari penderitaan , hawa Nafsu serta nafsu – nafsu duniawi lainya. “Mereka yang dalam keadan suci itulah yang dikatakan layak bersembahyang bakti dengan Tuhan . dengan kata lain ketentuan itu wajib sifatnya dan karena itu orang yang tidak memenuhi syarat itu doanya akan sia – sia saja. Karena yang Maha suci Tuhan hanya terjangkau oleh sifat kesucian dan kebajikan manusia penyembahnya sendiri, sesuai menurut aturan yang telah di tetapkan”.(Rig . Weda IX.73.6 ).
  • DiskriminasiKebanyakan kepercayaan – kepercayaan yang di anggap “ Devian “dari Agama – Agama besar , kadang – kadang mereka juga di golongkan secara sewenang – wenang ke dalam suatu Agama misal : Kong Hu Chu di masukan ke dalam Agama Budha , kepercayaan – kepercayaan lokal di masukan kedalam Agama Hindu. Kajian – Kajian perbandingan seperti ini dapat mengungkapkan bahwa pada dasarnya tidak ada masyarakat muslim khususnya di Indonesia dapat di pandang mengamalkan Islam yang skripturalistik - paling murni- yang membuat masyarakat muslim bersangkutan mengklaim mereka lah yang paling Islam atau sebaliknya menganggap masyarakat muslim di lokasi lain menjalankan Islam dengan tidak murni, abangan / kejawen karena tercampur atau terwarnai dengan apa yang di pandang lebih sebagai warisan keagamaan dan spiritualisme lokal dari pada tradisi Islam yang Universal. Dan karena itu , mereka di anggap kalangan Muslim lain sebagai “Islam Kejawen “dll.


4. Aliran-Aliran Kebatinan di Indonesia

Di Indonesia banyak sekali aliran-aliran kebatinan yang harus diwapadai ajarannya, Aliran kebatinan di Indonesia menurut H.M. Danuwiyoto tidak terlepas dari pengaruh ajaran Syekh Siti Jenar padababad ke-14 Masehi yang dianggap sesat oleh para Wali yang ada di Indonesia saat itu.
Berikut ini adalah aliran-aliran yang berkembang diIndonesia [1].:
Banjarnegara : 1-Perjalanan Tri Luhur
Bangkalan     : 2-Agama Baru Banyu Urip, 3-Ilmu Laduni Sepalu,
Bantul          : 4-Kasunyatan Ngantek, 5-Pekerjaan Baru Hadisono Guasar,
Banyumas     : 6-Moyah Kaki Kroya, 7-Tri Luhur Tulus
Blitar           : 8-Murti Tomo Waskito, 9-Paguyuban Pambuko Jiwa, 10-   Purwatin Sanggar  Penataran, 11-Sukmo Sejati, 12-Kebatinan Islam, 13-Ilmu Kebatinan 14-Kwaruh Jowo Dipo,
Boyolali       : 15-Agama Jiwa
Kebumen  : 16-Tripitaka, 17-Balai Sabdo Kamanungsan, 18-Kebatinan Jiwo 19-Penganut Sunan Kalijogo
Kudus         : 20-Buda Budi Jawi
Jakarta : 21-Perkumpulan Persaudaraan Kejiwan Susilo Budi Utomo, 22- Kekeluargaan, 23-BKKI, 24-Perhimpunan Kemanusiaan, 25-Kesatuan Rakyat Indonesia Murni, 26-Yayasan Olah Raga Hidup Baru, 27- Perhimpunan Kamanungsan, 28- Paguyuban Kebatinan, 29-Pangudi Ilmu Kebatinan Intisaring Rasa, 30- Dewan Musyawarah Perjalanan, 31- Sari Budoyo, 32-Paguyuban Pakerti Urip 33-Perhimpunan Budi Rahayu, 34-Furhan Sawutunggal, 35-Persatuan Dilah, 36-Hidup Betul,
Jatinegara : 37-Tarekat Hak Miliyah,
Jember : 38-Purwo Ayu Jember
Kediri : 39-Sangkan Paran Kasampurnan
Klaten : 40-Mesu Budi Ngawula Tuhan, 41-Kaesepuhan Pribadi Asli, 42-Mardi Utomo, 43-Paguyuban Eklasing Budi Murko, 44-Sastro Ceto, 45-Hardo Pusoro, 46-Suksmo Nglemboro, 47-Kawula Melindung Tuhan, Percaya Diri Sendiri, 48-Kawruh Bejo, 49-Swasjoyo, 50-Gayuh Kasunyatan, 51-Kejaten,
52-Budi Utomo, 53-Budi Wismo, 54-Gito Roso, 55-Mahayana, 56-Ngudi Rahayu
Lumajang : 57-Purwo Mardi Utomo, Magelang : 58-Islam Agama Hak, 45-Budo  Putih Pakis
Mataram : 59-Kebatinan Ilmu Hak
Mojokerto : 60-Margasuci Rahayu Prono
Pati :61-Perguruan Kebatinan Budi Luhur, 62-Budi Mulyo, 63-Sumarah, 64-Wismo Broto Pandowo, 65-Suci Rahayu,66-Ilmu Ma'rifat, 67-Ilmu Sejati, 68-Bahai,
Ponorogo : 69-Jawa Budo Lugu
Purbolinggo : 70-Hedobusana Kalimanah, 71-Penganut Sunan Gunung Jati , 72-Kasunyatan
Purworejo : 73-Setya Budi Perjanjian, 74-Kawruh Kasunyatan
Rembang : 75-Ilmu Rasa Sejati, 76-Pramana Sejati
Semarang : 77-Badan Kebatinan Indonesia, 78-Mudo Darmo, 79-Pembuko Jiwo, 80- Subud
Sleman : 81-Kamanungsan
Solo : 82-Astrobroto , 83-Astogino, 84-Pangestu, 85-Ilmu Sejati, 86-Perjalanan Jiwa Ayu, 87-Susila Budi Darma, 88-Perwatin, 89- Paguyuban Puji Sila,
Surabaya : 90-Paguyuban Ilmu Sejati, 91-Paguyuban  Sumarah Surabaya, 91-Purwo Ayu Mardi Utomo, 92-Ilmu Perjalanan Lugu Sejati, 93-Langgar Candi Buwono, 94-Wirid,
Temanggung : 95-Adam Purnama, 96-Tri Darma Indonesia, 97-Mardi Santosaning Budi, 98-Pelajaran Semedi
Tulung Agung : 99-Perjalanan Dewa Mulya, 100-Trajutrisno
Wonogiri : 101-Jiwa Ayu
Wonosobo : 102-Kawula Warga Naluri (KWN)
Yogyakarta : 103-Adam Makrifat Gunung Kidul, 104-Sapto Darmo Sorokarsan,105-Ajaran Jiwa Indonesia (AJI), 106-ASK (Angudi Santosaning Kautaman), 107-Barisan Kempong Perot, 108-Budi Pekerti, 109-GMKI (Gabungan Musyawarah Kebangsaan Indonesia), 110-Islam Kasampurnan, 111-MSB (Mardi Santosaning Budi), 112-Nasional, 113-Naluri Kabudayan, 114-Paguyuban "O" (das), 115-PEBM, 116-Pangudi Amrih Tentrem, 117-Perjalana Tubangan, 118-Perhimpunan Prikemanusiaan, 119-Paguyuban Kebatinan Kawruh Lugu, 120-Psyichologisme Baciro Baru, 121- Roso Sejati, 122-SBP, Sejarah 123-Keraton, 124-TEK (Tri Eka Kapti), 125-Tasawuf, 126-Buda Islam, 127-Ilmu Kawaskitan Sistim Timur, `128-Perhimpunan Kebatinan Prakarti, 129-Tugo Roso Jati, 130-Sabdo Karso, 131-Poma Pami, 132-Setia Budi Perjanji
Empat hari, 133-Imbalwacono, 135-IslamKamil.


5. Penutup

Melihat betapa banyaknya aliran yang menyimpang dari Islam, satu-satunya jalan untuk menghindarinya adalah memperdalam pengetahuan kita tentang agama Islam yang sesuai dengan Al-Quran, hadits dan mayoritas (jumhur)
ulama yang ada. Ingatlah ucapan Nabi Muhammad SAW : 
إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
"Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi, sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, dan mereka hanya mewariskan ilmu, dan barangsiapa yang mengambil ilmu tersebut, maka ia telah mengambil bagian yang sempurna." [2].
Rasulullah saw. bersabda:
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ. حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.”(HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673).
Semoga bermanfaat.
       ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ         
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sumber:
http://bisyarat.wordpress.com/2011/01/13/kebatinan-dalam-kajian-ilmu-perbandingan-agama/
www.duniadownload.com Oleh : Farid Zainal Effendi.
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_asli_Nusantara
***
[1]. Seluk Beluk Aliran Kebatinan, H.M. Danuwijoto BA hal 12-16.
[2]. Diriwayatkan AT-Turmudzi no: 2681, Abu Dawud no: 3641, Ibnu Majah no: 223, hadits ini dianggap lemah oleh ad-Darquthniy dan al-Mundziriy, tetapi disebutkan Al-Bukhori di kitab sahihnya tanpa sanad.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar