Senin, 05 Mei 2014

Umar Bin Khattab, Khalifah Kedua; Cerdas dan Gagah Berani

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Umar al - Khattab  ( c. 581 - November , 644 ) , kadang - kadang disebut juga sebagai Umar al - Farooq atau Omar atau Umar adalah dari Bani Adi yaitu salah satu golongan Bani Adi Quraisy . Dia menjadi khalifah kedua Islam pada 23 Agustus ( 633-644 Masehi ) bersamaan 22 Jamadilakhir tahun 13 Hijrah dan merupakan salah seorang Khulafa al - Rasyidin . Sebelum memeluk Islam, Umar adalah orang yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Mekkah, sebagaimana tradisi yang dijalankan oleh kaum jahiliyah Mekkah saat itu, Umar juga mengubur putrinya hidup-hidup sebagai bagian dari pelaksanaan adat Mekkah yang masih barbar. Setelah memeluk Islam di bawah Nabi Muhammad saw, Umar dikabarkan menyesali perbuatannya dan menyadari kebodohannya saat itu sebagaimana diriwayatkan dalam satu hadits "Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku".
Umar juga dikenal sebagai seorang peminum berat, beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam (Jahiliyyah), Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi seorang Muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali, meskipun belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas.


1. Latar Belakang

Umar dilahirkan di Makkah . Ayahnya bernama Khattab bin Naufal bin Abdul Uzza . Dia dikatakan terdiri dari golongan kelas menengah . Sewaktu kecilnya ia pernah mengembala kambing dan pada zaman dewasanya ia berbisnis dengan perjalanan ke Syam membawa barang dagangan . Dia juga berilmu , hal yang sangat jarang terjadi pada masa tersebut , dan juga merupakan seorang pejuang dan pahlawan yang gagah dan terkenal karena kegagahannya.

2. Kisah Masuk Islamnya

Umar bin al - Khattab telah mendapat Islam pada tahun ke - 6 kenabian ketika berumur 27 tahun . Dia memeluk Islam setelah mendengarkan adik perempuannya membaca ayat - ayat al - Quran . Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh At - Tabrani bahwa Rasulullah saw juga pernah berdoa : Ya Allah , kuatkanlah Islam dengan Umar . Sebuah hadits dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda : Ketika Umar memeluk Islam , Jibril pun datang dan berkata : Ya Muhammad , sesungguhnya seluruh makhluk langit bergembira dengan Islamnya Umar
Saat Nabi Muhammad s.a.w. mulai menyebarkan Islam secara terang - terangan , Umar mempertahankan ajaran tradisi masyarakat Quraisy . Umar termasuk orang yang paling kuat menentang Islam pada masa itu .
Menurut ahli sejarah Islam , saat Umar dalam perjalanan untuk membunuh Rasulullah saw , beliau bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa ia harus membunuh adik perempuannya dahulu mengingat adiknya telah memeluk Islam .
Umar pergi ke rumah adiknya dan menemukan adiknya sedang membaca al - Quran dari Surah Taha . Dalam kondisi yang marah dan kecewa ia memukul adiknya . Setelah melihat adiknya berdarah , beliau meminta maaf dan sebagai balasan ia akan membaca sepotong ayat Al Quran kepada adiknya . Dia merasa terharu ketika mendengar ayat - ayat al - Quran yang begitu indah sehingga ia memeluk Islam pada hari itu juga .Setelah peristiwa tersebut , ia berjanji akan melindungi Islam sampai ke titisan darah terakhir .


3. Di Madinah

Umar adalah antara individu yang bermigrasi ke Yathrib ( kemudian dikenal sebagai Madinah ) . Dia adalah salah seorang dari Sahabat Rasulullah saw .
Pada tahun 625 M , anak perempuan Umar yaitu Hafsah menikahi Nabi Muhammad saw
Ketika Nabi Muhammad s.a.w. wafat pada tahun 632 Masehi . Umar dikatakan amat sedih dengan wafatnya Rasulullah saw sehingga ia sanggup membunuh siapa saja yang mengatakan bahwa Rasulullah saw telah wafat . Dia kemudian kembali tenang setelah Abu Bakar ( khalifah pertama umat Islam ) berucap " Siapapun yang menyembah Muhammad ketahuilah bahwa beliau telah wafat , tetapi siapa yang menyembah Allah , ketahuilah bahwa Allah itu hidup dan tidak akan mati . " Abu Bakar kemudian membaca beberapa potong ayat Al Quran untuk menentramkan umat Islam .
Abu Bakar dengan dukungan Umar menjadi khalifah pertama umat Islam . Selama pemerintahan singkat Abu Bakar , Umar merupakan penasihat Abu Bakar . Abu Bakar mencalonkan Umar sebagai penggantinya sebelum kematiannya pada tahun 634 M. Dengan itu Umar menjadi khalifah kedua umat Islam .


4. Menjadi Khalifah

Selama pemerintah Umar , kekaisaran Islam berkembang dengan pesat ; orang Islam menawan Mesopotamia dan sebagian wilayah Persia dari Kekaisaran Persia ( berhasil mengakhiri Kekaisaran Persia ) , dan menawan Mesir , Palestina , Syria , Afrika Utara , dan Armenia dari Bizantium ( Romawi Timur ) . Ada di antara pertempuran ini menunjukkan ketangkasan tentara Islam seperti Perang Yarmuk yang menyaksikan tentara Islam yang berjumlah 40.000 orang menumpas tentara Bizantium yang berjumlah 120.000 orang . Hal ini mengakhiri pemerintahan Byzantine di selatan Asia Kecil .
Pada tahun 637 M , setelah pengempungan Yerusalem yang agak lama , tentara Islam berhasil menaklukkan kota tersebut . Paderi besar Yerusalem yaitu Sophronius menyerahkan kunci kota itu kepada Umar . Dia kemudian mengajak Umar supaya shalat di dalam gereja besar Kristen yaitu gereja Church of the Holy Sepulchre . Umar menolak dan sebaliknya shalat tidak beberapa jauh dari gereja tersebut karena tidak ingin mencemarkan status gereja tersebut sebagai pusat keagamaan Kristen . 50 tahun kemudian , sebuah masjid yang digelar Masjid Umar dibangun di tempat Umar shalat .
Umar banyak melakukan reformasi terhadap sistem pemerintahan Islam seperti mendirikan pemerintahan baru di daerah yang baru ditaklukkan dan menunjuk panglima - panglima perang yang kompeten . Selama pemerintahannya juga kota Basra dan Kufah dibangun .
Umar juga sangat dikenal karena kehidupannya yang sederhana .


5. Pembentukan Dewan Syura'

  • Khalifah Umar telah membentuk satu Dewan Syura yang merupakan lembaga atau dewan konsultan yang tertinggi . Ini dibagi menjadi dua yaitu Dewan Syura Tertinggi dan Dewan Syura 'Am .
  • Anggota Dewan Syura Tertinggi adalah terdiri dari Uthman b . Affan , Ali b . Abi Thalib , Zaid b . Tsabit , Abdul Rahman b . Auf , Saad b . Abi Waqas dan Muaz b . Jabal . Semua pekara yang melibatkan masalah politik , keamanan dan sosial negara akan dibahas bersama - sama dalam acara tersebut . Dewan Syura ini juga bertanggung jawab menentukan kebijakan negara dalam soal pemerintahan internal dan hubungan luar .
  • Melalui praktek sistem syura , Khalifah Umar dapat mengetahui apa - apa permasalahan yang terjadi ke dalam semua segi . Dia juga membuka kesempatan dan kebebasan yang seluas - luasnya kepada semua orang untuk mengemukakan pikiran dan pendapat mereka demi kebaikan dan keadilan Islam , Sehingga beliau menganggap semua manusia yang tidak ingin memberikan pendapat adalah manusia yang tidak menguntungkan .

6. Membagi Wilayah - Wilayah Islam

  • Perkembangan Islam yang semakin luas dengan pembukaan negara - negara Islam yang baru telah membutuhkan administrator untuk mengelola negara . Dengan perluasan kekuasaan ini , Khalifah Umar telah membagi kerajaan Islam yang semakin luas ke beberapa wilayah demi menjaga kelancaran administrasi Islam . 
  • Umar menempatkan beberapa orang petugas untuk menjalankan pemerintahan . Mereka yang ditunjuk harus datang ke Mekah pada tiap - tiap tahun setelah menunaikan haji untuk membuat laporan . Khalifah Umar dikatakan kompeten dalam memilih pejabat yang efisien bagi kelancaran administrasi , misalnya Muawiyah b . Abu Sufyan , Amru b . al - Ash , Mughirah b . Syu'bah dan Zaid b . Sumyah .
  • Sebelum seorang Gubernur itu ditunjuk , mereka harus menyatakan harta mereka untuk menghindari dari menerima suap . Inilah syarat yang dikenakan oleh Khalifah Umar Al - Khattab untuk menjamin keadilan dan kesucian Islam .

Reformasi administrasi tanah dan Ekonomi
  • Perluasan kekuasaan Islam menuntut kepada Khalifah Umar untuk melakukan reformasi terhadap sistem tanah . Di Mesir , Suriah , dan Irak misalnya , segala tanah - tanah publik adalah menjadi milik pemerintah daerah dan segala hasil dari tanah tersebut akan digunakan untuk membiayai fasilitas - fasilitas publik negara itu juga . Khalifah Umar menetapkan tanah - tanah yang dimiliki oleh penduduknya tidak akan dirampas tetapi ini akan dikenakan pajak .
  • Militer atau umat Islam dari negara lain tidak diizinkan mengambil tanah dari negara jajahan kecuali melalui pembelian . Ini berbeda dengan praktek - praktek sebelumnya dimana tanah - tanah akan dibagi menjadi tentara yang ikut dalam perang .
  • Banyak reformasi yang dilakukan oleh Umar untuk mendistribusikan pendapatan kepada rakyat dan juga negara sesuai kehendak Islam . Harga dan sistem pajak telah diubah . Pajak yang dikenakan berdasarkan jenis tanaman yang dibudidayakan . Persyaratan yang menyusahkan rakyat dan tidak adil akan dihapus . Dia juga sering menanyakan kepada golongan - golongan Dzimmi ( orang bukan Islam ) untuk mengetahui apakah pajak yang dikenakan membebankan mereka . Inilah langkah yang dilakukan oleh Umar sebelum pekara ini diperbaharui . Semua ini menyebabkan pungutan pajak menjadi efisien dan perbendaharan negara bertamba Dia juga turut memajukan sistem pertanian dengan membuka lahan - lahan baru dan juga mengadakan proyek irigasi , yang mana ia telah dilaksanakan di Mesir dan Irak untuk menambah hasil pertanian .

Reformasi Sektor Pertanian

  • Khalifah Umar telah membuat kanal untuk memajukan sistem pertanian yang mana kanal tersebut seperti Terusan Amirul Mukminin yang menghubungkan Sungai Nil dengan Laut Merah sepanjang 69 mil dari kota Fustat . Di Irak ia telah membangun Bendungan Abu Musa yang menghubungkan Sungai Dujlah ( Tigres ) dengan kota Basrah .
  • Tanah juga telah dikaji-selidik untuk menempatkan tanaman - tanaman yang bermutu . Rakyat juga digalakan untuk membuka lahan - lahan baru untuk memperbanyak hasil pertanian . Tanah yang tidak dikerjakan akan ditarik jika tidak ada hasil pertanian di dalamnya . Begitu juga beliau juga telah mengadakan sistem pajak untuk menambah pendapatan negara .

Reformasi Dalam Bidang Sosial

  • Melakukan kebijakan baru untuk golongan Dhimmi. Khalifah Umar telah mengadakan pajak tanah dan juga jizyah kepada golongan ini . Pajak ini adalah wajar karena rendah kadarnya dan tidak menyusahkan mereka . Pernah suatu kali khalifah Umar memanggil 10 orang Dzimmi dari Kufah dan 10 orang Dzimmi dari Basyrah sehingga mereka bersumpah , bahwa pajak yang dikenakan pada mereka tidak membebani .
  • Status dan hak publik di berikan sama rata seperti apa yang dinikmati oleh orang Islam . Golongan Dzimmi yang masih menentang Islam akan dibuang atau diusir negara . Harta mereka tidak akan dirampas , bahkan harta mereka yang tidak dapat dipindahkan seperti peternakan akan dibayar ganti rugi oleh pemerintah Islam 

Menaikkan Taraf Sosial hamba

  • Golongan hamba pada waktu itu telah diberikan hak kepentingan sosial dan taraf yang baik . Hamba tidak lagi dihina dan ditindas , mereka dapat hidup bebas seperti orang - orang biasa , terkecuali bagi orang - orang yang benar menentang Islam dalam peperangan . Umar menetapkan bahwa hamba perempuan yang menjadi ibu tidak bisa dijual seenaknya seperti hamba - hamba lain . Begitu juga dengan hamba yang berkeluarga tidak dapat dipisahkan dari keluarga mereka .
  • Taraf golongan hamba juga disamakan dengan tuannya dalam apa - apa hal tertentu , pejabat yang tidak menghormati dan menjaga hal kebajikan hamba akan dikenakan tindakan oleh Khalifah Umar . Misalnya , Umar pernah mencabut jabatan seorang pegawainya yang tidak menziarahi karyawannya yang sakit .

Mendorong kegiatan keilmuan dan pelajaran

  • Berbagai langkah telah dilakukan oleh Khalifah Umar untuk mengembangkan pelajaran al - Quran . Dia menyediakan guru - guru untuk mengajar berbagai ilmu sehubungan dengan keilmuan dan dikirim ke seluruh tempat bagi yang membutuhkan serta diberi gaji yang lumayan . Sekolah - sekolah didirikan di masjid - masjid untuk diajarkan pelajaran Islam di seluruh wilayah Islam . 
  • Umat ​​Islam diwajibkan menghafal surah - surah tertentu didalam al - Quran untuk menguraikan prinsip - prinsip utama ajaran Islam seperti surah al - Baqarah , an - Nisa , al - Maidah dan sebagainya . Golongan ini akan diberikan berbagai penghargaan sebagai satu usaha untuk mendorong menghafal konten al - Quran .


    7. Wafatnya Umar

    Umar wafat pada tahun 644 M setelah dibunuh oleh seorang hamba Majusi Persia yang bernama Abu Lu'lu'ah atau Fairuz . Abu Lu'lu'ah menikam Umar karena menyimpan dendam terhadap Umar . Dia menikam  Umar sebanyak enam kali sewaktu  Umar menjadi imam di Masjid al - Nabawi , Madinah .
    Umar meninggal dunia dua hari kemudian dan dimakamkan di sebelah makam Nabi Muhammad saw dan makam Abu Bakar . Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah setelah kematiannya ..
    Sebarkan !!! Semoga bermanfaat.
                          ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
    Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
    Dirangkum dari berbagai sumber.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar