Minggu, 05 Januari 2014

Kehidupan Kekal Di Surga dan Neraka; Tidak Ada Lagi Kematian Setelahnya

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
    Bahwa kehidupan terkahir adalah kehidupan di akherat, manusia tidak dimatikan lagi di sini untuk kemudian dihidupkan kembali didalam suatu kehidupan yang baru, sebagaimana ditegaskan didalam sebuah hadits bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila penduduk surga sudah dimasukkan ke surga dan penduduk neraka telah dimasukkan ke neraka maka didatangkanlah kematian dan diletakkan diantara surga dan neraka lalu (kematian) itu disembelih kemudian ada yang menyeru dengan seruan,’Wahai penduduk surga kalian tidak akan mati, wahai penduduk neraka kalian tidak akan mati.’ maka bertambahlah bagi penduduk surga satu kebahagian dari berbagai kebahagian mereka dan bertambahlah bagi penduduk neraka satu kesedihan dari kesedihan mereka.” (HR. Bukhari).
    Menurut madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, bahwa neraka itu kekal, tidak akan binasa. Penduduknya juga kekal di dalamnya. Tidak akan keluar dari neraka, kecuali ahli tauhid yang bermaksiat. Adapun orang-orang kafir dan musyrik, maka mereka kekal di dalamnya. Ketahuilah, bahwa termasuk aqidah Ahlus Sunnah ialah meyakini kekalnya neraka dan kekalnya siksa neraka bagi orang-orang kafir. 


      1. Dalil Tentang Kekalnya Neraka Bagi Orang Kafir


        وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لاَ يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلاَ يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ 
        "Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya.Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir". [An Najm:36]
        وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِئَايَاتِ اللهِ وَلِقَآئِهِ أُوْلَئِكَ يَئِسُوا مِن رَّحْمَتِي وَأُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 
        "Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmatKu, dan mereka itu mendapat adzab yang pedih". [Al Ankabut:23].
        إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ # لاَ يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ # وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِن كَانُوا هُمُ الظَّالِمِينَ # وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُم مَّاكِثُونَ #
        Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam adzab neraka Jahannam. Tidak diringankan adzab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka berseru,"Hai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami saja." Dia menjawab,"Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)." [Az Zukhruf:74-77].
        إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فيِ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَآ أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
        "Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik, (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk". [Al Bayyinah:6].
        إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِئَايَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
        "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". [An Nisa’:56].
        إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْأَنَّ لَهُم مَّافِي اْلأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمُُ # يُرِيدُونَ أَن يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَاهُم بِخَارِجِينَ مِنْهَا وَلَهُمْ عَذَابُُ مُّقِيمُُ
        "Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari adzab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh adzab yang pedih. Mereka ingin keluar dari neraka padahal mereka sekali-sekali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh adzab yang kekal". [Al Maidah:36-37].
          Adapun orang-orang beriman yang bermaksiat, Allah memasukannya ke dalam neraka, dan ketika suatu masa yang dikehendaki-Nya, maka Allah berkenan memberikan ampunan, atau Rasulullah berkenan memberikan syafa'atnya hingga mereka bisa keluar dari neraka yang pedih itu.
          فَأُخْرِجُهُمْ مِنَ النَّارِ وَأُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ حَتَّى مَا يَبْقَى فِي النَّارِ إِلَّا مَنْ حَبَسَهُ الْقُرْآنُ أَيْ وَجَبَ عَلَيْهِ الْخُلُودُ 
          "Maka aku mengeluarkan mereka (orang-orang beriman yang masuk neraka) dari neraka, sehingga tidak tersisa di dalam neraka, kecuali orang yang ditahan oleh Al Qur’an, yaitu orang yang pasti kekal (di dalam neraka)". [HR Bukhari, Muslim, dan lainnya, dari Anas bin Malik].

          2. Seputar Kejadian Pada Hari Akhir

          • Kematian adalah masalah maknawi yang tidak bisa dilihat dengan indera,. Namun di akhirat, Allah swt. menjadikannya sebagai sesuatu yang berbentuk seperti kambing dan dapat dilihat oleh indera, kemudian disembelih diantara surga dan neraka. lalu dikatakan: “... Wahai penghuni surga, kalian kekal (selamanya) dan tidak akan mati. (Demikian pula kepada penghuni neraka). Wahai penghuni neraka kalian kekal dan tidak akan mati.[1]. 
          • Rangkaian peristiwa yang terjadi di akhirat, seperti hisab, pemberian pahala, siksaan, surga, neraka, dan rincian semua hal itu sudah disebutkan dalam kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah swt., serta disebutkan dalam riwayat-riwayat yang diwariskan oleh para Nabi, sedangkan yang terkandung dalam sunnah yang diwariskan oleh Nabi Muhammad saw. tentang masalah ini sudah cukup serta memadai. Siapa yang mencarinya (mempelajarinya), ia pasti akan mendapatkannya [2].
          • Beriman pada hari akhir, yaitu hari dibangkitkannya semua makhluk dan apa yang terjadi padanya akan mengingatkan seorang mukmin bahwa ia akan kembali kepada Allah, maka ia berusaha untuk melakukan amal yang terbaik dengan ikhlas dan ittiba’ didasari dengan rasa cinta kepada Allah swt. dan Rasul-Nya serta menumbuhkan raja’ (harapan) kepada rahmat Allah dan khauf (takut) terhadap siksa Allah swt., dan selalu bertaubat dari segala dosa.
          • Allah Ta’ala menegaskan penyebutan tentang hari Akhir di dalam kitab-Nya, mengulang-ulang penyebutannya di setiap tempat, mengingatkan atasnya dalam setiap saat dan menegaskan kejadiannya, banyak menyebutkannya, dan mengaitkan bahwa keimanan kepada hari Akhir berkaitan erat dengan keimanan kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman: وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ  "Dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur’an] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu  serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat " (Q.S.Al-Baqarah: 4).

          3. Review : Tahapan Hari Kiamat

          1. Alam Barzakh atau yaumul Barzakh ( يَوْمُ الْبَرْزَخ ) yaitu masa penantian sebelum terjadinya hari kiamat besar (kiamat kubra).Setelah manusia meninggal dunia, maka manusia akan hidup di alam yang baru, yaitu alam barzah atau alam kubur. Di alam barzah ini manusia menanti sampai datangnya hari kiamat, jadi yang dimaksud alam barzah adalah alam penantian sampai datangnya hari kiamat. Apabila hari kiamat tiba, maka manusia akan dibangkitkan dari alam barzah atau alam kubur.Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Mukminun ayat 100, yang artinya sebagai berikut: “Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”.( Q.S. Al-Mukminun ayat 100 ) Selama berada di alam barzah, manusia sudah dapat merasakan balasan amal baik dan amal buruk yang dilakukan selama hidup di dunia. Orang yang beramal baik di kalam hidup di dunia, di alam barzah sudah merasakan nikmatnya di alam barzah, dan terasa hanya sebentar saja sudah datang hari kiamat. Sebaliknya orang yang beramal jahat dan maksiat di kala hidup di dunia, di alam barzah sudah merasakan balasannya, yakni azab kubur.
          2. Yaumul Ba’ats يَوْمُ الْبَعْثِ ) yaitu hari kebangitan dari Alam Kubur. Menurut bahasa, yaummu artinya hari, dan ba’ast  artinya bangkit. Jadi yang dimaksud Yaumul Ba’ats adalah hari kebangkitan seluruh umat manusia sejak manusia pertama yaitu Nabi Adam a.s. Hingga manusia yang terakhir dari alam barzah atau alam kubur. Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 7, yang artinya sebagai berikut:  Dan bahwasanya Allah membangkitkan semua manusia dari alam kubur”. Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.(Q.S. al-Mujadalah :6).
          3. Yaumul Hasyrيَوْمُ الْحَشْرِ ),yaitu hari berkumpul di padang Mahsyar. Setelah manusia dibangkitkan dari alam kubur, kemudian digiring menuju Padang Mahsyar, mereka dikumpulkan di sana dan tidak ada seorang pun yang tercecer. Karena itu peristiwa ini dinamakan Yaumul Mahsyar. Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Kahfi ayat 47, yang artinya sebagai berikut:  Dan kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak kami tinggalkan seorang pun”.  Ø  Firman Allah dalam surat al-An’am ayat 22 yang artinya :“Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami)?".
          4. Yaumul Hisab يَوْمُ الْحِسَابِ ), yaitu hari Perhitungan/Pemeriksaan. Menurut bahasa, yaumu artinya hari, dan Hisab artinya perhitungan. Sedangkan yang dimaksud yaumul hisab yaitu perhitungan amal baik dan buruk yang dilakukan manusia selama hidup di dunia. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Al-Mukmin ayat 17, yang artinya sebagai berikut:  Pada hari ini, tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah sangat cepat menghisabnya”Di hari akhir nanti, semua amal perbuatan yang dilakukan manusia di kala hidup di dunia akan dihitung di hadapan Allah swt, dengan sangat teliti, sehingga tidak ada sedikitpun yang dirugikan. Karena itu hari akhir juga disebut yaumul hisab. Orang yang banyak amal baiknya di kala hidupnya di dunia maka ia akan bahagia di akhirat. Sebaliknya orang yang banyak amal buruknya di kala hidup di dunia maka ia akan sengsara di akhirat kelak.
          5. Yaumul Mîzan (يَوْمُ الْمِيْزَانِ), yaitu hari Pertimbangan Amal. Menurut bahasa yaumu artinya hari dan Mizan berarti timbangan.Sedangkan yang dimaksud Yaumul Mizan adalah hari pertimbangan amal perbuatan manusia yang baik dan yang buruk yang dilakukan selama hidupnya di dunia. Apabila amal kebaikannya lebih berta daripada amal buruknya, maka ia akan memperoleh kebahagiaan di Surga. Sebaliknya orang yang amal buruknya lebih berat daripada amal kebaikannya, maka ia di tempatkan di Neraka. Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Qari’ah ayat 6-9, yang artinya sebagai berikut:  Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya maka dia dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangn (kebaikan) nya maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiiyah.
                                ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
          Semoga Bermanfaat
          Sumber: 
          Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah hal. 334-335, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Syafi’i.
          www.aramdanirahmatullah.blogspot.com
          http://almanhaj.or.id/content/2911/slash/0/apakah-neraka-kekal/
          ***
          [1]. [H.R.Bukhari, Kitaabut Tafsiir (no.4730) dari Abu Sa’id al-Khudri r.a.]
          [2]. [At-Tanbiihatul lathiifah (hal. 74) dan Syarhul ‘Aqiidah al-Waasiithiyyah (II/182). Bagi yang ingin membaca dengan lengkap silakan baca Shahihl Bukhari : Kitaabur Riqaaq, Shahih MuslimKitaabul Iimaan dari bab. 80, Kitaabul Jannah dengan semua babnya, Sunnan Abi Daud: Kitaabus Sunnah dan Sunnan at-TirmidziKitaab Shifaatil Qiyaamah dengan semua babnya, dan yang lainnya].

          Tidak ada komentar:

          Posting Komentar