Selasa, 24 Desember 2013

Pengertian dan Sifat Ash-Shirath, Jembatan Yang Membentang di Atas Neraka

 بسم االلهالرحمن اارحيم
Tafsir Istilah Kata: Surah Maryam: 71
Ash-Shirath ( الصراط) secara bahasa ( etimologi ) berarti jalan . Sedangkan menurut istilah syar'i (terminologi)adalah jembatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam yang akan dilewati ummat manusia menuju surga sesuai dengan amal perbuatan mereka. Ash-Shirāth adalah jembatan (titian) yang terbentang di atas permukaan neraka Jahannam yang sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri. Setelah melewati masa di Mahsyar, kaum Muslim akan dibentangkan shirath bagi mereka di atas Jahannam sehingga mereka melintasi di atasnya dengan kecepatan sesuai dengan kadar keimanan mereka. Orang yang pertama kali melewatinya adalah Muhammad, kemudian Muhammad berdiri di tepi shirath seraya berdoa, “Rabbi, selamatkan, selamatkan!” Jika ada umat-Nya yang pernah menyekutukan Allah dengan kesyirikan besar dan belum bertaubat sebelum kematiannya, akan mengakibatkan kekekalan di dalam neraka.
Adapun orang-orang kafir dengan berbagai jenisnya, musyrikin, penyembah berhala, atheis dan yang lainnya, mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dibukakan ketujuh pintu Jahannam bagi mereka. Sesuai dengan surah Az Zumar: 71,  Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-intunya.” dan Surah Al-Hijr 15:44, Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka."
Allah berfirman:
وإن منكم إلا واردها كان على ربك حتما مقضيا ( 71)  ثم ننجى ٱلذين ٱتقوا ونذر ٱلظلمين فيہا جثيا ( 72  
Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (71) Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam kondisi berlutut. (QS Maryam: 71-72).

1. Tafsir Ayat

Apakah semua manusia akan merasakan neraka atau ada yang masuk dan ada sebagian yang hanya melewatinya saja?
Ayat ini diperselisihkan para ulama, akibat perbedaan pendapat tentang makna kata ( واردها ) waariduhaa serta siapa yang menjadi mitra bicara ayat ini. Berikut beberapa kutipannnya: 
Kata waariduhaa (  واردها ) pada mulanya berarti menuju ke sumber air . Lalu makna ini berkembang sehingga digunakan juga untuk arti masuk atau melewati, atau hadir dan mendatangi sesuatu atau datang ke sana mendahului selainnya . Kata yang berarti masuk bisa ditemukan dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya [21]: 99, sementara yang berarti mengantar mereka menuju / melewati bisa dilihat di Surat Hud [11]: 98 [1].  Untuk melihat bacaan ayatnya, klik Al-Qur'an Online .
  • Abdullah bin Mas'ud, Qatadah dan Zaid bin Aslam menafsirkan ayat di atas bahwa yang dimaksud adalah melewati shirath, sedangkan Ibnu Abbas ra dan yang lainnya menafsirkannya dengan masuk neraka lalu dikeluarkan kembali (diselamatkan) oleh Allah , berdasarkan ayat 72 tersebut. Dan pendapat yang paling kuat adalah yang menafsirkannya dengan melewati shirath, Wallahu a'lam.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menuliskan bahwa Ahmad meriwayatkan dari Ummu Mubasysyir, istri Zaid bin Haritsah , ia mengatakan, Rasulullah saw. berada di dalam rumah Hafsah , lalu bersabda: " Tidak akan masuk neraka seorang yang mengikuti perang Badar dan perjanjian Hudaibiyah. H Afsah bertanya, bukankah Allah berfirman, "Dan tidak ada seorangpun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka)," Rasulullah saw. menjawab, "Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa," sampai akhir ayat. Di dalam shahih Bukhari dan Muslim disebutkan dari hadits az-Zuhri dari Sa'id dari Abu Hurairah ra bahwa ia mengatakan, Rasulullah saw. bersabda: " Tidak seorang pun dari kaum muslimin ditinggal mati 3 anaknya (dan ia tetap bersabar dalam keadaannya), malainkan neraka tidak akan menyentuhnya, kecuali ia hanya mendatanginya saja (sebagai penebus sumpah Allah). " [2]. ' Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan, bahwa kedatangan kaum muslimin adalah melewati jembatan yang melintas di atasnya (diantara dua sisi), Adapun kedatangan kaum musyrikin berarti memasukinya . [3]. 
  • Rasulullah saw. bersabda tentang orang-orang yang melewati shirath: "Yang pertama kali melewatinya secepat kedipan mata, secepat kilat, kemudian seperti angin, seperti burung terbang, seperti orang berlari, seperti orang berjalan, dan ada pula yang merangkak. Mereka dibawa oleh amal perbuatannya. Ketika itu Nabi saw. berdiri di atas jembatan dan berdo'a: 'Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.' Pada kedua sisi jembatan itu ada kait-kait yang digantungkan, diperintahkan untk mengait siapa yang telah diperintahkan kepadanya. Maka ada yang terkoyak tetapi selamat dan ada pula yang dicampakkan ke dalam neraka. " [4].

2. Tentang Sifat ash-Shirath


  • Jembatan shirath dibentangkan di atas neraka agar dilewati oleh orang-orang beriman, baik dari kalangan Islam maupun ahli kitab. Para pelaku dosa besar dan perbuatan maksiat dari kalangan umat Muhammad SAW juga diharuskan menyeberangi jembatan ini.
  • Imam Muslim meriwayatkan bahwa Abu Said Al Khudri ra berkata: " Rasulullah SAW telah menyampaikan kepadaku bahwa jembatan shirath itu lebih tipis dari sehelai rambut dan setajam pedang "
  • Ibnu Mas'ud berkata, "Jembatan shirath merupakan jalan yang lurus sepanjang neraka. Bentuknya seperti pedang yang panjang, dapat mematahkan, dan licin. Di atas jembatan shirath ini ada besi-besi yang berasal dari neraka. Besi-besi ini mencakar dan mencengkram siapa saja yang dikendaki. Diantara orang-orang yang menyeberangi shirath, ada orang yang berlari secepat kilat sampai akhirnya dia dapat selamat. Ada yang berlari seperti angin sampai dia selamat sampai di seberang. Ada yang berlari secepat kuda. Ada pula yang berlari biasa dan berjalan. "  [5].
  • Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "  Neraka jahanam itu memiliki jembatan yang lebih tipis dari sehelai rambut dan setajam pedang. Di atas jembatan itu ada besi-besi dan pagar yang runcing. Keduanya akan mengambil apa saja yang dikehendaki Allah. Orang-orang yang ada di atas jembatan itu, ada yang berlari secepat kedipan mata, petir, angin dan kuda berlari. Para malaikat berkata "Ya Allah, selamatkan! Selamatkan! "Yang berhasil sampai di seberang jembatan diselamatkan. Yang dikoyak juga aman. Sedangkan, yang dibanting ke dalam neraka dengan posisi wajah terlebih dulu masuk ke dalam neraka ( HR Ahmad ).
  • Abu Sa'id al-Khudri ra . menjelaskan tentang sifat shirath bahwasanya shirath itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang  [6].  Ketika mereka telah menyebrangi jembatan itu, mereka akan diberhentikan di Qantharah (jembatan kecil) antar Surga dan Neraka, lalu masing-masing mereka saling mengqishash (membalas ) atas kedzaliman yang pernah mereka lakukan di dunia. Sehingga ketika mereka sudah dibersihkan dan disucikan, barulah mereka diizinkan untuk memasuki surga. [7].
  • Orang yang pertama kali meminta dibukakan pintu surga adalah Nabi Muhammad saw. [8]. Dan ummat yang pertama-tama masuk surga adalah ummat Nabi Muhammad saw . [9]. 

3. Keadaan Ash-Shirath Gelap Gulita

Ash-shirat sebagaimana yang difahami oleh para ulama salaf adalah titian (jembatan) yang melintas diatas Jahannam. Yaitu apabila manusia telah keluar dari mahsyar menuju kegelapan, sampai ketitian (jembatan).

Keadaan Ash-Shirat Yang Gelap Gulita

Karena sangat gelapnya maka pada hari itu manusia amatlah butuh dengan cahaya agar mereka bisa melihat. Kondisi yang sangat mengerikan ini telah dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

”Yaitu pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar dihadapan dan disebelah kanan mereka,Pada hari ini ada berita gembira untukmu yaitu surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai yang kamu kekal didalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak(12) Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu” dikatakan “kembalilah kamu kebelakang dan carilah sendiri cahaya”Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Disebelah dalamnya ada rahmat dan disebelah luarnya dari situ ada siksa(13) Orang-orang munafik itu memanggil mereka seraya berkata “Bukankah kami bersama-sama dengan kamu”Mereka menjawab”Benar, tetap kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran)kami dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh syetan yang amat penipu(14) Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir.Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali(15)”[Al-hadid ayat 12-15]

Dan, dalam ayat lainnya, Allah berfirman:

”Pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman bersama dengan dia, sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan:”Ya, Tuhan Kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”(At-Tahrim ).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat diatas dengan berkata (lihat ayat 12-15):

Sesuai dengan amal mereka akan melintasi jembatan .Diantara mereka ada yang cahayanya sebesar gunung ada pula yang seperti pohon kurma dan ada pula seperti seorang laki-laki normal yang tengah berdiri tegak Yang paling rendah adalah orang-orang yang cahayanya terdapat pada ibu jari mereka terkadang bercahaya terkadang padam.Riwayat ini turut pula diriwayatakan oleh Ibnu Abi hatim dan Ibnu Jarir. Apabila menyala ia melangkah dan apabila padam ia berhenti.Imam Abul Qasim Ath-Thabrani telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa rasulullah saw bersabda :”Allah swt akan memanggil umat manusia diakhirat nanti dengan nama-nama mereka sebagai tirai penghalang dari-Nya. Adapun diatas jembatan, maka Allah ta’ala memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan munafik. Bila mereka telah berada ditengah-tengnah jembatan, Allahpun akan segera merampas cahaya orang-orang munafik laki-laki dan perempuan .Ketika itu berkatalah orang-orang munafik”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu. Dan berkatalah orang-orang beriman:Ya, Rabb kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami. Ketika itulah setiap orang tidak akan mengingat orang lain.(HR.Tabrani). Ad-Dahak mengatakan: masing-masing dari kalian pastilah diberi cahaya pada hari kiamat, maka apabila mereka sampai ke shirat (jembatan/titian) padamlah cahaya orang-orang munafik, maka ketika orang mukmin melihatnya khawatirlah mereka apabila cahaya mereka padam, sebagaimana orang munafik.Maka mereka berdo’a wahai Rabb kami sempurnakanlah cahaya kami.
                      سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك               
"Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. "
Sebarkan !!! insyaallah Bermanfaat.
Sumbar: 
Syarah Aqidah Ahlus-Sunnah wal Jama'ah , Yazid bin Abdul Qadir Jawas, hal.325-326. Penerbit Pustaka Imam Syafi'i.                
Tafsir Ibnu Katsir jilid 5, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir.                 
Tafsir Al-Misbah Vol.8, Prof. Quraisy Shihab, Penerbit Lentera Hati.               
www.eramuslim.com
http://herryaliandi.blogspot.com/2014/04/jembatan-ash-shirath-yang-terbentang.html
***
[1].   ( Tafsir Al-Misbah 8/228), Prof. Quraisy Syihab, Penerbit: Lentera Hati.
[2].  ( Fathul Baari [III/142] dan Muslim [IV/2028], Bukhari [no.1251] dan muslim [n0.2632]).
[3].  (T afsir Ibnu Katsir 5/679-680). Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir.
[4].  [HR Bukhari (no.7439), Muslim dalam Kitaabul Iimaan bab 81 (no.183), dari Abu Sa'id al-Khudri ra .
[5].  (diriwayatkan oleh  Thabrani  dan  Bahihaqi  dengan sanad yang shahih)
[6].   (Disebutkan oleh Muslim pada akhir hadits no. 183 (302).
[7].  [HR B ukhari (no.2440, 6535), Fat-hul Bari (XI/395), Ahmad (III/13, 63, 74) dari Abu Sa'id al-Khudri ra .].
[8] . [HR Muslim Kitabul Iman (no.197 (333) dan A hmad (III/136) dari Anas bin Malik ra . 
[9] . [HR . Bukhari (no.876) dan Muslim (no.855 (20) dari Abu Hurairah ra]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar