Rabu, 04 Desember 2013

Keadaan Manusia Ketika Dibangkitkan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

1. Perihal Sangkala Dan Jumlah Tiupannya

Peristiwa mengerikan yang akan terjadi pertama kali pada hari kiamat adalah ditiupnya sangkakala (ash-shur) oleh malaikat Israfil  dengan perintah Allah.
Makna ash-shur secara etimologi (bahasa) adalah al-qarn (tanduk). Sedangkan menurut istilah syariat, yang dimaksud adalah sangkakala yang sangat besar yang malaikat Israfil  telah memasukkannya ke dalam mulutnya (siap untuk meniupnya), dan dia sedang menunggu kapan dia diperintahkan untuk meniupnya. (Syarh Lum’atul I’tiqad karya Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, hal. 114).
Makna ini disebutkan dalam hadits shahih dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata:
قَالَ أَعْرَابِيٌّ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الصُّورُ؟ قَالَ: قَرْنٌ يُنْفَخُ فِيهِ
Seorang badui bertanya: “Wahai Rasulullah, apa itu ash-shur?” Beliau n menjawab: “Tanduk yang akan ditiup.(HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Dawud. Hadits ini disebutkan dalam Al-Jami’ Ash-Shahih 6/113-114, karya Asy-Syaikh Muqbil ).
Juga sebagaimana dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudri , Rasulullah bersabda:
كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ وَاسْتَمَعَ الْإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ
“Bagaimana aku akan senang hidup di dunia, sementara pemegang sangkakala telah memasukkannya ke mulutnya. Dia memasang pendengaran untuk diijinkan (meniupnya). Kapanpun dia diperintah meniupnya, dia akan meniupnya.(HR. At-Tirmidzi, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dengan syawahid (pendukung)nya dalam Ash-Shahihah no. 1079).
Banyak sekali dalil dari Al-Qur’an yang menunjukkan akan ditiupnya sangkakala pada awal terjadinya hari kiamat. Di antaranya, Allah  berfirman:
وَيَوۡمَ يَقُولُ ڪُن فَيَڪُونُ‌ۚ قَوۡلُهُ ٱلۡحَقُّ‌ۚ وَلَهُ ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ‌ۚ عَـٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ‌ۚ وَهُوَ ٱلۡحَڪِيمُ ٱلۡخَبِيرُ
Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Al-An’am: 73).
وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يَنسِلُونَ 
“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.(Yasin: 51).
Jumlah Tiupan Sangkala
Pada tiupan terompet yang kedua atau  ketiga manusia dibangkitkan dari kuburnya. Ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang berapa kali Sangsakala di tiup. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Katsir menyatakan ada tiga kali tiupan. Pendapat ini pula yang dipilih oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh ketika beliau menjelaskan kitab al-Aqidahal-WasithiyahSyaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan bahwa al-Qur‘an mengabarkan tiga kali tiupan. Tiga tiupan sangsakala ini adalah:
  1. Tiupan al-faz’u (tiupan yang mengejutkan), sebagaimana disebutkan dalam surat An-Naml ayat 87. Allah Ta’ala berfirman:وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ إِلاَّ مَنْ شَاءَ اللهُ (87) “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.” (QS. An-Naml: 87).
  2. Tiupan ash-sha’iq (tiupan yang mematikan).
  3. Tiupan qiyam (bangkit). Dua macam tiupan ini terangkum dalam firman Allah Ta’alaوَنُفِخَ فِي الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ إِلاَّ مَنْ شَاءَ اللهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُوْنَ (68)  “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian sangkakala itu ditiup sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannnya masing-masing). (QS. Az-Zumar: 68). [1]
Sebagian ulama lagi berpendapat ada dua tiupan. Inilah pendapat Syaikh Muhammad bin Sholih al-’Utsaimin rahimahullah yang berpendapat ada dua kali tiupan sangkala, yakni:
  1. Tiupan Sangsakala pertama berfungsi sebagai tiupan yang mengejutkan dan membuat pingsan semua makhluk, baik yang di langit maupun di bumi, kecuali yang dikehendaki AllahTa’ala.
  2. Sedangkan tiupan kedua berfungsi untuk membangkitkan semua makhluk dari kuburnya. Setelah tiupan yang kedua ini, bangkitlah manusia dari liang kuburnya untuk menghadap Rabb semesta alam.[2]. Mereka bangkit dengan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan tidak dikhitan, lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar. 

2. Pengertian Mahsyar

Mahsyar (Arab: محشر) dalam Islam adalah tanah berpasir putih yang sangat luas dan datar, dimana tidak terlihat dataran rendah maupun tinggi di akhirat Di Mahsyar inilah semua makhluk Allah yang berada di tujuh lapis langit dan bumi termasuk malaikat, jin, manusia, binatang berkumpul dan berdesak-desakan. Setiap manusia pada hari pengadilan akan hadir di mahsyar, diiringi oleh dua malaikat, yang satu sebagai pengiringnya dan yang satu lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
Menurut ajaran Islam, manusia yang pertama kali dibangkitkan oleh Allah adalah Muhammad saw. Hari-hari di Mahsyar itu disebut sebagai Yawm al Mahsyar (Arab:يوم المحشر, Yaumul Hasyir) . Kemudian dikatakan dalam sebuah hadits bahwa Palestina adalah tanah Mahsyar (dikumpulkan) dan Mansyar (disebarkan) manusia
Di Indonesia, Mahsyar ini lebih dikenal dengan sebutan Padang Mahsyar, begitu pula dengan orang-orang yang berbahasa Melayu. 

 3. Hadits-Hadits Mengenai Hari Kebangkitan

1. Manusia dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. 
Rasulullah saw. bersabda: 
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تُحْشَرُوْنَ إِلَى اللهِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً
“Wahai Manusia, sesungguhnya kalian akan dihimpun menuju Allah Ta’ala dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang (tidak berpakaian) dan tidak disunat (dikhitan) [3].
2.Jarak matahari sangat dekat. 
.تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ
“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.”  [4].
3. Mahsyar adalah tanah padang yang rata.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan tanah di Padang Mahsyar adalah tanah yang rata, belum ditempati seorang pun. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : 
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ النَقِيِّ لَيْسَ فِيْهَا عَلَمٌ لأَحَدٍ رواه مسلم وفي رواية البخاري: قَالَ سَهْلٌ أَوْ غَيْرُهُ: لَيْسَ فِيهَا مَعْلَمٌ لِأَحَدٍ
Pada hari Kiamat, manusia dikumpulkan di atas tanah yang rata seperti roti putih yang bundar dan pipih; tidak ada tanda untuk seorangpun. [HR Muslim. Dan dalam riwayat al Bukhari: Sahl atau yang lainnya berkata : "Tidak ada tanda bekas bagi seorangpun"].
4. Banjir keringat saking panasnya.
Dalam hadits Uqbah bin 'Amir yang berbunyi: 
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول تَدْنُو الشَّمْسُ مِنَ الأَرْضِ فَيَعْرَقُ النَّاسُ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَبْلُغُ عَرَقُهُ عَقِبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ [إِلَى ] نِصْفَ السَّاقِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ إٍلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ إِلَى الْعَجْزِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ الْخَاصِرَةَ وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ مَنْكِبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ عُنُقَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَبْلُغُ إِلَى وَسَطِ فِيْهِ -وَأَشَارَ بِيَدِهِ أَلْجَمَهَا فَاهُ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُشِيْرُ هَكَذَا- وَمِنْهُمْ مَنْ يُغَطِّيْهِ عَرَقُهُ وَضَرَبَ بِيَدِهِ إِشَارَةً وَأَمَرَ يَدَهُ فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُصِيْبَ الرَّأْسَ , دَوَّرَ رَاحَتَهِ يَمِيْنًا وَشِمَالاً رواه أحمد والطبراني وابن حبان في صحيحه والحاكم وقال صحيح الإسناد 
Dari 'Uqbah bin 'Amir Radhiyallahu anhu , ia berkata : Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Matahari mendekat dari bumi, lalu manusia berkeringat. Di antara manusia ada yang keringatnya mencapai tumitnya, ada yang mencapai setengah betisnya, ada yang mencapai kedua lututnya, ada yang mencapai pantatnya, ada yang mencapai lambungnya, ada juga yang mencapai kedua bahunya, ada yang mencapai lehernya, dan ada yang mencapai tengah mulutnya –beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan dengan tangannya memenuhi mulutnya, (dan) aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan demikian- serta ada di antara mereka yang keringatnya menenggelamkannya". Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memukul dengan tangannya sebagai isyarat dan meletakkan tangannya di atas kepalanya tanpa menyentuh kepala. Beliau memutar telapak tangannya ke kanan dan ke kiri. [HR Ahmad, ath Thabrani, dan Ibnu Hiban dalam Shahih-nya, serta al Hakim dan beliau berkata : "Shahih sanadnya". Hadits ini dishahihkan al Albani, dan beliau berkata : "Adz Dzahabi menyepakatinya dalam kitab at Talkhish, dan ini lafazh al Hakim". [Lihat Shahih at Targhib wat-Tarhib, hadits no 3588]. 
5. Ada 7 Golongan yang dilindungi. Ada juga yang dilindungi Allah di bawah naungan ‘Arsy-Nya. Diantara mereka ada tujuh golongan yang disebutkan oleh Rasulullah saw.
:سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ كَانَ قَلْبُهُ مُعَلَّقًا بِالْمَسْجِدِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَعُودَ إِلَيْهِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ فَاجْتَمَعَا عَلَى ذَلِكَ وَتَفَرَّقَا وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ حَسَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ ( رواه الترمذى
Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali dengan naungan-Nya, Yaitu: (1)Imam (pemimpin) yang adil, (2) seorang pemda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, (3) seseorang yang hatinya selal berpaut kepada masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata: ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah,’ (6) seseorang yang bershadaqah lalu ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, dan (7) seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” [5].

4. Hari Kiamat Akan Terjadi Pada Hari Jum’at

Hari Kiamat, adalah hari yang pasti akan terjadi. Tidak seorang manusia pun yang mengetahui pasti kapan peristiwa itu akan terjadi. Tetapi Allah subhanahu wa ta’ala melalui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan petunjuk dan tanda-tanda menjelang hari yang dijanjikan itu. Salah satu petunujk Allah subhanahu wa ta’ala tentang hari Kiamat, adalah bahwa hari itu akan terjadi pada hari JUM’AT. Wallahu’alam..
Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam beberapa  sabda Rasulullah saw., diantaranya: 
  1. Jum'at adalah hari Terbaik. Rasulullah bersabda;خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ “Hari yang terbaik di mana setiap kali matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at diciptakannya Adam, pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu juga dikeluarkan dari surga. Dan tidaklah terjadi hari Kiamat melainakn pada hari Jum’at". [6]. 
  2. Harinya beberapa kejadian istimewa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ “Sesungguhnya sebaik-baik hari kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan. Pada hari itu juga Sangsakala ditiup dan petir bergemuruh..[7]. Dalam riwayat lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa Kiamat terjadi pada hari Jum’at dan manusia dibangkitkan juga pada hari Jum’at. 
  3. Perbanyaklah shalawat di hari Jum'at. Dari Aus ibn Aus radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hari kamu yang paling utama adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari itu pula peniupan sangkakala dan kehancuran Kiamat terjadi. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian diperlihatkan kepadaku” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, ad-Darimi, dan al-Baihaqi). 
  4. Bagaikan cermin putih bernoda hitam di tengahnya. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:Hari-hari telah diperlihatkan kepadaku. Ketika hari Jum’at diperlihatkan, ternyata ia bagaikan cermin putih yang ditengahnya ada noda hitam. Aku bertanya, ‘Apa (noda hitam) ini?’. Maka dijawab, ‘KIAMAT’” (HR. Ath-Thabrani)
  5. Makhluk memasang telinga di hari itu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Hari yang paling baik dimana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, diturunkan (ke bumi), diterima taubatnya, dan diwafatkan. Pada hari itu pula KIAMAT terjadi. Semua makhluk di bumi memasang telinga pada hari Jum’at dari mulai subuh sampai matahari terbit karena takut akan kiamat, kecuali jin dan manusia” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ahmad).
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan !!! insyaallah Bermanfaat.
Sumber: 
Syarah Aqidah Ahlus -Sunnah wal Jama'ah hal. 314 - 316, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit: Pustaka Imam Syafi'i
id.wikipedia.org
Muslim.or.id
http://asysyariah.com/ditiupnya-sangkakala/
***
[1].(Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 4/260-261).
[2].  (Syarhu Lum’at al I’tiqad, Tahqiq Asyraf Abdul Maqsud, hal. 114)
[3].(H.R. Bukhari no. 3349, Muslim no. 2860(58), dari Ibnu Abbas r.a., hadits ini terdapat juga dalam Shahihul Bukhari no.6527 dan Muslim no.2859 dari ‘Aisyah r.a.)
[4]. (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)
[5].(H.R. Bukhari no.660, 1423, dan Muslim no.1031, dari Abu Hurairaah r.a.), juga ada diriwayatkan oleh Turmidzi.
[6]. (H.R.Muslim no.854 (18) dari Abu Hurairah r.a.)
[7].  (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 883 dan Ibnu Majah, no. 1075. Dari Aus bin 'Aus; Hadits ini dinilai shohih oleh Al-Albani dalam Shahiih Abi Dawud, I/290 dan Shahiih Ibni Majah, I/322).

3 komentar:

  1. Moga kita semua termasuk dalam golongan yang beroleh perlindungan dan keampunan Allah di Padang Mahsyar nanti.

    BalasHapus
  2. Amiin, amiin, ya... Rabbal 'alamiin. Terima kasih telah berkunjugn dan berbagi. Lynn Munir.

    BalasHapus
  3. Ya Allah sungguh dahsyatnya hari к̲̣̣̥ı̣̣̣α̣̣̥м̲̣̣̥ά̲̣̥τ̲̣̣̥ ι̥τ̣̣̥υ̲̣̥

    BalasHapus