Kamis, 21 November 2013

Pengertian Yaumul Akhir Dan Hukum Mengimani Adanya Siksa Kubur

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Hari akhir atau hari kiamat adalah hari berakhirnya semua kehidupan setelah seluruh jagat raya, termasuk isinya mengalami kehancuran. peristiwa itu terjadi setelah malaikat israfil meniup sangkakala yang pertama atas perintah dan kekuasaan Allah swt. pada hari itu, seluruh makhluk hidup termasuk manusia mati, kemudian dibangkitkan lagi dan dikumpulkan di suatu tempat yang sangat luas untuk di hisab. di tempat ini , amal manusia akan dihitung dan mendapat balasan yang setimpal. apakah akan mendapat kenikmatan surga atau siksaan api neraka.
Termasuk beriman kepada hari Akhir yaitu mengimani apa-apa yang dikabarkan (disampaikan) oleh Rasulullah saw. tentang apa-apa yang terjadi setelah kematian. Hukum beriman kepada hari Akhir adalah wajib. Allah dan Rasul-Nya sering menyebutkan tentang iman kepada Allah dan hari Akhir, hal ini menunjukkan pentingnya beriman kepada hari Akhir. Beriman kepada Allah berarti beriman kepada permulaan dan beriman kepada tempat kembali. Orang yang tidak beriman kepada hari Akhir berarti ia tidak beriman kepada tempat kembali. Orang yang tidak beriman kepada hari Akhir berarti tidak beriman kepada Allah.
Disebut sebagai hari Akhir karena tidak ada hari lagi setelahnya dan itulah akhir perjalanan hidup manusia.
Termasuk iman kepada hari Akhir, yaitu mengimani adanya fitnah kubur, adzab kubur, nikmat kubur, dikumpulkannya manusia di padang Mahsyar, ditegakannya Mizan (timbangan), dibukakannya catatan-catatan amal, adanya hisab, al-Haudh (telaga), shirath (jembatan), syafa’at serta surga dan neraka.


1. Nama-Nama Lain Hari Kiamat

1. Hari Kebangkitan Besar (Yaumul Qiyamah). Adalah hari berakhirnya kehidupan dunia yang di tandai dengan hancurnya seluruh makhluk yang telah di ciptakan Allah.
2. Hari Pemisah (Yaumul Fashl). Artinya pemisah antara orang yang beriman dengan orang kafir.NPada hari itu manusia di kelompokkan menurut keyakinan agamanya.
3. Hari Perhitungan (Yaumul hisab).NAdalah nama lain hari kiamat yang berarti hari perhitungan seluruh amal perbuatan manusia.Pada hari itu ,amal manusia di hitung dengan cermat dan cepat serta di berikan balasan yang setimpal.
4. Hari Pertemuan (Yaumul Thalaq). Yaitu hari pertemuan manusia dengan sesamanya. 
5. Hari berkumpul (Yaumul Jam`i). Adalah hari berkumpulnya seluruh manusia sejak zaman Nabi Adam sampai dengan manusia akhir Zaman untuk di tanyakan seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia.
6.Hari Berkumpul (Yaumul Mahsyar). Adalah hari saat manusia di kumpulkan di padang rumput mahsyar. Padang Mahsyar adalah daratan yang sangat luas tempat berkumpulnya manusia di akhirat sejak Nabi Adam sebagai manusia yang pertama sampai manusia terakhir yang lahir ke dunia.
7. Hari Kebangkitan (Yaumul Ba`ats). Adalah hari saat manusia di bangkitan dari kuburnya. Mahsyar adalah padang yang luas tempat berkumpulnya manusia setelah Yaumul Ba`ats.
8. Hari Perhitungan  (Yaumul Hisab ). Adalah hari saat datangnya perhitungan dari Allah SWT terhadap amal perbuatan manusia selama hidupnya.Perbuatan manusia akan di tanyakan oleh allah ,yang baik maupun yang buruk ,di perlihat kan semua .
9. Hari pertimbangan amal (Yaumul Mizan). Adalah hari diadakannya timbangan amal perbuatan yang telah di lakukan manusia selama hidup di dunia.Tidak ada suatu amalpun yang terlewatkan. Semua akan di berikan balasan yang setimpal.
10.Hari Pembalasan (Yaumul Jaza'). Adalah hari pembalasan seluruh amal perbuatan manusia .Balasan yang akan di berikan Allah SWT sangat tergantung pada jenis amal yang telah di lakukan selama hidup di dunia.Jika amalnya baik,maka balasannnya berupa pahala dan surga,Sedangkan jika amalnya buruk, maka balasannya adalah siksa neraka.
11. Hari yang menentukan (As-Sa`ah). Adalah hari yang tepat dan menentukan.Terjadinya kiamat merupakan saat yang telah di rancang dan ditentukan secara akurat. Tidak akan ada kesalahan,tidak akan di mundurkan atau di majukan.Saat terjadinya telah ditentukan menurut kehendak Allah yang mengusai alam ini.
12. Hari pembalasan Agama (Yaumul Diin). Adalah hari pembalasan Agama. Artinya amal perbuatan yang berkaitan dengan pengamalan agamanya akan di pertangung-jawabkan pada hari tersebut. Termasuk amal shalat,puasa ,haji,zakat,shadaqah dan sebagainya.

2. Fitnah Kubur

Yaitu adanya pertanyaan yang diajukan kepada mayit oleh dua Malaikat yang bernama Munkar dan Nakir. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi saw. dalam hadits yang panjang, ringkasnya beliau saw. bersabda: “ ... Bahwa manusia di dalam kuburnya akan ditanyakan kepadanya: ‘Siapa Rabb-mu? Apa agamamu? Siapa Nabimu?’ Orang-orang mukmin akan dikaruniai keteguhan dengan perkataan yang teguh di dunia dan di akhirat, sehingga ia akan menjawab: ‘Allah Rabb-ku, Islam adalah agamak, dan Muhammad saw. adalah nabiku.” Sedangkan orang-orang yang ragu akan menjawab: ‘Ha, ha, aku tidak tahu, ak mendengar orang mengatakannya, lalu aku pun mengatakannya.’ Maka dipukullah ia dengan satu batang besi, sehingga ia berteriak sekeras-kerasnya yang dapat didengar oleh setiap makhluk, kecuali manusia dan jin, dan seandainya manusia mendengarnya niscaya ia akan jatuh pingsan.”[1]
Adapun orang-orang yang beriman akan diteguhkan untuk menjawab pertanyaan.
Allah Ta’ala berfirman:
ثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ‌ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّـٰلِمِينَ‌ۚ  وَيَفۡعَلُ ٱللَّهُ مَايشاء
Allah meneguhkan [iman] orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Ibrahim : 27).

3. Adzab Dan Nikmat Kubur

Keduanya adalah benar berdasarkan  Al-Qur’an dan As-Sunnah serta ijma’ salafush shalihAllah Ta’ala berfirman:
سَنُعَذِّبُہُم مَّرَّتَيۡنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِي
.... Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.  (Q.S.At-Taubah: 101).
Menurut penjelasan Imam Hasan al-Basri dan Qatadah r.a., bahwa yang dimaksud dengan: “ ... Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, “ yaitu adzab di dunia dan adzab kubur.[2] 
 Firman Allah Ta’ala:   
                                                                         وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَدۡنَىٰ دُونَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَكۡبَرِ 
Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat [di dunia] sebelum azab yang lebih besar [di akhirat];(Q.S. As-Sajdah: 21).
Menurut pendapat al-Bara’ bin ‘Azib r.a., Mujahid r.a. dan Abu ‘Ubaidah r.a., bahwa yang dimaksud dengan adzab yang dekat adalah adzab kubur.[3[  
Firman Allah Ta’ala:        
 ٱلنَّارُ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡہَا غُدُوًّ۬ا وَعَشِيًّ۬اۖ وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدۡخِلُوٓاْ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ أَشَدَّ ٱلۡعَذَابِ 
"Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. [Dikatakan kepada malaikat]: "Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras". (Q.S.Al-Mukmin: 46).
Alhafidz Ibnu Katsir mengatakan: “Ayat ini merupakan prinsip terbesar yang dijadikan dalil oleh Ahlus Sunnah tentang adanya adzab kubur. [4]
Sedangkan dalil dari As-Sunnah adalah hadits Nabi saw. dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata: “Rasulullah saw. berjalan melewati salah satu kebun di kota Madinah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di dalam kubur, lalu beliau bersabda: “Keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa karena perbuatan dosa besar. Salah seorang dari keduanya tidak menjaga kebersihan dirinya dari air kencing dan yang lainnya senantiasa melakukan namimah (mengdu domba)." [5].

4. Do'a Mohon Perlindungan Dari Adzab Kubur

Rasulullah saw. menganjurkan ummatnya untuk senantiasa berdo’a memohon perlindungan kepada Allah dari adzab kubur di setiap akhir tasyahud sebelum salam ketika shalat. Berikut adalah beberapa redaksi do'a yang bersumber dari hadits Nabi saw.
1. Riwayat Abu Hurairah. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsannaa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi ‘Adiy, dari Hisyaam, dari Yahyaa, dari Abu Salamah, bahwa dia mendengar Abu Hurairah mengatakan, telah bersabda Nabiyullah -Shallallaahu ‘alaihi wasallam,
 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ”
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari adzab kubur, dari adzab neraka, dari fitnah hidup dan mati, dan keburukan Al-Masiih Ad-Dajjaal). [Shahiih Muslim no. 590].
2, Riwayat Abu Hurairah. Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Aashim, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Qaasim bin Katsiir Al-Muqriy, dari Al-Laits bin Sa’d, dari Yaziid bin Abu Habiib, dari Sulaimaan bin Yasaar, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda dalam do’a beliau,
” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ، وَفِتْنَةِ الدَّجَّالِ، وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “.قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ: هَذَا خَطَأٌ، وَالصَّوَابُ سُلَيْمَانُ بْنُ سِنَانٍ
 “Allaahumma inniy a’udzubika min fitnatil qabr, wa fitnatid dajjaal, wa fitnatil mahyaa wal mamaat (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah kubur, fitnah Ad-Dajjaal dan fitnah hidup dan mati).” Abu Abdirrahman (Imaam An-Nasaa’iy, -pent) berkata, “Ada kekeliruan, yang benar adalah Sulaimaan bin Sinaan.” [Sunan An-Nasaa’iy no. 5515]. Sanadnya hasan.
3. Riwayat Abu Hurairah. Telah mengkhabarkan kepada kami Abul Mughiirah, telah menceritakan kepada kami Al-Auzaa’iy, dari Hassaan, dari Muhammad bin Abu ‘Aaisyah, ia berkata, aku mendengar Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنْ التَّشَهُّدِ، فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ، نَحْوَهُ
Jika salah seorang dari kalian telah selesai bertasyahhud, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat hal, dari ‘adzab Jahannam, ‘adzab kubur, fitnah hidup dan mati, dan keburukan Al-Masiih Ad-Dajjaal.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsiir, dari Al-Auzaa’iy, dan seterusnya. [Sunan Ad-Daarimiy no. 1344]. Sanadnya hasan.
4. Riwayat 'Aisyah. Telah menceritakan kepada kami Abul Yamaan, ia berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Syu’aib, dari Az-Zuhriy, ia berkata, telah mengkhabarkan kepada kami ‘Urwah bin Az-Zubair, dari ‘Aisyah istri Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam mengkhabarkan bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdo’a dalam shalatnya,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ، فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ: مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنَ الْمَغْرَمِ، فَقَالَ: إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ “، وَعَنْ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ، أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَسْتَعِيذُ فِي صَلَاتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
“Allaahumma inniy a’udzubika min ‘adzaabil qabr, wa a’udzubika min fitnatil masiihid dajjaal, wa a’udzubika min fitnatil mahyaa wa fitnatil mamaat. Allaahumma inniy a’udzubika minal ma’tsami wal maghrami (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ‘adzab kubur, dari fitnah Al-Masiih Ad-Dajjaal dan dari fitnah hidup dan fitnah mati. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari perbuatan dosa dan lilitan hutang).” Seseorang bertanya pada beliau, “Mengapa kau sering meminta perlindungan dari lilitan hutang?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya seseorang apabila berhutang maka dia akan berdusta dan berjanji lalu menyalahinya.” Dan dari Az-Zuhriy, ia berkata, telah mengkhabarkan kepadaku ‘Urwah, bahwa ‘Aaisyah -radhiyallahu ‘anha- berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam shalatnya meminta perlindungan dari fitnah Dajjaal. [Shahiih Al-Bukhaariy no. 833].
5. Riwayat 'AisyahTelah menceritakan kepada kami Ibraahiim bin Muusaa Ar-Raaziy, telah mengkhabarkan kepada kami ‘Isaa, telah menceritakan kepada kami Hisyaam, dari Ayahnya, dari ‘Aaisyah -radhiyallahu ‘anha-, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdo’a dengan kalimat
 ” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى، وَالْفَقْرِ ”
“Allaahumma inniy a’udzubika min fitnatin naar, wa ‘adzabin naar, wa min syarril ghinaa wal faqr (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah neraka, dari adzab neraka, dan dari keburukan kekayaan dan kefakiran). [Sunan Abu Daawud no. 1543]. Sanadnya shahih.
6. Riwayat 'Aisyah r.a.Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, dari Hisyaam, dari Ayahnya, dari ‘Aaisyah bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdo’a dengan do’a-do’a,
” اللَّهُمَّ فَإِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ، فَإِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ ”
“Allaahumma fainniy a’udzubika min fitnatin naar, wa ‘adzaabin naar, wa fitnatil qabr, wa ‘adzaabil qabr, wa min syarri fitnatil ghinaa, wa min syarri fitnatil faqr, wa a’udzubika min fitnatil masiihid dajjaal. Allaahummaghsil khathaayaaya bimaa’its tsalji wal barad, wa naqqi qalbiy minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa baa’id bainiy wa baina khathaayaaya kamaa baa’atta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma fainniy a’udzubika minal kasali wal harami wal ma’tsami wal maghram (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah neraka dan siksa neraka, dari fitnah kubur dan adzab kubur dan dari keburukan fitnah kekayaan dan fitnah kefakiran, dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-masih dajjaal. Ya Allah, bersihkanlah dosa-dosaku dengan salju dan air dingin, dan jernihkan hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau menjernihkan baju putih dari kotoran, dan jauhkan antara diriku dengan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan, kepikunan, perbuatan dosa, dan lilitan hutang).” [Musnad Ahmad no. 23779]. Sanadnya shahih.
7. Riwayat Sa’d bin Abi Waqqaash -radhiyallahu ‘anhu-Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Aruubah di Harraan, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Wahb bin Abu Kariimah, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ibnu Salamah, dari Abu ‘Abdirrahiim, dari Zaid bin Abu Unaisah, dari ‘Abdul Malik bin ‘Umair, dari Mush’ab bin Sa’d, dari Ayahnya, dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau dahulu berdo’a dengan kalimat,
 ” أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الصَّدْرِ، وَبَغْيِ الرِّجَالِ ”
“A’uudzubillaahi an uradda ilaa ardzalil ‘umur, wa a’uudzubillaahi minal bukhli wal jubn, wa a’udzubillaahi min fitnatish shadr wa baghyir rijaal (Aku berlindung kepada Allah dari kelemahan di akhir usia, aku berlindung kepada Allah dari sifat pelit dan pengecut, dan aku berlindung kepada Allah dari fitnah hati dan manusia yang merusak).” [Shahiih Ibnu Hibbaan no. 1011]. Sanadnya hasan.
8. Riwayat Mus'ab. Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah, telah mengkhabarkan kepada kami ‘Ubaidah bin Humaid, dari ‘Abdul Malik, dari Mush’ab bin Sa’d, dari Sa’d, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah mengajarkan kepada kami beberapa kalimat,
أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، أَخْبَرَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ سَعْدٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ يُعَلِّمُنَا هَؤُلاءِ الْكَلِمَاتِ: ” اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ ”
 “Allaahumma inniy a’uudzubika min fitnatid dunyaa wa ‘adzaabil qabr (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah dunia dan adzab kubur).” [Az-Zuhd Ibnu Abi ‘Aashim no. 256]. Sanadnya hasan.
9. Riwayat ‘Abdullaah bin ‘Abbaas -radhiyallahu ‘anhuma-Telah menceritakan kepada kami Yuunus, telah menceritakan kepada kami Al-Baraa’ -yakni Ibnu ‘Abdillaah Al-Ghanawiy-, dari Abu Nadhrah, ia berkata, Ibnu ‘Abbas pernah berdiri diatas mimbar penduduk Bashrah, kemudian aku mendengar ia berkata, sesungguhnya Nabiyullah selalu meminta perlindungan di akhir shalatnya dari empat hal, beliau bersabda, 
 ” أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الْأَعْوَرِ الْكَذَّابِ ”
A’uudzubillaahi min ‘adzaabil qabr, wa a’uudzubillaahi min ‘adzaabin naar, wa a’uudzubillaahi minal fitan, maa zhahara minhaa wa maa bathan, wa a’uudzubillaahi min fitnatil a’waril kadzdzaab (Aku berlindung kepada Allah dari adzab kubur, aku berlindung kepada Allah dari adzab neraka, aku berlindung kepada Allah dari fitnah-fitnah apa yang tampak dan tersembunyi darinya, dan aku berlindung kepada Allah dari fitnah orang buta pendusta (maksudnya dajjaal, -pent)).” [Musnad Ahmad no. 2662]. Sanadnya hasan lighairihi.
10. Riwayat Anas bin Maalik -radhiyallahu ‘anhu- Telah menceritakan kepada kami Khaalid bin Makhlad, telah menceritakan kepada kami Sulaimaan, ia berkata, telah menceritakan kepadaku ‘Amr bin Abu ‘Amr, ia berkata, aku mendengar Anas bin Maalik berkata, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
 اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن والعجز والكسل والجبن والبخل وضلع الدين وغلبة الرجال
“Allaahumma inniy a’uudzubika minal hammi wal hazni wal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal bukhli wadh dhala’id daini wa ghalabatir rijaal (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kesedihan dan duka cita, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan pelit, dan dari lilitan hutang serta dikuasai musuh).” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 6008].
11. Riwayat Anas. Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Hujr, telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil bin Ja’far, dari Humaid, dari Anas, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah berdo’a seraya bersabda, 
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَفِتْنَةِ الْمَسِيحِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
“Allaahumma inniy a’uudzuubika minal kasali wal harami wal jubni wa fitnatil masiihi wa ‘adzaabil qabr (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan, kepikunan, pengecut dan dari fitnah Al-Masiih (dajjaal) serta adzab kubur).” [Jaami’ At-Tirmidziy no. 3407]. Sanadnya hasan.
12.Riwayat Abu Bakrah Nufai’ bin Al-Haarits-r.a.-Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Amr bin ‘Aliy, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Yahyaa, dari ‘Utsmaan Asy-Syahhaam, dari Muslim bin Abu Bakrah, ia berkata, Ayahku pernah berdo’a di akhir shalatnya, 
 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ فَكُنْتُ أَقُولُهُنَّ فَقَالَ أَبِي أَيْ بُنَيَّ عَمَّنْ أَخَذْتَ هَذَا قُلْتُ عَنْكَ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُهُنَّ فِي دُبُرِ الصَّلَاةِ
“Allaahumma inniy a’uudzubika minal kufri wal faqri wa ‘adzaabil qabr (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kekufuran, kefakiran dan dari adzab kubur).” Aku pun juga mengucapkan sepertinya, lalu Ayahku bertanya, “Wahai anakku, dari mana kau mendengar perkataan itu?” Aku menjawab, “Darimu,” Ayahku berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam dahulu senantiasa membacanya di akhir shalat.” [Sunan An-Nasaa’iy no. 1330]. Sanadnya hasan.
Hadits-hadits  ini menunjukkan adanya azab kubur. Dan masih banyak dalil-dalil lain yang menunjukkan adanya adzab kubur. Oleh karena itu, kita diperintahkan agar berlindung dari adzab kubur.
                              ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                         
Sebarkan !!! insyaallah Bermanfaat.
Sumber: 
Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah hal.305-309, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam Syafi’i.
https://www.facebook.com/notes/islam-adalah-sistim-hidup-yang-sempurna/nama-nama-lain-dari-hari-kiamat-akhir-adalah/280918178612771
https://muhandisun.wordpress.com/2013/03/23/doa-doa-mohon-perlindungan-dari-adzab-kubur-dan-keburukan/
***
[1] (H.R.Abu Daud no. 4753; Ahmad no. IV/287-288, 295-296, Abu Daud ath-Thayalisi no.753 dan al Hakim no. I/37-40 dari al-Bara’ bin ‘Azib) Hadits ini disahahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi.
[2] (Tafsir Ibnu Katsir (II/423) cet. Daarus Salaam.
[3] (Tafsir Ibnu Katsir (III/509) cet. Daarus Salaam.
[4] (Tafsir Ibnu Katsir IV/85-86) Cet.Daarus Salaam.
[5]H.R. Bukhari no.216 dan 218 dengan lafadz: “Rasulullah saw. melewati dua kuburan.” lihat Fat-hul Baari (I/317) dan Muslim no. 292).
[6] (Sumber: kitab shahih Muslim dalam bab al-Masajid wa al-Mawadhi’ al-Shalat, no. 924)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar