Kamis, 07 November 2013

Keluarnya Ya'juj Dan Ma'juj Menjelang Hari Kiamat

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Menurut Wikipedia Kamus Bahasa Indonesia, Ya’juj dan Ma’juj (Arab يأجوج ومأجوج Ibrani:גוג ומגוג, Inggris: Gog dan Magog) adalah sebutan kepada suatu bangsa yang muncul dalam akhir zaman, yang memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi.
Kisah tentang kaum ini terdapat dalam ajaran agama Yahudi, Kitab Kejadian umat Kristen dan kitab suci umat Islam, Al-Qur'an.Mengenai sekelompok manusia Ya’juj dan Ma’juj dalam tradisi religius digambarkan dalam istilah yang ambigu (tidak jelas). Ada yang menyebutnya sebagai bentuk manusia, mahkluk berbentuk raksasa, suatu bangsa atau negeri. Ya’juj dan Ma’juj juga muncul dalam banyak mitos dan cerita rakyat di banyak negara. 
Ya’juj dan Ma’juj adalah manusia biasa seperti layaknya manusia lainnya. Mereka mirip dengan orang bangsa at-Turk (mereka adalah orang kafir), dengan mata sipit, berhidung pesek, berambut pirang, sekalipun bentuk dan kulit mereka bervariasi. (An-Nihayah fil Fitan wal Malaahim oleh IbnuKatsir, Fathul Baari (VI/381-386) dan Asyaathus Saa’ah). Fitnah ini terjadi pada masa Nabi Isa bin Maryam a.s. setelah ia membunuh Dajjal, lalu Allah membinasakan mereka semua dalam satu malam berkat do’anya (Nabi Isa bin Maryam a.s.) atas mereka.

1. Pendapat Tentang Asal-Usul Ya'juj dan Ma'juj

Kata Ya'juj dan Ma'juj diperselisihkan para ulama dalam hal kebahasaan dan siapa mereka adanya: Berikut beberapa pendapat mereka:
  • Dari kata الاوجه (Al-Aujah) yang berarti kebercampuran
  • Berasal dari kata: الأوج (Al-Auj) yang bermakna kecepatan berlari.
  • Berasal dari bahasa China (Munkuk atau Muncuk)yang berubah pengucapannya dalam bahasa Arab.
  • Mereka adalah keturunan putra Adam, yakni Yafist, leluhur orang Turki.
  • Mereka adalah orang-orang Mongol.
  • Mereka adalah aneka suku, atau bangsa yang memiliki 2 suku besar, yakni tartar dan Mongol.
    Kesulitan untuk menentukan siapa yang dimaksud Ya'juj dan Ma'juj disebabkan karena ayat yang menyebut nama mereka disamping hanya dua ayat (Al-Kahfi:94 dan Al-Anbiya: 96), juga karena ayat-ayat tersebut tidak menentukan waktu atau tempat tertentu. Al-Qur'an hanya merekam ucapan Dzulqarnain yang menyatakan kalau janji Tuhanku datang, Dia menjadikannya hancur. Ini dapat mengandung beberapa penafsiran. Kalau dikatakan bahwa kedatangan waktu itu adalah menjelang Kiamat, maka menurut Sayyid Quthub, al-Qur'an telah mengisyaratkan dekatnya kedatangan Kiamat sejak masa Nabi Muhammad saw. yakni firman-Nya: 
    ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ
    Telah dekat [datangnya] saat itu dan telah terbelah bulan. (Q.S. Al-Qamar: 1).
    Waktu dalam perhitungan Allah berbeda dengan waktu dalam perhitungan manusia, boleh jadi berlalu antara dekatnya  Kiamat dan terjadinya Kiamat itu berjuta-juta tahun dan abad. Manusia memandangnya panjang, tetapi di sisi Allah Ta'ala hanya sekejap yang sangat singkat. Karena itu lanjut Sayyid Quthub, boleh jadi dinding itu telah roboh atau telah terbuka pada satu masa antara datangnya Kiamat dan masa kita ini, dan dengan demikian, serangan Mongol dan Tartar yang menguasai timur itulah masa keluarnya Ya'juj dan Ma'juj. Wallaahu a'lam. (Tafsir Al-Misbah Vol.8, Prof.Quraisy Shihab).
    Di dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim, dinyatakan bahwa Ya'juj dan Ma'juj ini termasuk anak keturunan Adam a.s. : Allah berfirman: 'Wahai Adam, Adam menjawab, 'Labaik wa sa'daik (Aku memenuhi panggilan-Mu dan aku memohon pertolongan-Mu). Allah berfirman, 'Dari setiap seribu orang, terdapat sembilan ratus sembilan puluh sembilan ke Neraka dan satu ke Sorga. Pada saat itu anak kecil beruban dan setiap wanita yang hamil menggugurkan kandungannya,' Lalu Allah berfirman, 'Sesungguhnya di antara kalian ada dua umat (Ya'juj dan Ma'juj), Tidaklah kedua umat ini berada pada suatu keadaan (seperti kerusakan) melainkan mereka akan menambah (parah) keadaan tersebut. Kedua umat itu adalah Ya'juj dan Ma'juj.'[Fathul Baari (VIII/295) dan Muslim (I/201), Bukhari (no.6530) dan Muslim (no.222) dengan perbedaan lafadz].

    2. Beberapa sumber mengenai Ya'juj dan Ma'juj

    1.Sumber dari Al-Qur'an:
    حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتۡ يَأۡجُوجُ وَمَأۡجُوجُ وَهُم مِّن ڪُلِّ حَدَبٍ۬ يَنسِلُونَ (٩٦) وَٱقۡتَرَبَ ٱلۡوَعۡدُ ٱلۡحَقُّ فَإِذَا هِىَ شَـٰخِصَةٌ أَبۡصَـٰرُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَـٰوَيۡلَنَا قَدۡ ڪُنَّا فِى غَفۡلَةٍ۬ مِّنۡ هَـٰذَا بَلۡ ڪُنَّا ظَـٰلِمِينَ (٩٧
    Hingga apabila dibukakan [tembok] Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (96) Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar [hari berbangkit], maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. [Mereka berkata]: "Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim". (Q.S. al-Anbiya: 96-97).
    ثُمَّ أَتۡبَعَ سَبَبًا (٩٢) حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ بَيۡنَ ٱلسَّدَّيۡنِ وَجَدَ مِن دُونِهِمَا قَوۡمً۬ا لَّا يَكَادُونَ يَفۡقَهُونَ قَوۡلاً۬ (٩٣
     قَالُواْ يَـٰذَا ٱلۡقَرۡنَيۡنِ إِنَّ يَأۡجُوجَ وَمَأۡجُوجَ مُفۡسِدُونَ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَهَلۡ نَجۡعَلُ لَكَ خَرۡجًا عَلَىٰٓ أَن تَجۡعَلَ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَهُمۡ سَدًّ۬ا (٩٤
    قَالَ مَا مَكَّنِّى فِيهِ رَبِّى خَيۡرٌ۬ فَأَعِينُونِى بِقُوَّةٍ أَجۡعَلۡ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَہُمۡ رَدۡمًا (٩٥
     ءَاتُونِى زُبَرَ ٱلۡحَدِيدِ‌ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا سَاوَىٰ بَيۡنَ ٱلصَّدَفَيۡنِ قَالَ ٱنفُخُواْ‌ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَعَلَهُ ۥ نَارً۬ا
     قَالَ ءَاتُونِىٓ أُفۡرِغۡ عَلَيۡهِ قِطۡرً۬ا (٩٦
     فَمَا ٱسۡطَـٰعُوٓاْ أَن يَظۡهَرُوهُ وَمَا ٱسۡتَطَـٰعُواْ لَهُ ۥ نَقۡبً۬ا (٩٧
     قَالَ هَـٰذَا رَحۡمَةٌ۬ مِّن رَّبِّى‌ۖ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّى جَعَلَهُ ۥ دَكَّآءَ‌ۖ وَكَانَ وَعۡدُ رَبِّى حَقًّ۬ا (٩٨)۞
     وَتَرَكۡنَا بَعۡضَہُمۡ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ يَمُوجُ فِى بَعۡضٍ۬‌ۖ وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَجَمَعۡنَـٰهُمۡ جَمۡعً۬ا (٩٩
    Kemudian dia menempuh suatu jalan [yang lain lagi]. (92)Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.  (93) Mereka berkata: "Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu  orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (94)Zulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan [manusia dan alat-alat], agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, (95) berilah aku potongan-potongan besi" Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua [puncak] gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah [api itu]". Hingga apabila besi itu sudah menjadi [merah seperti] api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga [yang mendidih] agar kutuangkan ke atas besi panas itu". (96) Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa [pula] melobanginya. (97) Zulkarnain berkata: "Ini [dinding] adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar". (98) Kami biarkan mereka di hari itu  bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya. (Q.S. Al-Kahfi: 92-99).

    2. Sumber dari Hadits:

    • Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj sedang berusaha keras melubangi dinding * setiap hari, sampai apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: 'Pulanglah kalian akan melubanginya besok.' Kemudian Allah mengembalikan lubang itu (kembali tertutup) bahkan lebih kuat daripada kemarin, sehingga jika waktunya telah tiba Allah akan mengirimkan mereka kepad manusia sesuai dengan keinginan-Nya maka mereka kembali menggali (melubangi), Sehingga mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berseru: 'Pergilah, kalian akan melubanginya besok, insya Allah, (mereka ber-istisna' (mengucapkan insya Allah), kemudian mereka kembali melubanginya, ternyata dinding itu sudah seperti keadaan semula saat mereka tinggalkan (kemarin). Tapi mereka terus melubanginya dan (akhirnya) berhasil keluar menyerbu manusia. Mereka mengeringkan air dan orang-orang berlindung di benteng-benteng. Mereka melepaskan anak panahnya ke langit, lalu anak-anak panah itu kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata dengan sombong; "Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan langit." Kemudian Allah mengirimkan sejenis ulat pada tengkuk mereka hingga mereka mati." Kemudian Rasulullah saw. bersabda: 'Demi Rabb yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya binatang melata di bumi akan kenyang dan gemuk karena dapat makan daging dan darah mereka." [1]
    • Imam Ahmad meriwayatkan dari Zainab binti Jahsy, isteri Nabi saw. bahwa ia mengatakan: 'Nabi saw. pernah bangun dari tidurnya dengan wajah merah dan mengucapkan: Laa ilaaha illallaah (tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah), celakalah bangsa Arab, dari kejahatan yang telah dekat. Hari ini dinding penutup Ya'juj dan Ma'juj telah terbuka seperti ini," Lalu beliau melingkarkan ibu jarinya pada telunjuknya, Akupun bertanya, "Ya Rasulullah! Apakah kita akan binasa sedang di antara kita masih ada orang-orang shalih?" Beliau menjawab:"Ya, jika telah banyak kejahatan," [2].

    Keterangan:
    * : Dinding itu adalah dinding yang dibuat oleh Dzulqarnain sebagai rahmat dari Allah yakni untuk umat manusia, di mana Allah telah menjadikan diantara mereka dengan Ya'juj dan Ma'juj dinding pemisah yang menghalangi mereka berbuat kerusakan di muka bumi. Maka apabila janji yang haq itu sudah dekat, Allah akan meratakan dinding itu dengan bumi, (lihat tafsir Ibnu Katsir (III/117).
                          ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                             
    Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat Bermanfaat.
    Sumber: 
    Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Yazid bin Abdl Qadir Jawas, hal.300-302
    Tafsir Ibnu Katsir (V/596), Pustaka Ibnu Katsir
    Tafsir Al-Misbah (vol.8/122), Prof. Dr.Quraisy Shihab.
    ***
     [1]. (H.R.Tirmidzi (no.3153). Ibnu Majah (no. 4080), Ahmad (II/510-511), al-Hakim (IV/488) dari sahabat Abu Hurairah r.a. Kata al-Hakim "Hadits ini shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim serta disepakati oleh adz-Dzahabi).
    [2]. (Fathul Baari (al-Bukhari (VI/440) dan Muslim (IV/2208) (Bukhari no.3346) dan Muslim no.2880).

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar