Selasa, 01 Oktober 2013

Keutamaan Berkumpul Pada Majelis Dzikir dan Fadhilah Lafadz Dzikirra

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Dari segi etimologis perkataan Majelis Dzikir berasal dari bahasa Arab, yang terdiri atas dua kata, yaitu majelis dan Dzikir. Majelis artinya tempat duduk, tempat sidang, dewan sedangkan Dzikir artinya mengingat Allah di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda:
Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari Majelis-Majelis Zikir. Apabila mereka mendapati satu Majelis dZikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka (padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka): Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau berkata lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka.(Shahih Muslim No.4854. Riwayat serupa juga terdapat dalam Muslim No. 2689 dan Bukhari no. 6408.).
Dalam majelis dzikir akan turun rahmah, diliputi majelis itu dengan sakinah/ketenangan dan ketentraman, para malaikat mengelilinginya dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji-muji orang yang hadir di majelis tersebut di hadapan para malaikat-Nya.
Orang-orang yang hadir di majelis dzikir/majelis ilmu/majelis ta'lim adalah suatu kaum yang tidak akan celaka orang yang duduk bersama mereka. Bahkan terkadang seorang pendosa yang duduk bersama mereka dirahmati karenanya. Terkadang di antara yang hadir ada yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ahlul majelis seluruhnya beroleh anugerah.
Majelis dzikir adalah Taman-Taman Surga sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوْا. قَالُوْا: وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ؟ قَالَ: مَجْلِسُ الذِّكْرِ
Apabila kalian melewati Taman-Taman Surga maka singgahlah.” Para sahabat bertanya, “Apa taman-taman surga itu?” “Majelis dzikir”, jawab beliau.
(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma. Dalam sanadnya ada rawi yang dhaif, namun hadits ini ada syahidnya, diriwayatkan oleh Al-Hakim dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhuma secara marfu’. Lihat Adh-Dha’ifah no. 1150 dan Ash-Shahihah no. 2562).

1. Pengertian Majelis Dzikir Menurut istilah

  1. Abu Hazzan ‘Atha’: “Yaitu majelis tentang halal dan haram. Majelis yang mengajari bagaimana kamu shalat, puasa, menikah, talak, dan bagaimana kamu berjual-beli.” (Al Hilyah 3/313).
  2. Sa’id bin Jubair mengatakan: “Semua yang melakukan ketaatan kepada Allah karena Allah, maka dia adalah orang yang berdzikir kepada Allah.”(Al Adzkar 7).
  3. Syaikh Al Imam Abu ‘Amr Ibnu Shalah pernah ditanya ukuran seseorang dikatakan sebagai orang yang banyak berdzikir kepada Allah?” Beliau mengatakan: “Yaitu orang yang tekun melakukan dzikir-dzikir ma’tsur (diriwayatkan) yang sahih setiap pagi dan petang dalam keadaan yang berbeda, siang malam.” (Al Adzkar 7).
  4. Imam Al Qurthubi mengatakan: “Majelis dzikir adalah majelis ilmu dan nasehat (peringatan). Yaitu majelis yang diuraikan padanya firman-firman Allah, Sunnah Rasul-Nya dan keterangan para salafus shaleh serta imam-imam ahli zuhud yang terdahulu, jauh dari kepalsuan dan kebid’ahan yang penuh dengan tujuan-tujuan yang rendah dan ketamakan.” (Fikih Sunnah 2/87).
  5. Al Manawi mengatakan: “Hujjatul Islam (Al Ghazali –ed) mengatakan: “Yang dimaksud dengan majelis dzikir adalah, tadabbur Al Quran, mempelajari agama, dan menghitung-hitung ni’mat yang telah Allah berikan kepada kita.” (Faidlul Qadir 5/519).
Disunnahkan duduk dalam halaqah atau lingkaran dzikir, keterangannya adalah sebagai berikut: Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Raasulullah saw. bersabda: "Jika kamu lewat di taman-taman surga, hendaklah kamu ikut bercengerama!" Tanya mereka: "Apakah itu taman-taman surga, ya Rasulullah ?" Ujar Nabi saw.: "Ialah lingkaran-lingkaran dzikir, karena Allah Ta'ala mempunyai rombongan dari Malaikat yang mencari-cari lingkaran dzikir, maka jika bertemu dengannya, mereka  akan duduk mengelilinginya." Muslim meriwayatkan dari Abu Sa'id Khudri dan Abu Hurairah r.a. bahwa mereka mendengar sendiri Rasulullah saw. bersabda:" Tidak satu kaum pun yang duduk dzikir kepada Allah Ta'ala, kecuali mereka akan dikelilingi oleh Malaikat, akan diliputi oleh rahmat akan beroleh ketenangan dan akan disebut-sebut oleh Allah kepada siapa-siapa yang berdiri di dekat-Nya."

2. Keutamaan Mengucap La ilaaha illallah

  1. Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda: "Setiap kali seorang hamba mengucapkan La ilaha illalllah dengan ikhlas, akan dibukakan baginya pintu-pintu langit hingga ia akan tembus ke 'arasy selama dosa-dosa besar dijauhinya." (Riwayat Turmudzi yang menyatakan hadits ini hasan lagi gharib).
  2. Juga diterima dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Perbaruilah keimananmu!" Ditanya orang: "Ya Rasulullah, bagaimana caranya kami memperbarui keimanan kami ini ?" Ujarnya: "Perbanyaklah membaca La ilaha illallah!"
  3. Diterima dari Jabir bahwa Nabi saw. bersabda: "Dzikir yang paling utama ialah La ilaha illallah, sedang do'a yang paling utama iala Alhamdu lillah." (Diriwayatkan oleh Nasa'i dan Ibnu Majah, juga oleh Hakim yang menyatakan sanadnya sah).

3. Keutamaan Membaca Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir , dll.

  1. Diterima dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Ada dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, tetapi berat timbangannya dan disukai oleh Allah Yang Rahman, yaitu: 'Subhaanallaahi wa bihamdihi, subahallahil azhim' (Mahasuci Allah dan puji-pujian untu-Nya, dan Mahasuci Allah Yang Mahabesar).Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan turmudzi.
  2. Juga dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Bahwa mengucapkan 'Subhanallah, walhamdu lillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar' lebih kusukai dari apa juga yang disinari oleh matahri!" (Riwayat Muslim dan Turmudzi).
  3. Diterima dari Jabir r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan 'Subhaanallahil 'azhiimi wabihamdih' akan ditanamkan untuknya sebatang pohon kurma dalam surga." (Riwayta Turmudzi yang menyatkannya sebagai hadits hasan).
  4. Dan sekian banyak hadits lain yang menyatkan keutamaannya.

4. Keutamaan Istighfar

  1. Diterima dari Anas r.a. bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: " Telah berfirman Allah Ta'ala:Hai manusia! selama kamu masih berdo'a dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni, dan Aku tidak peduli - bagaimana juga besarnya kesalahanmu! Hai manusia! seandainya dosa-dosamu setinggi awan di langit, kemudian kamu meminta ampun kepada-Ku, Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli! hai manusia1 Seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa hampir sepenuh bumi, kemudian menghadap-Ku tanpa mempersekutukan Daku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan datang  padamu membawa keampunan hampir sepenuh bumi itu pula'!" (Diriwayatkan oleh Turmudzi yang menyatkan bahwa hadits ini hasan lagi gharib).
  2. Dan diterima dari Abdullah bin Abbas, katanya: "Barangsiapa yang tetap melakukan istighfar, maka Allah akan membebaskannya dari segala kesusahan dan melapangkannya dari setiap kesempitan serta akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduganya." (Diriwayatkan oleh Abu Daud, Nasa'i dan Ibnu Majah, juga oleh Hakim yang menyatakan isnadnya sah).

5. Menghitung Bilangan Dzikir Dengan Anak Jari (Kanan?)

  1. Dari Yusairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah kamu membaca tasbih, tahlil dan taqdis - membaca quddus - dan janganlah kamu alpa hingga melupakan rahmat, dan hitunglah dengan kuku-kuku jari, karena mereka juga akan ditanya dan akan diminta berbicara!" (H.R.Ashabus Sunan dan Hakim dengan sanad yang sah).
  2. Dari Abdullah bin umar r.a.: "Saya lihat Rasulullah saw. membilang tasbih dengan tangan kanannya." (H.R.Ash-habus Sunan).
  3. Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan, رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُهُنَّ بِيَدِهِ “Saya melihat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung dzikir beliau dengan tangannya.” (HR. Ahmad 6498 dan dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth).
  4. Kemudian dari seorang sahabat wanita, Yusairah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada kami (para sahabat wanita), يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَينَ، عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسْبِيحِ وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ Wahai para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk bicara.” (HR. Ahmad 27089, Abu Daud 1501, Turmudzi 3583, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani). Yusairah bintu Yasir Al-Anshariyah adalah sahabat wanita. Beliau termasuk salah satu wanita yang ikut menjadi peserta Baiat aqabah.
Keterangan:

Berdasarkan hadis ini, sebagian ulama menganjurkan untuk menghitung dzikir dengan jari-jari tangan kanan saja. Hanya saja, sebagian ulama menilai bahwa tambahan ‘dengan tangan kanannya’ adalah tambahan yang lemah. Sebagaimana keterangan Syaikh Dr. Bakr Abu Zaid. Sehingga dianjurkan untuk menghitung dzikir dengan kedua tangan, kanan maupun kiri. Kesimpulan yang tepat dalam hal ini, dzikir dengan tangan kanan hukumnya dianjurkan, meskipun boleh berdzikir dengan kedua tangan dibolehkan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka menggunakan anggota badan yang kanan untuk hal yang baik. Sebagaimana keterangan Aisyah radhiyallahu ‘anha,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan bagian yang kanan ketika mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusan beliau. (HR. Bukhari 168).

Dan menghitung dzikir termasuk hal yang baik, sehingga dilakukan dengan tangan kanan, lebih baik. (Simak Fatwa Islam, no. 139662). Wallahu a'lam.

6. Majelis Yang Tidak Menyebut Nama Allah dan Shalawat Nabi

  1. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda; "Tiada suatu golongan pun duduk menghadiri suatu majelis, tapi mereka di sana tidak dzikir kepada Allah, dan tidak menucapkan shalawat atas Nabi saw., kecuali mereka akan mendapat kekecewaan di hari kiamat."(Riwayat Turmudzi yang menyataknannya hasan)
  2. Juga diriwayatkan oleh Ahmad dengan kata-katanya yang berbunyi: "Tiada suatu kaum yang duduk menghadiri suatu majelis tetapi mereka di sana tidak dzikir kepada Allah, kecuali mereka akan mendapat "tiratan" artinya kesulitan.Dan tiada seorang laki-laki pun yang menempuh suatu perjalanan dan ia tidak dzikir kepada Allah Ta'ala, kecuali ia akan mendapat kesulitan dan tiada seorang laki-laki pun yang tidur di pembaringannya tanpa dzikir kepada Allah , kecuali mereka akan mendapat kesulitan. Dalam suatu riwayat  - kecuali mereka akan mengalami kekecewaan, walau karena pahala-pahalanya, mereka juga akan masuk surga."

7. Dzikir Sebagai Kafarat / Penebus Dosa, Kesalahan

  1. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa menghadiri suatu majelis di mana banyak terjadi keributan, lalu sebelum bangkit dari tempat duduknya ia mengucapkan:    ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ   (Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu), maka Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahan yang terjadi di majelis itu.
  2. Nabi saw. bersabda: "Untuk kafarat atau penebus dosa dari bergunjing ialah dengan jalan memohonkan keampunan bagi orang yang dipergunjingkan itu, caranya ialah dengan mengatakan "Allahumma ghfirlana walahu'! (Ya Allah berilah keampuanan bagi kami dan baginya!)"
Dan bahwa memohonkan keampunan dan menyebut-nyebut kebaikan seeorang akan dapat menghapus dosa bergunjing, dan tidak perlu memberitahukan atau meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan. Wallahu a'lam.

                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ         
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber: 
Fikih Sunnah 4, Sayyid Saabiq, telah diedit untuk keselarasan.
https://daarulmajaadzib.wordpress.com/2010/09/21/majlis-talim-dan-dzikir-adalah-taman-surga/
http://www.konsultasisyariah.com/cara-dzikir-rasulullah/

2 komentar:

  1. Entri ini membuat air mata saya mengalir dan moga kita semua mendapat keampunan dari pada Allah yang paling belas kasih.

    BalasHapus
  2. Semoga ALlah Swt senantiasa menjadikan diri kita bagian dari orang-orang yang gemar dzikir. amin

    BalasHapus