Selasa, 15 Oktober 2013

Doa, Dzikir Saat Kewalahan, Bimbang dan Marah

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Ketahuilah bahwa hati adalah ibarat sebuah benteng. Setansebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya. Pintu-pintu tersebut tidak bisa terjaga kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara setan memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya. Imam Abu Hamid al-Ghozali berkata, “Was-was itu penyebabnya ada dua. Pertama, bodoh terhadap syari’at. Kedua, adanya kekacauan dalam akal atau pikiran. Dan keduanya merupakan kekurangan dan aib yang paling besar dalam diri seseorang.” (Ighotsatul Lafhan: 1 / 139).
Beberapa jenis produk penyakit hati yang ditawarkan setan, diantaranya:
  • Hasad (dengki) dan tamak.
  • Marah, bimbang, ragu.
  • Suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada
  • Kekenyangan
  • Mencari muka.
  • Selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar
  • Cinta harta
  • Mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.
  • Mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal.
  • Selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya.

1. Do'a Dan Dzikir Jika Kewalahan Atau Ditimpa Kesulitan

Sungguh telah tetap di dalam sunnah beberapa hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengobati kesusahan dan kesempitan, yaitu penderitaan dan kepedihan yang dialami seseorang pada dirinya saat ditimpa musibah sehingga membuatnya bersedih dan berduka. Di antara hadits-hadits yang datang untuk mengobati kesusahan dan kesempitan tersebut adalah hadits-had its sebagai berikut: 
  1. أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ  كَانَ يَقُوْلُ عِنْدَ الْكَرْبِ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ، Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat mendapat kesusahan dan kesempitan beliau mengucapkan, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Pemilik ‘Arsy yang besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Pemilik langit dan bumi dan Pemilik ‘Arsy yang mulia.” (H.R Bukhari dan Muslim).  
  2. Dari Asma binti ‘Umais Radhiyallahu ‘anha dia berkata, “Rasulullah bersabda kepadaku, أَلَا أُعَلِّمُكِ كَلِمَاتٍ تَقُوْلِيْنَهُنَّ عِنْدَ الْكَرْبِ –أَوْ فِي الْكَرْبِ- : اللهُ  اللهُ رَبِّي، لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، “Maukah engkau aku ajarkan beberapa kalimat yang bisa engkau ucapkan saat ditimpa kesusahan dan kesempitan? –atau saat berada dalam kesusahan dan kesempitan:  “Allah.. Allah adalah Rabbku, aku tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (H.R Abu Dawud, shahih).
  3. Dari Abu Bakrah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau bersabda, دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ، فَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ وَ أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ،Doa orang yang mendapat kesusahan dan kesempitan, “Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan. Maka janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata. Perbaikilah untukku urusanku semuanya. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Engkau.” (H.R. Abu Daud dalam Sunannya).
  4. Dari Sa’ad bin Abi Waqqas Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ إِدْ دَعَا وَ هُوَ فِيْ بَطْنِ الْحُوْتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِيْ شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ، Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berdoa diperut ikan, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar  selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.” Tidaklah seorang laki-laki muslim berdoa dengan doa ini dalam hal apapun melainkan Allah pasti  mengabulkan doanya.” (H.R Tirmidzi, shahih).
  5. Diriwayatkan oleh Ibnus Sunni dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah kamu istirja' dalam hal apapun, bahkan mengenai tali terompahmu, karena itu juga termasuk musibah." Maksud istirja' adalah membaca kalimah:إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُونَ "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" ketika ditimpa hal-hal yang tidak diingini, bahkan jika tali sandalnya putus.
  6. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Orang Mukmin yang kuat lebih utama dan lebih disukai Allah dari Mukmin yang lemah, tetapi kedua-duanya baik. Hendaklah gigih mencapai hal-hal yang bermanfaat, mohonlah pertolongan Allah dan jangan mundur! Dan seandainya kamu ditimpa sesuatu, janganlah katakan:'Ah, seandainya saya lakukan begini dan begitu!' Tapi katakanlah: 'Qaddarallahu, wama sya-a' fa'al (Allahlah yang menakdirkan, dan apa juga yang dikehendaki-Nya pasti berlaku'!) Kata-kata seandainya itu membuka kesempatan bagi setan buat melakukan jarumnya!"(H.R. Muslim).

2. Do'a Dan Dzikir Bila Ditimpa Keraguan


ﺍﻤﻧﺎ ﺒﺎﺍﷲ ﻭﺮﺴﻭﻟﻪ ﻫﻭﺍﻻﻭﻞ  ﻭﺍﻻﺨﺮﻭ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻭﺍﻟﺒﺎﻂﻦ ﻮﻫﻮ ﺒﻜﻞ ﺸﻴﻰﺀ ﻋﻟﻴﻢ

“Aamanna Billaahi Warusulihi Huwal Awwalu Wal Aakhiru Wazh Zhoohiru Wal Baathinu Wa Huwa Bikulli Syai_in ‘Aliimun “.

Artinya : “ Kami telah beriman kepada Allaah dan kepada segenap Rasul-Nya, Dialah yang tidak berawalan dan tidak berakhir, dan Dialah yang nyata dan yang bersembunyi, Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu “.

  1. Dari Abu Hurairah  r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Setan datang kepada salah seorang diantaramu, lalu katanya: 'Siapa yang menciptakan ini, siapa yang menciptakan itu'? Hingga akhirnya katanya: 'Siapa yang menciptakan Tuhamnu'? Jika sudah sampai ke sana, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan menghentikannya!" (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Keterangan: berlindung kepada Allah maksudnya ialah membaca Ta'awwudz: "'Audzu billaahi minasy-Syaithanir-Rajiim."
  2. Dalam kitab Shahih terdapat dari 'Aisyah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Selalulah manusia bersoal-jawab, hingga sampai kepada pertanyaan: 'Allah menciptakan makhluk, kalau begitu, siapa yang menciptakan Allah'? Maka jika seseorang sedikit banyaknya terpengaruh oleh soal itu, hendaklah ia mengucapkan:' آمَنْـتُ بِاللهِ وَرُسُـلِه  - Amantu billahi warusulih (Aku beriman kepada Allah dan para Rasu-Nya)'.
  3. Dari Utsman Bin Abil ‘Ash Radhiyallaahu ‘anhu ia berkata :“Wahai Rasuulullaah sesungguhnya syetan itu melindungiku antara daku dengan shalat dan bacaanku, ia kacaukan shalatku sampai hilang kekhusyu’anku. Rasuulullaah Saw.bersabda : “ Itulah syetan yang disebut orang namanya “Khanzab“ maka apabila kamu merasakan adanya gangguan itu, berlindunglah kepada Allaah dari padanya dengan mengucapkan “A’uudzu Billaah“ lalu meludahlah kesebelah kirimu sebanyak 3 kali “. Dan setelah aku melakukan anjuran beliau itu, maka Allaah menghilangkan was-was itu dariku .(H.R. Muslim).
  4. Dari Abu Rumail Radhiyallaahu ‘Anhu bahwa ia berkata:“ Aku menceritakan kepada Ibnu ‘Abbas Radhiyallaahu ‘Anhu tentang yang aku alami yang terjadi di dalam dadaku. Ia bertanya: “ Apakah itu ? “Aku menjawab : Demi Allah, aku tidak dapat menceritakannya. Ia berkata kepadaku:“ Apakah itu, sesuatu yang berupa Keraguan ? seraya tersenyum kemudian ia melanjutkan ucapannya :“Tiada seorangpun selamat dari padanya hingga Allah menurunkan Firman-Nya (yang artinya):“ Maka jika kamu berada didalam keragu-raguan tentang siapa yang Kami turunkan kepadamu maka tanyakan kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya setelah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali  kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu “.(Al Quran Surat Yunus ayat 94). Ia berkata lagi kepadaku :“Apabila kamu mendapatkan sesuatu didalam dirimu, maka bacalah:“ Huwal Awwalu Wal Akhiiru Wazh Zhoohiru Wal Baathinu, Wahuwa Bikulli Syai-in ‘Aalliim “.(H.R. Abu Daud).

3. Ucapan Diwaktu Marah

Marah merupakan tabiat manusia. Karena itu, islam tidak melarang manusia untuk marah. Bahkan dalam islam, ada marah yang nilainya ibadah. Itulah marah karena Allah. Marah karena membela syariat Allah. Seperti yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah Memuji Orang Yang Bisa Menahan Marah, Di surat Ali Imran, Allah menyebutkan beberapa kriteria orang yang bertaqwa. Diantara yang Allah sebutkan adalah
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
“…dan orang-orang yang menahan amarah dan suka memaafkan orang lain.” (QS. Ali Imran: 134). 
Karena menahan amarah membutuhkan usaha yang sangat kuat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut orang yang mampu menahan amarah sebagai orang kuat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ليسَ الشديدُ بالصّرعَةِ، إنما الشديدُ الذي يملكُ نفسهُ عند الغضب
“Orang hebat bukanlah orang yang selalu menang dalam pertarungan. Orang hebat adalah orang yang bisa mengendalikan diri ketika marah.(HR. Bukhari dan Muslim). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjanjikan, mereka yang berusaha menahan amarahnya, padahal mampu meluapkan marahnya, akan Allah banggakan di depan seluruh makhluk dan Allah suruh memilih bidadari paling indah yang dia inginkan.
Dari Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ
Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani).
Dari Sulaiman bin Shard, katanya: "Ketika saya duduk bersama Rasulullah saw. dua orang lelaki saling memaki, hingga salah seorang diantara mereka merah-padam mukanya dan bengkak urat lehernya. Maka sabda Nabi saw.: "Saya tahu suatu kalimat yang diucapkan seseorang, tentaulah akan dapat memadamkan nafsu marahnya. Yaitu:  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيْمِ A'udzu billahi minasy syaithanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaetan yang terkutuk)."(H.R.Bukhari dan Muslim).
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber:
Fikih Sunnah 4, Sayyid Saabiq. Telah diedit untuk keselarasan.
http://kesehatanmuslim.com/bacaan-zikir-tatkala-ditimpa-kesusahan-dan-kesempitan/#comment-3114
http://doa-hati01.blogspot.com/2010/08/koleksi-doa-doa-para-sholihiin.html#comment-form

1 komentar: