Jumat, 11 Oktober 2013

Do'a Ketika Ada Anjing Melolong, Kuda Meringkik, Petir, Angin Ribut Dan Melihat Hilal.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Postingan artikel kali ini berkenaan dengan aneka kejadian atau peristiwa yang sering terjadi di sekitar kita. Misalnya manakala kita mendengar bunyi anjing melolong, ayam berkokok atau kuda meringkik di malam hari. Juga mengenai kejadian alam seperti; angin ribut, petir dan ketika munculnya hilal. Semuanya haruslah disikapi dengan anggapan dan amalan sebagai seorang Muslim. Contoh yang diberikan di sini adalah dalam kaitannya dengan do'a-do'a ketika kejadian itu terlihat, terdengar atau dirasakan. Selamat menyimak dan menghafalkannya.  

1. Do'a Ketika Ayam Berkokok, Kuda Meringkik Dan Anjing Menggonggong

  1. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi saw. bersabda: إذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ، فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا وَإذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ، فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلكًاَ "Jika kamu mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari setan, karena sesungguhnya ia telah melihat setan! Dan jika kamu mendengar kokok ayam jantan, maka mohonlah kepada Allah karunia-Nya, karena sebetulnya ia sedang melihat Malaikat!"
  2. Dalam hadits lain dikatakan: إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلاَبِ وَنَهِيْقَ الْحَمِيْرِ بِاللَّيْلِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنْهُنَّ فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لاَ تَرَوْنَ Apabila kamu mendengar anjing menggonggong dan mendengar keledai meringkik mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya mereka melihat apa yang tidak kamu lihat.  HR. Abu Dawud dan Ahmad
  3. Dan menurut riwayat Abu Daud, sabda Nabi saw.: "Jika kamu mendengar lolong anjing dan ringkikan kuda di waktu malam, maka berlindunglah kepada Allah, karena sebetulnya mereka melihat apa-apa yang tidak kamu lihat!"
  • Syaikh Al-Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan, أي اعتصموا به منه بأن يقولأحدكم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم  أو نحو ذلك من صيغ التعوذ فإنه أي الحمار رأى شيطانا “Berlindunglah kepada Allah, misalnya dengan mengucapkan “A’udzu billahi minas syaithanir raajim” atau yang lainnya dari lafadz ta’awwudz. Karena keledai tersebut melihat syaitan”[1].
  • Berkata qadhi ‘Iyadh rahimahullah, قال عياض وفائدة الأمر بالتعوذ لما يخشى من شر الشيطان وشر وسوسته فيلجأ إلى الله في دفع ذلك “Faidah dari perintah agar ber-ta’awwudz karena dikhawatirkan kejelakan/kejahatan dari syaitan dan was-was, maka segeralah berlindung kepada Allah untuk mencegah hal tersebut.”[2].
  • Ketika mendengar Ayam berkokok Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda,إِذَا سَمِعْتُمْ نُهَاقَ الْحَمِيْرِ، فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا. وَإِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ، فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا. “Apabila kamu mendengar ringkikan keledai, maka mintalah perlindungan (ta’awwudz) kepada Allah dari godaan setan, karena dia melihat setan. Dan apabila kamu mendengar ayam jantan berkokok, maka mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat.”[3]. Ibnu Hajar Al-Asqalani  rahimahullah berkata, وللديك خصيصة ليست لغيره من معرفة الوقت الليلي “Ayam (jenis diik) mempunyai kekhususan yang tidak ada pada yang lainnya yaitu mengetahui waktu-waktu malam.”[4]. Ad-dawudi Berkata,يتعلم من الديك خمس خصال : حسن الصوت ، والقيام في السحر ، والغيرة ، والسخاء ، وكثرة الجماع “diketahui dari Ayam (jenis diik) lima sifat: suara yang bagus, bangun di waktu malam, rasa cemburu, berlapang dada dan banyak berjima’.”[5]. Qadhi ‘Iyadh berkata, كأن السبب فيه جاء تأمين الملائكة على دعائه واستغفارهم له وشهادتهم له بالإخلاص والتضرع “seolah-olah sebabnya adalah adanya pengaminan malaikat (malaikat mengaminkan) terhadap doa dan memintakan pengampunan bagi mereka yang ikhlas dan sukarela.”[6].

2. Pengertian dan Do'a Ketika Angin Ribut

a. hurricane (angin ribut). adalah badai berskala besar yang mempunyai kisaran wilayah 100-1000 mil. dihasilkan dari tekanan rendah yang terjadi pada lautan yang sedang hangat. Jika angin bertiup pada lautan tersebut, dan dengan tidak memperhatikan faktor2 yang lain maka angin ribut cenderung akan terjadi. angin ribut terjadi di samudra ATLANTIK dan juga samudra PASIFIK bagian TIMUR. angin ribut menghasilkan hujan dan kecepatan angin antara 74-160 mil per jam. Banjir yang besar biasanya diasosiasikan dengan angin jenis ini. angin ribut mempunyai putaran yang berlawanan arah jarum jam (siklonis) di belahan bumi bagian utara dan sebaliknya di belahan bumi bagian selatan.
b. angin topan (typhoon). Angin topan punya pengertian yang hampir sama dengan angin ribut, hanya saja angin ini terjadi di samudra PASIFIK bagian BARAT dan dengan demikian cenderung lebih besar intensitasnya dibandingkan angin ribut mengingat samudra pasifik bagian barat memiliki lautan yang lebih luas dari atlantik. 
c. angin puting beliung (tornado).
tornado merupakan badai lokal yang mempunyai diameter wilayah antara 50 m sampai lebih dari 1,5 mil. Sering muncul di USA pada saat udara dingin dari Canada bertemu dengan udara hangat dari mexico. angin dapat bertiup pada kecepetan 60 sampai lebih dari 320 mil per jam, menyebabkan lebih banyak kerusakan dibandingkan angin ribut. tornado biasanya diikuti oleh hujan es dan petir. Jenis badai ini sangat sulit diprediksi karena durasinya yang pendek.
  1. Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Hurairah r.a. dengan isnad yang hasan bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda:"Angin itu adalah sebagian dari rahmat Allah Ta'ala, kadang-kadang ia membawa rahmat, dan kadang-kadang pula ia membawa azab. Maka jika kamu melihatnya, janganlah kamu memaki-makinya, hanya mohonlah kepada Allah akan kebaikannyadan berlindunglah kepada-Nya dari keburukannya!"
  2. Dan dalam shahih Muslim terdapat hadits yang diterima dari 'Aisyah r.a.: "Bila angin bertiup kencang, biasanya Nabi saw. mengucapkan:"    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ (Ya Allah, aku mohon diberi kebaikannya, kebaikan yang terkandung padanya dan kebaikan yang Engkau kirim dengannya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, dan dari keburukan yang Engkau kirim dengannya)." 
  3. Dari Salamah bin ‘Amr bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam apabila angin bertiup kencang, beliau berdoa: Allahumma Laqihan Laa ‘aqiima” (Ya Allah, datangkanlah angin ini dengan membawa air bukan angin  tanpa membawa air)” [Al Adabul Mufrad yang dishahihkan asy-Syaikh Al Albani dan asy-Syaikh Muqbil].

3. Do'a Ketika Mendengar petir

Ar Ra’du (petir) adalah suara yang didengar dari awan. Sedangkan Ash Showa’iq (kilat) adalah api (cahaya) yang muncul dari langit bersamaan dengan suara petir yang keras. (Rosysyul Barod, 381, Darud Da’i Linnashri wat Tawzii’). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang petir, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ
”Petir adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.”

  1. Dari ‘Ikrimah mengatakan bahwasanya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tatkala mendengar suara petir, beliau mengucapkan, سُبْحَانَ الَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ Subhanalladzi sabbahat lahu’  (Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya). Lalu beliau mengatakan,”Sesungguhnya petir adalah malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya.” (Lihat Adabul Mufrod no. 722, dihasankan oleh Syaikh Al Albani). 
  2. Apabila Abdullah bin Az Zubair mendengar petir, dia menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan, سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِه Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi “Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya.” [Al-Muwaththa’ 2/992. Al-Albani berkata: Hadits di atas mauquf yang shahih sanadnya.]
  3. Diriwayatkan oleh Turmudzi dari Ibnu Umar r.a. bahwa Nabi saw. mengucapkan:" اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنا بِغَضَبِكَ، ولا تُهْلِكْنا بِعَذَابِكَ، وَعافِنا قَبْلَ ذلكَ (Ya Allah, janganlah kami sampai dihancurkan disebabkan murka-Mu, janganlah kami dicelakakan dengan siksa-Mu, dan selamatkanlah kami sebelum itu!). (Isnad hadits ini lemah).
  4. سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ  "Maha Suci Allah yang telah menjadikan kilat ini memuji-Nya dan juga Malaikat karena takut kepada-Nya."(HR. Malik dalam Muwatha'nya dari hadits Amir bin Abdullah bin al-Zubair Radhiyallahu 'Anhu. Imam Nawawi menyebutkannya dalam al-Adzkar, hal. 164. Isnadnya adalah hasan sebagaimana disebutkan Syaikh Al-Albani dalam al-Kalim al-Thayyib dengan tahqiqkannya, hal. 156).

4. Do'a Ketika Melihat Hilal (Bulan Sabit)

Bulan sabit ada di malam pertama, kedua, dan ketiga kemudian setelah itu menjadi bulan. Disebut bulan sabit (hilal) karena orang-orang mengangkat suara mereka ketika menyampaikan berita tentang keberadaannya. Dari kata ihlal yang artinya meninggikan suara.
Ungkapan أَهِلَّهُ ‘tampakkan bulan sabit (hilal), dengan kata lain, terbitkan dia dan perlihatkan kepada kami. Artinya, jadikan pandangan kami kepadanya bersamaan dengan ke-amanan dan keimanan.
Ungkapan بِاْلأَمْنِ ‘dengan membawa aman’, dengan kata lain, berbarengan dengan rasa aman dari berbagai macam bencana dan musibah.
Ungkapan بَالإِيْمَانِ ‘dengan membawa keimanan’, dengan kata lain, dengan kekokohan iman di dalamnya.
Ungkapan وَالسَّلاَمَةِ ‘dan dengan membawa keselamatan’, dengan kata lain, keselamatan dari berbagai macam bencana dunia dan agama.
Ungkapan وَرَبُّكَ ‘dan Tuhanmu’ adalah ucapan yang ditujukan kepada bulan sabit yang sedang muncul. Ini adalah isyarat untuk menjauhkan Sang Pencipta dari campur tangan sesuatu yang lain ketika mencipta.
  1. Diriwayatkan  oleh Thabrani dari Abdullah bin Umar r.a.: "Bahwa nabi saw. bila melihat hilal, beliau mengucapkan:'  اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى ، رَبُّنَا وَرَبُّك اللهُ Allah Mahabesar! Ya Allah, terbitkanlah ia atas kami dengan membawa kemanan dan keimanan, keselamatan dan keislaman, serta taufik kepada apa yang Engkau sukai dan ridhai! Tuhan kami dan Tuhamnu ialah Allah)."
  2. Menurut Riwayat Abu Daud yang diterimanya dari Qatadah secara mursal, bahwa Nabi saw. jika melihat hilal, beliau bersabda:"Hilala warusydin hilalal khairin wa rusydin! amantu billahil ladzi khalaqaka (3x) Alhamdulillahil ladi dzahaba bisyahri kadza waja-a bisyahri kadza (Hilal kebaikan dan petunjuk, hilal kebaikan dan petunjuk! Aku beriman kepada Allah yang telah menciptakanmu (3x)." Lalu sabdanya: " Segala puji bagi Allah yang telah melepas bulan Anu dan menggantinya dengan bulan Anu."
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                               “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga bermanfaat.
Sumber: Fikih Sunnah4, Sayyid Saabiq, telah diedit untuk keselarasan.
https://kaahil.wordpress.com/2012/03/16/bacaan-doa-yang-benar-ketika-ada-angin-hujan-petir-doa-ketika-angin-puting-beliung-angin-kencang-angin-ribut-atau-badai-topan-doa-ketika-hujan-turun-doa-ketika-mendengar-pet/
http://deddystankovict.blogspot.com/2009/03/pakah-angin-ributhurricane-topan-dan.html
***
[1] Tuhfatul Ahwadzi 9/300, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, Beirut, syamilah
[2] Fathul Baari Ibnu hajar AL-Asqalani, 6/353, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379 H, syamilah
[3] HR. Bukhari no. 3303 dan Muslim no. 2729.
[4] Fathul Baari Ibnu hajar AL-Asqalani, 6/353, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379 H, syamilah
[5] idem
[6] Tuhfatul Ahwadzi 9/300, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, Beirut, syamilah

2 komentar:

  1. Alhamdulilah. Terima kasih atas perkongsian doa-doanya Wasiun. Moga terus sukses ya.

    BalasHapus
  2. Terima kasih kembali Lynn Munir. Berjaya kembali untuk anda,

    BalasHapus