Rabu, 16 Oktober 2013

Contoh Doa-Doa Yang Diajarkan Dan Dipraktekkan Nabi SAW

 بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Pada hakikatnya berdo'a boleh dengan redaksi sesuka yang kita kehendaki. Akan tetapi redaksi do'a yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. sudah barang tentu memiliki fadhilah (keutamaan) tersendiri, disamping memiliki nilai pahala tambahan (sunnah) substansi dan tata redaksinya sudah barang tentu sangat mengena! Kata 'Aisyah r.a.:"Nabi saw. menyukai doa-doa yang padat dan berisi, dan meninggalkan doa-doa yang tidak demikian halnya."
Adapun mengenai adab berdo'a, sangatlah banyak jumlahnya, saya hanya menukilkan beberapa saja sebagai pelengkap, yakni sebagai berikut:
1. Mencari waktu yang mustajab.
Diantara waktu yang mustajab adalah hari arafah, ramadhan, sore hari jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له
Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta-Ku, Aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti Aku ampuni.” (H.r. Muslim)
2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa.
Diantara keadaan yang mustajab untuk berdoa adalah: ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, atau ketika puasa menjelang berbuka. Abu Hurairah radliallahu ‘anhu mengatakan, “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka ketika; jihad fi sabillillah sedang berkecamuk, ketika turun hujan, dan ketika iqamah shalat wajib. Manfaatkanlah untuk berdoa ketika itu.” (Syarhus Sunnah al-Baghawi, 1: 327).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak .(H.r. Abu Daud, Nasa’i, danTurmudzi).
Nabi saw. bersabda, “Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah berdoa.” (H.r. Muslim).
3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan
Dari Jabir radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (H.r. Muslim).
Dari Salman radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (H.r. Abu Daud & Turmudzi dan beliau hasankan).
Cara mengangkat tangan dalam berdoa:
Ibn Abbas radliallahu ‘anhu mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (H.r. Thabrani). 
Catatan: Tidak boleh melihat ke atas ketika berdoa.
4. Dengan suara lirih dan tidak dikeraskan.
Allah berfirman: وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu. (Q.s. Al-Isra: 110).
Allah memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam, yang berdoa dengan penuh khusyu’ dan suara lirih,  ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا
“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (Q.s. Maryam: 2 – 3).
Allah juga berfirman,: ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.s. Al-A’raf: 55)
Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu bahwa suatu ketika para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ
“Wahai manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah bersama kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha dekat. (H.r. Bukhari).
5. Dst.


Do'a Yang Sering Dimohonkan Nabi saw.

  1. Diterima dari Anas r.a. katanya:   "Doa yang sering dibaca oleh Nabi saw. ialah:                'رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ  اللهم '(Ya Allah, Tuhan kami, berilah kami di dunia kebaikan , dan di akhirat juga kebaikan, dan peliharalah kiranya kami dari azab neraka)."
  2. Dan diriwayatkan oleh Muslim:  "Bahwa Rasulullah saw. pergi menjenguk salah seorang laki-laki Islam yang bdannya telah kurus kering, tak ubahnya bagai anak burung. Maka sabda Rasulullah saw. kepadanya:'Apakah Anda bedoa atau memohon sesuatu kepada Allah'? Ujarnya: 'Memang saya baca: Ya Allah, azab yang akan kau timpakan kepadaku di akhirat sebagai hukuman, mohon Engkau segerakan di dunia ini'! Maka sabda Rasulullah saw.: 'Subhanallah, Anda tak 'kan tahan atau mampu menderitakannya! kenapa tidak diucapkan saja: اللهم آتنا في الدنيا حسنه وفي الاخرة حسنه وقنا عذاب النار ."
  3. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasa'i, bahwa Sa'ad mendengar putranya berdoa:"Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga, bilik-biliknya dan ini serta itu, dan akau berlindung kepada-Mu dari neraka, dari belenggu dan rantai-rantainya!" Maka kata Sa'ad: "Sungguh, banyak sekali permintaanmu kepada Allah, dan tidak sedikit bencana yang kau minta dihindarkan-Nya daripadamu. Dan saya dengar Rasulullah saw. bersabda: "Nanti akan muncul satu golongan yang berlebih-lebihan dalam berdoa! Cukuplah bila kau ucapkan: 'اللَّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّه عَاجِله وَ اجِلِه مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَ مَا لَمْ اَعْلَمْ    (Ya Allah, aku mohon kebaikan itu seluruhnya, baik yang telah ku ketahui maupun yang belum dan aku berlindung dari kejahaatan itu, baik yang telah kuketahui ataupun yang belum)."
  4. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a., katanya: "Salah satu doa Nabi saw. ialah: Rabbi a'inni wala tu'in alaiya wanshurni wla tanshur 'alaiya, wamkur li wala tamkur 'alaiya, wahdini wayassiril huda li, wanshurni 'ala manbagha 'alaiya! Rabbi 'alni laka syak kara ,laka dzakkara laka rahhaba, laka mithwa'a, laka awwaha, ilaika muniba, Rabbi taqabbal taubati, waghsil hubati, wa-ajib da'wati, watsabbit hujjati wasaddid lisani, wahdi qalbi, waslul sakhimata shadrii'.(Tuhanku! Tolonglah daku, dan jangan Engkau tolong orang-orang menghadapiku, belalah daku, dan janganlah dibela orang yang menghadapiku. Aturlah siasat buat keuntunganku, dan bukan buat kerugianku! Tunjukkanlah daku dan lancarkanlah bimbingan bagiku, srta tolonglah dakum menghadapi orang yang aniaya kepadaku. Tuhanku! jadikanlah daku seorang yang bersyukur kepada-Mu, seorang yang ingat, yang takut, yang taat, yang suka kembali dan yang menyadarkan dirinya kepada-Mu! Terimalah taubatku. hapuslah dosaku, perkenankan doaku, kuatkan alasanku, lancarkan lidahku, bimbing hatiku, dan hapuslah rasa dendam di dadaku)."
  5. Diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid bin Arqam, katanya: "Yang saya katakan kepada kamu, hanyalah apa yang diucapkan oleh Rasulullah saw. biasanya ia mengucapkan: 'Allahumma inni a'udzu bika minal 'ajzi walkasli, waljubni wal bukhli, walhaomi, wa'adzabil qabr. Allahumma ati nafsi taqwaha, zakkiha anta khairu man zakkaha, innaka waliyyuha wamaulaha. Allahumma inni a'udzubika min ilmin la yanfa' wamin qalbin la yakhsya'. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dari pengecut dan kikir, dari usia bangka dan siksa kubur. Ya Allah, berikanlah kepada diriku sifat takwanya, bersihkanlah dia karena Engkaulah sebai-baik yang membersihkannya. Sesungguhnya yang jadi wali dan penguasanya . Ya Allah, aku berlindung kepada-Mud dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tak hendak khusyu' dari nafsu yang tidak pernah puas dan dari do'a yang tidak beroleh perkenan)."
  6. Do'a Mohon Istiqamah: Dalam sebuah Shahih Hakim terdapat sabda dari Rasulullah saw. "Maukah Tuan-Tuan , hai manusia, bersungguh-sungguh dalam berdo'a?" Ujar mereka :"Mau, ya Rasulullah." Sabda Nabi saw.: "Ucapkanlah اللهم أعني على ذكرك وشكرك، وحسن عبادتك (Ya Allah, bantulah kami buat dzikir kepada-Mu, buat bersyukur dan beribadah kepada-Mu dengan baik)." Dan Menurut riwayat Ahmad, Nabi saw. bersabda: "Selalulah pakai 'Ya dzal jalali wal ikram(Ya Tuhan Empunya kebesaran dan penghormatan)'."Juga menurut riwayatnya Rasulullah saw. mengucapkan" "Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik! wal mizana biyadir rahmani'azza wajalla yarfa'u aqwaman wayadha'u akharin (Ya Allah yang membolak-balik hati manusia! Teguhkanlah hatiku dalam agama-Mu! Sedang neraca timbangan itu di tangan Allah Yang Rahman 'Azza wajalla, ditinggikan-Nya beberapa golongan dan direndahkan-Nya golongan-golongan lain)'."
  7. Dari ibnu Umar r.a. Rasululullah saw. mengucapkan: 'اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِعَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, beralihnya penyelamatn-Mu, mendadaknya siksa-Mu dan meratanya amarah murka-Mu)'. Doa Meminta tambahan ilmu: Diriwayatkan oleh Turmudzi bahwa Rasulullah saw. membaca: "اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ    (Ya Allah, berilah aku manfaat dari apa-apa yang Engkau ajarkan, dan ajarkanlah kepadaku apa-apa yang memberi manfaat, dan tambahkanlah ilmuku srta segal puji bagi Allah dalam keadan bagaimanapun, dan akau berlindung kepada-Mu dari nasib penghuni neraka)."
  8. Diriwayatkan oleh Muslim bahwa Fathimah datang kepada Nabi saw. buat meminta 
    khadam. Maka Nabi mengajarkan kepadanya ucapan yang lalu, yang artinya: " Ya Allah, Tuhan dari langit yang tujuh dan Tuhan dari 'arasy besar. Tuhan kami dan Tuhan dari segala sesuatu, yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Pembela biji, penumbuh benih! Aku berlindung kepada-Mu dari bencana apa pun! Engkaulah pemegang ubun-ubunnya, Engkau yang awal maka tak ada sesuatu pun sebelum-Mu, Engkau yang akhir hingga tak ada suatu pun sesudah-Mu, Engkau Yang Zhahir maka tak ada suatu pun di luar-Mu dan Engkau Yang Batin hingga tak ada suatu pun di dalam-Mu! Bayarkanlah utangku oh Tuhan, dan bebaskanlah daku dari kemiskinan!" (lihat gambar2.Doa Nabi).
  9. Do'a Meminta Ketakwaan. Diriwayatkannya lagi bahwa Rasulullah saw. mengucapkan doa: اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى (Ya Allah, aku mohon pada-mu petunjuk dan ketakwaan, mencakupkan yang ada dan menjadi kaya)."
  10. Dan diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Turmudzi yang menyatakannya hasan, juga oleh Hakim, bahwa Rasulullah saw. jarang sekali bangkit dari majelis pertemuan sebelum berdoa bagi sahabat-sahabatnya dengan mengucapkan: "Allahummaq sim lana min khasyyatika ma tahulu bihi bainana wabaina ma'shiyatik, wamin tha'atika ma tubalighuna bihi jannatak, waminal yaqini ma tuhawwimu bihi 'alaina masha-ibaddunya, wamatti'na bi asma'ina, waabsharina, waquwwatina ma ahyaitana, waj'alhul waritsa-minna, waj'al tsa'rana 'ala man zhalamana wanshurna 'ala man 'adana, wala taj'al mushibatana fi dinina, wala taj'alid dunya akbara hammina, wala mablagha 'ilmina, wala tusallith 'alaina mal la yarhamuna. (Ya Allah, bagilah kami dari rasa takut kami kepada-Mu apa yang dapat menghindarkan kami dari berbuat maksiat kepada-Mu, dan dari menaati-Mu apa yang dapat mengantarkan kami kepada surga-Mu, dan dari keyakinan kami apa yang dapat meringankan kami dari cobaan-cobaan dunia! Berilah kami kesenangan dengan pendengaran dan penglihatan kami, begitu pun dengan kekuatan kami selagi hayat dikandung badan, dan demikian pula halnya bagi orang yang mewarisi kami. Dan tuntutkanlah bela kami terhadap orang-orang yang telah menganiaya kami, serta bantulah kami terhadap musuh-musuh kami. Dan janganlah kami menerima coban mengenai agama kami, janganlah pula dunia itu menjadi tumpuan harapan kami, atau batas ilmu pengetahuan kami, srta janganlah yang akan mengendalikan pemerintahan kami itu, orang-orang yang tidak menaruh rasa  sayang kepada kami)."
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat.
Sumber: 
Fikih Sunnah 4, Sayyid Saabiq. telah diedit untuk keselarasan.
http://www.konsultasisyariah.com/tata-cara-berdoa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar